Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 81 Jirniv dan General Orc


__ADS_3

Peperangan pun pecah, pasukan elf bersama pasukan manusia bertempur bersama melawan serangan penuh dari ras Orc. Walaupun rata-rata tinggi dan kekuatan dari orc lebih besar dari manusia dan elf, namun kekuatan sihir mereka sangatlah lemah. Hal itu membuat para Orc sedikit kesulitan melawan para penyihir ras elf dan Wizard knight.


"Boom"


"Booomm"


"Duaaaaar" suara ledakan dari sihir yang menerjang para Orc.


Sedangkan pasukan yang di pimpin oleh Guardian knight, kewalahan melawan Orc Raider yang dengan cepat menerobos pasukan manusia.


Orc raider yang menunggangi serigala hitam dan merah adalah para High Orc yang di pimpin langsung oleh Groc. Mereka dengan cepat mengambil alih aliran pertempuran dan membuat manusia dan elf semakin terpojok.


Mayat-mayat sudah bergelimpangan di area peperangan, darah mengalir membasahi medan pertempuran hingga padang rumput yang hijau kini berubah merah.


Pasukan Elf dan wizard knight tanpa henti menembak kan panah dan sihir penghancur mereka yang membuat para Orc sedikit kebingungan.


Orc General yang melihat hal itu memerintahkan para Orc biasa untuk merampas perisai dan armor dari prajurit manusia untuk melindungi tubuh mereka.


"Groooorrrr" Orc general dengan brutal membantai pasukan elf dan manusia yang berada di dekatnya. Hal ini membuat raja elf berinisiatif untuk mengalahkannya terlebih dahulu.


Namun dia di hentikan oleh Jirnif "Tunggu yang mulia, serahkan dia pada saya !!" Jirnif memacu kudanya ke arah Orc general dan langsung melesatkan sihir api yang sangat besar ke arahnya.


Orc general menyadari serangan sihir mengarah padanya dan dengan kapak miliknya dia menebas sihir itu "Huaaaaaaaah" Sihir itu pun menghilang. Tak berhenti di situ, Orc general mengayunkan kapaknya sekuat tenaga ke arah Jirnif hingga membuat Jirnif terpental cukup jauh namun dirinya masih bisa berdiri.


"Groooooorrr" Orc general meraung ke arah Jirnif "Ka..u ak..an ma..ti !!?" Orc general mengangkat kapaknya dan melompat ke arah Jirnif.


Jirnif tidak bisa menghindra karena Orc general tersebut sangat cepat dan hanya bisa menahan serangan itu dengan pedang yang sudah ia selimuti dengan sihirnya. Tanah yang di pijak Jirnif sampai hancur dan membuat kakinya tertanam karena menahan serangan Orc itu.

__ADS_1


Orc itu melanjutkan dengan menghantam tubuh Jirnif dengan tubuhnya hingga Jirnif terpental ke arah prajuritnya "Bruuuuk !?" para prajurit terkejut melihat pemimpin mereka bersimbah darah di dekat mereka "Haaaa..?! Tuan Jirnif, apakah anda baik-baik saja ?! Tuaan !!" mereka berusaha membangunkan pemimpin mereka.


Jirnif meludahkan darah yang sudah penuh di mulutnya dan kembali mengangkat pedangnya "Lumayan sakit juga !!" Jirnif tersenyum.


Para Orc masih bertarung dengan para prajurit manusia. Guardian knight cukup tangguh melawan gempuran para para Orc dan berhasil imbang dengan korban yang sama dari kedua belah pihak.


Sedangkan Groc, pemimpin dari para Orc berusaha menerobos hingga barisan paling belakang untuk menghancurkan pasukan sihir yang menjadi masalah terbesar bagi pasukan mereka.


Raja Erandel langsung menyerang mereka dengan sihir angin yang membuat langkah mereka terhenti "Aku tidak akan membiarkan kalian melangkah lebih jauh !!" Erandel maju bersama Wyvern dan Wizard knight untuk menghalangi para Groc dan para Orc Rider.


Erandel langsung masuk ke mode Hybrid nya, tubuhnya di lapisi armor dengan tombak serta sayap di punggungnya "Hyyaaaaaaah !!!" Erandel langsung melesatkan tombaknya ke arah Groc dengan sangat cepat "Sriiing !" tombaknya berhasil di tahan dengan pedang milik Groc.


Tubuh Groc pun mendapat buf dari naga yang memberikan dirinya nama. Tubuh yang di lapisi sisik naga yang sangat kuat dengan daya tahannya terhadap sihir, serta sayap di belakang punggungnya.


