Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Epidose 48 Tragedi kekaisaran


__ADS_3

Di ibu kota kekaisaran tengah terjadi kepanikan. Jeritan para warga yang dibantai oleh sebuah pasukan sekte pemuja pahlawan.


Jeritan anak yang kehilangan orang tua mereka, jeritan warga yang kehilangan anggota tubuh mereka serta jeritan orang yang dibunuh terdengar menggema di seluruh ibukota kekaisaran.


"Ayo, bantai mereka, mereka adalah orang - orang kotor yang harus dibasmi, mereka para warga kekaisaran yang memperbudak ras lain serta pendosa yang tidak layak di biarkan hidup" teriak seorang pria yang mengenakan jubah hitam dan pemimpin sekte yang tengah menyerang kekaisaran.


"Hahahaha, ayo mengamuklah para rakyat jelata yang di tindas oleh bangsawan kotor itu, bantai mereka" teriak seorang pemuda yang tengah memegang pedang mirip dengan pedang pahlawan milik Rui namun dengan corak dan sinar yang berbeda.


Lalu para rakyat jelata serta para anggota sekte tersebut menjadi sangat bersemangat mendengar teriakan pemuda tersebut yang mereka yakini adalah pahlawan.


"Kalian dengar itu, pahlawan sudah memerintahkan kita untuk membersihkan noda di kekaisaran ini, kita adalah orang - orang terpilih yang akan menjadi pengikut setia pahlawan. Ayo bantai mereka semua" ucap para rakyat jelata dan para anggota sekte tersebut.


Kaisar yang menyaksikan tragedi tersebut lantas menyuruh para ajudannya untuk segera meminta bantuan kepada kedua Duke yang tersisa. Guardian knight dan para Wizard knight segera di tarik kembali bersama pasukannya dari perbatasan untuk segera menanggulangi bencana tersebut karena pasukan yang di kekaisaran sudah tidak mampu membendung amukan para pemberontak tersebut.


Perlawan sengit terjadi antara pasukan kekaisaran dan para pasukan sekte tersebut. Setelah ke 4 wizard knight tiba di hadapan para sekte tersebut, mereka langsung bersiap menyerang namun di hentikan oleh pria misterius pemimpin sekte tersebut.


"Tunggu, para wizard knight yang terhormat" ucapnya menghentikan langkah para wizard knight dan guardian knight.


"Ada apa para pemberontak? apakah kalian pikir akan kami ampuni setelah melakukan kejahatan seperti ini?"


Pemimpin sekte tersebut tertawa yang membuat para guardian knight dan wizard knight kebingungan.


"Ini aku" ucapnya sambil membuka tudung yang menutup wajahnya.


"Ka_kau, Arlan gustaf, pemimpin dari menara sihir. Jangan - jangan para pengikutmu adalah anggota penyihir dari menara sihir?" ucapnya terkejut mengetahui identitas orang tersebut.


"Hahaha, benar, kami adalah sekte pemuja pahlawan, apakah kau tidak melihat pahlawan yang berdiri di samping kami?" ucapnya dengan menunjuk seorang pemuda yang sedang menunjukkan pedangnya.


"It_itu, bukankah itu pedang suci Rignit?" ucapnya kebingungan.


"Yah, benar, dia adalah pahlawan yang dipilih oleh pedang tersebut dan kau pasti ingat kalau segela perintah pahlawan itu mutlak dan wajib kita patuhi apapun itu. Jadi, mari bergabunglah bersama kami dan hilangkan segala noda dan dosa di kekaisaran yang sudah tercemar ini" ucapnya dengan menyodorkan tangan untuk mengajak para kesatria tersebut.


Para kesatria menjadi kebingungan dengan situasi tersebut. Namun ajudan kaisar dan salah satu wizard knight kerajaan datang untuk memberitahu tentang kebenaran siapa pahlawwn sebenarnya.


"Tunggu, jangan dengarkan dia, pahlawan yang sebenarnya sudah ada dan hadir di tengah - tengah kita, dia bukan pahlawan" ucap perdana mentri yang datang dengan menaiki kuda.


Arlan yang marah dengan ucapan tersebut, langsung menyerang mentri tersebut dengan sihir api namun masih bisa di tahan oleh mentri tersebut.

__ADS_1


"Beraninya kau berbohong pada kami. Apa kau ingin menginjak nama pahlawan hanya karena kau takut dibinasakan?" ucao Arlan.


"Aku tidak berbohong, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, siapa dan bagaimana pedang suci Rignit yang sebenarnya" ucapnya membantah kata - kata Arlan.


"Kalau begitu, siapa orang yang kau maksud?" tanyanya.


