
Setelah beberapa saat, kami akhirnya sampai di rumah Ririna. Namun ayahnya tetap tinggal di desa untuk membantu segala kebutuhan orang - orang disana.
Setelah sampai di rumah, aku melihat darah bercucuran di lantai depan pintunya Ririna. Seketika aku panik dan langsung berlari karna pirasatku tidak enak.
Setelah membuka pintu, aku tidak menemukan siapa - siapa disana dan Ririna berteriak memanggil ibunya.
" Ibuuuu, Yuriii, dimna kalian " Teriak Ririna sambil melihat sekeliling ruang utama.
" Ahhh, Kakak, Syukurlah kakak baik - baik saja " Ucap gadis yang lari memeluk Ririna.
" Iya aku baik - baik saja, tapi sebelum itu, ibu ada dimana, kenapa tidak kelihatan " Tanya Ririna sambil melepas pelukan adiknya.
" Ibu sedang merawat seorang gadis di dalam kamar kakak, sepertinya dia kenalan kakak "
Setelah mendengar penjelasan adiknya, Ririna langsung berlari ke kamarnya dan ketika membuka pintu, Kami sangat terkejut ketika melihat kakakku yang tidak sadarkan diri dengan luka bekas cakaran yang merobek dada hingga perutnya.
Tanpa berfikir panjang, aku langsung menggunakan Purifycation dengan kekuatan penuhku.
" Aaaaaaakkkhhhhhhh" Teriakku sambil terus menggunakan manaku hingga manaku habis dan hidungku mengeluarkan darah.
" Rui, tenanglah, kau terlalu memaksakan dirimu" Ucap Ririna kaget melihat kondisiku.
" Diam, jangan bicara atau menghentikanku, apa kau buta tidak melihat keadaan kakakku sekarang " Ucapku sambil menatapnya dalam kondisi emosional.
Lalu Ririna memegang tanganku dan tersenyum padaku.
" Gunakanlah manaku, aku masih memilki banyak mana karna aku tidak berguna dalam pertempuran tadi " Ucapnya dengan wajah murung.
Lalu tanpa fikir panjang, aku menggunakan mana Predator dan melahap Mana Ririna sampai batasnya. Lalu melanjutkan skill Purifycation sampai luka kakakku tertutup.
Namun setelah merasa lega, aku tumbang tak sadarkan diri.
Ketika membuka mata, aku berada di tempat aneh dan gelap yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya
Namun seketika berubah menjadi pemandangan yang mengerikan. Aku melihat pembantaian besar - besaran yang dilakukan iblis pada Manusia, Elf dan ras setengah manusia lainnya.
Setelah melihat kejadian itu 7 orang yang tidak aku kenal berdiri di belakangku dan menyapaku.
" Mengerikan bukan, " Ucapnya yang membuatku kaget dan sontak menoleh ke belakang.
" Siapa kalian dan dimana ini " Tanyaku.
" Kau berada di dimensi yang berbeda dari dunia tempat tubuhmu terkapar "
" Dan kami adalah orang orang yang disebut 5 Pahlawan " ungkapnya padaku.
Setelah memperkenalkan diri mereka. Aku merasa ini hal yang mustahil, namun ketika aku melihat mereka kembali, aku tertegun melihat 5 orang yang berdiri dihadapanku.
2 Manusia 2 Elf dan 1 ras setengah manusia yang disebut warbeast.
__ADS_1
Pemandangan yang mengagumkan melihat 5 pahlawan besar berdiri tepat di hadapanku.
" Jadi kalian adalah 5 pahlawan dari Dongeng yang aku dengar " ucapku dengan perasaan kagum melihat aura mereka.
" Hahahha ya, Kami adalah pahlawan terpilih dari masing - masing Ras untuk menghentikan Invasi Raja Iblis "
" Kami bahu membahu berjuang demi kebebasan dan memperjuangkan dunia dimana semua ras bisa bahagia " Ungkap pemimpin pahlawan yang seorang manusia.
" Namun, apa yang kami perjuangkan adalah hal yang berbeda dari harapan kami " Ucapnya sambil menunduk sedih.
" Setelah perang berakhir, manusia berlarut larut lupa dengan perjuangan ras lain dan mulai dibutakan dengan harta dan kekuasaan hingga memulai perang dengan ras lain"
" Memperbudak ras lain dan berbuat kerusakan bahkan sampai menginvasi tanah milik ras lain "
" Yang kami perjuangkan ternyata kebahagian sesaat dan oleh sebab itu dengan sisa jiwa kami di dunia ini, kami memanggilmu wahai pahlawan terpilih dari dunia lain, kami berharap kaulah yang akan membawa kedamaian sejati ke dunia ini "
Lalu mereka berlutut di depanku .
" Kami mohon, tolonglah dunia ini, kami percayakan harapan kami padamu "
" Tu_tunggu, ini terlalu tiba - tiba dan aku masih belum memahami apa yang sebenarnya terjadi " Ucapku panik.
" Dengan kata lain kamilah orang yang membawamu ke dunia ini " Ucapnya padaku.
" Jadi, kalianlah yang memanggilku ke Dunia ini dan sekarang kalian seenaknya menyerahkan tanggung jawab yang begitu besar padaku. " Ucapku sedikit kesal.
" Maafkan keegoisan kami wahai Pahlawan, tapi kami tidak punya jalan lain "
" Maafkan kami, tapi di dunia ini jiwa yang murni sudah tertutup oleh kejahatan dan hanya menyisakan rasa permusuhan antar ras, jadi kami mohon dengan sangat ". Ucapnya sambil membungkuk.