Tombak milik Erandel kembali ke tangannya dan langsung melesat ke atas awan. Tanpa pikir panjang Groc dengan cepat melesat mengikuti Erandel. Mereka beradu senjata hingga menimbulkan perubahan bentuk pada awan di sekitarnya karena getaran dari energi senjata mereka.


Sedangakan Jirnif yang sudah bangkit kembali memadatkan sihirnya dan menggunakannya untuk melapisi pedangnya hingga membuat daya hancurnya sangat lah besar.


Orc general membalas serangan itu dengan skill "Pemangsa darah !!" sebuah energi berbentuk ular menyerang Jirnif namun dengan skill anginnya ia mampu dengan mudah menghindar setiap energi yang mengarah kepadanya dan langsung melompat menebas Orc general. Orc general dengan sigap menahannya dengan pedangnya namun itu bukan serangan biasa namun serangan skill unik "Tebasan pemusnah !!" yang tidak hanya memotong pedangnya namun juga membelah Orc general hingga menjadi dua.


Para Guardian knight dan prajurit yang menyaksikan hal tersebut, langsung bersorak atas kemenangan Jendral mereka. Hal itu memicu semangat para prajurit hingga mampu mengembalikan alur perang ke pihak mereka.


Namun tidak lama setelah itu, Groc yang melihat Orc general terbunuh, membuat dirinya sangat murka karena pemimpin dari Orc general yang terbunuh ternyata adalah putranya satu-satunya "Groooouuuu !!" Raungannya membuat para prajurit yang sedang bertarung menjadi merinding ketakutan.


Dengan sangat murka, dirinya membangkitkan tekhnik kutukan darah iblis hingga membuatnya menjadi monster sepenuhnya.


__ADS_1


Groc dengan brutal menyerang membabi buta hingga Erandel tidak mampu memprediksi serangannya lagi.


"Baaam !!" Perut Erandel terkena hantaman keras oleh pukulan Groc yang membuatnya terpental hingga jatuh tepat di atas mayat-mayat prajurit yang telah gugur.


"Khuaaakk" Darah bercucuran dari mulut Erandel.


Groc berbalik ke arah Jirnif dan langsung terbang ke arahnya sambil melayangkan pedangnya. Jirnif berhasil menahan serangan pedang Groc yang melesat dengan sangat cepat ke arahnya, namun pedang Jirnif hancur berkeping-keping dan tubuhnya terpental hingga menabrak beberapa anak buahnya.


"Aaaakhhhh" tangan kiri dari Jirnif patah dan tubuhnya sudah tidak mampu berdiri lagi.


Groc berjalan ke arah Jirnif untuk menghabisi nyawanya. Dengan masih di landa ketakutan para prajurit dengan sigap berdiri di depan komandan mereka yang tengah sekarat. Jirnif yang masih dalam keadaan hampir pingsan, hampir menangis melihat anak buahnya yang berdiri tanpa rasa gentar melindungi dirinya walau maut di hadapan mereka "La..lari !!" ucap Jirnif yang sudah tidak berdaya.


"Maafkan kami tuan, namun hanya kali ini saja izinkan kami menolak perintah tuan !!" ucap salah satu prajurit dengan menundukkan kepalanya "Saya sangat bahagia bisa menjadi bagian dari pasukan yang anda perintah !!" prajurit tersebut tersenyum dan mengalihkan pandangannya ke Groc yang mendekat.


"Ti..ti..dak la..ri..lah !!" Air mata Jirnif mengalir melihat pengorbanan mereka.


"Kami... prajurit penjaga sang Duke Jirnif furnel tidak takut siapapun musuh yang kami hadapi!! Seraaaaaang!! "


"Huraaaaaaaaaaa !!!" para prajurit meju tanpa rasa takut untuk menghadang Groc.


"Duaaaaar" "Bruuukk" mereka di habisi tanpa ampun oleh amukan Groc.


Ketika akan sampai ke tempat Jirnif yang sudah tergeletak tak berdaya.


"Wuuuuuuuzzzz" Tombak melesat dan membuat Groc berbalik untuk menangkis serangan tombak tersebut "Baaaaaam" serangan tersebut berbenturan dengan pedang miliknya, namun tak di sangka serangan itu berhasil menembus pundak Groc yang di lapisi sisik naga.


Tombak itu kembali ke pemiliknya yang ternyata Raja Erandel yang telah berdiri kembali "Sungguh prajurit yang luar biasa !" Erandel terkesan dengan kesetiaan para prajurit Jirnif yang rela mengorbankan nyawa mereka demi tuannya "Serahkan sisanya padaku !!".

__ADS_1


...Bersambung...!!!...


...Bersambung...!!!...


__ADS_2