Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 61 Peresmian pahlawan


__ADS_3

Malam hari akhirnya tiba. Aula singgasana Istana dipenuhi oleh para bangsawan yang ingin menyaksikan pelantikan pahlawan mereka.


Sedangkan Rakyat jelata berkumpul di taman istana kekaisaran yang sangat luas dan berpesta sambil menunggu kedatangan Rui.


Setelah beberapa saat, Rui sudah selesai bersiap dan memakai pakaian yang sudah di sediakan kaisar Julius, begitu pula dengan seluruh keluarga dan temannya.


"Kau terlihat sangat tampan putraku" ucap Julia sambil memegang wajah putranya.


"Terima kasih ibu" balas Rui tersenyum.


Risiya dan Ririna menatap Rui dengan tatapan kagum karena baru kali ini dia melihat Rui berpenampilan serapi itu.


"Penampilanmu yang biasa memang keren, namun yang sekarang terlihat menawan" ucap Ririna.


"Aku juga berfikir begitu" saut Risiya.


"Terima kasih, kalian juga terlihat manis" ucap Rui memuji kedua gadis itu.


Gadis itu tersipu dengan ucapan Rui, lalu datanglah seorang pelayan untuk membawa Rui ke ruang singgasana kaisar. Keluarga dan kedua temannya langsung pergi dan menunggu kedatangan Rui di aula, sedangkan Rui sedang bersiap untuk masuk ketika namanya sudah di panggil.


Ketika Rui bersiap akan memasuki pintu ruangan itu, dia terlihat sangat gugup dan tidak tenang. Prajurit penjaga yang melihat hal itu cuma tersenyum kepada Rui.


"Tidak apa - apa tuan Rui, tegakkan kepala anda dan berbanggalah karena anda adalah harapan kami" ucap mereka menenangkan Rui.


Rui yang mendengar ucapan mereka menjadi sedikit lega.


"Terima kasih" balas Rui.


Lalu suara seorang pesuruh istana terdengar memanggil nama Rui.


"Baiklah mari kita mulai acara penobatan ini. Marilah kita sambut dengan suka cita, pahlawan yang sudah kita nantikan ratusan tahun lamanya. Rui Aubert"


Pintu ruangan singgasana terbuka. Rui memasuki ruangan itu di iringi dengan suara tepuk tangan yang meriah dari semua orang disana.


Rui melirik ke sebelah kanannya dan melihat kakek dan pamannya tersenyum ke arahnya. Begitupula dengan ibu, kakak dan teman - temannya.


"Baiklah mohon tenang dan mari kita dengarkan ucapan salam dari pahlawan kita" ucap pembawa acara itu.

__ADS_1


Rui melihat sekelilingnya, semua tatapan tertuju padanya. Semua perhatian dan tatapan itu mengingatkannya dengan kejadian masa kecilnya yang juga selalu menjadi bahan perbincangan dan perhatian setiap orang yang melihat dirinya.


Namun tatapan yang ia rasakan sekarang bukan lagi tatapan penuh kebencian dan tatapan hina yang pernah dia rasakan dulu melainkan tatapan kagum dan harapan dari orang - orang atas dirinya.


"Selamat malam para tamu terhormat dan terima kasih sudah hadir pada malam hari ini"


"Namaku adalah Rui Aubert, putra dari Augus Aubert dan Julia bernet"


"Pasti sebagian besar dari kalian sudah mengetahui tentang diriku. Aku yang dikatakan aib keluargaku, aib bangsawan dan juga anak tidak berguna yang merusak rumah tangga keluarganya sendiri"


Mendengar hal itu, Julia dan Karin sedikit meneteskan air matanya.


"Aku bisa sampai sejauh ini adalah berkat ibuku yang selalu menyayangiku, pamanku yang tidak menyerah padaku, kakakku beserta kakek dan nenekku yang selalu membimbingku juga karena dukungan dari kedua temanku. Terima kasih"


"Datanglah Rignit" ucap Rui.


Lalu cahaya berkumpul dan dari sana tercipta sebuah pedang. Lalu Rui mengangkat pedangnya dan berkata.


"Aku Rui Aubert, akan menjalankan kewajibanku sebagai pahlawan dan menuntaskan segala amanat yang di berikan para pahlawan sebelumnya dan membimbing benua ini menuju kedamaian dan menuntaskan perang dengan Raja iblis dan pasukannya"


Semua orang disana berlutut tanpa terkecuali.


Lalu Rui melanjutkan ucapannya.


