Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 51 Pedang suci Rignit yang sebenarnya


__ADS_3

Beralihke lokasi pertarungan Indra dan virgan di udara. Serangan demi serangan mereka luncurkan. Api, angin, air segala macam sihir mereka keluarkan. hembusan angin badai yang kuat terus bertabrakan dengan hembusan badai yang membekukan. Keduanya terlihat imbang.


"Sudah kuduga kau memang kuat Frost dragon" ucap Virgan yang mengakui kemampuan Indra.


"Aku punya nama Indra yang diberikan masterku. Sebaiknya kau memanggilku dengan nama itu" bentak Indra.


Mendengar itu, Virgan terlihat kesal mendengar rivalnya di taklukan oleh manusia.


"Dasar pecundang, apakah kau bodoh, membiarkan dirimu di perbudak oleh manusia lemah. Kita sebagai 8 Raja naga, adalah makhluk agung tertinggi di seluruh dunia ini" ucapnya kesal.


Mendengar itu Indra menjadi sangat kesal karena ocehan dari naga di depannya.


"Pecundang? manusia lemah?. Sebaiknya kau jaga ucapannya sebelum aku benar - benar menghabisimu disini"


Virgan yang mendengar hal itu malah tertawa dengan ucapan Indra.


"Menghabisiku?. Jangan becanda kau pecundang. Di antara seluruh Raja naga yang ada kau adalah makhluk paling menghindari pertempuran karena kelemahanmu. Mari habisi aku jika kau mampu" ucapnya menertawakan Indra.


"Kalau begitu. Mari kita lihat apa yang bisa dilakukan oleh makhluk yang kau sebut pecundang ini"


Setelah mengatakan itu, Indra berubah ke mode manusia naganya. Awan petir bermunculan karena auranya.


"Ap_apa itu, bagaimana dia bisa memiliki kemampuan seperti itu" gumamnya dalam hati.


"Udaranya bergetar dan mengapa aku tidak bisa mengukur kekuatannya" lanjutnya terkejut.


Virgan terbang mundur untuk menjaga jarak dari serangan Indra.


"Bola petir yang berputar di sekelilingnya menyerang dengan sangat cepat hingga tidak bisa di hindari oleh virgan"


Tubuh Virgan bergetar dengan tubuh mengeluarkan asap karena terbakar dan dengan luka di sayapnya yang membuat dia tidak bisa terbang dengan benar.


"Akkkhhhh. Kekuatan apa ini. Ini sudah jauh di luar bayanganku. Bagaimana kau bisa mendapatkan kekuatan sebesar ini" ucap virgan yang terkejut.


"Ada apa?, kemana perginya wajah sombongmu tadi. Ini adalah kekuatan yang diberikan oleh orang yang kau sebut manusia lemah" ucap Indra.


Indra mengumpulkan energi dan bersiap menyerang Virgan dengan kekuatan penuhnya. Keempat bola petir yang melingkari tubuhnya menyatu dan menghisap energi di sekitarnya dan memadatkannya menjadi energi yang siap di lepaskan.


"Tu_tunggu Frost dragon. Tidak tuan Indra tunggu. Aku menyerah, aku menyerah tolong ampuni aku" ucapnya panik melihat gumpalan energi yang siap merenggut nyawanya.


Indra yang mengumpulkan energi di sekitarnya menjadi terhenti ketika perhatiannya menuju ke arah tuannya yang di selimuti cahaya.


"Tuan" ucapnya memandangi tubuh Rui yang di depannya berkumpul cahaya terang dan memunculkan pedang Rignit.

__ADS_1


Virgan yang melihat Indra tidak jadi menyerangnya menjadi heran dan ketika dia melihat ke bawah, dia juga ikut terpana melihat pedang Rignit yang asli.


"It_itu pedang Rignit yang asli" ucap Virgan terkagum.


Rui yang memegang pedang Rignit yang asli membuat seluruh perhatian orang yang disana tertuju padanya.


"Ti_tidak mungkin, ini pasti bohong. Itu pedang yang sama persis dengan yang di buku literatur kuno"


"Pahlawan"


"Pahlawan yang sebenarnya"


"Oh pahlawan telah hadir di sisi kita" ucap semua orang yang menyaksikan pedang tersebut.


Melihat hal itu, pemuda yang mengaku dirinya pahlawan berusaha merebut pedang itu dari Rui.


"Jangan bercanda denganku sialan. Akulah pahlawan yang sesungguhnya. Berikan pedang itu padaku" ucapnya dengan melayangkan pedangnya ke arah Rui.


"Ya rebut pedang itu darinya. Dia tidak pantas memegang pedang suci itu" ucap Arlan.


Rui membalas tebasan Pahlawan itu dan pedang mereka bertabrakan. Seketika teriakan terdengar dari pedang tersebut dan membuat cahaya merah di pedang tersebut terhisap oleh pedang milik Rui.


"Tidak, tidak mungkin. Kekuatan yang sudah ku kumpulkan dengan membunuh ribuan orang itu dihisap?" ucap Arlan terkejut.


