
Ketika Rui selesai mengobati Karin dan Ririna. Rui membuka sebuah ruangan rahasia. Ternyata disana terdapat elf dan warbeast yang di culik bahkan dengan jumlah yang jauh lebih banyak dari yang ada di pasar budak sebelumnya.
Ketika Rui membuka salah satu kurungan, terlihat dari raut wajah mereka yang sangat ketakutan. Rui yang melihat itu begitu prihatin melihat kondisi para elf dan warbeast yang sudah sangat lusuh dan lemah.
"Tenanglah, aku mohon jangan takut. Aku kesini bukan untuk menyakiti kalian" ucap Rui sambil merusak rantai yang mengunci pintu kurungan besi yang mengurung mereka.
Namun walau Rui sudah berkata begitu, mereka masih ketakutan dan tidak mau keluar. Lalu Ririna mendekati Rui.
"Sudahlah Rui sepertinya mereka sangat ketakutan dengan laki - laki, biar aku yang urus mereka" ucap Ririna.
"Kemarilah anak manis, aku tidak akan menyakiti kalian" ucap Ririna dengan senyum mencurigakan.
Lalu Karin menepuk kepala Ririna untuk menghentikan senyuman anehnya itu.
"Berhenti bodoh, kau malah terlihat mencurigakan dan malah membuat mereka semakin waspada" ucap Karin sambil menarik lengan Ririna untuk menjauh.
Risiya hanya tersenyum dengan tingkah Karin dan Ririna. Lalu karin mengulurkan tangannya ke para Elf dan warbeast yang di culik dan akhirnya mereka berani memegang tangan Karin dan akhirnya memberanikan diri untuk keluar.
"Kalau boleh tau siapa namamu" tanya karin.
"Na_namaku Switzi" jawabnya dengan masih ketakutan.
"Baiklah Switzi apakah cuma ini temen - temanmu yang di culik" tanya Karin ke salah satu elf tersebut.
Dengan raut wajah yang masih ketakutan, elf tersebut memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan Karin.
"Du_dulu, banyak elf dan warbeast yang laki - laki, tapi kebanyakan dari mereka di bawa ke pasar budak dan yang perempuan di perkosa dan banyak yang dibawa oleh manusia yang memakai baju bagus" ucap gadis elf itu.
Lalu seorang wanita dari ras warbeast tiba - tiba ikut berbicara.
"Ak_aku" ucapnya yang membuat perhatian Rui dan para gadis itu tertuju padanya.
"Ada apa, katakanlah" ucap Karin dengan senyum lembutnya.
"Aku dan teman - temanku adalah orang yang pertama kali dibawa kesini. Banyak anak yang dibunuh ketika mencoba melarikan diri dan yang mencoba melawan akan disiksa hingga mati di depan kami sebagai contoh" ucap gadis itu dengan raut wajah ketakutan dan menangis mengingat teman - temannya dibunuh.
"Terima kasih ya, telah menjawab pertanyaanku" ucap Karin.
__ADS_1
Lalu Rui mencari putri dari raja elf yang di culik di antara kerumunan korban, dan hal itu dilihat oleh Ririna yang membuatnya penasaran.
"Ada apa Rui, kau sepertinya mencari seseorang" tanya Ririna.
Rui menoleh ke arah Ririna.
"Aku mencari tuan putri dari raja elf apakah dia ada disini?" tanya Rui.
Lalu karin bertanya lagi ke kerumunan itu.
"Apakah kalian ada yang mengenal putri dari ras elf" tanya Karin.
"Tentu kami tau, dia terkenal dari kalangan bangsa elf" ucap salah satu elf yang berkulit berwarna agak abu - abu.
"Lalu apakah dia ada di antara kalian" tanya Karin sambil melihat sekelilingnya.
"Tidak, dia sudah dibawa oleh seorang pria gendut bersama beberapa anak perempuan lain" ucap dark elf itu.
Mendengar hal itu, Rui menjadi penasaran siapa yang di maksud oleh anak itu. Lalu Rui membuat rencana untuk lanjut mencari anak itu sebelum dia kenapa - kenapa.
"Ada apa Rui" tanya karin penasaran.
"Aku akan mencari sendiri anak yang hilang tersebut dan sepertinya mereka dibawa oleh bangsawan yang bersekutu dengan iblis tersebut, jadi bisakah kakak dan yang lain mengantar para korban ke istana saja dan serahkan sisanya padaku" ucap Rui ke kakaknya.
