Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 25 Kembali ke akademi


__ADS_3

Ketika membuka mata dari tidurku, aku melihat sosok wanita yang sedang memandangiku dari samping dan membuatku sontak terkejut.


" Ehh, astagaaa, kau mengagetkanku Ririna " Ucapku kepada Ririna yang menatapku dengan raut senyuman yang membuatku takut.


" Mmm, apakah ada yang salah denganmu ? "


Mendengarku bertanya begitu membuat dia memejamkan mata dan mengambil nafas dalam lalu berteriak padaku.


" Dasar bodooh, kemana kau pergi tadi malam, kenapa kau tidak ada di tempat tidurmu, apa kau pikir bisa membodohiku dengan pergi diam - diam " Ucapnya membuat telingaku agak berdengung.


" Aaahh, aduuuh kenapa kau teriak - teriak nanti ibu dan kakak hawatir " ucapku mencoba menghentikannya bicara.


" Aku tidak perduli, jelaskan padaku apa yang kau lakukan dan kenapa kau pergi diam - diam " Ucapnya dengan tatapan tajam.


" Ahhh, aku cuma pergi menikmati angin mala_" Sebelum aku menyelesaikan perkataanku dia sudah mencubit pipiku dan membuatku berhenti bicara.


" Ruuui, apakah kau benar - benar berfikir aku akan mempercayai omong kosongmu " Tanya dia dengan wajah cemberut.


" Kalau kau tidak jujur aku akan melaporkannya pada ibumu " Ancamnya dengan memalingkan wajahnya.


Mendengar itu membuatku gelagapan dan mencoba agar dia mengurungkan niatnya itu.


" Baiklah baiklah, aku akan mengatakannya padamu , tapi sebelum itu, kenapa kau datang malam - malam ke kamarku " Tanyaku penasaran.


Wajahnya tiba - tiba memerah.


"Ii_ itu aku cuma.."


Sebelum dia melanjutkan ucapannya, ibuku dan Karin masuk ke kamarku karna mendengar Ririna yang teriak.


" Ada apa Ririna, kenapa tadi kau teriak - teriak, apakah terjadi sesuatu " Tanya ibuku.


" Maafkan aku nyonya Julia, aku cuma bercanda untuk membangunkan Rui tehe " ucap Ririna dengan muka imutnya.


" Ooh, syukurlah tidak terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan dan mulai sekarang kau tidak perlu terlalu formal padaku, kau bisa memanggilku ibu seperti Rui " ucap ibuku tersenyum.


" Ibu sebaiknya jangan berikan saran yang aneh - aneh " ucapku agak malu dengan saran ibuku.


" Kau diam saja anak nakal" ucap Ririna memotong ucapanku.


" Anak nakal " tanyaku.


Tapi Ririna tidak menghiraukan perkataanku dan memeluk ibuku dengan gembira.

__ADS_1


" Ah terima kasih ibu, aku pasti akan merawat Rui dengan baik " Ucapnya tersenyum.


" Ara - ara, sepertinya kau akan jadi istri yang baik " Ucap ibuku senang dengan perkataan Ririna.


Melihat mereka bertiga tertawa membutaku sedikit lega walaupun agak memelukan mendengarnya, lagi pula aku harus kembali ke Akademi besok dan semoga keadaan disini tidak berubah.


Tujuanku selanjutnya adalah memberi peringatan kepada Duke terhormat yang berani mengusik kedamaian keluargaku.


Setelah selesai makan siang ibuku mengusulkan pergi Piknik untuk menikmati sisa hari libur kami. Kami melakukan berbagai kegiatan di dekat Danau hingga hari berakhir.


Ketika dalam perjalanan pulang ibuku menceritakan sebuah kisah tentang Danau ini. Dikatakan bahwa Danau ini tercipta dari pertempuran pahlawan dengan Jendral Raja Iblis dan pasukannya di masa lalu.


Menurut Legenda, setiap malam sabtu di akhir musim gugur Naga dari Gunung Aries akan turun untuk minum disini. Di yakini bahwa Monster yang meminum air Danau di malam itu akan membuat sisa - sisa dari kekuatan pasukan Iblis diserap ketubuhnya.


Yah, walaupun cerita tentang Iblis sudah di anggap dongeng karna mereka tidak pernah terlihat lagi karna diburu semua Ras ketika sang Raja Iblis di segel.


~~


Keesokan paginya kami berpamitan ke ibuku, Kakek dan Nenekku untuk kembali ke Akademi. Melihat Ibuku yang merengek dan menangis ketika kepergian kami, membuatku nostalgia dengan kejadian dulu.


