Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 44 Misteri darah iblis


__ADS_3

Beralih ke tempat Frost dragon yang terus membantai para prajurit Helios. Serangan demi serangan terus di keluarkan para prajurit untuk melumpuhkan Indra namun dirinya bahkan tidak tergores sedikitpun. Dengan menggunakan elemen petir dan Es, Indra terus membantai para prajurit itu dengan brutal.


Para prajurit tersebut terlihat sangat ketakutan dan pasrah di depan kekuatan Indra yang maha dahsyat. Kekacauan terjadi di tempat itu namun serangan Indra tidak pernah dia menyentuh Mansion Helios karna dia merasakan ada hawa keberadaan beberapa elf disana.


Beralih ke tempat Rui yang masih pingsan karena kelelahan.


"Tuanku, sadarlah tuanku" ucap prajurit bayangan yang mencoba membangunkan Rui.


Rui mulai membuka matanya dan melihat para shadow di dekatnya.


"Akhhhh, berapa lama aku pingsan" tanya Rui.


Prajurit bayangan yang melihat Rui tersadar menjadi sangat senang dan bersyukur.


"Maafkan saya tuan, saya baru saja sampai dan langsung mencoba membangunkan tuan yang terlihat pingsan" jawabnya.


Rui bangun dan berdiri sambil menyeka debu di lengan dan kakinya. Lalu dia kembali untuk melihat bagaimana situasi di tempat Indra.


Ketika sampai dengan skill teleportnya. Rui terkejut melihat para prajurit yang sudah porak poranda di depan amukan Indra. Lalu Rui mendekati Indra dan menghentikan pembantaian tersebut.


"Sudah cukup Indra"


Mendengar perintah tuannya yang menyuruhnya berhenti, Indra langsung mendekati Rui dan berlutut di depannya.


"Selamat datang kembali tuannku" sambutnya.


"Aku senang melihatmu baik - baik saja Indra" ucap Rui yang membuat Frost dragon tersipu.


"Anda terlalu berlebihan tuanku, kroco seperti mereka bahkan tidak layak menjadi musuhku" ucapnya.


Lalu Rui mendekati para prajurit yang tersisa dan sudah tidak memilki niat bertarung. Jumlah pasukan yang berjumlah puluhan ribu kini tersisa hanya ratusan orang.


Melihat Rui mendekatinya, para prajurit langsung bersujud memohon ampunan dari Rui.


"Ampuni saya tuan, saya hanya menjalankan perintah, mohon ampuni saya" ucap mereka ketakutan.

__ADS_1


"Baiklah lalu jawab pertanyaanku jika kalian ingin selamat" ucap Rui.


"Silahkan tanyakan semuanya pada saya, saya adalah pemimpin pasukan ini" ucap salah seorang prajurit yang sepertinya adalah seorang Wizard knigh.


"Kalau begitu akan aku mulai. Bagaimana Helios bisa bersekutu dengan iblis" tanya Rui.


Lalu prajurit itu mengangkat kepalanya menatap Rui dan mengatakan apa yang dia ketahui.


"Satu bulan yang lalu, Ketika tuan Helios dan para prajurit sedang menjaga perbatasan dari para iblis dan monster yang menyerang, malam harinya seorang iblis bermata 3 datang menghampiri kami"


"Bermata tiga?" ucap Rui terkejut.


"Benar tuan, dia datang dan menawarkan kekuatan pada Duke yang bisa membuatnya menjadi bangsawan terkuat di seluruh Benua ini"


"Setelah dirinya menyetujuinya, kami juga diperintahkan untuk melakukan hal yang sama, meminum darah dari iblis tersebut dan membuat kami menjadi pengikutnya"


"Para prajurit yang menolak langsung dibunuh dan Duke helios juga membunuh ke 3 istrinya dan bahkan ke 5 anaknya sendiri karena mereka menolak menjadi pengikut iblis"


Mendengar hal itu, Rui menjadi mengerti kenapa Mansion tersebut begitu sepi dengan tanpa satupun pelayan dan keluarga Helios disana.


Mendengar hal itu, para prajurit terharu bahagia dan langsung menyetujui perintah Rui.


"Tolong lakukanlah tuan dan selamatkan kami" ucapnya.


Lalu Rui memikirkan ide bagaimana cara melakukannya. Lalu Rui mencoba dengan berbagai senjata pahlawan miliknya.


