Lahirnya Pahlawan Sejati

Lahirnya Pahlawan Sejati
episode 31 Pasukan penumpas


__ADS_3

Kami pulang dengan kereta yang disewakan oleh keluaganya Ririna. Ditengah perjalanan , kami akhirnya sampai di tempat aku meninggalkan kakakku bertarung melawan monster. Lalu terlintas di pikiranku bahwa aku belum menanyakan bagaiman kejadian kakak bisa terluka.


" Ohh, bukannya disini lokasi kakak bertarung dengan monster.? " Tanyaku sambil melihat ke arah lokasi itu.


" Ahh, iya benar , disinilah lokasi tempat kita berpisah " Ucap Karin kepadaku.


" Jadi bagaimna kakak bisa terluka seperti itu, bukannya yang kakak hadang itu, beberapa Orc dan Serigala Hitam, tapi luka yang di tubuh kakak sangat berbeda dengan luka yang disebabkan makhluk itu " Tanyaku dengan ekspresi bingung.


" Iya, kau benar , tak lama setelah kau meninggalkan tempat ini, aku bertarung dengan Monter - Monster itu tanpa masalah "


" Namun, ketika pertempuran hampir aku selesaikan entah dari mana datangnya seorang Beastman tipe Harimau tiba - tiba menyerangku dari belakang "


" Namun aku berhasil menghindar dari luka fatal. Aku mencoba menanyakan maksud dan tujuannya namun dia hanya mengatakan kalau aku menghalangi rencananya dan langsung menyerangku kembali"


" Setelah bertarung cukup lama, aku berhasil memojokkannya "


" Namun semuanya berubah ketika dia berubah menjadi bentuk buasnya. Ketika dia menyerang, aku merasa sudah menghindari serangannya namun tubuhku sudah tertebas oleh sesuatu yang tidak aku lihat " Ucapnya.


" Ketika aku di ambang batas kesadaranku, aku melihat seorang gadis dengan telinga runcing yang indah "


" Namun ketika membuka mataku, aku sudah berada di kasur kediamannya Ririna, aku benar - benar bingung dengan situasi itu " Begitulah keterangan dari kakakku.


Mendengar ceritanya, sepertinya ada Beastman yang merencanakan penyerangan monster - monster itu dan sialnya kakakku bertemu salah satu dari mereka. Namun aku juga bingung apakah gadis dengan telinga Runcing itu seorang Elf atau Beast dan kenapa dia menolong gadis manusia yang sangat mereka benci.


" Apakah ada Beastman yang bergabung dengan klan Iblis, Karena Frost Dragon menceritakan kalau Iblislah yang memburu para monster dan berencana menebar ketakutan pada Manusia " Fikirku dalam hati.


" Namun siapa yang menolong Kakakku, tidak mungkin Beastman ataupun Elf yang sangat membenci manusia mau menyelamatkan kakakku ".


" Yah, syukurlah kakak bisa selamat, aku tidak tau lagi aku akan melakukan apa jika sampai kakak terbunuh " ucapku dengan senyuman.


" Namun, jika kakak sampai meregang nyawa di tangan mereka, aku bersumpah akan melenyapkan Ras mereka hingga habis tak tersisa " ucapku dengan ekspresi marah.


Namun aku kembali tenang karna Karin memukul kepalaku.


" Hadeeeeh, jangan mengatakan sesuatu yang mengerikan begitu Rui " ucap Karin.

__ADS_1


" Ahahaha maaf maaf, tapi aku serius, maka dari itu, tolong jangan sampai melakukan hal berbahaya seperti kemarin " ujarku dengan senyuman ke kakakku.


" Eheeem, jadi, bagaimana jika ternyata aku yang jadi korbannya " ucap ririna ikut dalam percakapan kami.


" Tentu saja , aku akan menangisi kepergianmu"


" Ehhhh, cuma nangis? bagaimana dengan dendamku ? " ucapnya cemberut.


" Hahahaha, Ririna, Rui hanya bercanda, dia kan orangnya pemalu dan tidak bisa jujur pada perasaannya, jadi maklumilah " ujarnya sambil tersenyum ke Ririna.


" Iya, aku juga sudah sangat paham dengan sifat si Tsundere keras kepala ini, aku hanya ingin sedikit menggodanya " ucapnya mengejekku.


" Ap_apa yang kau katakan bodoh, aku tidak Tsundere atau apapun itu, tidak pernah "


" Haaah, sikapmu yang begitu yang jelas - jelas tsundere Rui " Jawab Karin yang membuat mereka tertawa hingga mengeluarkan air mata.


