
Setelah berpamitan dan mendapatkan izin dari orang tuanya, Rui bersama teman dan kakaknya akhirnya melanjutkan perjalanannya untuk mengantar para elf dan warbeast menggunakan kereta kuda.
Di dalam kereta Aziel terus saja merangkul tangan Rui yang membuat Ririna dan Risiya tidak nyaman. Rui sebenarnya tidak nyaman dengan tatapan - tatapan dari mereka.
"Aziel, bukannya kau terlalu dekat dengan Rui" ucap Ririna kesal.
"Iya Rui, tidak biasanya kau lemah terhadap wanita" ucap Karin penasaran.
Rui tidak tahu harus menjawab apa, Rui sebenarnya juga tidak nyaman di perhatikan seperti itu, namun dia tidak tega untuk menyusuh Aziel menjauh.
Namun Aziel yang mendengar itu sedikit tersinggung.
"Kalian mengomentari hubunganku kedekatan kami?, dan maaf Karin kau terdengar seolah - olah kau lebih mengenal Rui di bandingkan diriku, begitu maksudmu?"
Ucapan Aziel membuat Karin semakin bingung, kenapa Aziel mengatakan kalau dia lebih lama bersama Rui ketimbang dirinya.
"Aziel, sepertinya kau terlalu berlebihan" ucap Rui.
Aziel cemberut dengan ucapan Rui.
"Kenapa?, apakah salah jika kau mengatakan itu. Apakah kau sekarang berani memarahiku?" ucap Aziel.
"Ahh, ya maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk memarahimu" ucap Rui spontan.
Hal itu membuat Karin dan teman - temannya semakin di buat terkejut, Rui yang sejatinya dingin dan tidak terlalu memikirkan perasaan orang lain, benar - benar takluk pada wanita tersebut.
"Sungguh ada apa ini Rui, aku Kakakmu, namun dia berkata kalau dia lebih mengenalmu dari pada aku yang keluargamu" tanya Karin penasaran.
Rui berfikir lama sebelum menjawab pertanyaan dari Karin. Ia masih belum siap memberitahukan dirinya yang punya kehidupan lain sebelum menjadi Rui.
__ADS_1
"Maafkan aku kak, aku belum bisa menjawab semua pertanyaanmu. Namun tentang Risiya, dia adalah wanita yang benar - benar berarti dalam hidupku, aku juga punya hutang budi dan dosa padanya yang tidak akan bisa aku tebus seumur hidupku. Lalu, dialah satu - satunya orang yang pernah menjadi tujuan hidupku dan sangat aku cintai" ucap Rui.
Mendengar hal itu, Karin sangat syok mengetahui siapa wanita itu di hadapan Rui. Sedangkan Ririna sedikit menangis dan Risiya termenung. Melihat hal itu, Aziel menjadi sedikit kesal karena melihat mereka bersedih.
"Cih, ada apa dengan kalian. Kenapa mempermasalahkah hubungan kami sampai seperti itu. Apa kalian bisa membayangkan kalau orang yang sangat kalian cintai harus berbagi dengan orang lain" ucap Aziel kesal.
"Kami berdua memang saling mencintai dan kalian adalah orang baru di antara kami. Namun aku tidak akan mengambil Rui untuk diriku sendiri. Jadi jika kalian mencintai Rui, cobalah berusaha untuk membuatnya bahagia bersamaku" ucap Aziel tersenyum.
Rui yang mendengar ucapan Aziel merasa sangat lega. Dia sudah tau kalau Aziel orang yang lapang dada dan sangat memikirkan orang lain.
"Terima kasih Aziel" ucap Rui tersenyum.
"Yaah, asal aku bisa bersamamu itu sudah lebih dari cukup untukku" balas Aziel.
Ririna dan Risiya sangat senang mendengar hal itu dan berhenti cemberut.
"Jadi, alasanmu tidak ingin mendekati wanita selama ini bukan karena Elia, namun karena gadis ini?" tanya Karin.
Ketiga gadis itu terdiam, sedangkan Aziel hanya terseyum mendengar ucapan Rui.
