Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 18


__ADS_3

Hari ini, Lasira menjalani hari tanpa semangat. Disatu sisi dia merasa bersalah karena telah berbohong kepada kedua orang tuanya, tapi disisi lain, dia tidak bisa jujur. Entah bagaimana prosesnya, semakin hari dia merasakan perasaannya terhadap Jangga semakin besar. Jangga selalu memperlakukannya dengan baik, tidak banyak mengatur dan tidak banyak menuntut.


Mereka jarang sekali malam mingguan karena memang orang tua Lasira memberlakukan jam malam. Sebelum adzan magrib, sudah ada dirumah! Ya jelas aja gak bisa malam mingguan, yang ada juga sore mingguan. haha.


Dan kini ketika jam istirahat masih 10 menit, dia duduk berhadap-hadapan dengan Jangga.


Wajah Lasira masih tampak sedih.


"gimana kelanjutan cerita kemarin yank?" Jangga membuka percakapan.


" Sibad ternyata udah ngelaporin sama mami dan mami marah, tapi mami marahnya lebih ke cara menegur sibad di depan temen-temen mami,jadi mami malu " jelas Lasira.


Sejurus kemudian terdengar teriakan kompak dari banyak orang, teriakan ala ala akting sinetron


" APAAAAA....." kompak dan rame


Hmm..jangan dikira tadi mereka sedang berduaan ya, karna pada kenyataannya mereka sedang duduk ber delapan. Masih di sekolah jadi mereka selalu sigap membantu Lasira biar bisa ngobrol dengan Jangga tanpa terlihat seperti sedang berpacaran.


" ihh...kalian nguping ya.." Lasira mendengus perlahan.


" ya kalii..deketan gini gak denger" seloroh orin


" ya kan bisa pura-pura gak denger.." masih ngeyel.


" ahh udah..udah..trus rencana kalian gimana? " tanya radinka menatap jangga dan lasira bergantian


" aku terserah Lasira aja..gimana aja yang bikin dia nyaman, kalo memang harus backstreet ya gapapa, jalanin aja dulu.." jawab Jangga sambil memegang tangan Lasira dan mengelusnya, di ikuti zemma yang ikut memegang tangan kedua temannya,ketika mendapat pelototan dari sepasang kekasih itu dia nyengir sambil berucap


"aktingnya kan harus totalitas..."


Tepat ketika ketiga tangan mereka bertumpuk-tumpukan di atas meja, tiba-tiba lewatlah Ibu hesty, guru BK mereka.


Namun bu hesty hanya melirik sambil masuk kedalam kantin.


" naahh kaann..tepaatt kann guweeeee..." zemma berseloroh dengan bangganya,merasa tindakannya sesuai timing.


" eh tapi ngapain tu bu hesty jam segini ke kantin? laper?" elok bertanya ,heran.


"sidak lah..paling mau liat di belakang kantin ada yang ngerokok apa kagak.." Radinka memberi jawaban.


" hufhh..jadi intinya nih..mw ketemuan di sekolah susah, di rumah apa lagi,diluar pun aku jarang keluar ,harus nunggu di izinin mami dulu...gimana bisa pacaran.." tukas Lasira sedih.


"udah..pacaran kan gak harus tiap hari ketemu dan deketan yank...walo aku juga pengen gitu..tapi mungkin sekarang kita harus bersabar dulu, sampai kondisi memungkinkan..." ucap Jangga


" Tapi yang penting kan aku masih bisa liatin kamu walo dari jauh.." lanjutnya.


"ohhh..so sweet sekaliii.." mereka berteriak kompak.

__ADS_1


*ahhh..sumpah ya! pacaran model apaan nih kayak begini. Suasana romantis berubah jadi lawakan kalo pacaran berkelompok macem ini.


***


telolet om telolet*


Jam pulang sekolah sudah berdering nyaring,Zemma menghampiri Lasira


"lo pulang bareng Jangga?" tanyanya di sambut anggukan kepala.


" yakin lo? ntar kalo ada yang liat gimana?"


"liat entar aja lah..kalo ada guru ya aku barengan si kokoh aja "


Dan betul saja, entah sejak kapan itu sibad udah berdiri di depan gerbang sambil menenteng tas. Sepertinya sedang menunggu jemputan . Hadeh..tumben sekali pulangnya barengan jam pulang siswa, biasanya para guru pulangnya belakangan. apes.


