Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 94 "Kabar buruk"


__ADS_3

Karin dan Ririna bersama kedua naga kembar menunggu di pintu masuk istana frost dragon bersama kedua naga kembar. Indra dan Terada yang kembali dengan raut wajah putus asa menimbulkan kekhawatiran di wajah mereka berdua.


"Selamat datang kembali guru" sambut Karin kepada Terada.


Selamat datang kembali buatmu juga guru" ucap Ririna kepada Indra dan naga cahaya.


Mereka masih saja diam dengan tatapan kosong. Hal itu semakin membuat mereka berdua penasaran.


"Mengapa wajahmu kelihatan murung guru ?! Apakah terjadi sesuatu saat adikku memanggil kalian berdua ?!" Karin mulai menunjukkan rasa khawatirnya.


Terada dan Indra masih diam karena merasa ragu untuk memberikan kabar mengenai Rui yang saat ini tengah terluka parah. Melihat hal itu, naga cahaya memberanikan diri untuk menggantikan mereka berdua menjawab pertanyaan dari kedua gadis itu.


"Aku akan menjawab pertanyaan kalian, tapi kalian harus tetap tenang, dan kendalikan emosi kalian, mengerti ?!"


Mendengar hal itu, Ririna dan Karin semakin penasaran dan was-was perihal apa yang di alami Rui dan Risiya di sana. Indra dan Terada semakin menunduk dengan wajah kesal.


"Tanpa mengurangi rasa hormatku, sebaiknya beritahukan dengan jelas tanpa berbelit-belit perihal apa yang terjadi pada adikku dan sahabat-sahabatku !!" Karin mulai terlihat marah.


Melihat hal itu naga cahaya akhirnya memantapkan hatinya untuk memberitahukan kebenarannya.

__ADS_1


"Baiklah... dengarkan baik-baik. Adikmu, Rui sang pahlawan dan juga calon masterku, terkena serangan telak dari salah satu raja iblis yang kekuatannya belum bisa di perkirakan hingga saat ini dan saat ini dirinya tengah terluka parah !!" Jawab naga cahaya tanpa keraguan sedikitpun.


Mendengar hal tersebut Karin dan Ririna terdiam. Lalu tanpa sadar mereka Karin ambruk dan duduk di lantai dengan wajah kosong dan kakinya yang gemetaran tidak mampu menopang tubuhnya, saking terkejutnya mendengar tentang Rui.


Ririna langsung berlari tanpa henti dan berniat mencari Rui di kerajaan Elf setelah mendengar hal tersebut. Indra langsung menghadangnya dan memegang tangannya.


Ririna tanpa menoleh sedikitpun memerintahkan Indra untuk segera melepaskannya dan jangan mencoba-coba untuk menghalangi kepergiannya dengan nada yang sangat marah.


"Lepaskan...!!!" Ririna terdengar sangat marah.


Indra masih saja diam tidak menjawab apapun namun tidak melepaskan pegangan tangannya.


Indra terlihat sangat kasihan terhadap gadis itu, dia sangat mengerti bagaimana perasaan gadis itu kepada Rui karena dia juga merasakan hal yang sama.


"Tunggu Ririna... apa kau lupa janjimu dengan Rui untuk menyelesaikan pelatihanmu ?!" Terada bertanya kepada Ririna.


Namun hal tersebut semakin membuat Ririna terlihat marah.


"Tunggu... ?! Kau menyuruhku hanya diam menunggu ketika aku mendengar orang yang paling aku cintai sedang terbaring tak berdaya di tempat yang asing bagi dirinya ?!" Teriak Ririna dengan sangat marah.

__ADS_1


Terada terdiam mendengar pertanyaan Ririna. Melihat wajah Ririna yang di selimuti amarah membuat dirinya tidak tau harus menjelaskan dengan cara apa lagi agar dirinya bisa membuat gadis itu tenang.


Naga hitam bernama kuromi mendekat dan menempel kepada Ririna untuk mencegah Ririna pergi. Melihat naga hitam yang saat ini menghentikannya dengan wajah yang sangat sedih membuatnya kembali sedikit tenang. Dia juga mengerti bagaimana perasaan naga itu ketika mengetahui Rui yang saat ini terluka parah namun tetap bisa menahan diri untuk pergi.


"Khuaaaaa.... huaaaaaa..." Ririna menangis dengan sangat keras.


Melihat betapa pilunya tangisan Ririna, membuat Karin dan seluruh naga di sana ikut menangis.


Ririna terus menangis hingga Karin mendekatinya dan memeluknya


"Sudah... sudah... aku tahu bagaimana perasaanmu. Akupun saat ini benar-benar ingin pergi ke tempat adikku. Namun apakah kau melupakan janjimu ketika berpisah dengannya ?! Dia adikku, aku tahu bagaimana dirinya dan dia pasti bisa melewati hal ini. Di bandingkan dengan penderitaannya dahulu, lukanya sekarang bukanlah apa-apa bagi dirinya" ucap Karin dengan lembut kepada Ririna.


Mendengar hal itu, tangisan Ririna beransur-ansur berhenti. Dia mengingat kembali janjinya kepada Rui bahwa dia akan menjadi orang yang bisa bersanding dengannya di masa depan saat mereka bertemu kembali.


"Kau benar... maafkan aku. Aku hanya tidak mampu mengontrol emosiku" Ririna membalas pelukan Karin.


"Aku juga yakin, Risiya dan Aziel pasti akan melakukan yang terbaik untuk membantu Rui sehat kembali" Ucap Ririna yang kembali tersenyum.


Melihat ketegaran kedua gadis itu, Terada dan Indra terharu dan semakin bersemangat untuk mengajari mereka sihir yang belum pernah di capai oleh manusia di benua itu.

__ADS_1


...Bersambung...!!!...


__ADS_2