
Pertempuran dimulai. Rui memanggil pedang Rignitnya dan langsung melesat menuju Dracule. Sedangkan Indra terbang dan menghempaskan Cerberus dengan sihir angin hingga ke luar aula akademi.
Rui mencoba menyerang Dracule dengan Rignit namun dia sama sekali tidak bisa mengenainya karna gerakan Dracule yang sangat cepat. Lalu dia menggunakan instan teleport untuk bergerak lebih cepat, namun tetap saja tidak bisa mengenai Dracule karena ayunannya yang lambat dengan pedang sebesar itu.
"Hahahhaha, ada apa pahlawan?, tidak bisa mengenaiku hah?, dasar lamban" ucapnya yang menghindari tebasan Rui dan membalas dengan Sihir apinya.
Rui yang terlambat menggunakan mana shieldnya, terkena serangan sihir di dadanya namun sihir itu segera di serap oleh pedang suci miliknya.
"Kalau begitu, bagaimana dengan ini" ucapnya yang langsung mengganti senjatanya dengan panah Cronicel.
Rui dengan cepat menembakkan panahnya dan panah itu berhasil mengenai Dracule. Ketika panah petir mengenai Dracule, tubuhnya tidak bisa bergerak untuk sesaat. Tanpa melewatkan kesempatan itu Rui mengganti senjatanya lagi dengan pedang Rignit dan langsung menggunakan tebas energinya.
Sesaat ketika akan mengenai tubuhnya, Dracule mampu menghindar namun tangannya terkena energi pedang Rignit. Tanpa ragu dia mencabut tangannya agar efek pembakaran dari Pedang itu tidak menjalar ke jantungnya
"Sial" ucap Rui yang melihat tangan Dracule muncul kembali.
Dracule melolong memanggil pasukan kelelawarnya. Kelelawar - kelelawar itu langsung menerjang tubuh Rui namun dia langsung menggunakan pelepasan area energi Rignit dan langsung membakar habis para kelelawar.
"Rrrrrrrr" suara Dracule yang sudah berubah menjadi monster besar.
Dracule mengeluarkan energi sihir dari mulutnya dan langsung menyerang ke arah Rui. Rui menghadang serangan itu dengan pedang Rignit dan langsung menyerapnya.
Pertarungan sengit mereka berdua terus berlanjut. Serangan demi serangan terus mereka lancarkan untuk menumbangkan musuhnya, namun mereka masih belum mampu mengalahkan satu sama lain.
Sedangkan Cerberus menjadi bulan - bulanan indra di luar akademi. Cerberus cukup tangguh untuk bertahan dari serangan sihir milik Indra walaupun kepalanya sudah tinggal dua lagi.
Namun Cerberus hanya bisa menggunakan sihir apinya untuk melawan Indra yang terbang bebas di udara. Indra dengan mudah melepaskan petir ke arah Cerberus karena kecepatan serangan Indra tidak mampu di ikuti oleh Cerberus.
"Anjing kotor sepertimu, beraninya menyentuh tuanku. Sadarilah tempatmu" ucap Indra sambil melempar bola energinya ke arah Cerberus.
Cerberus mencoba menahannya dengan Sihir apinya namun itu tidak mampu menghentikan serangan Indra dan Cerberuspun terluka berat karena ledakan bola energi petir milik Indra.
Rui yang mulai merasakan Lelah dan kaku di sekujur tubuhnya, mana yang mulai di ambang batas, berusaha menyelesaikan pertarungannya dengan Dracule. Namun Dracule sangat tangguh dan belum menunjukkan kelelahan sedikitpun.
Rui mencoba menghisap mana milik Dracule dengan skill mana predator miliknya, namun itu sia - sia karena tidak mempan pada iblis kelas atas.
__ADS_1
Rui mencoba mundur dan langsung mengganti senjatanya dengan panah Cronicel miliknya. Namun sebelum Rui melesatkan panahnya, Dracule dengan cepat menutup jarak dan menyerang dari jarak dekat.
Hantaman tangan Dracule mampu Rui tahan namun dia terlempar jauh hingga menabrak dinding. Dia kembali terluka dengan memuntahkan darah dari mulutnya.
Harapannya benar - benar mulai pudar karena kemampuan Rui sangatlah kurang dalam menggunakan senjata - senjata miliknya. Senjata Suci memang kuat dan mengagumkan, namun itu semua percuma jika kemampuan penggunanya sendiri rendah.
Dengan harapan dan tekatnya, dia mengeluarkan tombak yang menjadi harapan terakhirnya.
"Datanglah, Rouma" ucap Rui.
Kemunculan Tombak itu membuat Dracule menjaga jarak dari Rui.
"Tombak penghisap darah dan pelahap daging, Tombak Rouma" ucap Dracule waspada.
Rui menggenggam erat tombaknya lalu melemparnya ke arah Dracule. Dracule mencoba mengehindarinya namun tombak itu mengeluarkan aura yang bermujud binatang buas dan langsung melahap tangannya.
