Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 52 Menuju akademi sihir


__ADS_3

Sebelum Rui mendekati Arlan, Virgan terbang menuju arah Rui dan berlutut.


"Tuaaaan" ucapnya yang langsung berlutut di tanah.


Rui kebingungan dengan sikap naga itu yang berubah drastis. Sepertinya dia menyadari sesuatu ketika bertarung dengan Indra.


"Apa maksudnya ini?" tanya Rui.


"Tuan, aku mohon, ampuni aku. Aku yang bodoh ini berani menentangmu yang seorang manusia pilihan. Ampuni aku mohon ampuni aku" teriaknya ketakutan.


Namun Indra datang melesat dan terbang di dekat Rui.


"Tuanku, biarkan saya melenyapkan dia segera, dia sudah berani menghina tuan dan meremehkan tuan. Jadi biarkan saya menghabisinya segera" ucap Indra geram dengan naga itu.


Namun Rui yang melihat hal itu merasa cukup kasihan. Dia juga tidak punya alasan membunuh naga yang tidak melakukan kesalahan tersebut. Namun indra terlihat sangat tidak setuju ketika Rui akan memaafkannya.


"Baiklah, aku mengampunimu" ucap Rui.


Mendengar hal itu, Virgan mengucapkan banyak terima kasih kepada Rui. Indra yang mendengarnya semakin jengkel dengan naga itu.


"Kalau begitu cepat pergi dari sini sebelum aku musnahkan dirimu" ucap Indra kesal.


"Tunggu sebentar, tolong dengarkan permintaanku" ucap Virgan dengan gugup.


Rui penasaran dengan permintaan naga tersebut dan ingin mendengar kelanjutannya. Namun Indra yang jengkel menyuruhnya segera pergi dari situ


"Apa kau bilang, permintaan?. Dasar tidak tahu malu, kau sudah di maafkan namun masih berani meminta sesuatu dari tuanku, dasar tidak tahu diri" ucap Indra marah.


Namun Rui yang penasaran menghentikan ucapan Indra.


"Cukup indra. Bukannya kau akhir - akhir ini banyak berbicara, biarkan dia selesaikan ucapannya"


"Ta_tapi tuanku" ucap Indra ragu.


"Ingat siapa aku dan jangan pernah membantah ucapanku" ucap Rui tegas.


"Ma_maafkan aku tuanku atas sikap kurang ajar dan sikap lancangku padamu" ucapnya berlutut.


"Yah, lalu apa permintaanmu" ucapnya pada Virgan.

__ADS_1


Awalnya virgan ragu - ragu mengatakan keinginnannya, namun akhirnya dia memberanikan dirinya untuk berbicara.


"Sebe_sebenarnya ak_aku, aku.." ucapnya ragu dan malu - malu.


"Katakan dengan jelas, jangan bertele - tele seperti itu dasar.."


"Diaaam" ucap Rui menghentikan ocehan Indra.


Lalu Virgan memantapkan hatinya dan memberanikan dirinya mengatakan niatnya yang sebenarnya.


"Sebenarnya aku, aku ingin menjadi makhluk kontrakmu"


Mendengar hal itu, Rui menjadi cukup bingung dan Indra menjadi sangat kesal.


"Ti_tidak tuan, saya keberatan" saut Indra spontan.


"Apa maksudmu tidak setuju" tanya Rui.


"Maksudku, dia bukanlah naga yang cukup berpotensi untuk menjadi makhluk kontrakmu" ucap Indra protes.


"Eh, bukannya kau dulu setara dengannya" tanya Rui.


"Tidak tuan, mohon tunggu. Jangan buat keputusan yang tergesa - gesa" ucap Indra panik.


"Indra, cukup. Aku memerintahkanmu untuk segera pergi ke akademi bersama Ririna dan Karin untuk menjemput Risiya. Sekarang juga!!" ucap Rui tegas.


Karin dan Ririna yang melihat Indra menggerutu mendekatinya hanya tersenyum melihat tingkah naga itu yang seperti anak kecil.


"Baiklah, kalau begitu kami duluan" ucap Karin.


"Ya aku segera menyusulmu kak" balas Rui.


Karin dan Ririna lalu menaiki Indra dan terbang menuju akademi.


Dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Virgan dan menanyakan alasannya mau menjadi makhluk kontraknya.


Setelah mendengar semua penjelasan dari Virgan, Rui sedikit terkejut dan membenarkan tindakan Virgan


"Baiklah. Kalau begitu, Kau tunggu aku di gunung es milik Indra. Bilang pada seluruh naga disana kalau ini adalah perintah dariku. Aku akan mengikat kontrak denganmu disana, untuk saat ini aku harus menyimpan energiku untuk pertarungan di akademi"

__ADS_1


Mendengar hal itu Virgan sangat terharu dan bahagia.


