Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 53 Kematian Eizan


__ADS_3

Eizan yang tidak menyadari kedatangan Rui, terus membelai wajah Karin dengan tatapan nafsu.


"Haaaaah, wajahmu benar - benar cantik Karin, malam ini kau akan menjadi milikku" ucapnya senang.


Dengan sekuat tenaga, Rui menendang Eizan dari belakang hingga terpental ke tembok.


"Uaaaaakh, apa - apaan itu" ucapnya yang tersungkur dan mencoba berdiri.


Rui melepas tali yang mengikat tubuh Ririna dan Karin.


"Ru_rui, akhirnya kau datang" ucap Karin yang hampir pingsan karena luka di sekujur tubuhnya.


"Maafkan aku yang terlambat, kakak" ucapnya sambil membaringkan tubuh kakaknya.


Lalu dia mengobati luka - luka Ririna yang pingsan dan kakaknya. Lalu membaringkan tubuh mereka berdua.


"Istrirahatlah, serahkan sisanya padaku" ucap Rui sambil menatap Eizan dengan penuh kebencian.


Eizan yang berbalik melihat Rui, tertawa bahagia dengan kedatangannya.


"Hahahaha, akhirnya kau datang bocah sialan, hari ini aku akan me...."


"Braaak" suara hantaman Rui ke wajah Eizan yang belum sempat menyelesaikan ucapannya.


"Hahahaha, kau benar - benar tidak sopan" ucapnya sambil berdiri mengeluarkan pedang hitam dari tubuhnya.


Pedang itu memilki aura iblis seperti milik pahlawan yang ia lawan sebelumnya namun dengan aura yang lebih kuat.


"Hari ini, kau akan merasakan pembalasanku atas penghinaanmu waktu itu" ucapnya sambil tertawa.


Tiba - tiba tubuhnya diselimuti aura gelap dan tubuhnya bertransformasi menjadi setengah iblis. Tanduk dan taring, serta sayap dan ekor tumbuh dari tubuhnya. Sisik hitam terang menyelimuti hampir seluruh tubuhnya.


"Rasakan balas dendamku" ucapnya sambil terbang dengan sangat cepat ke arah Rui.


Rui mengeluarkan belati mananya dan bersiap beradu serangan dengan pedang milik Eizan. Namun ketika menahan pedang itu, belati mana miliknya lenyap terhisap oleh pedang milik Eizan. Rui mengeluarkan belati mana yang lebih banyak dan menyerang dari jarak jauh, namun itu sama saja karena belati itupun lenyap seketika.


"Hahahahaha, mainan bodohmu tidak ada apa - apanya di hadapan kekuatan baruku" ucapnya tertawa.


Rui mencoba menghindari setiap serangan milik Eizan namun gerakan Eizan semakin lama semakin cepat dan bisa mengikuti gerakan instan milik Rui.

__ADS_1


"Hahahah ada apa, apa kau heran dengan kemampuanku yang luar biasa, aku akhirnya akan menghanc.." tiba - tiba tangan kanan milik Eizan hacur besarta tembok besar di belakangnya.


Eizan melihat panah yang di pakai oleh Rui mengeluarkan Aura petir dan dari sana tercipta sebuah armor petir yang menyelimuti tangan Rui.


Rui memegang busur berwarna hijau yang indah, serta tali busurnya tercipta dari aliran petir. Setiap kali Rui menarik busur tersebut, dari sana mengalir energi petir dan tercipta anak panah yang siap menerjang musuhnya.


Rui kembali menarik panahnya dan bersiap menyerang sedangkan Eizan bersiap menghindari panah tersebut. Ketika Rui melepaskan panah tersebut, Kilatan cahaya melaju dengan sangat cepat menembus tubuh Eizan.


"Akkkhhhhhh" teriak eizan melihat lubang di tubuhnya.


Petir terus mengalir di tubuh Eizan yang terluka. Rui menunggu luka Eizan menyembuhkan diri. Tubuh iblis memang dapat beregenerasi dengan sangat cepat jika tidak langsung di bunuh dengan cara menghancurkan jantung yang ada di tubuh iblis tersebut. Namun iblis tingkat tinggi dapat memilki lebih dari satu jantung. Semakin tinggi derajatnya maka jantung yang dimiliki akan semakin besar.


Eizan yang bingung mengapa Rui tidak langsung membunuhnya segera berdiri dan bersiap menghindar. Namun, sebelum Eizan bereaksi, panah tersebut sudah menembus kembali tubuhnya. Rui mengamati luka - luka milik Eizan menyembuhkan diri.


