Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 43 Uji coba senjata pahlawan


__ADS_3

Auman terdengar dari luar seperti raungan binatang buas. Rui ingin melepaskan ikatan putri elf tersebut namun ia khawatir dengan apa saja yang akan di lakukan Helios yang sedang mengamuk.


"Kalian tunggu disini dan jangan kemana - mana" ujar Rui kepada elf yang baru saja ia selamatkan.


"Baiklah tuan"


Setelah mendengar ucapan mereka, Rui bergegas melesat ke arah Helios dan mendarat di hadapannya. Rui melihat dengan seksama kalau perubahan Helios yang menjadi iblis, jauh berbeda dengan iblis yang sebelumnya ia lawan.


Taring besar dan runcing dari rahang bawah hingga matanya. Tubuh besar dan tinggi. Tanduk kambing besar di atas kepala dengan sayap kelelawar dan ekor yang mirip dengan ekor kalajengking. Lalu perut besar buncit berwarna hitam dengan bulu di seluruh tubuhnya.


"Sekarang kau benar - benar terlihat seperti babi" ucap Rui.


"Kurang ajar, beraninya bocah tengik sepertimu melakukan ini padaku. Aku akan mengulitimu dan akan aku buat kau menjadi makanan anjing - anjingku" teriak Helios yang dalam mode iblis.


Mendengar raungan tuannya, prajurit datang berkumpul dan mengepung Rui dengan jumlah Sekitar 10 Ribu pasukan. Sepertinya mereka juga bersekutu dengan iblis karena mereka tidak terkejut dengan perubahan dari tuan mereka Helios.


Melihat hal itu, prajurit bayangan langsung melompat ke sebelah Rui dan memperingatinya.


"Tuan, sepertinya kita berada di situasi yang gawat" ucap salah satu prajurit itu yang ternyata adalah perempuan.


"Benar, aku tahu tuan mampu menghadapi helios namun pasti akan kerepotan dengan jumlah prajurit ini" ucap salah satu prajurit bayangan yang lain dan ternyata juga perempuan.


Mendengar hal itu, rui terlihat santai dan mengambil langkah ke depan Helios namun prajurit yang mengepung mereka tiba - tiba mengeluarkan reaksi yang aneh dan mata mereka memerah.


Hal itu menambah kepanikan dari kedua wanita yang menjaga Rui dari belakang.


"Tuan ini benar - benar gawat, aku bisa merasakan kalau para prajurit ini kekuatannya tiba - tiba meluap, aku perkirakan kekuatan mereka berada di level grandmaster tahap akhir" ucap mereka panik.


Hal itu membuat Helios tertawa jahat berfikir kalau musuhnya sebentar lagi akan menemui ajalnya.


"Hahahah, mampuslah kalian dan terimalah takdir kalian yang akan mati di tanganku setelah itu aku akan mengirim semua elf bodoh yang aku tawan untuk menyusul kalian ke neraka, haahahahha". Suara tawa jahat Helios yang berfikir sudah menang


Rui melihat sekitar, benar saja halaman Mansion Helios yang begitu luas, penuh dengan kepungan dari prajurit tersebut. Para prajurit bayangan sudah berkeringat dingin dan pasrah dengan nasib mereka.


Namun mereka berdua penasaran kenapa Rui tidak lari melihat situasi yang tidak masuk akal di depannya. Mereka tahu jika Rui mau, Rui bisa dengan mudah bertelport dengan membawa mereka berdua dan menjauh dari sana.

__ADS_1


Lalu Rui mengangkat tangannya dan berkata


"Datanglah, Indraaa"


Lalu awan hitam yang diselimuti halilintar berkumpul dan dari sana muncul lingkaran sihir besar dan keluarlah frost dragon dengan raungan yang menakutkan.


Kedua prajurit bayangan yang melihat kejadian itu sangat takjub dengan kemunculan sosok frost dragon bahkan sampai lupa dengan situasi genting yang mereka tengah alami.


"Aku datang tuan" ucap Indra yang masih terbang di atas mereka.


"Yah, aku ingin kau habisi seluruh prajurit ini" ucap Rui.


"Sesuai perintahmu tuanku" jawab frost dragon.


Lalu dengan cepat Frost dragon berubah ke bentuk hibrid manusia naganya dan membantai para prajurit dengan sihir Es dan Halilintar.


"Untuk kalian berdua sebaiknya segera pergi bersama para korban penculikan untuk menjauh dari tempat ini karena frost dragon yang mengamuk akan menghancurkan sekitarnya" ucap Rui.


"Siap tuanku" ucap kedua prajurit banyangan.