" Aahhhh, ini seperti Dejavu, tapi kenapa Ririna ikutan menangis " Ucapku bingung.


" Kau benar - benar tidak memahami wanita" Ucap Ririna yang membuatku semakin kebingungan.


Setelah menenangkan ibuku kami melanjutkan perjalanan ke Akademi. Tapi di tengah perjalanan kami melihat sebuah pemandangan yang membuatku agak penasaran.


" Pak kusir tolong hentikan kudanya " Ucap Karin menghentikan kereta kami.


" Ada apa , kenapa tiba - tiba keretanya berhenti " Ucap Ririna yang bangun dari tidurnya yang bersandar di bahuku.


Lalu Karin turun dan bertanya ke gadis tersebut. Awalnya gadis itu sedikit terkejut dan agak takut dengan Karin tapi karna Karin bicara dengan lembut dia mulai berani menatap ke arah Karin.


" Anoo, apakah kau seorang Siswi Akademi Sihir ? " Tanya Karin ke wanita itu.


" I_iya, aku sedang dalam perjalanan untuk mendaftar ke sana " Ucap gadis itu.


" Oh iya, namaku Karin, kami juga sedang menuju Akademi, kalau tidak keberatan maukah kau ikut dengan kami " Ucap Karin mengajak wanita itu naik ke kereta.


" Na_namaku Risiya , Kalau kau tidak keberatan, terima kasih banyak " Ucap gadis itu.


Ketika masuk ke kereta dia terkejut melihatku dan Ririna, tapi dia tidak mengurungkan niatnya untuk ikut dengan kami.


Lalu kami berkenalan dan menanyakan perihal gadis itu yang berjalan kaki padahal a

__ADS_1


Akademi jaraknya sangat jauh dari situ.


" Kenapa kau berjalan kaki ke Akademi, bukannya kau akan terlambat untuk Ujian masuknya" Tanya karin lembut.


" Aahhh, aku di jatuhkan oleh saudara tiriku dari kereta ketika hendak menuju Akademi " j


Jawabnya sedih.


" Kenapa begitu " Tanya Ririna.


Dia terlihat agak ragu menceritakan kehidupannya tapi melihat Karin yang baik padanya membuat dia berani menjawab pertanyaan Ririna.


" Mmmm, aku sebenarnya terlahir dari seorang pembantu di rumah bangsawan, ibuku berhenti dari pekerjaannya ketika dia hamil dan ketika aku lahir dan memiliki bakat Sihir, Ayahku membawaku dan Ibuku untuk menjadi sebuah keluarga "


" Tapi tentu itu membuat ibu tiri dan saudara tiriku tidak senang dan sangat membenciku dan Ibuku "


" Tapi karna Viscount Risman yaitu ayahku orangnya tegas, mereka tidak berani mengganggu kami "


" Tapi sepertinya kebenciannya tidak bisa di tahan hingga dia merasa jijik ketika aku satu kereta bersama dengannya ke Akademi "


Setelah membicarakan semua tentangnya Karin memeluknya sedangkan Ririna menangis karna rasa Iba pada gadis itu.


" Aku sebenarnya enggan ke Akademi, tapi karna demi ibuku, aku ingin berjuang semampuku " Ucap Risiya.


" Dan kenyataan aku yang seorang anak haram bangsawan, sepertinya aku akan menjalani kehidupan akademi yang sulit " katanya dengan senyum yang di paksakan.


Tangisan Ririna semakin menjadi dan Karin turut sedih mendengar ceritanya Risiya.


Melihat itu, Ririna mengusap air matanya dan menegakkan kepalanya.


" Tenang saja Risiya, aku pasti akan melindungimu dan selama ada Rui, kau tidak akan berada dalam masalah " Ucap Ririna.


" Tunggu, apa maksudmu " Ucapku bingung.


" Aku juga minta tolong Rui " Pinta Karin.


" Ahhh, iya iya, jika kakak sudah bicara begitu " ucapku yang pasrah dengan ucapan Karin.


" Mmo_mohon bantuannya, Rui senpai, Karin senpai dan Ririna senpai " Ucap Risiya dengan hormat.


" Iya aku juga , lagi pula Rui itu sangat kuat loh, bahkan aku yakin dia yang terkuat di Akademi " Ucap Ririna dengan bangga.


" Kenapa jadi kau yang bangga " Tanya Karin bingung.

__ADS_1


Lalu kami berbincang bincang untuk mengakrabkan diri hingga akhirnya tiba di ibukota kerajaan lokasi Akademi Sihir berada.


...the end...


__ADS_2