
Ketika akan memasuki kuil tempat istana naga Rui dicegat oleh seekor naga putih yang menjaga pintu masuk kuil tersebut. Dia mendesis untuk menakuti Rui dan rombongannya agar menjauh dari sana.
Naga biasa memang tidak bisa berbicara bahasa manusia. Dengan jumlah energi yang terbatas dan pengetahuan yang minim mereka hanya bisa memahami sesama naga saja.
Naga tingat menengah (General dragon ) bisa memahami bahasa makhluk lain walaupun tidak terlalu bisa berbicara bahasa makhluk selain naga. Jumlah mana dan kekuatan dalam tubuh tersebut sudah cukup tinggi dan membutuhkan 5 penyihir tingkat King untuk bisa mengimbanginya.
Sedangkan naga tingkat tinggi ( Dragon lord ) adalah ranah tertinggi untuk saat ini yang bisa di capai seluruh naga di benua Astra. Bukan hanya memahami bahasa makhluk lain dan berbicara dengan mereka. Tingkat kekuatannya sudah bisa di katakan sebagai makhluk terkuat di benua tersebut. Untuk saat ini hanya Frost dragon yang di ketahui mencapai ranah tersebut.
Kembali ke situasi Rui yang sedang berhadapan langsung dengan naga tersebut. Para elf dan warbeast ketakutan dengan intimidasi naga tersebut yang mengeluarkan aura ancaman.
Rui tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan naga yang tidak bisa mengerti bahasa manusia tersebut. Lalu Rui mengeluarkan pedang sucinya dan melesatkannya ke arah gunung besar tersebut hingga terjadi ledakan besar di bagian tengah gunung tersebut.
Hal itu membuat kepanikan para naga yang langsung melesat terbang keluar untuk mencari sumber ledakan tersebut.
Sedangkan naga yang berhadapan dengan Rui, mengerang dengan sangat keras untuk memperingati Rui agar tidak membuat masalah di sini. Namun karena melihat pedang yang di bawa oleh Rui, naga tersebut ragu untuk menyerang langsung dan hanya mengintimidasi dengan raungannya.
Lalu kesepuluh ekor naga sudah tiba dan mengepung Rui dan rombongannya. Risiya langsung berubah ke mode tempurnya, Ririna dan Karin mengeluarkan tongkat sihirnya dan bersiap menyerang.
Namun seekor naga berwarna kekuningan yang pernah ikut frost dragon menyerang wilayah kekuasaan ayahnya Ririna, mengenali Rui dan langsung menyuruh para naga yang lain segera memberi hormat.
"Tuan, tuan manusia" ucap naga itu yang masih belum terbiasa bahasa manusia.
"Kau mengenaliku?" tanya Rui.
"Benar, saya kenal tuan manusia. Tuan besar dari raja besar" balasnya.
__ADS_1
Namun naga yang lain masih saja mendesis ke arah Rui dan para elf karena mereka belum mengetahui Rui dan menganggap Rui adalah musuh mereka.
Lalu raungan dari langit terdengar. Seekor naga perak dan ungu turun mendekati kerumunan itu dan menginjak kepala naga yang masih mengerang ke arah Rui.
"Ma_maafkan saya tuan, maafkan saya yang tidak menyambut kedatangan anda dengan semestinya" ucap Indra sambil berlutut memberi hormat.
"Tidak apa - apa Indra. Ini juga salahku yang datang tiba - tiba tanpa memberi kabar terlebih dahulu".
"Tidak tuan, ini semua salah saya yang tidak bisa mendidik para naga bodoh ini dan berlaku tidak sopan pada anda" ucapnya menyesal.
Rui hanya terseyum mendengar ucapan Indra, lalu naga badai mendekati Rui dan memberi hormat.
"Lama tidak berjumpa, tuan muda" ucapnya memberi salam.
"Yah lama tidak bertemu, naga badai. Maaf aku melupakan namamu" ucap Rui.
Rui menatap ke arah Indra dengan maksud meminta pendapatnya dan Indrapun mengerti maksud dari tuannya.
"Menurut saya itu ide yang cukup bagus tuan. Apalagi setelah saya mendengar cerita dari naga Badai tentang insiden para Raja naga" ucapnya.
"Insiden?" tanya Rui penasaran.
"Iya tuan, sebaiknya kita bicarakan di dalam saja, mari kita masuk" ucap Indra.
Mereka semua akhirnya masuk ke kuil yang cukup bagus seperti sebuah kastil manusia dengan ukuran yang sangat besar. Dalam langkahnya menuju ruang singgasananya Rui penasaran dengan hal itu.
__ADS_1
"Bukankah tempat ini terlihat seperti buatan manusia, bagaimana bisa naga bisa berada di tempat seperti ini, lalu dengan ukuran yang sempurna untuk seekor naga?" tanya Rui.
"Benar tuan, ini memang buatan manusia dan ras lain di zaman kuno, Raja naga yang menjadi leluhurku dulunya di sembah oleh para ras dan ini adalah kuil yang di persembahkan untuk kami demi melindungi mereka dari bahaya. Namun karena perkembangan zaman dan para ras sudah mampu melindungi diri mereka sendiri, mereka mulai menjauh dari tempat ini dan mendirikan wilayah mereka sendiri" jawab naga tersebut.
Setelah mendengar itu, Rui menjadi mengerti kenapa suatu makhluk seperti naga, mempunyai tempat tinggal yang seperti manusia. Lalu, setelah sampai di ruang pertemuan di singgasana Raja naga, Indra mempersilahkan agar Rui naik ke singgasan tersebut.
Awalnya Rui menolak namun itu di perlukan agar para naga mengetahui siapa Rui dan derajatnya yang sebagai penguasa di antara para naga gunung es.
Lalu frost dragon menyuruh para naga betina dan istrinya yang sempat berlindung karena ledakan sebelumnya segera menghadap ke ruang singganana. Setelah para naga dan anak - anaknya berkumpul, Frost dragon menyuruh mereka semua berlutut dan memberitahukan bahwa Rui adalah penguasa tertinggi di antara mereka.
Rui yang melihat pemandangan itu, begitu kagum dengan kesetiaan para naga yang tidak prostes dengan keputusan rajanya yang tunduk pada manusia dan menuruti apapun perintah Frost dragon.
Lalu, Rui kembali bertanya, apa yang frost dragon sebelumnya katakan tentang insiden para raja naga.
"Baiklah, sekarang ceritakan padaku, apa yang terjadi dengan raja naga lainnya" tanya Rui.
"Raja naga api, raja naga langit dan raja naga bumi sudah bergabung menjadi pasukan tempur raja iblis" ungkapnya.
Mendengar itu Rui menjadi sedikit terkejut, ia memang tidak berencana menaklukan semua naga namun jika para naga juga akan menjadi musuh di masa depan, mereka akan menjadi lawan yang merepotkan, fikir Rui.
"Lalu, berapa sisa penguasa naga yang belum bersekutu dengan mereka" tanya Rui.
"Kalau itu, cuma raja naga yang selalu menjadi musuh bebuyutan sejak zaman raja naga sebelum mereka. Naga cahaya dan kegelapan" jawab Indra.
"Baiklah, taklukan mereka" ucap Rui yang membuat para naga terkejut.
__ADS_1
...Bersambung...!!!...