
Rui begitu terkejut mengtahui kalau naga di depannya adalah naga betina. Juga dengan penampilannya yang sangat terbuka. Apabila Aziel dan yang lainnya yang sedang beristirahat di ruangan lain melihat itu dia pasti akan di maki habis - habisan.
"Baikalah Terada. Untuk saat ini bukankah sebaiknya kau memakai sesuatu untuk menutupi sebagian tubuhmu. Terlapas dari kau yang seekor naga, wujudmu yang sekarang tidak lebih dari seorang gadis yang telanjang" ucap Rui menutup matanya karena merasa malu dan terlihat wajahnya memerah.
Mendengar hal itu Terada juga ikut merasa malu, dia akhirnya sadar kalau wujud barunya sebagai manusia dan naga begitu berbeda. Naga di lapisi sisik di tubuhnya dan tidak akan ada yang namanya telanjang dalam hidup naga, namun manusia tidak seperti itu. Begitu melihat tuannya malu - malu, Terada akhirnya juga merasakan hal yang sama.
"Ma_maafkan aku tuan, sungguh maafkan aku" ucap Terada yang langsung menyembunyikan tubuhnya oleh sayap di belakangnya".
Armor di tubuhnya hanya menempel di lengan, kaki dan punggungnya, membuat bagian depannya tidak tertutup sehelai benangpun.
"Iya, iya kau tidak perlu meminta maaf. Pokoknya untuk sekarang, mohon pakailah sesuatu untuk menutupi tubuhmu" ucap Rui yang belum berani membuka matanya.
Lalu ia mengingat pakaian para wanita yang datang bersama Rui. Lalu ia mencabut sehelai rambut di kepalanya dan ketika ia mendekatkannya di tubuhnya. Asap biru membungkus mengelilingi tubuhnya dan ketika asap itu lenyap, pakian sudah terpakai di tubuhnya Terada.
"Sudah tuanku, maaf membuatmu menunggu" ucap Terada.
Rui yang mendengar itu menjadi sedikit lega dan membuka matanya dan melihat kalau pakaian yang di gunakan Terada sangat mirip dengan pakaian yang di pakai Aziel.
"Sihir yang sangat berguna"ucap Rui.
"Terada dan juga Indra"
"Iya tuanku" balas mereka berdua.
"Aku akan menitipkan Ririna dan Risiya kepada kalian, aku memerintahkan kalian untuk mengajarinya tentang sihir spesial para naga untuk membantunya meningkatkan kekuatan mereka" ucap Rui.
"Sesuai perintahmu tuanku" jawab mereka berdua.
"Lalu dengan perintahku sebelumnya untuk menaklukan para raja naga yang tersisa, tetap tidak berubah"
__ADS_1
"Di mengerti, tuanku" jawab mereka dengan penuh keyakinan.
"Terada, bagaimana dengan dirimu yang sekrang. Apakah kau merasa mampu mengemban tugas tersebut?" tanya Rui.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan tuanku. Aku bahkan tidak bisa membayangkan aku akan kalah oleh mereka" jawabnya begitu yakin.
"Baiklah kalau begitu, aku akan kembali melanjutkan perjalananku keesokan paginya untuk mengantar para elf dan warbeast. Namun apakah kalian merasakan aura yang yang aneh pada diri gadis yang bersamaku?" tanya Rui.
Mendengar hal itu, kedua naga tersebut akhirnya mengungkapkannya bahwa apa yang Rui rasakan juga mereka merasakan hal yang sama. Namun mereka tidak berani mengungkapkannya karena takut menyinggung tuan mereka.
"Ahhh, aku juga merasakannya tuanku. Aura itu dari gadis setengah warbeast yang bersama anda tuan" jawab Terada.
"Aku juga merasakannya. Seolah - olah, ada makhluk lain yang ada di tubuh gadis itu dan selalu memberikan isyarat untuk menjauh dari gadis itu. Aku juga kurang mengerti namun aku bisa mengatakan dengan pasti kalau makhluk itu bukan berasal dari zaman ini, bahkan aku yakin dia telah ada sebelum perang kuno di masa lalu terjadi" jawab Indra yang benar - benar tidak mengetahui tentang apa yang bersemayam di tubuh Risiya.