Mendengar hal itu, Karin sedikit keberatan karena ia ingin ikut membantu adiknya. Namun mengingat kalau adiknya sudah sangat kuat dan berfikir kalau dia hanya akan membebaninya kalau ikut, dia akhirnya mengizinkan permintaan adiknya tersebut.
"Baiklah Rui, sepertinya kau akan lebih cepat jika pergi sendiri dan kau benar - benar adik yang bisa aku andalkan. Pergilah dan bawa berita baik untuk kakakmu ini" ucap Karin.
"Tentu saja, terima kasih kakak" ucap Rui senang.
Setelah Rui mengantarkan kakak dan teman - temannya ke dalam kereta ia memanggil dan menyuruh 3 orang dari Unit Bayangan untuk mengawal mereka. Lalu dua yang lainnya ikut melakukan pencarian bersamanya.
"Berpencarlah dan cari bangsawan yang terlihat seperti babi gemuk dan laporkan padaku" perintah Rui dengan raut muka serius.
"Dimengerti" ucap mereka serentak lalu menghilang dengan cepatnya.
Lalu Rui melanjutkan pencariannya di sekitar kota. Dia memasuki bar dan beberapa Rumah tempat pelelangan budak namun dia tidak menemukan satu orangpun.
__ADS_1
"Sepertinya unit bayangan melakukan tugasnya dengan baik" gumam Rui senang.
Lalu ketika menjelang malam, Rui mendapat laporan dari unit bayangan melalui gelangnya.
"Tuan, aku menemukan bangsawan dengan ciri - ciri yang anda sebutkan, dan sepertinya dia sedang bermain - main dengan beberapa wanita manusia dan elf di ranjangnya"
"Bagus, sebutkan lokasinya" ucap Rui senang dengan kabar tersebut.
"Maaf tuan, tapi rumah ini adalah kediaman milik Duke dan bangsawan yang di maksud adalah Duke Helios stun tuan" ucap prajurit bayangan itu ragu.
"Kenapa kau ragu, aku tidak perduli mereka Duke atau Kaisar sekalipun, orang yang melakukan perbuatan keji seperti itu akan aku musnahkan tanpa Ragu" ucap Rui kesal.
"Maafkan atas ketidaksopananku tuan, kalau begitu aku akan mencari lokasi korban" ucapnya.
"Baikah" ucap Rui.
Lalu Rui menggunakan mananya untuk terus berpindah di udara dengan terus menggerakan mananya dan dalam sekejap dia sudah sampai di depan rumah megah yang dikatakan milik Duke tersebut.
"Tuan, Kami sudah berhasil melumpuhkan para penjaga sell bawah tanah dan akan segera mengeluarkan korban"
Mendengar hak itu Rui menjadi lega dan menyuruh mereka untuk mempercepat langkahnya.
Lalu Rui melempar belatinya ke arah ruang tidur milik Duke Helios dan berpindah kesana dengan sangat cepat.
Belati yang terbang tersebut dapat menembus kaca jendela tanpa merusaknya dan tanpa Helios sadari Rui sudah berdiri di belakangnya.
Helios masih saja sibuk menyiksa para elf sambil menidurinya ia mencambuk dan memukul wajah para korbannya hingga babak belur dan tertawa di atas teriakan mereka.
Rui yang menyaksikan hal tersebut begitu marah dan membuat segel di tangannya bersinar menandakan senjata para pahlawan merespon amarah Rui.
Merasakan ada yang aneh di belakangnya Helios mencoba menoleh namun sebelum sempat melakukan itu Rui dengan sekuat tenaga menendangnya hingga terpental sangat jauh menembus ruangan tersebut hingga terlempar sampai ke halaman Rumah itu. Melihat Para wanita manusia dan elf yang terbaring tanpa busana dan masih menahan sakit, Rui menyelimuti mereka dan menyembuhkan luka - luka mereka.
Lalu ketika menoleh dibelakangnya terlihat wanita elf yang sangat cantik sedang tidak sadarkan diri dengan tangan terikat dan tergantung di sebuah tali dan dengan posisi berdiri.
"Akhirnya aku menemukannya" gumam Rui Senang.
Namun Teriakan amarah dengan pancaran kekuatan yang meluap dirasakannya berasal dari arah Duke Helios yang terpental. Lalu dengan senyumannya Rui bersyukur duke tersebut tidak langsung mati karena Rui benar - benar gemetaran ingin menghajar Helios.
__ADS_1