"Tebasan cahaya"


Lalu tebasan itu menghasilkan energi dari pedang tersebut dan menerjang ke arah Pahlawan tersebut. Namun tidak sebesar dulu waktu pertama kali dia memakai Rignit karena Rui tidak mengumpulkan energi seperti sebelumnya.


"Raaaaaaaaaah" ucapnya dengan mencoba menahan tebasan energi milik Rui dengan pedangnya.


Energi yang di lepaskan oleh Rignit yang Rui pegang, tidak mampu diserap oleh Rignit palsu tersebut. Bahkan energi pedang tersebut sedikit demi sedikit melahap enegi jahat dari pedang Rignit yang asli.


Melihat hal itu, si pahlawan palsu menjadi waspada dengan pedang milik Rui.


Rui kemudian menerjang ke arah pahlawan palsu itu. Mereka beradu serangan dan setiap pedang milik Rui bersentuhan dengan pedang pahlawan tersebut, Energi jahat dari pedang tersebut semakin terkikis.


"Sialan, energi pedangnya sudah berkurang drastis" ucapnya kesal.


Namun dengan ide liciknya dia malah menyerang beberapa anggota sekte di dekatnya dan menghisap darah dan sihirnya ke dalam pedang miliknya untuk menambah kekuatannya.


"Hahahah, berbanggalah kalian karena akan menjadi kekuatanku" ucapnya dengan terus menusuk mereka satu persatu hingga energi yang dia hasilkan penuh lagi.


Arlan yang melihat anak buahnya di bantai satu persatu menjadi kasihan pada mereka.

__ADS_1


"Oy Rui, jika kau memang pahlawan, kenapa kau tidak menghentikan perbuatan keji di depanmu" ucap Arlan kesal melihat Rui yang tampak tidak perduli dengan para korban.


Rui membalas menatapnya dengan tatapan tanpa ekspresi yang membuat Arlan semakin terkejut.


"Kenapa aku harus menolong kalian. Bukannya kalian melakukan hal yang sama beberapa waktu yang lalu kepada warga kekaisaran" ucap Rui yang membuat Arlan terdiam.


"Lagi pula, bukankah dia pahlawan kalian dan kalian berkata perkataan dan perintahnya itu mutlak. Jadi, kenapa kau protes padaku ketika dia melenyapkan kalian?"


Ucapan dari Rui membuat semua anggota sekte dan para rakyat jelata yang mendengar itu menjadi terdiam dengan muka pasrah.


"Kau benar - benar pahlawan yang kejam" ucap Rui ke arah pahlawan itu.


Pahlawan palsu itu yang mendengar ucapan tersenyum lebar.


"Hehe, aku tidak perduli kau menyebutku kejam atau apapun. Yang bertahan hidup adalah pahlawan yang asli"


"Baiklah sekarang rasakan kekuatan penuhku. Tebasan energi" ucapnya sambil melepaskan tebasan energi pedang di tangannya dengan kekuatan penuhnya.


Serangan itu membuat area di sekitarnya terbakar dan membuat apapun yang di lewati energi tersebut musnah tak tersisa.


Lalu kemudian, Rui yang dari tadi selesai mengumpulkan energi pedangnya, mengangkat pedang tersebut dan membalanya dengan tebasan penuh dari pedang tersebut.


Energi kedua pedang yang bertabrakan membuat area di sekitanya hancur dan orang - orang yang disana ikut terseret oleh ledakan energi tersebut.


Namun energi pedang milik Rui menghisap seluruh energi yang di keluarkan pedang pahlawan palsu tersebut dan menerjang ke arah pahlawan itu, dengan cepat dia merespon dengan menghadang energi itu dengan pedangnya.


Namun pedang pahlawan palsu tersebut lenyap bersamaan dengan tangan kanannya yang memegang pedang tersebut.


"Akhhhhhhhhhh tanganku" teriaknya kesakitan.


"Ti_tidaaaak, mahakaryaku" ucap Arlan tidak terima dengan apa yang dilihat oleh mata kepalanya sendiri.


Rui kemudian melesat ke arah pemuda itu dan langsung menebas lehernya. Pahlawan tersebut langsung musnah menjadi debu. Rui heran melihat mayat tersebut yang ikut menghilang.


"Apa yang terjadi, kenapa dia lenyap seperti tubuh iblis yang terkena pedang ini" ucap Rui heran.


Akhirnya Rui paham situasinya. Ternyata Arlan menciptakan pedang tersebut dari tubuh iblis yang jadi bahan percobaannya.


Lalu tubuh pemuda yang menyebut dirinya pahlawan itu juga dia modifikasi dengan menggabungkan sell iblis dan manusia agar cocok dengan perkembangan kekuatan pedang iblis tersebut. Semakin banyak korban yang di serap oleh pedang itu, maka akan semakin banyak kekuatan yang di peroleh oleh pahlawan itu.


Lalu Rui berbalik dan berjalan menuju Arlan.


...Bersambung....!!!!...

__ADS_1


__ADS_2