
Semenjak memiliki pacar, tidak ada perubahan yang signifikan dari seorang Lasira. Dia masih menghabiskan waktu bersama teman-temannya, karna pacarnya pun tidak melarang. Dia juga masih akrab dengan sohibnya,Radinka. Karna ternyata Jangga bukan tipe pencemburu. Syukurlah.
Sebulan sudah berlalu, Gusad pun sudah mengetahui jika Jangga dan Lasira berpacaran. Dan tepat seperti dugaan, Gusad menjauhi Jangga. Mereka masih berteman tapi tidak sedekat dulu. Gusad pun masih bersikap baik terhadap Lasira, namun sikapnya sudah biasa saja, tidak suka menggoda lagi seperti dulu, karna Lasira sudah tak jomblo lagi.
Lasira sedang melamun di dalam kelas sendirian di jam istirahat siang ini. Dia masih memikirkan perkataan Zemma kemarin. Sungguh dia baru saja mengetahui kenyataan bahwa ternyata dia dan Jangga beda agama.
what?? kok bisa baru tahu?? Lasira juga membodoh-bodohkan dirinya sendiri, kenapa bisa dia tidak tahu.
Yaa memang mereka sudah berpacaran sebulan, tapi mereka belum sedekat itu. Dan mereka tidak pernah membahas masalah keyakinan mereka masing-masing. Karna dia pikir, mereka se agama. Dia berusaha mengingat-ingat, ketika dia melakukan shalat dhuhur di masjid sekolah, memang dia tidak pernah melihat Jangga. Namun dia pikir itu karna Jangga akan shalat dirumah. Lalu ketika hari minggu pun, Jangga tidak pernah berpamitan kalo dia mau ke gereja.
Ya, dia baru mengetahui kenyataan bahwa dirinya beragama islam, dan Jangga beragama katolik.Itu pun setelah zemma bertanya
*flashback on
" mami udah tau lo punya pacar?"
" belom "
"kenapa gak cerita? "
" belom sempet aja.."
__ADS_1
" trus ntar kalo mami tau ternyata pacar lo beda agama, kira-kira reaksinya gimana"
Mata lasira membelalak,kaget
" beda agama? maksud loh?
zemma mengernyitkan dahi
" tunggu..tunggu..lo emang g tau kalo Jangga katolik??"
Lasira menggeleng lemah.
" gw gak tuker tukeran biodata kalik.."
" wkwkwk ya gk gitu jg markonaahh... ah yaudah lah, toh baru pacaran ini..gpp beda agama"
" tapi perasaan juga gak buat mainan kali zem..kalo tau beda agama juga gw mending menolak daripada nanti ujungnya sakit hati.."
" yaudahlah ..lo obrolin aja dulu sama jangga.."
*flashback off
__ADS_1
Dan kini dia sedang berdiam diri didalam kelas, berfikir. Tiba- tiba ada suara lembut menyapanya
"yank...kok gak ke kantin...aku cariin" sapa Jangga sembari duduk di bangku depannya. Lasira yang sedang menunduk, mengangkat wajahnya kaget. Niat mau menghindari Jangga eh malah di samperin ke kelas.
"ah ya..gpp..kamu kok kesini?"
sekarang mereka sudah aku kamu, bukan elo gw lagi.
" ya nyariin pacar aku lah..kenapa sih g ke kantin? tumben..lagi mikir apa? cerita donk sama aku.." katanya sembari memegang tangan pacar barunya. Tampak ragu, tapi akhirnya Lasira menceritakan kegelisahannya. Selesai bercerita, Jangga menghela nafas, lalu mengusap pucuk kepala gadisnya.
"Aku udah tau kok dari awal kalo kita beda, dan buat aku ini gak masalah "
" tapi buat aku ini masalah ngga...hubungan beda agama hanya akan menghasilkan luka,walo aku tau kita masih sekolah, bisa jadi kita hanya mengalami cinta monyet..cinta sesaat atau apalah itu yang akan dengan sangat mudah di lupakan tapi..tapi.."
"sstt...udah..kita jalanin aja..kan kita gak tau kedepannya seperti apa.."
" yaudah, kita jalanin aja sebulan kedepan..nanti kalo perasaan kita tidak makin mendalam,kita udahan aja gimana" usul Lasira tak masuk akal.
"hey..ngomong apa kamu..perasaan bukan buat main main yank..dan aku g mau main main sama kamu..perasaan aku ke kamu dalem, tapi aku juga gak tau kedepannya kita gimana..jadi aku cuman bisa ngajakin kamu, buat jalanin hubungan ini dulu..biar ngalir aja..kita nikmati dulu.."
Lasira hanya diam,sambil memikirkan perkataan Jangga dan berusaha memahami maksud dari perkataannya sebelum kemudian dia mengangguk pelan tanda setuju.
__ADS_1