Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 38 Putri yang hilang


__ADS_3

Beralih ke wilayah elf.


Suasana di sana sedang kacau karna putri dan beberapa anak dari kerajaan elf menghilang. Suasana menjadi riuh dan kacau balau. Beberapa saksi mata mengatakan kalau beberapa hari yang lalu mereka melihat beberapa pemburu manusia memasuki hutan wilayah elf.


Seperti yang mereka duga bahwa manusialah yang menjadi dalang di balik menghilangnya beberapa anak dari bangsa elf. Raja elf paham betul bahwa jika mereka mengerahkan pasukan untuk mencari elf yang hilang dan melewati perbatasan wilayah elf dan manusia maka akan menimbulkan bahaya peperangan.


Raja elf segera mengutus seorang elf bernama Luinic ke kekaisaran untuk memberitahukan tentang kejadian tersebut. Raja elf meminta kepada kaisar untuk mengembalikan ke 6 elf tersebut dalam waktu 5 hari, jika tidak mereka yang akan mengerahkan pasukan ke wilayah manusia dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan para elf kembali.


Raja elf ataupun pemimpin warbeast adalah ras yang cintai damai. Mereka tidak berperang dengan manusia bukan karna takut tapi karna mereka benar - benar menghindari pertumpahan darah. Namun karena manusia sudah melampaui batas, kemarahan dari kedua suku elf dan warbeast sudah mencapai puncaknya.


Dalam 3 hari, utusan sampai ke istana kekaisaran. Setelah membaca isi pesan raja elf, kaisar segera mengirim balasan agar raja elf dan para elf bersabar menunggu kepulangan anak - anak mereka.


"Wahai tuan utusan, aku sudah menerima pesan ini. Lalu pulanglah dan sampaikan pesanku ke Rajamu agar bersedia menunggu kepulangan anak - anak mereka karena aku akan mengerahkan segala cara untuk menyelamatkan mereka"


Mendengar hal itu Luinic terlihat agak geram.


"Apa baru sekarang anda melakukan itu?" Tanya Lunic yang membuat kaisar terkejut.


"Apa maksudmu tuan utusan?" Tanya kaisar kembali.


Lalu dengan wajah geram bercampur kesedihan Luinic menceritakan tentang adik yang sangat di cintainya.


"Adik saya, menjadi korban kekejaman bangsawanmu" Ucap Luinic menahan amarahnya.


Lalu setelah terdiam sejenak ia kembali melanjutkan ceritanya.


"Adik saya meninggal 10 tahun yang lalu, mungkin menurut anda itu lama tapi bagi saya rasanya baru kemarin. Adik saya diculik dan di jual sebagai budak bangsawanmu. Ketika saya datang menyelamatkannya dia sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan dipenuhi luka akibat kekejaman rakyatmu itu"


Mendengar hal itu kaisar menjadi sedih dan merasa sangat bersalah walaupun saat itu dia belum naik tahta sebagai kaisar.


Lalu tanpa pikir panjang, kaisar menundukkan kepalanya dan memohon maaf kepada elf itu.


Namun melihat yang di lakukan kaisar, elf itu malah terlihat kesal.


"Aku tidak butuh permintaan maafmu kaisar"


"Lalu apakah ada yang kau inginkan dariku" tanya kaisar.

__ADS_1


"Jika kau memang merasa bersalah, tolong hentikan perbudakan di seluruh wilayah kerajaanmu, ketika dalam perjalanan kesini, hatiku teriris melihat para elf dan demi human yang di perbudak"


"Andaikan aku bukan seorang utusan, aku pasti sudah menyelamatkan mereka. Namun akupun tahu, menyelamatkan satu atau dua dari mereka tidak akan mengubah apapun. Tapi jika anda yang mulia kaisar yang memilki kekuasaan pasti bisa menyelamatkan mereka semua"


"Tolonglah mereka yang mulia" ucap Luinic sambil berlutut dan menangis di hadapan sang kaisar.


"Tolong angkat kepalamu tuan utusan. Aku mengerti bagaimna perasaanmu. Namun aku bersyukur pertemuan ini hanya antara kau dan aku. karena jika para bangsawan yang lain mendengar tentang ini, mereka pasti akan melakukan segala cara untuk melengserkanku"


"Apa maksud anda yang mulia?" tanya Luinic


Setelah mengambil nafas dalam, kaisar melanjutkan ucapannya.


"Permintaamu itu, adalah mimpiku sedari kecil. Menghapuskan segala perbudakan dan menjalin hubungan harmonis antar ras adalah mimpiku. Namun bersabarlah sebentar lagi. Karena seorang pemuda akan segera mewujudkan impian itu"


Mendengar hal itu, wajah Luinic yang awalnya sedih berubah menjadi wajah penuh kebahagiaan.


"Benarkah yang kau katakan itu yang mulia, siapakah orang yang tuan maksud?" tanya Luinic.


