Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 91 Rahasia besar ras iblis


__ADS_3

Terada yang masih bingung dengan kekuatan asli dari pedangnya masih merenung memandangi pedangnya.


Margonia yang melihat Terada dalam keadaan lengah tidak menyianyiakan kesempatan itu dan langsung menembakkan energi lava terkuatnya ke tubuh Terada.


Energi tersebut melesat dengan kecepatan tinggi menuju Terada, namun sesaat sebelum mengenai tubuh Terada yang lengah, Perisai angin kembali menghalangai serangan monster tersebut. Namun Margonia tidak menyerah dan terus menambah kekuatan serangannya hingga sihir pelindung itu hancur.


Terada yang kembali sadar langsung menggunakan pedang dewanya untuk menahan serangan dari Margonia. "Bleeess" Keanehan kembali terjadi, Pedang milik Terada bukannya menahan serangan tersebut malah membuat serangan tersebut lenyap.


Terada kembali di buat bingung dengan kemampuan pedang di tangannya.


"Aku benar-benar tidak mengerti kemampuan apa saja yang di miliki pedang ini " Gerutu terada dengan ekspresi bingung.


Namun di sisi lain, Margonia terlihat mematung ketika serangan terkuatnya tiba-tiba menghilang ketika bersentuhan dengan pedang milik Terada.


"Ahhh... sudahlah. Jika ingin mengetahui kemampuannya, maka harus dengan cara praktek langsung bukan ?!" Terada melesat ke arah Margonia sambil mengayunkan pedangnya.


Terada mengalirkan sihir angin ke pedangnya dan terus menebas tanpa henti. Setiap kali Terada berhasil memberikan luka pada tubuh Margonia, serangan dan gerakan tubuhnya menjadi semakin cepat sedangkan Margonia semakin melambat.


Margonia yang melihat dirinya sedang dalam keadaan yang berbahaya, langsung membuka portal teleportasi untuk segera melarikan diri. Sebuah cahaya merah mulai terbentuk di udara.


Terada belum mengetahui sihir gerbang teleportasi milik iblis tingkat tinggi.


"Cahaya apa itu ?!" Terada merasakan ada kejanggalan pada cahaya yang baru saja muncul di samping Margonia.

__ADS_1


Untuk memastikan tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, Terada langsung melesat ke arah Margonia dan menendang tubuh Margonia untuk menjauh dari cahaya merah yang adalah sebuah gerbang teleportasi yang mulai terbuka.


Tanpa basi-basi Terada langsung mengayunkan pedangnya hingga cahaya itu lenyap. Monster itu kembali di buat terkejut karena belum ada senjata yang mampu menebas sihir tingkat tinggi seperti gerbang teleportasi.


Harapan monster itu untuk melarikan diri kini pupus setelah menyaksikan satu-satunya jalan untuk kabur telah di hancurkan. Penggunaan gerbang teleportasi menggunakan jumlah energi yang sangat luar biasa banyak untuk dapat menciptakannya. Sedangkan kini, energi yang tersisa dari Margonia tidak mencukupi untuk dapat menggunakan gerbang itu kembali karena energinya terus merambas keluar dari luka yang di akibatkan oleh pedang dewa angin milik Terada.


Karena sudah pasrah dengan keadaan, Margonia mengamuk dan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Terada.


"Sungguh makhluk yang malang, kau terlihat sudah sangat putus asa" Ucap terada yang melihat monter itu menuju ke arah dirinya.


Terada mengangkat kembali pedangnya dan lagi-lagi, tubuh monter itu melambat dan membuat Terada dengan mudah menebasnya kembali. "Kalau begitu, mari kita akhiri ini ! Blade god skill ~ death wind slash !! Terada mengayunkan serangan terakhirnya kepada tubuh margonia yang kini tinggal kepala dan bagian tengah tubuhnya.


Margonia hanya bisa pasrah menerima takdirnya, namun di saat dia menutup matanya senyuman terlihat di wajahnya dan dalam hatinya berkata "Selamat tinggal Luci" Lalu pedang Terada dalam sekejap menebas dirinya. Tebasan terkahir Terada menebas langsung ke arah Bola energi yang ada di dada Margonia yang membuat Margonia langsung musnah seketika.


"Selamat tinggal Margonia !" Wajah Lucifer terlihat sangat sedih dan pilu.


