Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 72 4 pilar kerajaan elf


__ADS_3

"Kalau begitu, mari kita mulai" ucap Risiya yang membungkukkan badan yang bersiap menyerang.


"Jangan berlebihan" teriak Rui dari kejauham yang melihat mode tempur milik Risiya.


Risiya yang mendengar itu, kembali tenang dan membalas ucapan Rui dengan senyuman. Dark Elf yang melihat mode tempur Risiya menjadi gemetaran dan keringat dingin terlihat dari tubuhnya. Iya pernah beberapa kali bertarung dengan seseorang dari suku warbeast namun belum pernah bertemu dengan sosok yang membuatnya begitu ketakutan


"Kalau begitu..., aku mulai" ucap Risiya yang langsung menerjang Dark elf itu.


Risiya menyerang langsung dari depan dengan kecepatan yang luar biasa. Dark elf itu mencoba menahan serangan Risiya namun dengan insting dan reflek milik Risiya ia langsung mengubah arah serangannya dan langsung memukul perut elf itu hingga ia terlempar.


"Sekarang kita impas" ucap Risiya.


Dark elf itu mengamuk dan mengeluarkan sihirnya dan menyerang Risiya kembali, namun serangan itu dengan mudah di hindari oleh Risiya.


"Serangan yang hebat. Namun tidak berguna jika tidak kena" ucap Risiya yang kembali menyerang Dark elf itu.


Risiya melayangkan tinjunya ke arah wajah musuhnya, namun ketika musuhnya mencoba menahan serangan tersebut, sesaat sebelum mengenai tangan yang di gunakan untuk manahan serangannya, ia kembali mengubah arah serangannya ke arah perut dark elf tersebut yang membuat dark elf itu lengah karena rasa sakitnya.


Memon sesaat ketika elf itu lengah, ia menyerang tubuh dark elf itu secara brutal hingga tubuhnya di penuhi luka hingga ia tidak mampu berdiri.


"Bukankah aku sudah bilang untuk tidak berlebihan" ucap Rui dengan mengetuk kepala Risiya.


"Ehee..., maaf. Tapi aku benar-benar tidak menggunakan cakarku, jadi aku benar-benar menahan diri" ucapnya mencoba mengeluarkan pembelaannya.


Ia melihat para dark elf yang melawan Rui masih kelelahan karena tidak bisa mendaratkan satu seranganpun pada tubuh Rui.


"Zenra" teriak para elf yang mendekati tubuh pemimpinnya yang penuh luka karena Risiya.


"Ja_jangan pedulikan aku. Hentikan mereka apapun yang terjadi. Terlalu berbahaya membiarkan mereka memasuki wilayah kerajaan" ucap Dark elf itu.


Para dark elf dan elf yang lain kembali membentuk formasi dan bersiap menyerang kembali. Namun mereka terhenti karena kedatangan Wyvern yang langsung turun tepat di hadapan mereka.


Melihat sosok elf yang turun dari atas punggung wyvern itu, seluruh elf yang di sana berlutut memberi hormat.


"Yang mulia" ucap mereka serentak.

__ADS_1


Rui akhirnya menyadari bahwa elf yang di depannya adalah penguasa wilayah itu yang merupakan raja elf dan ayah dari Aziel. Rui spontan memberi hormat.


"Salam hormatku yang mulia. Maaf karena ketidak sopanan kami yang telah bertindak kasar di wilayah kekuasaan anda" ucap Rui.


Raja elf melihat luka yang cukup parah di seluruh tubuh Zendra. Hal itu membuat dirinya sedikit tidak senang.


"Yah, kalian memang sedikit tidak sopan di sini karena telah mem...."


"Apa maksud ayah" ucap Risiya memotong ucapan ayahnya.


"Rui tidak bersalah. Ia hanya membala dirinya karena para pasukan dark elf yang bertindak kasar pada kami" ucap Risiya membela Rui.


Mendengar itu sang raja menjadi sedikit terkejut.


"Jadi begitu ya. Aku mengerti, namun mereka hanya menjalankan perintah dariku. Lalu Aziel, bisakah kau jangan memotong pembicaraan ayah. Itu membuatku sedikit tersinggung" ucap Raja dengan senyum pahit di wajahnya.