"Indra pastikan kau mengamuk setelah kau merasakan para elf sudah menjauh dari tempat ini" ujar Rui.


Setelah dia merasakan keberadaan elf menghilang dari sana, frost dragon mengamuk sejadi jadinya.


Helios yang melihat itu gelagapan tidak percaya dengan situasi yang jauh berbeda dari ekspetasinya.


"Apa maksudnya semua ini, kenapa frost dragon yang agung ada di sini dan malah membantu bocah sialan itu" gumam Helios dengan wajah kebingungan dan kesal.


Rui yang melihat Helios yang fokus kepada Frost dragon segera melesatkan belatinya hingga menembus tangan Helios. Dengan skill instan movenya Rui melesat ke arah helios dan memegang lehernya dan berpindah dari sana.


Rui berpindah bersama Helios ke sebuah padang rumput yang luas dan sepi namun masih di sekitar mansion Helios. Helios yang terkejut dengan semua yang sudah terjadi menjadi sangat tertekan karena segala situasi yang sudah ia alami berada di luar nalarnya.


"Si_siapa kau sebenarnya bocah" tanya Helios yang mulai ketakutan dengan Rui.


Tanpa menjawab pertanyaan orang tersebut, Rui memanggil pedang pahlawannya.

__ADS_1


"Datanglah, Rignit" seru Rui.


Lalu munculah pedang emas besar yang memecah kegelapan malam itu dengan sinar emasnya ketika pedang itu muncul hingga cahaya tersebut beransur - ansur hilang.


"Ti_tidak mungkin, apa kau bercanda, itu, bukankah itu senjata yang sudah menjadi legenda. Pedang pahlawan Rignit. Bagaimana mungkin bocah sepertimu memilki pedang itu. Sialaaaaaaaaan.." Teriak Helios yang semakin putus asa.


Lalu Rui mengangkat pedang itu dan mengarahkannya ke arah Helios.


"Jadi, bagaimana jika kau aku jadikan bahan uji coba pedang ini" ucap Rui dengan ekspresi dingin.


Rui berlari ke arah helios tanpa menggunakan skill berpindahnya. Namun karna Pedang tersebut cukup berat dan ilmu berpedangnya sangat minim. Dia kesulitan menebas Helios bahkan beberapa kali Helios berhasil mendaratkan Ekornya ke tubuh Rui.


"Hahahaha dasar bodoh, percuma saja aku khawatir. Kau benar - benar tidak layak menggunakan senjata itu" teriak Helios senang.


Namun Wajah senyumnya langsung hilang ketika melihat luka yang diterima Rui sangat ringan dan bahkan bisa langsung di sembuhkan oleh skill Rui.


"Kalau begitu, mari kita coba cara lain" gumam Rui dengan bersiap lagi untuk menyerang Helios.


Rui mengitari Helios dengan belati mananya dan melesat sambil terus menebas helios yang berada di tengah lingkaran hingga membuat Helios terpotong - potong.


"Akhhhhhhhhhhhhhhh" teriak Helios dengan luka yang tebasan yang membakar tubuhnya sedikit demi sedikit.


Rui yang melihat hal itu panik karena tidak mengetahui kalau Helios akan mati semudah itu.


"Kau tidak boleh mati dulu sialan, tidak sebelum aku puas menghajarmu" teriak Rui sambil terus mencoba menyembuhkan Helios dengan skill purifynya.


Namun hal itu tidak dapat membantu apa - apa karena tubuh iblis tersebut terus terbakar.


Rui yang panik tiba - tiba terdiam karena melihat pedang yang ia pegang sedang menghisap energi di sekitarnya. Lalu tiba - tiba, permata yang di tengah pedang tersebut bersinar menandakan energi sudah terkumpul cukup banyak.


Helios yang masih teriak kesakitan karena tubuhnya terus di grogoti oleh efek pembakaran dari pedang tersebut, tidak menyadari tentang Rui yang sudah mengarahkan pedangnya ke arahnya dari jarak yang cukup jauh.


Lalu Rui yang menebas ke arah Helios sangat terkejut ketika melihat kekuatan pedang itu yang sudah di luar nalarnya. Padang rumput yang begitu luas sampai terbelah oleh begitu dahsyatnya energi yang dikeluarkan pedang tersebut hingga Helios tak tersisa sedikitpun.


"Bukankah kekuatan pedang melebihi sebuah bencana alam itu sendiri" gumam Rui yang masih terlihat sangat syok.

__ADS_1


Namun dalam beberapa saat Rui terjatuh kelelahan karena kehabisan mana akibat dua pertempurannya sebelumnya.


"Sebaiknya aku istirahat sebentar" gumamnya sambil memejamkan matanya.


__ADS_2