"Baiklah. Mulai hari ini, aku menambahkan sebuah hukum di kekaisaran ini"


Semua orang terkejut mendengar ucapan Rui.


"Yang pertama. Perbudakan di kekaisaran ini akan aku hapuskan. Entah itu Ras lain ataupun sesama manusia tidak boleh memperbudak orang lain" semua orang di ruangan itu terdiam karena sangat terkejut.


"Yang kedua. Ras elf maupun warbeast yang ingin tinggal dan berbaur bersama kita, akan di berikan hak yang sama dengan kita para manusia"


"Yang terakhir. Segala bentuk diskriminasi antar Ras ataupun dari bangsawan ke rakyat biasa sangat di larang. Siapapun yang keberatan dengan aturan ini maka langsung saja bicara di depanku. Lalu siapapun yang melanggar aturan ini, maka dia akan langsung di cap sebagai kriminal dan musuh kekaisaran ini"


Para bangsawan yang mendengar itu merasakan gejolak di hatinya, apalagi memiliki budak sudah menjadi identitas mereka sebagai bangsawan sejak dulu. Mereka merasa enggan untuk menyetujui perintah Rui namun tidak berani untuk membantah perintah tersebut.


"Segala keinginanmu adalah perintah untukku" balas mereka serentak.

__ADS_1


Namun, tatapan dari duke Zanaf Walter terlihat penuh kebencian. Sedangkan duke Jirnif Furnel begitu bahagia dengan aturan tersebut karena ternyata dia adalah sepupu dari kaisar dan memiliki mimpi yang sama untuk menyatukan semua ras di benua itu.


Setelah itu kaisar juga memberitahukan tentang kedua duke yang mati di tangan Rui. Seperti yang di rencanakan kaisar dan Rui, tidak ada satupun orang disana yang berani menyalahkan tindakan dari pahlawan.


Lalu datanglah seorang pelayan ke hadapan Rui membawakan minuman. Pelayan itu terlihat mencurgikan karena terlihat sangat ketakutan pada sesuatu. Apalagi ketika Rui dan mengambil gelas minumannya, dia semakin ketakutan.


"Untuk menyambut, lahirnya pahlawan kita. Bersulang" ucap kaisar mengangkat gelasnya yang di ikuti semua orang disana.


Namun tiba - tiba, pasukan bayangan muncul di depan Rui. Mereka langsung menghentikan tangan Rui yang akan memenum anggur tersebut. Hal itu membuat orang disekitarnya panik karena mereka tidak mengetahui sosok dari prajurit bayangan yang dijuluki sebagai pasukan penumpas.


"Ada apa ini, siapa mereka" ucap para bangsawan yang terkejut melihat kemunculan mereka.


Namun Rui tetap bersikap tenang dengan situasi yang tiba - tiba tersebut.


"Ada apa" tanya Rui singkat.


"Maafkan aku tuanku, aku tidak bermaksud lancang namun aku menghentikanmu meminum itu karena minuman itu sudah diracuni" ucapnya.


Mendengar semua itu, semua orang panik dan menaruh seluruh gelas yang mereka pegang.


"Tenang para tamu yang terhormat, minuman yang sudah di racuni hanya milik dari pahlawan, sedangkan minuman kalian baik - baik saja" ucapnya menenangkan kepanikan.


"Kurang ajar, siapa orang yang berani melakukan itu pada pahlawan kita, tunjukkan orang itu dan aku akan menebas lehernya" ucap Duke Jirnif marah.


Namun prajurit bayangan itu sedikit ragu mengatakan identitas orang tersebut karena dia takut akan ada sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. Dia hanya diam ketika melihat duke Jirnif yang memaki pelaku tersebut.


"Katakan, siapa orang itu" bentak kaisar kepada prajurit bayangan.


Melihat kaisar yang murka kepadanya prajurit bayangan akhirnya membuka mulutnya.


"Dia pelakunya" ucapnya sambil menunjuk ke arah pangeran.


Semua orang terkejut dan tidak menyangka bahwa pangeran yang di kenal baik dan sangat memikirkan rakyatnya tega melakukan perbuatan sekeji itu pada pahlawan yang sudah mereka harapkan dari ratusan tahun yang lalu.


Dengan penuh amarah dan tanpa keraguan sedikitpun, kaisar memberi perintah kepada wizard knight yang berjaga.


"Penggal kepalanya" ucap kaisar.

__ADS_1


...Bersambung....!!!!!...


__ADS_2