
Keesokan paginya Rui berpamitan kepada raja naga, Karin dan Ririna untuk melanjutkan perjalanannya ke negeri Elf dan Warbeast untuk mengantar para korban penculikan tersebut.
Karin dan Ririna terlihat agak murung ketika Rui akan meninggalkan mereka di sana, walaupun ini juga kemauan dari mereka berdua untuk meningkatkan kemampuan sihir mereka.
"Kakak... Ririna.., Aku pamit ya".
"Jaga dirimu baik - baik Rui" ucap Karin kepada Rui.
"Tentu kak, kakak jangan terlalu mencemaskanku. Kakak juga jaga diri baik-baik,
kau juga Ririna..., semoga pelatihanmu berjalan lancar. Aku akan menjemput kalian setelah aku menyelesaikan misiku" ucap Rui kepada Ririna dan Karin.
"Ya semoga kau baik-baik saja Rui. Jaga dirimu dan kesehatanmu, aku akan berusaha sekuat yang aku bisa untuk bisa menjadi orang yang berguna untukmu dan mampu berdiri di sampingmu" Ucap Ririna kepada Rui.
Karin melihat Ririna yang sudah semakin dewasa merasa lega, jika Ririna yang dulu, pasti akan mengamuk dan meminta agar bisa ikut bersama Rui.
Ririna juga berpikiran sama dengan Karin, kalau kekuatan mereka yang sekarang, belum mampu untuk bisa ikut bersama Rui dan hanya akan menjadi beban di masa depan. Maka dari itu mereka berdua dengan sungguh - sungguh ingin mempelajari sihir para naga agar bisa dengan bangga berdiri di samping Rui.
Lalu Karin menatap ke arah Aziel dan Risiya dan memegang tangan mereka berdua.
"Aku titip adikku pada kalian..., semoga kalian bisa kembali dengan selamat" ucap Karin kepada Aziel dan Risiya.
Risiya hanya mengangguk mengiyakan permintaan Karin.
"Tentu kakak ipar, serahkan semuanya padaku. Masalah Rui dan Risiya tidak perlu kakak ipar risaukan" balas Aziel kepada Karin.
"Hei..., terlalu cepat untuk memanggil Karin seperti itu" gerutu Ririna cemberut.
"Rui..., ingat batasanmu dan jangan terlalu memanjakan Aziel ketika kami tidak bersamamu" ucap Ririna.
"Risiya, sebaiknya kau awasi mereka berdua" ucap Ririna dengan raut wajah serius.
__ADS_1
Risiya hanya terseyum karena permintaan dari Ririna yang ia rasa sedikit konyol.
Semoga keberuntungan selalu menyertaimu
tuanku ucap Terada dan Indra kepada Rui.
"Iya, aku titip sahabatku dan kakaku pada kalian. Latihlah mereka dengan seluruh kemampuan kalian dan bimbing mereka menjadi seseorang yang bisa menjaga diri mereka sendiri. Jaga mereka dengan nyawa kalian. Aku benar-benar berharap banyak pada kalian" perintah Rui.
"Dengan senang hati tuanku..., kami berjanji akan kami melaksanakan semua perintah darimu dengan seluruh kemampuan kami, dan berusaha agar tidak membuatmu kecewa. Lagi pula, bagi kami ini adalah suatu kehormatan bisa membimbing orang - orang terdekatmu, tuanku" jawab kedua naga tersebut.
Kedua naga kembar anak dari Indra juga memegang kaki Rui karena tidak mau membiarkan Rui pergi dari sana. Rui mengelus kepala kedua naga tersebut.
"Maaf ya, aku tidak bisa menemani kalian untuk saat ini. Tapi aku berjanji akan kembali ketika kalian sudah menjadi naga yang hebat. Berteman baiklah dengan saudaraku dan sahabatku" ucap Rui sambil mengelus kepala naga itu.
Lalu sebagai hadiah perpisahan, Rui menamai kedua naga tersebut.
"Baiklah..., kalau begitu, sebagai hadiah, aku akan memberikan kalian berdua nama" ucap Rui.
"Apa anda yakin dengan hal itu tuanku" tanya Indra.
"Yah..., menamai mereka berdua sepertinya tidak akan terlalu membebani tubuhku" jawab Rui.