Mentri langsung terdiam mendengar pertanyaan tersebut. Dia ragu jika dia mengatakan siapa orang itu, para prajurit dan orang - orang yang mendengarnya akan marah karena merasa dibohongi olehnya.


"Kalian mungkin tidak percaya, namun pahlawan yang sebenarnya adalah Ru..."


Sebelum dia menyelesaikan ucapannya, Rui sudah tiba di depan orang - orang itu.


"Pa_pa_pahlawan sudah tiba" teriak mentri yang melihat kedatangan Rui.


.


.


.


.


Rui yang tengah asik bercanda dengan Aziel tiba - tiba mendapat pesan darurat oleh pasukan bayangan yang sedang bersama kaisar.


"Rui, Rui, apakah kau mendengarku?" tanya kaisar panik.


"Tenanglah, dan katakan ada apa Kaisar" ucap Rui membalas pesan tersebut.


"Syukurlah terhubung, Kau sebaiknya segera kembali kekaisaran. Keadaan di ibukota saat ini sedang genting, ada serangan dari sebuah sekte yang mengaku sebagai pasukan pahlawan dan membantai para bangsawan dan penduduk ibu kota, aku mohon segeralah kemari kami butuh bantuanmu" ucap kaisar.


"Baiklah aku akan segera kembali, lalu dimana Ririna dan Kakakku?" tanya Rui.


"Aku mencoba menghentikan mereka namun karena mendengar teriakan dari para korban, mereka tidak mengindahkan ucapanku dan terjun ke medan pertempuran untuk menyelamatkan penduduk, namun pasukan saat ini sedang kewalahan dan aku juga khawatir dengan mereka. Jadi segeralah kemari" ucapn Kaisar panik.


Rui yang mendengar hal itu menjadi pucat karena khawatir dengan keselamatan Ririna dan kakaknya. Aziel yang melihat Rui panik menjadi ikut khawatir.


"Aku harus segera kembali sekarang" ucap Rui.

__ADS_1


"Kalau begitu aku ikut denganmu" sambut Aziel.


Mendengar hal itu tentu saja Rui tidak menyetujuinya karena dia akan pergi ke medan berbahaya.


"Tidak, ku mohon padamu untuk tetap disini, aku akan mengirimkan pesan padamu saat situasi disana sudah aman. Jadi aku mohon mengertilah"


Melihat Rui yang berbicara dengan begitu serius, Aziel menjadi tidak bisa membalas ucapnnya selain mengangguk saja.


"Terima kasih Aziel, aku pasti akan kembali padamu" ucap Ruk sambil mencium kening Aziel.


"Aku mohon berhati - hatilah, aku tidak ingin kehilangan dirimu untuk kedua kalinya" ucap Aziel.


"Tentu saja, percayalah padaku"


Lalu Rui segera melesat ke arah ibukota kekaisaran. Ketika masih berada di atas langit, dia melihat begitu banyak kerusakan dan kekacauan yang terjadi dimana - mana. Rui melihat para wizard knight sedang berkumpul dan segera terjun di hadapan mereka.


"Akhirnya tuan pahlawan sudah tiba" ucap mentri yang terharu melihat kedatangan Rui.


"Bagaimana situasinya" tanya Rui spontan.


Setelah mendengar segala tentang situasi kekaisaran serta siapa orang - orang yang menyerang, Rui langsung mengerti dan menyuruh perdana mentri menjauh dari tempat itu.


"Aku sudah mengerti situasinya, kembalilah jika kau tidak ingin terluka" ucap Rui.


"Baiklah sesuai perintahmu" ucapnya.


Namun sebelum dia beranjak pergi, langkahnya dihentikan oleh tawa dari Arlan yang menyaksikan sosok yang disebut pahlawan ternyata adalah anak yang terkenal dengan julukannya sebagai aib bangsawan.


"Hahahhaha, apa kau bergurau sharman" ucapnya menyebut nama mentri tersebut.


"Apa maksudmu?" tanya mentri itu bingung.


"Anak ini yang kau sebut pahlawan?. Hahahahah, apakah kau gila karena ketakutan akan kematian yang akan segera menghampirimu" ucapnya dengan tawa keras mengejek Rui.


Mendengar hal itu, perdana mentri yang dulunya ingin memperalat Rui karena memilki frost dragon kini menjadi sangat murka mendengar Rui yang di ejek oleh Arlan.


"Tutup mulutmu, atau aku akan mengorbankan nyawaku untuk mencabut lidahmu" ucapnya dengan muka yang begitu marah.

__ADS_1


Para prajurit dan orang - orang yang disana tak terkeculi Arslan merinding mendengar ucapan mentri tersebut.


...Bersambung..........!!!!!!...


__ADS_2