"Aku belum bisa mengatakannya, namun tidak lama lagi, orang itu pasti akan datang ke tempatmu"


Mendengar hal itu, Luinic sangat bahagia lalu izin pamit untuk memberikan kabar tentang kaisar yang akan menyelamatkan para elf yang hilang.


Namun walaupun dia sudah menjadi kaisar, apabila dia mengeluarkan aturan larangan perbudakan dan membebaskan semua budak, pasti akan terjadi kericuhan dan kekacauan karena hampir seluruh bangsawan memilki budak manusia dan ras lain. Hal itu pasti akan sangat di tentang oleh mereka. Ketika kaisar berfikir untuk membuang mimpi konyolnya itu, dia bertemu dengan Rui dan ketika mengatahui siapa identitas Rui, harapannya yang dulu pupus kini kembali.


Di istana kekaisaran, hanya tersisa 4 Wizard knight dan pasukannya untuk menjaga keamanan sang kaisar. Para Wizard knight dan pasukan - pasukan tempur yang lain sedang menjaga perbatasan dari serangan monster dan iblis.


Tanpa pikir panjang, kaisar segera memerintahkan para Wizard knight yang tersisa untuk memimpin pasukan untuk mencari para elf yang hilang.


Kaisar juga memberitahukan tentang masalah itu kepada Rui. Setelah Rui menerima pesan dari kaisar, Rui segera meminta izin ke kepala akademi untuk ikut mencari elf tersebut.


"Hmmm anda akan ikut mencari para anak elf yang hilang" tanya profesor Rufus.


"Tolong jangan bicara sopan begitu disini profesor, bagaimanpun sekarang saya hanyalah murid disini. Iya seperti yang aku katakan pada anda aku akan ikut mencari para elf yang hilang" jawab Rui.


"Iya maafkan saya. Yah sebelum itu, aku akan menyampaikan pesan dari wizard knight kemarin untukmu Rui".


"Katakan" jawab Rui singkat.

__ADS_1


"Skuadmu sudah diresmukan dan kau menjadi ketuanya. Seperti yang sudah diberitahukan padamu bahwa kau mendapatkan wewenang yang sama ataupun lebih tinggi dari wizard knight dan bebas keluar masuk akademi tanpa izin dariku"


"Baguslah kalau begitu, jadi aku memilih mereka bertiga menjadi anggota pertamaku" ucapku sambil menunjuk ke arah Karin, Ririna dan Risiya.


"Baiklah, jadi apa nama skuadmu" tanya profesor Rufus.


Mendengar hal itu, Rui memikirkan apa nama yang bagus untuk kelompoknya. Setelah berfikir sejenak sebuah ide muncul di pikirannya.


"Kalau begitu, nama skuad ini adalah Skuad Naga Perak"


Mendengar nama itu, Karin dan yang lainnya terlihat cukup menyukainya.


Rui segera bergegas pergi untuk ikut mencari elf tersebut. begitu pula dengan Karin, Ririna dan Risiya ikut membantu setelah mendapatkan izin dari profesor.


Setelah keluar dari akdemi, Rui berteleport ke hadapan kaisar. Tentu saja hal itu membuat kaisar sangat terkejut hingga menumpahkan minuman yang sedang ia pegang.


"Huaaaaaa astaga, mengejutkan sekali, aku pikir siapa"


" Ada apa anda kemari tuan pahlawan" tanya raja yang membuat Rui agak malu.


"Hentikan itu, panggil saja Rui. Aku meminta agar skuad penakluk milikmu hadir sekarang juga"


Tanpa bertanya apapun, kaisar langsung memanggil mereka dengan membunyikan lonceng istana sebanyak 7 kali.


Lalu datanglah 8 orang, 3 pria dan 5 wanita dengan pakaian serba hitam dan membawa senjata lengkap.


"Nama pasukan ini adalah Shadow Skuad, mereka menjadi para pelayan istana di siang hari dan menjadi pembunuh paling ganas di malam hari. Bahkan dua orang dari mereka adalah penyihir tingkat King dan lebih kuat dari para Arc Mage"


"Hooh, jadi ini pasukan penakluk yang sangat di rahasiakan kekaisaran, jadi apakah kalian bersedia menerima semua perintah dariku?" tanya Rui.


Lalu mereka semua berlutut.


"Apapun perintah anda sang pahlawan terpilih"


Lalu Rui segera memberitahukan tugas mereka.


"Aku yakin kalian sudah mengetahui tentang permasalahan elf yang diculik. Kemungkinan besar mereka berada di markas penculiknya tapi ada kemungkinan di pasar budak dan berada di kediaman bangsawan. Para penculik itu sepertinya bukan orang sembarangan karna berhasil masuk ke wilayah elf dan menculik putri raja elf. Selamatkan para korban dan binasakan para penculik itu" Perintah Rui dengan tegas.

__ADS_1


Lalu mereka serentak menjawab " Siap " dan mereka berpencar dan segera melakukan pencarian.


__ADS_2