Tanpa banyak kata, dengan wajah muram Lasira langsung naik membonceng ke motor Radinka. Lalu menoleh ke arah Jangga yang sedang menatapnya dari kejauhan. Sorot mata Jangga terlihat sedih sekali. Namun dia tak mau berlama-lama memandang Lasira,dia langsung membalikkan badan dan berlalu menaiki mobilnya.


***


Sore hari,di kediaman keluarga Sutopo.


Lasira masih terdiam di kamar membaca komik, berusaha menghilangkan perasaan sedihnya,tiba-tiba ponselnya berdering. Nama Pacar tertera dilayar.


-haloo yank lagi apa -


- keluar yuk?-


-kemana?-


-nonton-


-gimana pamitnya?-


-gw jemput lo deh ..siap siap gih-


Tiba-tiba terdengar teriakan Radinka dari kejauhan


-ah..kamu lagi sama si kokoh yank?-


-iya nih..gimana? mau? -


-okeee -


Selesai bersiap, dia mendengar suara motor diluar, kemudian mamanya bercakap-cakap dengan seseorang, yang bisa di pastikan itu Radinka. Sejurus kemudian terdengar teriakan


"Lasiraaaa...ada si kokoh niihh.."

__ADS_1


Secepat kilat dia keluar dari kamar dan sampai di ruang tamu.


" kata kokoh dia mau bayar utang janji smaa kamu, mau nonton ya? kamu tuh ya..bantuin temen yang ikhlas napa..masa iya bantuin minta imbalan traktiran nonton..dasar kamu tuh! orang si kokoh tiap pagi juga nganterin kamu ke sekolah " mami ngomel panjang dalam satu tarikan nafas. Lasira yang masih kebingungan dengan maksud obrolan si mami,menatap Radinka yang sedang cengengesan sambil menunjukkan dua jari tangannya tanda peace.


Ahhh..ini skenarionya gimana sih? oke..oke..ikutin alurnya saja.


" ya gpp kali mi...orang bantuan aku kemarin itu berat banget..kalo bukan aku yang bantuin pasti gak bisa.."


" iya mami tau...si kokoh udah cerita tadi..tapi kamu emang bakat akting kok.."


eh gimana gimana...skenarionya apa sih sebenernya. argghh..Lasira menahan sebal.


" siapa dulu donkk..LASIRA gitu loohh.."


oke,harus menjawab pake kalimat umum saja,jangan menjurus ke sesuatu daripada nanti keliru.


" tapi ya..meski pun kamu bisa akting dengan pura-pura jadi pacar si kokoh, sampai akhirnya cewek gila itu jadi gak ngejar ngejar lagi, tapi tetep kamu gak boleh meminta imbalan apapun,inget itu! ya udah sana, berangkat. nanti pulangnya gak boleh lebih dari jam 9 ya koh..malam minggu kan ini? mami gak suka anak mami keluyuran malam mingguan "


oke, jadi skenario udah jelas. hmmm..kapan coba si kokoh cerita ke mami, perasaan tadi ngobrolnya gak lama kan?


" siap tante!! jam 9 tet aku anterin ,pamit dulu ya ta..assalamualaikum"


" Lasira jalan dulu ma..assalamualaikum"


" waalaikumsalam "


Mami menutup pintu, Lasira langsung menendang punggung radinka


"argghh ..apaan sih? udah di bantuin malah nendang..gak sopan banget sih" katanya sambil meringis menahan sakit


" ya kali lo skenarionya sinetron banget sih, tadi kalo gw salah ngomong gimana coba?"


" hehehe..yang terlintas cuman itu sih..." katanya meringis sambil melirik ke arah garasi


" eh penk..naik motor lo aja gimana? duh..gw udah ngiler banget deh nyobain motor lo..dari semenjak beli jarang banget lo pake kaan...ya ya..pake itu aja, ntar lo pacaran,gw muter muter deh pake motor lo..siapa tau nyantol cewek satu..jomblo gini gw..." Radinka memohon dengan menangkupkan kedua tangannya. Lasira merengut ,menghentakkan kakinya lalu berbalik menuju kedalam rumah, ambil kunci motor.


Mami mengernyitkan dahi ketika melihat anak semata wayangnya kembali masuk kerumah


" kenapa? ada yang ketinggalan?"


"mau ambil kunci motor..si kokoh pengen pake motor aku ma,sebel!"


" loh..kenapa sebel..gpp kan.."


" sebel karna harus balik ke kamar ambil kunciiiii...." katanya sambil cemberut namun tetap melangkahkan kakinya menuju kamar.


Mami hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2