"Salah ayah sendiri yang salah mengira kalau ini salahnya Rui" balas Aziel dengan raut wajah cemberut.


Melihat putrinya yang seperti itu, raja tidak marah sedikitpun, malah ia mendekati Aziel dan mencoba meminta maaf padanya. Sepertinya Aziel memang sangat di manjakan olehnya.


Walau begitu, Rui tetap menghormatinya, aura dan kekuatan yang terpancar darinya, cukup menakutkan.



"Waaaah... lihat itu, Zenra benar-benar di buat babak belur di sini" ucap elf wanita berambut perak yang mendekati Zenra yang penuh dengan luka lebab.


Wanita itu malah tertawa melihat luka-luka di tubuh Zenra.


"Wah,wah,wah. Sepertinya kami harus membalaskan penghinaan terhadap anak buah kami" ucap seorang pria dark elf yang berbadan besar.


"Cukup Horn, masalah ini kita cukupkan sampai di sini. Mereka adalah para tamu yang menyelamatkan para elf yang di culik. Kitalah yang sudah berbuat tidak sopan pada mereka" ucap Raja menghentikan keingin Horn yang ingin melawan Rui.


"Tapi yang mulia, merekalah yang memaksa masuk ke wilayah kita, bukankah ada aturan yang melarang ras lain mendekat ke wilayah elf . Mereka sudah di suruh untuk kembali namun tetap memaksa untuk ikut memasuki daerah terlarang bagi mereka. Lalu, siapa yang tidak sopan disini?" ucap Horn yang mengeluarkan tombaknya.


Rui terkejut melihat tombak yang di tangan Horn. Tombak itu tiba-tiba muncul di tangannya. Sama seperti kemunculan ketiga senjata pahlawan miliknya.

__ADS_1


"Hentikan Horn, apa kau mau melawan perintah Raja" ucap Tezia, elf yang berambut putih.


"Sebaiknya kau jangan hentikan dia Tezia, sebelum amarahnya malah tambah memuncak" ucap wanita dark elf bernama Esra.


"Apakah dark elf memang memilki tempramen yang tinggi?" ucap Rui yang malah membuat dark elf itu semakin marah.


"Iya, itu benar. Aku akan memperlihatkan sebesar apa amarah kami" ucapnya yang langsung menyerang Rui.


"Hentikaaan" teriak Aziel namun mereka tidak menghiraukannya.


Rui bergerak sangat cepat dan dengan cepat menghindari berbagai serangan dari Horn. Walaupun Rui menggunakan skill instan move, namun Horn masih bisa mengimbangi kecepatannya dengan sihir anginnya.


Beberapa kali Horn mencoba menyerang Rui dengan tebasan angin namun itu semua tidak berguna oleh mana shield Rui.


"Tidak mempan dengan sihir ya? Kalau begitu bagaimana dengan ini" ucap Horn yang beradu serangan jarak dekat.


Rui mengeluarkan belati sihirnya dan bertarung jarak dekat melawannya. Serangan demi serangannya begitu cepat dan dia terlihat sangat mahir menggunakan tombak.


"Hoooh, lumayan juga" ucap Rui yang belum bisa mendaratkan serangan padanya.


Raja dan ke tiga elf yang melihat pertarungan Rui terlihat sangat kagum dengan skill-skill yang di gunakan Rui.


"Hei bukankah kemampuan laki-laki itu cukup mengagumkan" ucap Tezia yang melihat kemampuan Rui.


"Ehemm..." suara itu berasal dari Azeil yang mendekati Tezia dari belakang.


"Wahhh, tuan putri. Aku sangat senang melihat anda baik-baik saja" ucap Tezia.


"Iya, aku juga bersyukur bisa kembali dengan selamat. Tapi ingat satu hal !"


"Rui itu milikku!!"


"eh?" Tezia.


"eh?" Esraa

__ADS_1


"Eeeeh" raja elf kaget mendengar ucapan putrinya.


...Bersambung...!!!...


__ADS_2