"Jika itu kemauan anda, saya terima dengan senang hati tuanku" jawab Indra.
"Hahahah, kenapa kau malah bersikap seperti kau yang menerima hadiah dariku" Rui tertawa kecil.
Lalu Rui memberikan kedua naga tersebut nama, Shiromi dan Kuromi, Karena naga tersebut berwarna putih dan hitam. Naga putih yang betina di namai Shiromi dan yang jantan sebagai kuromi. Kedua bayi naga tersebut mengibaskan ekor mereka karena senang dengan nama yang diberikan oleh Rui.
Setelah di berikan nama oleh Rui. Tanduk mereka sedikit bersinar yang menandakan pemberian nama berhasil. Hal itu sangat berbeda ketika pemberian nama Indra yang tidak menunjukkan reaksi apapun. Namun dalam beberapa saat setelah itu, Rui merasakan tangan kirinya bergetar tanda ia menghabiskan mana cukup banyak.
"Serius?. Aku yang bertaruang 3 hari tanpa henti hingga mengalahkan Pahlawan palsu dan Dracule belum pernah merasakan tangan kiriku bergetar sampai seperti ini. Gawat, aku harus segera pergi sebelum mereka mengetahui hal ini. Jika mereka mengetahui kondisiku yang kurang baik, pasti mereka akan merengek agar aku istirahat lagi di sini" gumam Rui dalam hatinya.
__ADS_1
Lalu tanpa berlama-lama lagi, Rui segera pamit pergi untuk melanjutkan perjalanannya menuju negri elf. Karin dan Ririna terus menatap kepergian Rui hingga hilang dari pandangan mereka.
Lalu Karin dan Ririna berbalik dan menatap kedua naga tersebut.
"Baiklah, langsung saja kita mulai latihannya" ucap Karin setelah Rui benar - benar lepas dari pandangannya.
"Aku suka semangatmu Karin" ucap Terada.
"Walaupun aku pernah menyimpan dendam padamu, namun aku berharap banyak padamu. Jadi, mohon bimbingannya, guru" ucap Ririna kepada Indra.
"Sebaiknya kau jangan menyerah di tengah pelatihanmu hingga aku menganggapmu pantas sebagai dragon tamer sejati" ucap Indra dengan senyuman di wajahnya.
"Dragon tamer?. Apa itu?" ucap Karin penasaran.
"Mereka adalah orang - orang hebat di masa lalu yang mampu mengendalikan kekuatan naga dan menjinakkannya. Mereka menjalin hubungan yang berbeda dengan kontrak tuan dan budak namun seperti pasangan yang menyatukan jiwa mereka" jawab Terada.
Mendengar jawaban itu, Ririna dan Karin semakin bersemangat untuk memulai latihan mereka. Latihan itu bukan hanya tentang sihir, namun latihan pisik, skill dan semua kemampuan yang di butuhkan sebagai seorang penjinak naga sejati.
Kedua naga kembar itu mendekat ke arah Karin dan Ririna. Mereka seperti sudah memilih untuk kedua gadis itu sebagai partner mereka. Mereka melihat semangat dia mata kedua gadis itu yang membuat kedua naga itu kagum pada mereka.
Melihat kedua naga tersebut yang mengelus kaki para gadis itu. Indra menjadi semakin yakin kalau gadis itu akan mampu menjadi apa yang Indra pikirkan. Karena selain Rui, kedua bayi naga itu tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada siapapun sebelumnya bahkan kepada sesama naga.
"Sepertinya kalian mulai di sukai oleh anak - anakku" ucap Indra.
"Wahhh imutnya. Apa maksudnya ini?" tanya Karin penasaran dengan sikap naga itu yang tiba - tiba ramah padanya.
"Aku yakin ini karena perasaan kalian terhubung. Perasaan kuat yang sama - sama ingin mencapai sesuatu. Mulai sekarang, kalian akan berlatih bersama - sama, untuk menguatkan hubungan dan menyatukan jiwa kalian. Anggap bahwa naga itu adalah partner hidup mati kalian dan lampauilah ekspetasiku" ucap Indra.
"Baik guru" ucap kedua gadis itu serentak.
...Bersambung...!!!...
__ADS_1