Aku menjadi bahan tertawaan mereka berdua dalam perjalanan ke Akademi.


Pada saat sampai di Akademi, aku bingung melihat dua Wizard Knight datang ke Akademi. Aku pikir mereka cuma di tugaskan sebagai penjaga keamanan Akademi perihal monster yang menyerang 3 hari yang lalu. Namun pada pagi hari berikutnya kami di kumpulkan di Aula Akademi karna ada pemberitahuan penting.


Kata salah satu Wizard Knight dengan tatapan serius.


" 3 hari yang lalu Duke sudah menerima kabar tentang para Iblis yang kembali menyerang "


" Karna itu, kami ditugaskan untuk membentuk pasukan khusus dari siswa siswi terbaik di Akademi Timur dan Barat untuk menjadi Tim Penumpas bahaya yang akan datang "


" Kami akan merekrut 5 orang terbaik untuk menjadi pemimpin setiap Skuad "


" Perlu kalian ketahui bahwa, setiap pemimpin skuad memilki otoritas yang setara dengan Wizard Knight Kekaisaran "


Mendengar hal itu, mereka bersorak gembira dan berbondong - bondong ikut seleksi untuk menjadi pemimpin Pasukan Khusus. Setiap pemimpin juga diberikan hak untuk memilih anggota mereka sendiri.


Namun ketika aku ikut bersama para kandidat berbaris di tengah Arena Seleksi, Profesor tahun ke 3 datang dengan raut wajah kesal padaku.


" Rui Aubert, kau pikir apa yang kau lakukan " ucap salah satu Profesor sambil berdiri mendekatiku.

__ADS_1


" Apa, tentu saja untuk ikut seleksi, bukannya kami semua memilki hak yang sama untuk memimpin "


Mukanya memerah dan terlihat sangat kesal.


" Ketahui posisimu, yang dicari adalah anak - anak berbakat dan kepemimpinan yang baik, siswa yang nyaris tidak bisa bertahan di Akademi ini sepertimu tidak pantas mengajukan diri, kau hanya akan mempermalukan nama Akademi ini " Bentakj profesor dengan Arogannya.


Ketika aku hendak membalas perkataannya, seorang siswa terbaik tahun ke 6 di Akademi dan Puta seorang DUKE menghampiriku.


" Sudahlah Profesor, kadang anak yang tidak tau diri harus diberi pelajaran agar mengetahui posisinya, benarkan " ucapnya sambil berdiri menatapku dengan tatapan meremehkan.


" Baiklah kalau kau mengatakan itu, bagaimana jika kau bertanding dengannya sebagai ujian seleksinya " ucap Profesor itu.


" Hahhh, apa kau bercanda profesor, jika aku melawannya, para Kesatria ini tidak akan bisa melihat secuil bakatku "


Lalu aku mendekati Eizan.


" Ohh, tentu, kenapa tidak, untuk pertandingan ini, jika kau menang aku akan menjadi


budakmu "


Para penonton yang mendengar itu, bersorak meneriakiku karna ucapanku. Eizan memang siswa yang memilki banyak penggemar dan aku memang orang yang dibenci di Akademi ini. Jika bukan karna kakakku , mereka pasti akan menjadikan aku bahan Bullyan. Namun sekarang kebencian mereka benar - benar mereka tunjukan padaku.


" Yahh, aku tidak butuh kau sebagai seorang budak, bahkan kualitas budakku lebih tinggi darimu " ucap Eizan.


" Namun jika aku menang, bagaimana jika kakakmu menjadi milikku " ucap Eizan dengan senyumannya.


" Apa maksudmu sialan, kau menganggap kakakku bahan pertaruhan, urusanmu adalah denganku, jangan bawa - bawa kakakku disini "


" Menjadikan kakakku milikmu ?, jangan bercanda bocah dungu, bahkan menjadikan nyawamu sebagai taruhannya itu tidak akan pernah sebanding "


Aku terbawa emosi mendengarnya merendahkan kakakku yang ada di pikiranku hanyalah bagaimana membuat orang ini hancur sehancur hancurnya.


" Baiklah, kedua kandidat mohon berdiri di sebrang, jika lonceng di tanganku berbunyi, maka pertandingan akan dimulai " Ucap Profesor yang menjadi wasit di pertandingan ini.


Ketika kami sudah di posisi masing - masing, lonceng di bunyikan dan pertandingan dimulai.

__ADS_1


...the end...


__ADS_2