Begitu terus menerus dia lakukan sampai kebencian milik Rui mereda. Eizan yang sudah tidak sanggup menahan rasa sakit bersujud meminta ampunan dari Rui. Namun Rui melesatkan panahnya kembali dan membuat kedua kaki Eizan hancur.


Eizan berteriak kesakitan hingga menggema ke Aula tempat murid - murid yang lain di sandra. Teriakan Eizan membuat mereka merinding karena teriakan itu terdengar sangat menyakitkan.


"To_tolong, aku menyerah. Ampuni aku, aku tidak ak, kuaaaaahhhhhhhhhhhhhhh"


Rui kembali melesatkan panahnya menembus tubuh Eizan hingga terbelah dua. Walaupun Rui menghindari bagian dada dan perut Eizan yang menjadi lokasi jantungnya.


Petir terus mengalir di tubuh Eizan yang membuat rasa sakit yang tak tertahankan namun dia tetap tidak mati.


Karin yang terbangun karena teriakan tersebut segera memegang tangan Rui untuk segera memintanya untuk berhenti.


"Ru_Rui, cukup" ucap Karin lirih.


Namun Rui yang tatapannya kosong kembali melesatkan panahnya dan menembus perut Eizan hingga tersisa satu jantung di dadanya.


"Aku mohon bunuh aku, aku mohon, tolong ampuni aku" teriak Eizan menangis.


Hal tersebut membuat hati Karin iba dan tidak sanggup melihat kekejaman Rui.


"Ruuiiii" teriaknya marah.


Mendengar kakaknya yang memarahinya, Rui tersadar kembali dan melihat kakaknya menangis di sampingnya.


"Ka_kak, kakak sudah sadar" ucapnya pelan.

__ADS_1


"Iya, aku dari tadi menyuruhmu untuk berhenti, kenapa kau tidak mendengarkanku" ucapnya kesal.


Rui lalu memeluk kakaknya yang sedang memarahinya.


"Syukurlah, kakak baik - baik saja" ucap Rui lega.


"Ya, jadi tolong hentikan ini dan mari selamatkan Rirsiya" ucap Karin yang ikut menangis bahagia.


Eizan yang sudah pasrah dengan hidupnya, berlutut di depan Karin dan memohon ampun.


Karin hanya terdiam dan melangkah ke belakang Rui untuk membangunkan Ririna.


Rui lalu mengeluarkan pedang Rignit miliknya dan menebas kepala Eizan. Tubuhnya langsung terbakar habis karena efek cahaya penyucian milik pedang suci Rignit.


"Ririna, Ririna, bangunlah" ucap Karin membangunkan Ririna.


Ririna membuka matanya dan samar - samar ia melihat Rui yang berdiri di dekatnya.


"Selamat pagi, Rui. Aku bermimpi aneh" ucapnya yang setengah sadar.


Ketika melihat ke sekelilingnya ia terkejut karena apa yang di alaminya bukan mimpi.


"Ru_ruiiiii" teriaknya yang langsung memeluk tubuh Rui.


"Aku sangat takut, kau tau. Tadi itu sangat menakutkan" ucap Ririna yang menangis di pelukan Rui.


Karin hanya tersenyum melihat tingkah Ririna yang agak manja kepada Rui.


"Ya, aku sudah datang menyelamatkanmu. Mari kita segera pergi menyelamatkan Risiya" ucap Rui.


Lalu mereka segera berangkat ke aula akademi. Ternyata kedatangan mereka sudah di tunggu oleh seorang petinggi iblis bersama para pasukannya. Para siswa yang tidak mau bergabung bersama iblis, di kurung di sebuah jeruji sihir dan tidak bisa keluar. Sedangkan Risiya sedang berada di tengah - tengah aula dan disiksa untuk di jadikan contoh agar mereka mau bergabung menjadi pasukan iblis.


Iblis yang menunggu Rui adalah seorang lelaki tua yang terlihat seperti manusia biasa. Namun, melihat beberapa profesor dan kepala akademi yang mati tanpa mampu menggoresnya adalah bukti bahwa kekuatannya bukan main.


Apalagi dia mampu mengetahui siapa Rui sebenarnya ketika Rui memasuki Aula bersama ketika rekannya.


"Khahahah, aku sudah menunggumu, pahlawan"


...Bersambung...!!!!...

__ADS_1


__ADS_2