Rui yang melihat hal itu menjadi sangat terkejut. Dirinya kebingungan karena melihat rekasi dari Lucifer ketika kehilangan rekannya. Dirinya selalu berfikir bahwa Iblis adalah makhluk yang tidak memiliki hati dan hanya menginginkan kerusakan dan kekuasaan atas Benua ini. Namun ternyata apa yang saat ini dirinya tengah saksikan pada diri Lucifer membuat dirinya goyah dan memikirkan kembali tentang iblis yang sebenarnya.


"Ka..kau menangis ?!" Rui terlihat sangat terkejut melihat Lucifer yang menangis.


"Apa maksudmu pahlawan manusia. Bukankah kau sendiri juga akan merasakan hal yang sama ketika rekanmu yang berharga pergi untuk selama-lamanya dari dunia ini ?!" Balas Lucifer mendengar pertanyaan konyol dari Rui.


"Ak..aku tidak mengerti. Dari yang aku ketahui, iblis seperti kalian tidak memilki perasaan belas kasihan pada sesama rekan kalian ?!" Rui menatap dengan tajam ke arah Lucifer karena masih belum percaya ucapan darinya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Rui, Lucifer malah tertawa karena merasa ucapan darinya terdengar konyol. Seperti yang dirinya pikirkan, fakta dan kenyataan dari ras iblis sudah di ubah dan mereka semua sudah di doktrin untuk membenci ras iblis.


"Hahahaha... begitukah menurutmu wahai pahlawan terpilih ?! Apa kau pikir, iblis adalah makhluk yang sejahat itu ?! Apakah kau adalah manusia yang sama dengan manusia biasa lainnya yang menyimpulkan sesuatu atas apa yang orang lain katakan ?!"


Mendengar hal itu, Rui merasa tertampar oleh ucapan yang keluar dari mulut Lucifer. Rui mengingat kembali orang-orang yang sangat dia benci hingga saat ini. Para penduduk kekaisaran yang menyebutnya anak haram karena termakan gosip yang beredar tanpa mencari tahu kebenarannya adalah orang yang sangat dia benci. Namun Rui akhirnya sadar bahwa kini dia menjadi salah satu dari mereka.


Rui terdiam tanpa bisa membalas ucapan Lucifer. Dia bahkan mulai menurunkan pedangnya dan mencerna semua perkataan dari Lucifer dan memikirkan kembali atas dasar apa dirinya bertarung.


"Ada apa pahlawan ? Mengapa kau terdiam seperti orang kebingungan ?! Bukankah kau ingin memusnahkan kami !!" Lucifer tertawa mengejek Rui yang saat ini hatinya tengah gundah.


"Bukankah kau bahkan tidak mengetahui seperti apa makhluk yang saat ini kau sebut sebagai iblis ?! Bagaimana asal mula para iblis di benci ?! Lalu apakah kau juga tidak menyadari bahwa kau belum pernah melihat iblis wanita dan anak-anak ?!" Lucifer semakin membuat Rui gundah.


Pertanyaan-pertanyaan dari Lucifer semakin membuat Rui bimbang. Dia menyadari bahwa selama ini dirinya tidak pernah mempelajari seperti apa sosok iblis sebenarnya. Bagaimana mereka hidup dan apa tujuan mereka menguasai benua.


Raut wajah Rui terlihat sangat kesal dan gelisah karena ucapan-ucapan dari makhluk yang dia sebut sebagai perwujudan kejahatan adalah hal yang benar.


Namun tiba-tiba, di kala Rui yang saat ini tengah lengah, Lucifer langsung menyerang Rui dengan pedang Demonic swordnya hingga membuat dirinya tertebas di bagian dadanya. "Swiiing !!" Darah Rui bercucuran membasahi tanah yang di pijaknya dan langsung membuat Rui tumbang.


Lalu sebuah pola hitam aneh tercipta di tubuh Rui. Risiya yang tengah berlari ke arah Rui menyaksikan Rui tergeletak di tanah bersimbah darah. Lalu ketika Lucifer akan melancarkan serangan terkahirnya, Risiya berlari sekuat tenaganya dengan wajah di penuhi amarah.


"Akhhhhhhh !!" Risiya dengan sangat cepat langsung menendang Lucifer untuk menjauh dari Rui.


"Be..beraniya kau melakukan ini pada Rui !! Aku pasti akan menghabisimu !!!" Teriak Risiya yang menangis dengan wajah di penuhi amarah.

__ADS_1


...Bersambung...!!!...


__ADS_2