
Rui yang tengah di periksa oleh para tetua, masih saja tidak menunjukkan reaksi akan bangun dari komanya. Risiya dan Aziel berpegangan tangan dan menunggu dengan sabar kabar dari para Tetua mengenai kondisi Rui dan apa yang sebenarnya sedang Rui alami.
"Wwuuuuzzzz" Bunyi sihir dari para Tetua yang menyelimuti tubuh Rui. Mereka masih sangat fokus memeriksa dan menyelidiki tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan pahlawan di depan mereka.
Erandel terus berdiri mendampingi para Tetua dan dia tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir di wajahnya.
Namun tidak beberapa lama, luka-luka di tubuh Rui, mulai menutup. Bahkan luka sayatan yang sangat besar berhasil di sembuhkan oleh sihir para Tetua elf.
Lalu, dalam beberapa saat, sihir para Tetua mulai terhenti. Erandel terlihat sangat lega setelah melihat luka-luka di tubuh Rui telah sirna. Namun hal itu tidak berlangsung lama, wajah dari Erandel kembali kebingungan ketika melihat wajah kecewa terlihat dari wajah para Tetua.
"Bagaimana hasinya Tetua ?!" Erandel langsung menanyakan hasil pengamatan Tetua.
Awalnya para Tetua saling menatap satu sama lain karena merasa ragu untuk memberikan kabar mengenai kondisi Rui saat ini.
"Hmmm... Yang mulia... Kami sudah selesai memeriksa kondisi pahlawan Rui dan dari hasil yang bisa kami dapatkan, kami menemukan sebuah segel iblis tingkat raja yang mengekang tubuhnya" Tetua terlihat murung karena merasa gagal menyelamatkan Rui.
"Apa maksudnya itu, segel apa yang anda maksud itu ?! Bukankah luka-luka di tubuhnya sudah berhasil di sembuhkan ?!" ucap Aziel yang langsung membuka pintu tanpa mengetuk dahulu.
Tetua dan Erandel terlihat sangat terkejut melihat kedatangan putri Aziel dan Risiya. Raut wajah mereka terlihat begitu terkejut dan khawatir mendengar kabar buruk mengenai kondisi Rui saat ini.
"Tepat seperti yang anda dengar tuan putri. Anak ini terkena segel kutukan tingkat raja iblis yang mampu mengekang jiwanya. Walaupun tubuhnya sudah sembuh seperti sedia kala, namun jiwanya kini telah terbelenggu oleh segel tersebut !!" jawab Tetua elf.
Wajah Aziel langsung pucat, tubuhnya lemas dan tidak mampu berdiri dan ambruk seketika. Namun, sesaat ketika Aziel akan menangis, dia terkejut ketika Rsiya meremas tangannya. Risiya terlihat tegar dan masih percaya pada Rui bahwa Rui pasti akan dapat mengatasi semua rintangan yang di hadapinya.
__ADS_1
"Tuan putri !!" Risiya terlihat sangat serius.
"Percayalah pada Rui, jika anda memang orang yang lebih mengenalnya dari diriku, maka anda pasti mengatahui seberapa tangguh anak laki-laki yang saat ini sedang terbaring di hadapan kita !!"
Mendengar ucapan Risiya, entah dari mana kekuatan Aziel kembali dan perasaan ragu,cemas dan takutnya sirna seketika. Dia berdiri kembali dan menghapus air matanya yang sempat keluar.
"Kau benar... Dia adalah laki-laki yang paling berharga bagiku di dunia ini. Padahal aku adalah orang yang paling mengetahui seberapa tangguh dirinya dalam menghadapi segala masalah dan penderitaan yang selama ini menimpa dirinya. Maafkan aku karena selalu menunjukkan sisi lemahku. Terima kasih dan mari kita tunggu bersama kembalinya Rui ke sisi kita" Aziel kembali tersenyum.
"Yah.. tentu saja tuan putri" Risiya membalas senyuman Aziel.
Para Tetua dan Erandel begitu lega dan terharu melihat kedua gadis itu yang saling menopang mental satu sama lain. Dirinya juga sangat bersyukur melihat putrinya yang kini sudah bisa tersenyum kembali.
