
Elucil yang terpental jauh langsung pingsan tak sadarkan diri. Para prajurit yang bersamanya, tidak berani bergerak untuk membantu Elucil.
Aziel dan Risiya yang mendengar keributan tersebut, berlari memasuki ruang pertemuan Rui dan raja Erandel.
Risiya yang melihat Elucil terpental, cuma mengerutkan dahinya karena sangat familiar dengan situasi tersebut.
"Ternyata, bukan hanya manusia yang punya tingkah bodoh" ucap Risiya.
Tetua Elf yang merupakan ayah dari Elu, meminta maaf atas sikap kurang ajar yang di lakukan oleh putranya.
"Maafkan saya tuan, saya yang tidak bisa mendidik anak saya dengan benar hingga berbuat kurang ajar pada anda" ucap tetua tersebut.
"Kau tidak perlu minta maaf, ini bukan salahmu" jawab Rui.
Lalu, tetua elf yang hidupnya paling lama menatap Rui dengan tatapan sedih.
"Tuan pahlawan. Bisakah anda memberitahukan, bagaimana wajah putri saya ketika dia bertemu tuan di alam mimpi" tanya tetua tersebut.
Rui yang melihat tatapan seorang ayah yang sangat ingin mengetahui tentang saat terakhir putrinya.
"Aku tidak terlalu mengetahui tentang putrimu. Namun, elf yang aku temui di dalam mimpiku wajahnya tampak bahagia tanpa adanya rasa beban di wajahnya" ucap Rui.
"Aku sangat menghormati mereka, termasuk juga putrimu. Mereka benar-benar memiliki jiwa seorang pahlawan yang rela mengorbankan jiwanya hanya demi keselamatan semua ras di benua ini"
Mendengar jawaban Rui, tanpa sadar, tetua tersebut meneteskan air matanya.
"Aku... aku benar-benar lega mendengar itu semua tuan. Aku selalu menyalahkan diriku atas apa yang menimpa putriku. Aku yang bersamanya di medan perang namun tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkannya. Aku terus hidup denganmengutuk diriku sendiri. Namun beban di pundakku terasa hilang setelah mengetahui bahwa putriku masih bisa tersenyum di saat-saat terakhir jiwanya menghilang"
Ucapan dari tetua tersebut membuat semua orang di sana menangis. Wanita elf yang bernama Cecilia adalah pahlawan Elf yang sangat di cintai dan di hormati di kalangan para Elf. Mendengar tentang bagaimana saat-saat terakhirnya membuat setiap elf yang di ruangan itu menangis atas dirinya.
__ADS_1
Rui yang bisa melihat bagaimana perasaan mereka menjadi lega. Dirinya ikut bahagia melihat bagaimana besarnya rasa cinta para elf kepada Cecilia.
Lalu di saat yang bersamaan suara ledakan terjadi di barier sebelah barat hutan wilayah Elf. Raja Erandel segera mengutus salah satu pilar untuk memeriksa keadaan di sana.
"Kesatriaku, Horn. Bawalah pasukan dan segeralah periksa apa yang terjadi" perintah raja.
"Laksanakan tuanku" jawabnya yang langsung melesat ke arah lokasi ledakan menggunakan Wyvern miliknya.
Sedangkan para prajurit elf, menunggangi serigala putih dan burung raksasa lalu bergegas menyusul Jendal mereka.
"Apa sebaiknya aku ikut pergi ke sana?" tanya Rui kepada raja Erandel.
"Tidak Rui. Kami tidak bisa membiarkanmu mengambil resiko, sebelum memastikan siapa musuh kita. Lagi pula, aku menyadari bahwa kau belum terbiasa menggunakan senjata sucimu" ucap Erandel.
Rui benar-benar terkejut mendengar ucapan dari raja Erandel yang mengetahui tentang dirinya. Seperti yang di perkirakan oleh Rui, raja Erandel bukan orang sembarangan. Tekanan yang ia rasakan pada diri Erandel, sama dengan kekuatan iblis tingkat atas Dracule yang pernah ia hadapi di akademi sihir.