Pedang Rignitnya dia celupkan ke dalam wadah air dan prajurit yang meminumnya malah teriak kesakitan namun kekuatan iblis masih bersemayam dia dalam diri mereka.


Yang kedua Rui mencoba kembali melakukan hal yang sama namun menggunakan panah Cronicel. Beruntungnya ke 4 prajurit yang meminum air dari celupan Panah tersebut kembali normal dan mereka terbebas dari kutukan darah iblis.


Rui yang melihat hal tersebut sangat senang mengetahui ke 3 senjatanya begitu mengagumkan. Lalu Rui Menembakkan panah Cronicel ke udara hingga menembus awan. Lalu tiba - tiba awan hitam berkumpul dan dari awan tersebut air hujan tercipta.


Para prajurit yang mandi dan meminum air tersebut merintih kesakitan karena tubuh mereka kembali di murnikan dari kutukan darah iblis. Melihat hal itu kedua prajurit bayangan dan Frost dragon Indra begitu takjub dengan kemampuan Rui dan bersumpah akan selalu setia padanya.


Setelah para prajurit di murnikan, mereka diminta Rui untuk pergi ke istana dan melaporkan segala kejadian tersebut pada kaisar.

__ADS_1


Sedangkan Frost dragon yang masih menunggu perintah dari Rui berubah kembali ke bentuk naganya dan menunggu Rui dengan sabar. Rui yang teringat dengan frost dragon segera memerintahkannya untuk kembali.


"Ah, maaf membuatmu menunggu Indra, kalau begitu kau boleh kembali" ucap Rui.


"Tidak, apa yang anda katakan tuanku, anda tidak perlu meminta maaf, sudah kewajibanku untuk selalu menunggu perintahmu dan itu benar benar membuatku bahagia di perintah oleh anda. Kalau begitu saya pamit undur diri"


Lalu awan Indra menghilang dan kembali ke Gunung Es tempat tinggalnya.


Pagi hari setelah mereka pergi, Rui kembali ke dalam ruangan tempat dia meninggalkan putri elf dan para elf yang pernah dia selamatkan dari Helios.


Ketika membuka pintu dia melihat para elf yang lain sedang menjaga putri yang masih tertidur. Kerena penasaran Rui bertanya kepada ketiga elf tersebut.


"Bagaimana kondisi putri?"


Para elf yang melihat kedatangan Rui sangat terkejut langsung berlutu. Rui yang melihat hal tersebut menjadi kurang nyaman dan menyuruh mereka berdiri.


"Putri sepertinya baik - baik saja, dia mungkin hanya kelelahan karena tidak terbiasa dengan situasinya yang sekarang"


Mendengar hal itu membuat Rui lega dan mendekat ke arah putri.


Namun tiba - tiba putri bermimpi buruk dan mengigau mengatakan hal yang membuat Rui benar - benar syok ketika mendengarnya.


"Ro_romiii , Romiiii, di mana kau, kenapa kau meninggalkanku. Romiii" ucap putri yang sedang mengigau.


Rui yang mendengar nama itu keluar dari putri elf yang sedang tertidur di depannya membuatnya dirinya terdiam dengan muka pucat pasi. Trauma yang pernah dia lupakan muncul kembali dan seketika mengingat bagaimna penderitaannya di dunianya sebelumnya.


Tanpa Rui ketahui ternyata sosok putri yang di depannya adalah mantan pacarnya di kehidupannya sebelumnya dan beringkarnasi juga seperti dirinya di kehidupan ini.


"Tuan, tuan, apa yang terjadi dengan anda, kenapa muka anda terlihat sangat pucat" tanya gadis elf yang khawatir melihat Rui.


"Maafkan aku, aku hanya kaget mendengar putri yang menyebutkan nama seseorang yang aku kenal" ucap Rui.


Namun Rui masih ragu tentang putri yang mengenal dirinya di masa lalu, dia berfikir mungkin itu hanya nama yang kebetulan sama saja. Rui lalu membangunkan putri yang masih tertidur.


"Putri, putri, sadarlah, mari kita segera pergi dari sini" ucap Rui mencoba membangunkannya.

__ADS_1


Putri yang mendengar suara Rui membuka matanya dan ketika melihat wajah pria yang di depannya dia menangis dan mengatakan, "Romi, akhirnya aku menemukanmu".


__ADS_2