Disisi lain, Rui kini terbangun di sebuah tempat yang sangat gelap. Dia tidak bisa melihat apapun dan hanya bisa mendengar rintihan seorang anak kecil dari suatu tempat.
Rui akhirnya melihat asal suara tersebut daru seorang gadis kecil bertanduk yang sedang menangis. Gadis itu terus menangis dan tidak ada siapapun di sana.
Ketika Rui akan mendekat, sebuah sinar putih melesat ke arah anak kecil itu hingga tubuhnya hancur seketika. Sontak wajah Rui terlihat pucat dan sangat ketakutan melihat anak itu yang kini telah mati.
"Akkkkhhhhhhhhh !!!" Rui berteriak sangat keras karena ketakutan dan syok melihat gadis kecil itu telah mati.
Lalu suara-suara keributan mulai terdengar di belakang tubuhnya. Ketika dirinya menoleh, alangkah terkejutnya ketika dirinya melihat sebuah peperangan.
Dirinya akhirnya melihat, ras iblis yang ternyata Ogre dan Siren yang di pimpin oleh Behemoth berperang dengan Ras Naga yang dipimpin oleh Yamata no Orochi dan saudaranya Hydra, ras Peri yang di pimpin oleh Dryad bernama Safire, Serigala hitam raksasa yang di pimpin oleh Fenrir, dan Ras Titan yang di pimpin oleh Ymir. Rui melihat betapa sengit dan mengerikan pertempuran makhluk-makhluk yang di sebut leluhur para ras itu yang menimbulkan jutaan korban jiwa hingga membuat daratan benua itu berguncang hebat.
__ADS_1
Namun di saat-saat terakhir nyawa Behemoth di renggut, tubuhnya lenyap dan berubah menjadi 3 cahaya hitam dan menyebar ke seluruh penjuru benua. Setelah Behemoth di kalahkan, ras iblis yang tersisa di bantai habis-habisan hingga tersisa 10 persen dari ras mereka. Para leluhur takut bila pemberontakan iblis terjadi di masa depan.
Lalu iblis yang tersisa di asingkan ke tempat terburuk di benua itu. Penderitaan dari para iblis itu membuat Rui yang melihatnya terdiam dan tidak bisa berkata apapun lagi. Tangisan dan keputusasaan mereka membuat Rui hampir gila.
Namun di saat-saat Rui akan kehilangan dirinya, Rui mengingat kembali janjinya kepada Aziel bahwa dirinya akan menebus semua dosanya di masa lalu dan membuat Aziel bahagia di kehidupannya yang sekarang. Lalu dia mengingat janjinya kepada Ririna, Karin, Risiya dan kedua naga kembar.
Perlahan dirinya kembali tersadar dan akhirnya bisa tenang kembali.
Lalu sebuah cahaya muncul dari tubuhnya dan membentuk seorang wanita cantik.
"Selamat... anda telah menyelesaikan ujian dariku dan kini anda saya menganggap anda pantas menjadi tuan saya" sapa wanita tersebut yang membuat Rui sangat terkejut.
"Si..siapa kau ini. Bagaimana kau bisa berada di dalam tubuhku !?" Rui kebingungan.
"Saya adalah pelayan barumu, saya adalah ilmu pengetahuan, saya adalah kekuatan dan saya adalah kebenaran" Wanita itu semakin membuat Rui kebingungan.
"Katakan dengan jelas siapa dirimu ?!" Ancam Rui yang mulai merasakan bahaya.
"Aku adalah apa yang kalian sebagai buku rahasia dunia, pengetahuan alam segala isinya. Apapun yang ingin anda ketahui anda bisa menanyakan segalanya pada saya" jawab wanita tersebut.
Ternyata, wanita itu adalah buku pengetahuan yang selama ini tersegel di dalam tubuh Rui. Wanita yang bisa menjawab apapun yang ingin Rui ketahui, apapun yang Rui inginkan bisa di jawab dan di berikan solusi oleh wanita tersebut termasuk cara lolos dari kutukan Lucifer.
...Bersambung...!!!...
__ADS_1