"Rrrrrrrr" suara Dracule kesakitan.
Dracule mengeluarkan bola energi dari mulutnya dan menyerang Rui dengan gelombang darah namun tombak itu segera berbalik dan menyerang energi tersebut hingga serangan milik Dracule di batalkan.
Tombak itu memiliki kesadaran sendiri dan dengan ganasnya terus menerus menyerang Dracule hingga sedikit demi sedikit tubuhnya menjadi tidak bisa bergerak.
"Senjata yang gila" ucap Rui tersenyum melihat tombak itu.
Dracule sudah mengetahui efek spesial dari tombak itu adalah pengekangnya. Karena setelah mencabik tubuh musuhnya tombak itu meninggalkan sebuah Rune yang berefek penyegelan pada lawannya.
Namun sebelum dia benar - benar terkekang oleh tombak itu, Dracule mengerahkan segala kekuatannya yang tersisa untuk menghabisi Rui.
Gumpalan energi dia ciptakan dia atas kepalanya dan bersiap melemparnya ke arah Rui. Lagi - lagi tombak itu dengan cepat melesat untuk menghancurkan energi tersebut namun Dracule mengorbankan tangannya untuk menghentikan tombak itu dan berhasil melesatkan energi itu.
"Aarrrrrrrhhhhhhhhhhh" teriak Dracule yang melempar bola energi itu dengan sekuat tenaganya.
Dalam pikirannya Rui segera meminta tombak itu kembali dan seperti dugaannya, tombak itu merespon dan kembali ke tangannya. Tombak itu melesat dari tangan Dracule dan menghancurkan tangannya.
Dengan sigap Rui mengganti senjatanya lagi dengan Pedang Rignit sesaat sebelum energi itu mengenainya.
__ADS_1
"Aaaarrrhhhhhhh" teriak Rui yang kewalahan menahan serangan energi milik Dracule.
Dia akhirnya berhasil menahan serangan terakhir itu namun seluruh tubuhnya dipenuhi luka dan bahkan tangan kirinya hancur.
Rui berlutut karena rasa sakit dari serangan tersebut. Namun berkat energi milik Dracule yang dirampas oleh tombak itu dan di transfer padanya. Dia berhasil menyembuhkan tangannya hingga dia mampu mengangkat pedang Rignit kembali.
Dracule yang masih tidak bisa bergerak karena efek penyegel dari serangan tombak itu hanya bisa mengerang marah. Efek unik dari tombak itu adalah melahap dan mengekang tubuh maupun sihir milik musuhnya.
"Aaaaaarrrrrrhhhhh, sial. Lepaskan aku, bocah sialan. Aku, mantan Jendral iblis yang selamat dari peperangan malapetaka di masa lalu tidak akan mati di tempat ini" teriaknya mencoba melepaskan diri.
Namun Rui sudah mengangkat pedangnya yang sudah selesai mengumpulkan energi.
"Aku akui, kau memang lawan yang paling tangguh dari lawan - lawan yang pernah aku hadapi. Namun hanya sampai disini saja waktumu. Jadi, selamat tinggal"
Rui menebas dan melepaskan enegi penuh dari pedangnya.
Dracule yang hanya bisa melihat kematian menghampirinya. Meraung tidak terima dengan kematiannya.
"Akkkkkkkrrrrrhgghh, yang mulia Raja iblis" teriaknya memanggil tuannya.
Tebasan energi itupun mengenai tubuhnya dan langsung menghabisinya hingga tak tersisa. Namun kerusakan yang di timbulkan tidak sampai menghancurkan area sekitarnya, hanya Dracule dan tempat ia berdiri yang habis tak tersisa.
"Akhhhh, mengendalikan energi pedang ini tidak terlalu sulit, namun tekhnik berpedangku harus segera aku tingkatkan" ucapnya sambil berjalan tertatih - tatih menuju pintu keluar akademi.
Melihat Rui yang keluar dari akademi dengan penuh luka, Karin dan Ririna yang melihatnya langsung berlari menghampirinya dan memeluk Rui.
"Syukurlah, syukurlah kau baik - baik saja Rui" ucap Karin bersyukur melihat adiknya selamat.
"Hueeeee, aku, aku benar - benar bahagia melihat kau tidak apa - apa. Sungguh aku, aku benar - benar bersyukur.Hueeeee" teriak Ririna yang menangis memeluk Rui.
"Yah, aku baik - baik saja, jadi bisakah kau memberiku ruang, aku sedikit kesulitan disini" ucapnya yang tidak bisa bergerak karena di peluk Karin dan Ririna.
Semua murid tertuju padanya dan dari belakang datang Risiya yang memeluknya dari belakang.
"Terima kasih sudah kembali dengan selamat" ucapnya yang membuat Rui lega melihat Risiya baik - baik saja.
__ADS_1
Lalu Rui mengangkat pedangnya untuk menegaskan kemenangan mereka yang di ikuti sorakan dari para siswa yang lain.
...Bersambung......!!!!!!...