Lalu mereka masing - masing memberiku senjata seperti Pedang , Panah , Tombak, Tongkat, botol potion dan buku sihir.
" Wahai Pahlawan, hanya ini yang bisa kami lakukan untukmu, senjata ini akan menyatu dengan mana di tubuhmu dan kau bisa memanggilnya jika kau ucapkan nama senjatanya "
" Memanggil senjata.? aku sudah tidak memerlukan senjata karna aku bisa membuatnya dengan manaku sendiri " tegasku.
Lalu manusia Kelinci wanita mendekat dan tersenyum padaku.
" Hahahah, bagaimna kemampuanku, hebat bukan " Ucapnya yang membuatku bingung.
" Wahai pahlawan, kemampuan mana Manipulation adalah kemampuan unikku " Ucapnya sambil tersenyum.
Mendengar itu sontak membuatku kaget.
" Kami berencana memberikan seluruh kemampuan kami padamu saat kau masih bayi tapi itu sangat membebai tubuhmu hingga kau demam hingga 7 hari, jadi kami tidak bisa mengambil resiko dan hanya kemampuanku yang di tanamkan padamu " Ucapnya yang membuatku teringat kata kata ayahku.
" Jadi itu yang sebenarnya terjadi " Ucapku padanya.
" Hehe, tapi aku benar - benar takjub denganmu, bisa berpindah pindah sesukamu dengan kemampuanku "
__ADS_1
" Dulu aku hanya bisa menggunakan mana itu sebagai cakar dan mempergesit gerakanku "
" Tapi kau bahkan bisa menyembuhkan , berlindung dan mencuri mana dari musuhmu dengan tekhnikmu sendiri, aku terpesona melihatnya. " Ucapnya sambil memelukku.
Melihat tingkah lakunya membuatku teringat kepada Ririna dan sedikit membuatku malu.
" Wahai pahlawan, senjata dan kemampuan yang kami berikan bukanlah hal yang biasa. Panah dengan Sihir Petir tanpa membutuhkan anak panah, Pedang yang mampu membelah gunung, semua itu akan sangat membantumu di masa depan " Ucapnya dengan wajah serius.
" Kami meyakini kaulah orang yang mampu menggunakan Senjata Ilahi pemberian Dewa ini dengan bijak "
" Jadi pahlawan, sekaranglah saat yang tepat bagi kami untuk memberikan seluruh kemampuan kami padamu, jadi terimalah. " Ucapnya dengan tegas.
" Ngomong - ngomong, panah Cronicel yang aku berikan padamu adalah Harta Suci satu satunya dari Kerajaan Elf jika kau memperlihatkannya pada mereka, meraka pasti akan menyambutmu sebagai Pahlawan " Ucap gadis Elf itu padaku.
" Baiklah waktu kami sudah habis, sisanya kami serahkan padamu wahai pahlawan terpilih "
" Eh tunggu masih banyak yang ingin aku tanyakan pada kalian, tung...."
Setelah ke 5 pahlawan berdiri melingkariku, mereka masing - masing memegangku dan seketika tubuhku seperti tersengat dan dalam tubuhku panas seperti terbakar hingga membuatku berteriak kesakitan, dalam beberapa saat membuatku pingsan tak sadarkan diri.
Namun ketika membuka mataku, aku melihat langit - langit mansionnya Ririna.
" Aaahhh, aku bermimpi sangat aneh" ucapku sambil mencoba bangun.
Namun aku melihat ada sebuah tanda aneh di lenganku. Namun sebelum memperhatikan lebih jauh seseorang membuka pintu kamar dan ternyata adalah Ririna. Setelah melihatku , ekspresinya langsung berubah haru dan dia langsung berlari dan memelukku sambil menangis.
" Rui, bodoh, rui bodoh, bodoh, akhirnya kau bangun, apakah kau tau khawatirnya aku" Teriaknya sambil menangis seperti anak kecil.
Tangisan Ririna membuat Karin yang ketiduran di sampingku terbangun.
" Ada apa. Kenapa kau berisik sekali Ririna " Ucapnya sambil mengusap matanya.
Namun setelah membuka matanya dan melihatku, ekspresinya langsung berubah sedih, kemudian menamparku dan memelukku sambil menangis.
" Dasar bodoooh, kenapa kau nekat melakukan hal berbahaya seperti itu "
" Jika kau dalam bahaya karna menolongku, kau pikir aku akan bahagia dasar bodoh, jangan pernah lakukan hal seperti itu lagi " Ucapnya sambil menangis di dadaku.
" Hueeee, ku_ kupikir kau akan, akan, hueeee" Teriak Ririna yang terus menangis seperti anak kecil.
"*Ahaha, maafkan aku Ririna, kakak "
" Sebenarnya berapa lama aku tertidur " Ucapku dengan perasaan tidak karuan antara senang dan takut.
" Tidur katamu, dasar bodoh kau pingsang selama 6 hari karna kehabisan mana dan tubuh yang tidak punya tenaga sama sekali " Ucap Karin sambil terus menangis.
" Demi kakak ini bukanlah hal yang besar, aku akan melakukan apapun demi keluarga dan orang yang berarti untukku, "
"nNamun aku berjanji tidak akan memaksakan diri lagi " ucapku sambil mengelus kepala mereka.
__ADS_1
Mereka berhenti memelukku dan ketika aku terseyum pada mereka, mereka memelukku lagi dan menyebutku bodoh sambil menangis yang membuatku tersenyum dengan tingkah mereka yang kekanak kanakan.
...The end...