Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 56


__ADS_3

Setelah mengunjungi makam Vinsa, Lasira merasa beban kerinduannya semakin berkurang. Memang benar, segala sesuatu jangan di hindari namun harus di hadapi.


Diraihnya tablet putih yang selama ini selalu menjadi diary elektroniknya. Dia kemudian mulai mengetikkan sebaris demi baris kata-kata yang mewakili perasaannya


*Mengunjungi tempat istirahatmu


Bertemu dengan orang-orang yang kau kasihi


Dapat mengikis perasaan rinduku padamu..


Semua orang kehilanganmu namun mereka


sudah mampu tertawa dan aku pun harus bisa tertawa lebih keras dari mereka


Karena aku adalah satu-satunya orang yang masih merasakan cintamu sampai detik terakhir*.


ahhh..aku ingat..kau paling suka dengan senyumku..kau paling suka dengan tawaku


*dan kau paling enggan melihat air mataku


iya kan??


Baiklah, akan kulakukan semua keinginanmu sayang...


aku akan selalu tertawa..


aku akan selalu tersenyum..


untukmu*..


Lasira menghela nafas kemudian mematikan tabletnya. Mendekap dalam pelukannya dan tersenyum. Dia kembali teringat ucapan ibu Vinsa ketika dia mengunjunginya tempo hari.


Sang mantan calon ibu mertua tersenyum kemudian memeluk tubuhnya erat. Kemudian berkata


" kamu cantik..kamu masih muda..jangan berlarut dalam kesedihan..ibu nunggu undangan kamu ya..semoga kamu bisa segera menemukan cintamu..terima kasih sudah mencintai anak ibu sampai detik terakhir..kamu harus segera menemukan kebahagiaanmu nak.."


Baiklah, saatnya move on.


Tak perlu menghilangkan cinta untuk Vinsa, namun hanya perlu mengunci dan menempatkan perasaan itu jauh di lubuk hatinya. Kemudian membuka hati yang baru untuk cinta yang baru.


i hope so

__ADS_1


***


Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Wisuda kelulusannya baru saja selesai. Tubuh langsingnya berbalutkan kebaya berwarna hitam, senyum manisnya sedari tadi tersungging di wajah cantik berpoleskan make up. Mayon berdiri disampingnya, sebagai pendamping wisuda selain kedua orang tuanya. Laki-laki itu tampak gagah dan ganteng mengenakan kemeja batik berwarna hitam berlengan panjang.


Setelah pernyataan ijinnya di depan pusara Vinsa kala itu, hubungan mereka tidak berlanjut menjadi sepasang kekasih, namun juga tak lagi terasa seperti sahabat. Entahlah apa namanya. Mereka hanya menjalani hubungan ini tanpa status yang jelas. Semua teman-temannya pun mendukung kedekatan mereka tanpa sekalipun memaksa mereka berdua untuk meresmikan hubungan. Mereka pikir, Lasira masih membutuhkan waktu untuk membuka hati dan Mayon pun masih membutuhkan waktu untuk memastikan perasaannya, apakah hatinya benar-benar mencintai sahabatnya ataupun hanya sekedar perasaan simpati yang berlebihan.


Sejauh ini, hatinya ikut tersayat sedih jika melihat gadis itu menangis dan terpuruk, dan ketika melihat gadis itu tertawa,bersemangat, dan bahagia dia pun merasakan hal yang sama. Apakah ini cinta? kita lihat saja nanti.


" lo cantik..." puji Mayon, kali ini dengan wajah serius tanpa muka tengil seperti biasanya. Ekspresi wajahnya yang seperti itu mampu membuat pipinya merona. Pipi sudah merah karena sapuan blush on kini makin memerah karena reaksi alami tubuhnya mendapat pujian dari seorang lelaki.


" ihh..apasih..dari dulu kali.." ucapnya tersipu


" tapi kali ini, cantiknya beda.."


" ya kan dandan...biasanya juga enggak.."


"hmmm..maybe..tapi mata gw rasanya beda gitu..lo keliatan kayak cewek beneran sekarang.."


" ihh..emang selama ini gw cewek jadi-jadian.." ucapnya sembari cemberut


" hahahahha...udah ah, yuk foto yuk.."


