Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
Episode 58 Siapa yang dulu kalian hina


__ADS_3

Para murid yang bersorak atas kemenangan Rui tiba - tiba terdiam melihat pedang yang di pegang oleh Rui.


"Tuan pahlawan" ucap salah satu profesor yang mendekat dan langsung berlutut.


Para murid yang menyaksikan hal tersebut langsung ikut berlutut bersama. Rui memandang mereka dengan seksama. Dalam pikirannya teringat bagaimana dahulu dia di pandang oleh mereka. Bagaimana ucapan cacian dan umpatan yang dulu ia terima.


Para siswa dan profesor masih menunggu perintah lebih lanjut dari sang pahlawan Rui. Dalam hati dan jiwa mereka tertanam rasa takut dan cemas jikalau Rui, sosok paling disegani dan di hormati mengingat segala rasa benci yang pernah mereka tujukan pada dirinya.


Bahkan Elia tidak berani mengangkat kepalanya. Kalau dia tidak tahu bahwa Rui seorang pahlawan pasti dia akan dengan senang hati meminta maaf atas segala perbuatan dan tutur katanya dahulu. Namun setelah mengetahui Rui seorang pahlawan, dia bahkan merasa malu dan merasa tidak pantas untuk di maafkan.


Namun Rui berkata :


"Angkat kepala kalian" ucapnya tegas sambil menyembuhkan luka - luka di tubuhnya.


Mereka serentak mengangkat kepalanya.


"Pisahkan semua murid yang sudah meminum darah dari Vampire itu. Seharusnya efek darah tersebut belum menyatu dengan tubuh mereka karena baru meminum darahnya" perintah Rui


"Namun Eizan sudah aku lenyapkan karena sudah sepenuhnya berubah menjadi iblis karena dia sepertinya sudah lama meminum darah tersebut" ucap Rui.


Lalu tiba - tiba seorang profesor mengangkat kepalanya dan berkata.

__ADS_1


"Dengan segala hormat tuan pahlawan, maafkan jika saya lancang, namun saya melihat ada dua siswa yang dari awal membawa iblis itu ke akademi ini, dan saya yakin bahwa wanita itu juga sudah meminum darah itu dalam waktu yang lama. Jadi bukankah akan berbaghaya jika membiarkannya berkeliaran?" ucap salah satu profesor yang dulunya menjadi wali kelas Rui.


Namun Risiya tiba - tiba ikut berbicara untuk menjawab pertanyaan profesor itu.


"Kalau yang anda maksud adalah Sela. Anda tidak perlu khawatir karena saya sudah membereskannya" ucap Risiya santai.


Semua orang disana terkejut mendengar hal itu karena Eizan yang sudah menguasai kemampuan darah iblis mampu membunuh puluhan profesor sendirian. Mengetahui bahwa Risiya mampu menaklukan monster tersebut membuat mereka benar - benar tercengang.


Bahkan Ririna dan Karin sampai kagum dibuatnya.


Lalu Rui memberi perintah lagi.


"Siap kami akan datang sesuai perintah anda" ucap .ereka serentak.


Lalu Frost dragon datang ke hadapan Rui.


"Tuanku, luka - luka anda?" ucapnya terkejut melihat luka Rui yang belum sembuh sepenuhnya.


"Tidak apa - apa Indra. Kalau begitu, antarkan kami ke istana kekaisaran. Aku benar - benar sudah tidak bisa menggunakan mana sama sekali" ucap Rui.


"Dengan senang hati tuanku" ucap Indra.

__ADS_1


Lalu Indra berubah kembali ke mode naga raksasanya dan langsung mengantar Rui , Karin Risiya dan Ririna ke istana kekaisaran.


Namun di perjalanan, Rui pingsan di pangkuan Karin karena sangat kelelahan akibat pertempuran melawan Dracule.


"Kau sudah berjuang keras adikku" ucap Karin dan mengecup kening Rui.


Lalu mereka akhirnya sampai di depan gerbang istana. Para prajurit dan warga kekaisaran kini tidak takut dan malah merasa kagum dan takjub kepada Frost dragon karena mereka sudah mengetahui bahwa dia adalah milik pahlawan mereka.


Mengetahui bahwa pahlawan mereka tiba dan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Para Wizard knight dan guardian knight langsung menyambut Rui dan membawa tubuhnya ke istana untuk segera di rawat.


Lalu Frost dragon menitipkan salam untuk tuannya kepada Karin dan pamit undur diri dari tempat itu.


Kaisar langsug menghubungi seluruh keluarga Rui termasuk ayahnya untuk segera menuju istana kekaisaran. Karena seperi yang Rui katakan, akan ada pengumuman penting yang akan mengubah seluruh aturan kekaisaran ke depannya.


Rui masih terbaring di tempat tidurnya dalam keadaan penuh luka. Kaisar memanggil tabib - tabib terbaik di kekaisaran untuk merawat luka - luka Rui 24 jam penuh tanpa meninggalkannya sedetikpun. Ruangan Rui sangat di jaga dengan ketat demi proses penyembuhannya dan tidak membiarkan siapapun masuk kesana bahkan keluarganya sekalipun.


Dalam tidurnya, Rui melihat beberapa sosok makhluk iblis yang sangat kuat. Dia menyaksikan pertarungan penuh darah dari para pahlawan sebelumnya.


Dia menyaksikan bagaimana kekuatan para jendral iblis yang sangat ditakuti para Ras. Lalu dia melihat sosok makhluk yang seperti sosok manusia namun dia tidak bisa melihat bagaimana wajahnya karena tertutup kabut. Ketika orang itu menatap wajah Rui, Rui kaget dan langsung terbangun dari tidurnya.


...Bersambung.....!!!!!...

__ADS_1


__ADS_2