Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 79 Pasukan tempur tiba di medan perang


__ADS_3

Rui akhirnya bermalam bersama para elf di dekat perbatasan hutan Floryn. Mereka merawat luka-luka pada tubuh prajurit elf yang terluka akibat serangan para Orc.


"Sruuuuk" suara pecahan pedang yang di cabut dari lengan Horn tanpa terlihat kesakitan sama sekali.


Rui menghampiri raja Erandel yang sedang menyembuhkan luka para pilar.


"Ohh... Rui, sepertinya kau baik-baik saja" Horn melihat kedatangan Rui bersama Risiya.


"Iya, seperti yang engkau lihat. Namun sepertinya keadaan kalian tidak begitu" Rui melihat para pilar terluka.


"Ehehe... kami menjadi sedikit malu memperlihatkan luka kami di hadapan kalian yang melawan musuh yang lebih banyak dan lebih kuat di bandingkan kami" Frey tertawa konyol kepada Rui.


"Tidak,tidak. Kalian sudah melakukannya dengan sangat baik. Aku benar-benar kagum dengan kemampuan kalian. Apalagi dengan skill transformasi kalian" Rui memuji para pilar.


"Ohhh, maksudmu Skill Tamer Hybrid mode ?" tanya Frey.


"Aku tidak mengtahui namanya, namun itu skill yang menyatukan jiwa dan tubuh kalian bersama peliharaan kalian" jawab Rui.


Lalu, raja Erandel yang telah menyembuhkan Horn mendekat dan duduk di depan Rui.


"Iya itu skill para Tamer seperti kami yang sudah menjalin ikatan dan di akui oleh Wyvern kami" jawab Erandel.


"Skill ini adalah skill yang menggabungkan jiwa dan menjadian tubuh dari peliharaannya sebagai senjata bagi tuannya. Namun skill ini sangatlah sulit di pelajari oleh manusia karena ini adalah skill di mana makhluk peliharaan menyerahkan dan mempercayakan hidup dan matinya kepada pemiliknya" jawab raja Erandel tentang skill Tamer miliknya.


"Benar Rui. Skill ini hanya bisa di gunakan oleh orang yang sudah menjalin hubungan dengan peliharaannya dalam kurun waktu yang sangat lama. Hingga mereka benar-benar telah menjadi partner hidup dan mati" jawab Frey.


"Itu skill yang luar biasa" Rui kagum mendengar skill ikatan mereka.

__ADS_1


Lalu mereka membahas rencana pertempuran selanjutnya. Bagaimana cara mereka akan bertahan dari gempuran para Orc yang mendekat.


"Jadi, bagaimana strategi kita besok ?" tanya Rui pada Erandel.


"Kita tidak perlu mengubah taktik kita. Walaupun kekuatan Orc yang tiba-tiba di luar pikiran kita. Namun kita pasti masih bisa menahan serangan mereka seperti sebelumny. Namun para elf yang terluka, akan membantu dari belakang dengan sihir dan panah" perintah Erandel.


"Itu ide yang bagus" jawab Rui.


Namun sebelum beristirahat, Rui memberikan kabar tentang dirinya kepada Aziel melalui burung pembawa pesan. Aziel yang mendengar hal itu menjadi tenang dan bersabar menunggu kedatangan Rui kembali.


Keesokan harinya.


Tidak ada tanda-tanda dari serangan para Orc. Raja erandel dan pilar sedikit kebingungan, namun juga merasa lega. Ketika mereka sudah lengah dan akan kembali ke kamp mereka. Tiba-tiba dari arah gunung api, terdengar suara yang sangat mengerikan.


"Grrrrooooouurr" Suara raungan itu terdengar sangat mengerikan hingga membuat para prajurit elf menggigil ketakutan.