Lasira bersama kedua orang tuanya sekaligus teman-temannya kini sedang duduk menghadap meja panjang yang terdapat di restoran tersebut


" ini yang lain wisudanya kapan nih?" papi Edwin membuka percakapan


" saya ikut yang bulan depan om.." endru menjawab


" saya juga bulan depan om.." kimi menyahut


" kalo kamu?" tanya papi edwin ke arah Mayon. Yang ditanya gelagapan kemudian dengan gugup menjawab sekenanya


" saya rencana bulan depan om..tapi..."


" tapi?"


" belum sidang om..jadi belum bisa..hehehe.." jelasnya sembari meringis


" bukannya belum sidang om, tapi mayon emang belom ambil skripsi tuh.." Kiara membuka aib lelaki itu kemudian mendapat pelolotan sekaligus tendangan kaki dari bawah meja


" awwww...apasih..sakiitt tauukk.."

__ADS_1


Sebelum suasana tenang berubah menjadi ribut, Lasira mengalihkan pembicaraan


" Mayon masih seneng jadi mahasiswa pi..udah gak usah ditanyain, kalo dia wisudanya cepet-cepet malah kacau..."


" kacau kenapa?" tanya papi edwin


" ya kan dia kuliah tu buat cari jodoh pi..orang nanti lulus juga gak bakal jadi pengangguran..tinggal nerusin usaha bokapnya aja tuh..."


Mendengar Lasira membelanya, Mayon tersenyum senang sembari mengacungkan jempol tangannya.


" cuman orang kayak dia kan susah dapet jodoh..gak ada yang mau sama cowok rese kayak dia pi..jadi biarin lah dia jadi mahasiswa abadi.." lanjutnya sembari tertawa terbahak-bahak. Mendengar ucapan itu, Mayon menekuk wajahnya


" loh..kenapa? dia ganteng kok..keren juga..." bela mami Indah. Senyum bangga kembali menghiasi wajah tengil mayon.


" tapi tetep..harus lulus dulu, kerjaannya mapan dulu, pasti nanti langsung dapat jodoh.." papi edwin menambahkan .


" sebenarnya saya udah dapet calonnya sih om...tapi masih nunggu.."


Ucapannya terhenti ketika melihat semua mata memandang kearahnya,kaget.


" wuih..udah dapet? kok lo gak cerita??" ucap endru dan kimi bersamaan.


" nunggu apa?" papi edwin melanjutkan pertanyaannya


" nunggu calonnya mau om..."


Jawabannya membuat seluruh orang di meja tersebut tertawa terbahak-bahak. Mayon selalu saja bisa melucu ditengah pembicaraan serius. Namun sejurus kemudian tawa mereka terhenti karena melihat wajah Mayon yang terdiam tanpa senyum sedikitpun.


" saya nunggu anaknya om membuka hati buat saya om.." Ucapannya mampu membuat semua orang terdiam dan memandangnya kagum. daebak!!! nembak cewek langsung di depan kedua orang tuanya.


Lasira melotot kaget sembari menutup mulutnya. Papi edwin berdehem dan menanggapi ucapan Mayon dengan serius


" Kalo om sih, terserah Lasira aja..tapi yang pasti, persiapkan diri kamu dulu..jadilah laki laki mapan setelah itu datanglah kerumah om, kita akan terima kamu menjadi bagian dari keluarga om..."


" kalo anak om gak mau,gimana?"


" nanti om carikan anak tetangga.."


Ucapan Papi edwin mampu membuat suasana canggung menjadi lebih santai. Dan sepanjang acara makan-makan itu, Lasira menjadi salah tingkah sendiri. Antara percaya dan tidak, Mayon menyimpan perasaan untuknya. Dia sendiri pun tak mengerti, apakah dia memiliki perasaan yang sama. Sejauh ini, dia hanya merasa nyaman dan bahagia ketika bersama Mayon. Entah itu cinta atau hanya sekedar perasaan kepada sahabat, masih butuh waktu untuk memantapkan hatinya.


Dia memang sudah memantapkan hati untuk membuka lembaran baru, namun ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Lasira merasa, masih butuh waktu. Dia memastikan itu tidak akan lama tapi dia pun masih ragu, apakah bisa lebih cepat? entahlah...

__ADS_1


__ADS_2