"Baiklah, aku akan menunggumu disana" ucap Virgan senang.


Lalu dia langsung melesat terbang ke udara menuju daerah kekuasaan Indra. Lalu akhirnya Rui mendekat ke arah Arlan yang dari tadi bengong melihat kejadian di luar nalarnya terjadi di depan matanya.


Arlan begitu ketakutan melihat Rui yang mendekat. Dalam hatinya, dia begitu menyesal telah berani menghina dan menentang pahlawan yang sebenarnya.


"Ma_ma.." sebelum ucapan maaf keluar dari mulutnya, Rui menebas kedua tangan milik Arlan.


"Akkkkhhhh, ahhhhhh" teriak Arlan kesakitan.


Darah bercucuran keluar menggenangi area sekitar Arlan. Warga yang menyaksikan itu, sangat ketakutan ketika berfikir merekalah korban berikutnya, namun tidak satupun dari mereka melarikan diri. Rui langsung menghentikan pendarahan di tangannya dengan skill purfy miliknya. Di saat Arlan masih menangis kesakitan, Rui menggunakan skill predator miliknya dan menghancurkan inti sihir di dalam tubuh Arlan.


"Renungkan dosa - dosamu di penjara, kau salah satu manusia yang tidak boleh mati dengan tenang" ucap Rui dengan tatapan datar.


Arlan yang mendengar itu, hanya bisa menunduk malu dan menyesal, di dalam hatinya dia sungguh ingin berbakti dan menjadi pengikut setia pahlawan. Namun karena merasa putus asa dengan pahlawan yang tidak kunjung datang, dia melakukan hal nekat dengan melakukan eksperimen yang tidak manusiawi dengan mengorbankan anak yatim piatu.


Aarlan berlutut dan menangis di hadapan Rui, para rakyat jelata yang memberontak dan sisa - sisa sekte pahlawan dari menara sihir, menjatuhkan senjata mereka dan berlutut di hadapan Rui. Lalu seluruh warga kekaisaran dan para wizard knight dan guardian knight yang disana ikut berlutut.


"Kalian semua, jangan melakukan pertarungan lagi selama aku ke akadami. Walaupun di depan kalian itu adalah orang yang membunuh anak - anak kalian, orang tua kalian. Aku melarang keras pertarungan apapun itu. Mengerti" ucap Rui tegas.


"Sesuai keinginanmu pahlawan" ucapnya serentak.


Rui langsung melesat ke udara dengan arah menuju ke akademi. Dalam beberapa menit, dia sudah sampai di depan gerbangnya. Rui bingung mengapa keadaan disana sangat sunyi.


Beralih ke keadaaan di dalam sana. Sebuah pemandangan yang memilukan. Ririna sedang di ikat bersama karin menjadi tahanan. Seorang iblis tingkat tinggi sedang duduk di singgasana buatannya di akademi. Profesor Rufus sang kepala akademi tergantung di tengah aula itu dengan keadaan tak bernyawa.


Para siswa siswi akademi yang melihat pemandangan itu, menjadi ketakutan dan sebagian dari mereka ikut bergabung menjadi pasukan iblis tersebut. Sedangkan yang sisanya di jadikan sandra dan disiksa satu persatu.


Namun yang saat itu sedang disiksa adalah Risiya yang kekuatan mode mengamuknya sangat di inginkan oleh iblis itu, namun karena Risiya menolak, iblis itu menyuruh anak buahnya menyiksanya sampai batas kesadarannya.


Sedangkan Karin dan Ririna yang sedang di lecehkan dan disiksa oleh Eizan di sebuah kamar di akademi. Eizan mengikat tubuh mereka berdua dan mencambuknya hingga berdarah. Di tengah rasa sakit mereka, Ririna memanggil nama Rui agar datang menyelamatkan mereka.


"Rui, selamatkan kami" ucapnya dengan suara lirih.


Eizan yang mendengar hal itu, tertawa sangat keras hingga menggema di ruangan itu.


"Hahahahaha, memang apa yang bisa di lakukan bocah bodoh itu ketika frost dragon tidak ada bersamanya" teriaknya angkuh.

__ADS_1


Ketika dia sedang menyentuh pipi Karin, Rui sudah di berdiri di belakangnya dengan tatapan penuh kebencian.


...Bersambung....!!!!...


__ADS_2