Jumlah pasukan mereka tidak main-main. Walaupun Orc hanya membawa 40 Ribu pasukan. Namun setengah pasukan tersebut adalah para High Orc yang kekuatannya tidak bisa di remehkan. Sedangkan raja naga api membawa pasukan naganya berjumlah 50 ekor naga. Suku warbeat dengan total pasukan 20 ribu warbeast petarung. Lalu seorang iblis yang duduk di atas punggung raja naga api. Iblis itu mengeluarkan aura mencekam bersama para half elf (manusia setengah elf ) di belakangnya.


Semua prajurit elf menggigil ketakutan. Kaki mereka bergetar dan di pikiran mereka hanya ada dua pilihan yaitu menyerah atau mati. Bukan hanya prajurit elf, bahkan para pilar tidak bisa berkedip dan hanya terpenganga melihat pasukan yang mustahil mereka menangkan melihat mental prajurit mereka, raja elf sedikit cemas.


Rui juga merasa sedikit cemas melawan ras yang harusnya ia persatukan. Menebas para iblis tidak membuatnya goyah sedikitpun. Namun bera cerita jika itu adalah warbeast.


"Rui, bagaimana ini ?" Risiyapun terlihat agak ragu menghadapi musuh yang begitu banyak dan mengerikan.


Rui melihat mental para prajurit yang sudah sangat turun. Rasa ketakutan sudah menghantui dan bersarang di hati mereka.


Rui mengeluarkan pedang Rignit miliknya dan mengangkatnya ke udara.

__ADS_1


"Perhatiaaaaaan !!!" teriak Rui yang membuat perhatian semua elf tertuju padanya.


"Hari ini, kita akan bertempur mati-matian. Aku tidak bisa menjamin nyawa kita akan selamat. Namun di sini, aku berdiri bersama kalian untuk membela negri dan tanah air kalian. Jangan mempermalukan para roh nenek moyang kita yang sudah menghadapi situasi yang lebih berat dari ini. Jangan gentar di hadapan musuh kalian, kita bertempur demi melindungi hak dan keluarga kita. Darah dan nyawa kalian, serahkan semuanya demi melindungi perdamaian di negri ini. Huaaaaaaaa" teriak Rui yang membangkitkan semangat para prajurit.


"Huaaaaaaaa" teriakan prajurit elf menggema hingga ke dalam hutan Floryn.


Mata mereka yang sudah pasrah dan kehilangan harapan. Kini terlihat penuh semangat tanpa rasa gentar di hadapan musuh yang begitu banyak dan menakutkan.


"Datanglah ke hadapanku. Indra, Terada" Rui memanggil kedua raja naga miliknya.


Sebuah lingkaran sihir yang memiliki lebar 30 meter tercipta di langit. Lalu dari lingkaran itu keluar sosok naga putih yang auranya menyebarkan hawa dingin di sekitanya. Dengan tanduk yang indah dan sayap besar naga itu berlutut di hadapan Rui. Sedangkan dari lingkaran sihir yang lain. Keluar sosok wanita yang sangat cantik. Dengan rambut biru panjang, tubuh yang langsing di lengkapi dengan tanduk, sayap dan ekor.


Keduanya berlutut di hadapan Rui.


"Kami datang memenuhi panggilanmu tuanku" Kedua naga tersebut memberi salam.


"Baiklah, saatnya kita bertempur" Rui menatap tajam kepada iblis yang berada di punggung naga api.


"Tunggu tuanku. Bala bantuan akan segera tiba" ucap Indra kepada Rui.


Rui sedikit terkejut mendengar hal tersebut. Lalu dari arah selatan, berderu suara langkah pasukan tempur berjalan menuju medan peperangan. Mereka adalah para pasukan manusia yang di pimpin adalah duke Jirnif dengan pasukan berjumlah 30 ribu.


Di angkasa, puluhan naga sedang terbang menuju peperangan di pimpin oleh dua naga hitam dan emas.


Para prajurit elf kembali merinding melihat pasukan tersebut.


"Tenanglah, mereka adalah sekutu kita" teriak Rui yang membuat rasa kebingungan prajurit hilang dan semangat mereka kian membara.

__ADS_1


...Bersambung...!!!...


__ADS_2