Walaupun ras elf tidak lebih dari 20% jumlah ras manusia. Rui tidak meragukan bahwa ras elf akan menang jika mereka berperang. Namun elf yang sangat membenci pertumpahan darah, selalu menghindar dari peperangan.
Orc adalah ras monster yang hidup berkelompok. Mereka di kategorikan sebagai monster karena ucapan mereka tidak dapat di mengerti. Orc juga adalah makhluk yang sangat rakus. Mereka bisa memakan apapun yang hidup, baik itu hewan, tumbuhan bahkan monter lain.
Karena jumlah binatang dan tumbuhan di hutan Florys sangat melimpah, mereka jadi sangat menginginkan tempat itu. Pemimpin suku Orc adalah makhluk cerdas yang sudah di beri nama oleh Raja naga api yang telah menjadi sekutu iblis. Raja naga adalah makhluk yang sangat membenci naga lain. Ia bahkan rela menjadi sekutu iblis agar ia bisa membinasakan seluruh naga di benua itu.
Pemimpin Orc yang diberi nama oleh naga api bernama Groc. Dia memimpin pasukannya atas perintah raja naga api, untuk menaklukan ras-ras yang lebih tinggi dari mereka seperti Elf, warbeast dan bahkan troll.
Mereka lalu memutuskan untuk menyerang ke wilayah elf karena di sana merupakan wilayah yang subur dan kaya akan makanan. Ras Orc mampu menundukkan para Blood wolf dan menjadikan mereka bawahan mereka.
Horn yang melihat jumlah pasukan Orc yang menyerang, melebihi apa yang bisa ia tangani, segera kembali dan melaporkan kejadian itu pada Raja elf.
"Yang mulia, maafkan saya"
__ADS_1
"Apa yang terjadi" tanya Raja.
"Maafkan saya yang mulia, namun saya sendiri tidak akan mampu melawan ataupun menahan pasukan mereka karena jumlah pasukan mereka 10 kali lipat dari pasukan yang menyerang kita minggu lalu" ucap Horn.
"Tidak hanya itu, Pemimpin suku Orc dan ke 3 Orc general juga ikut dalam penyerangan tersebut"
Mendengar hal itu, raja Elf terkejut. Ini bukan jumlah serangan biasa, namun sudah menjadi pasukan skala perang. Jumlah orc yang menyerang adalah lebih dari 50 ribu.
Mendengar hal itu, Risiya dan Rui bersiap untuk ikut membantu.
"Maaf, tapi kami juga akan terjun langsung ke pertempuran" ucap Rui.
"Yah, ini memang memalukan tapi kami sangat membutuhkan bantuanmu pahlwan" ucap Raja Erandel.
Raja Elf memerintahkan seluruh pasukan untuk ikut menyerang. Jumlah pasukan Elf tidak lebih dari 4 ribu orang. Mereka jelas kalah jumlah dari pasukan musuh di tambah dengan kekuatan Orc yang bisa di katakan mampu bersanding dengan Elf.
Rui bersiap menaiki Wyvern bersama Risiya.
"Tunggu, aku akan ikut bersamamu" ucap Aziel yang mencoba ikut bersama Rui.
"Apa yang kau katakan, aku tidak akan pernah membiarkanmu ikut dalam bahaya" jawab Rui menolak keingin Aziel.
"Maafkan aku Aziel, tapi tunggulah kepulanganku. Aku pasti akan kembali ke sisimu" ucap Rui yang langsung terbang dengan Wyvernnya.
Melihat punggung Rui yang menuju medan perang tanpa bisa membantunya. Aziel akhirnya mengerti bagaimana perasaan Ririna dan Karin yang sangat ingin menjadi kuat.
Rui yang melihat pasukan Elf yang kewalahan oleh serangan para Orc segera mengeluarkan busur pahlawannya dan menyerang para Orc dari atas.
Anak panah yang melesat bagaikan kilatan petir, langsung menyambar para Orc yang baru saja memasuki hutan hingga hancur berkeping- keping. Pemimpin suku Orc yang melihat kekuatan Rui terlihat sangat marah, namun tanpa rasa takut sedikitpun pada kekuatan Rui.
__ADS_1
...Bersambung...!!!...