Rui berfikir keras tentang masalah itu.
"Makhluk yang lebih tua dari era perang kuno ya" gumam Rui.
"Sepertinya anda sangat menyayangi mereka tuanku" ucap Terada tersenyum.
"Tentu saja. Mereka teman - temanku yang berharga. begitu pula dengan kalian berdua. Aku tidak akan berfikir dua kali untuk menolong kalian jika dalam bahaya walaupun itu membahayakan nyawaku" ucap Rui tersenyum.
"Terima kasih tuan, atas apa yang tuan katakan" ucap Terada dan Indra tersenyum.
Lalu Rui kembali ke ruangan tempat teman - temannya menunggu. Rui melihat - lihat tentang para naga dan keadaan di kuil itu.
Rui melihat kalau anak - anak naga di sana sangat menggemaskan, bahkan Karin dan teman - temannya sangat ingin memeluk mereka karena terpikat dengan ke imutan bayi naga tersebut. Hal itu membuat ibu - ibu naga terlihat senang karena manusia seperti mereka sangat baik kepada anak mereka.
Jumlah naga di tempat itu sekitar 30 ekor bersama anak - anak mereka. Dengan 9 naga dewasa jantan dan 14 naga betina. Sisanya adalah bayi - bayi naga.
__ADS_1
"Bagaimana jika aku menamai mereka semua. Apakah aku harus mengikat kontrak dengan mereka?" tanya Rui.
"Hal itu bisa di lakukan tanpa harus mengikat kontrak terlebih dahulu. Kami adalah makhluk yang jiwanya saling terikat satu sama lain. Jika pemimpinnya terikat kontak, maka mereka juga akan mengabdi pada tuan dari raja mereka" ucap Indra.
"Namun jika tuan menamai mereka semua, pasti tubuh anda akan sangat terbebani. Jadi tuntaskan saja misi anda terlebih dahulu tuanku" ucap Terada.
Rui menyetujui yang di katakan Terada.
Ketika malam sudah tiba, Rui di jamu dengan berbagai makanan dari para naga. Seperti daging dari berbagai hewan yang belum pernah Rui rasakan.
Saat perjamuan itu, kedua anak naga kembar mendekat dan mengelus tubuh Rui dengan kepalanya. Ternyata, anak - anak dari naga tersebut adalah anak langsung dari Frost dragon. Bayi naga itu sangat berbeda dengan naga yang lain, dengan tanduk yang indah dan tanduk di atas hidung yang hanya di miliki mereka berdua.
Melihat hal itu, frost dragon sedikit khawatir dengan prilaku anak - anaknya.
"Hei kalian berdua, jangan bertindak tidak sopan kepada tuan kalian" ucap Indra memarahi anak mereka.
Naga - naga itu terlihat murung, hal itu membuat Rui tidak enak hati.
"Tidak apa - apa Indra, aku juga senang mereka menunjukkan keramahan mereka padaku" jawab Rui.
"Kalau tuan berbicara begitu, baiklah" ucap Indra.
Mendengar hal itu, kedua naga kembar itu tersenyum kembali dan mengelus tubuh Rui. Bahkan duduk di atas pangkuan Rui. Indra hanya was - was melihat prilaku anaknya yang bisa membuat Rui kerepotan.
"Namun, kenapa mereka bisa mengerti kata - katamu?. Bukankah naga tahap awal tidak bisa melakukan itu?" tanya Rui heran.
"Benar tuanku, anak naga dan naga biasa hanya mengerti bahasa naga. Namun kedua anak itu berbeda. Mereka termasuk kategori langka yang hanya bisa ada sekali selama seribu tahun dan perkembangan mereka tidak terbatas umur mereka. Semakin bertambahnya kekuatan mereka, semakin cepat mereka dewasa" jawabnya bangga.
Melihat Rui yang sangat di sukai kedua naga itu. Karin dan teman - temannya merasa iri dan ingin memeluk naga itu namun anak - anak naga tersebut selalu mendesis ketika akan di sentuh oleh mereka.
__ADS_1
"Eeeeehh, kenapa naga ini pilih kasih" ucap Karin yang cemburu pada Rui.
...Bersambung...!!!...