"Jadi maaf, aku saat ini hingga akhir nanti sangat mencintai Aziel. Jadi maaf, jika kalian ingin bersamaku seorang diri, aku tidak bisa" ucap Rui menunduk.
Mendegar hal itu Ririna dan Risiya terkejut.
"Jadi, walaupun kau telah bersama Aziel, kau juga akan menerimaku di sampingmu?" tanya Ririna.
"Bagaimana denganku" tanya Risiya malu - malu.
Rui sedikit terkejut mendengar jawaban dan perubahan suasana hati kedua gadis itu.
__ADS_1
"Ya, tentu. Jika kalian ingin terus bersamaku maka teruslah bersamaku. Karena aku juga ingin selalu bersama kalian" balas Rui.
Mendengar itu Ririna dan Risiya sangat lega.
"Syukurlaaah, aku pikir kau hanya akan mencintai Aziel seorang. Sebelum aku mengetahui Aziel, Aku juga sudah memperkirakan kalau kau akan memilih Risiya dan aku, jadi aku tidak mempermasalahkan itu. Walaupun aku sedikit terkejut kalau bukan aku yang pertama. Juga karena kita semua adalah teman, maka, bisa bersama selamanya bukankah terdengar sangat menyenangkan" ucap Ririna.
Aziel dan Risiya mengangguk, Karin hanya tersenyum melihat keceriaan di wajah Ririna dan Risiya kembali seperti semula. Karena dari kemarin mereka berdua terlihat begitu gelisah karena kedekatan Aziel dan Rui.
Setelah melakukan perjalanan selama 3 hari penuh. Akhirnya Rui sampai di perbatasan wilayah kekaisaran dan hutan larangan yang di penuhi monster berbahaya. Ketika memasuki hutan mereka setiap hari di serang oleh gerombolan monster.
Monster seperti Orc, Lizardman dan goblin sudah tidak terlihat di hutan tersebut. Padahal hutan larangan adalah habitat mereka dan luas hutan itu dua kali lebih besar dari wilayah kekaisaran. Hanya monster - monster yang tidak memilki akal yang tersisa seperti blood wolf, Troll dan binatang besar lain.
Perjalanan yang mereka lalui tidak terlalu merepotkan karena para monster yang merepotkan itu tidak ada. Bahkan Risiya seorang diri bisa mengatasi mereka. Karin dan Ririna yang melihat kemampuan unik milik Risiya yang luar biasa begitu terpukau. Risiya lebih percaya diri walaupun berubah ke bentuk warbeast di depan temen - temannya.
"Risiya, kemampuanmu sangat luar biasa. Kau bahkan bisa bersaing dengan penyihir tingkat atas di kekaisaran. Apakah kau seorang warbeast?" tanya Karin.
"Ahhh, maaf tidak memberitahukannya sebelumnya, aku setengah manusia dan setengah warbeast. Ibu dan ayahku seorang manusia, namun entah mengapa darah dari leluhurku yang seorang warbeast mengalir dalam diriku" jawabnya malu - malu.
"Jadi bentuk asliku manusia, namun aku bisa bertransformasi ke bentuk warbeast dan ke bentuk buasnya yg lebih tinggi" jawab Risiya.
Lalu Karin dan Ririna yang melihat Risiya masih dalam bentuk warbeastnya tiba - tiba memeluk Risiya. Risiya sangat terkejut dan sedikit panik.
"Tu_tunggu, ada apa dengan kalian?" tanya Risiya kaget.
"Wahhh, imutnya, telinga dan ekormu terlihat sangat lucu, kau terlihat sangat menggemaskan" ucap Karin dan Ririna yang memeluk Risiya.
"Tu_tunggu, jangan sentuh itu, khyaaah" ucap Risiya yang merasakan geli di telinga dan ekornya yang di pegang oleh mereka berdua.
Rui dan Aziel hanya terseyum melihat tingkah mereka bertiga. Bahkan dia hanya bisa pasrah ketika Risiya meminta tolong kepada dirinya untuk menghentikan Karin dan Ririna. Begitulah perjalan mereka hingga keluar dari hutan larangan dan sampai ke gunung es, wilayah kekuasaan Frost dragon Indra.
__ADS_1
...Bersambung...!!!...