Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 37


__ADS_3

Mereka makan di rumah makan yang mereka kunjungi kemarin. Vinsa menyukai tempat itu karena memang suasananya yang tenang. Disela-sela aktifitas makannya, Vinsa kembali bertanya


" bukunya kamu butuh sekarang apa besok?"


" hmmm..sekarang sih mas..gimana?"


" ada dirumah..abis ini aku ajak ambil dulu kerumah mau?"


" hmmm..rumah kamu mana sih?"


" deket..5 menit dari sini.."


" ouh..lah..kalo deket kenapa kamu sering makan disini mas? emang mama kamu gak masak?"


" masaklah..."


" trus kenapa gak makan dirumah?"


" ya mama masak dirumahnya sendiri.."


" lah ini rumah siapa?"


" rumah aku..aku tinggal sendiri.."


Lasira manggut-manggut sambil mengunyah makanannya. Selesai makan, mereka pun beranjak menuju rumah vinsa yang ternyata memang dekat dari tempat mereka makan. Rumah minimalis berukuran 60 meter persegi. Berwarna putih dengan taman kecil di bagian depan dan garasi yang berisikan mobil VW kodok berwarna hitam metalic.


Hmm..seleranya klasik.


" kamu tinggal sendirian disini mas?"


Vinsa mengangguk sembari membuka pintu dengan kunci yang berada ditangannya.


" masuk dulu...aku cariin dulu bukunya.."


Lasira melangkahkan kaki menuju ruang tamu yang berisi satu sofa panjang berwarna hitam beserta meja kecil di depannya. Dia pun menjatuhkan tubuhnya di sofa empuk tersebut. Kepalanya celingak celinguk berusaha mengamati keadaan rumah vinsa sampai sang empunya rumah menyadari dan menegurnya


" kenapa?"


Sadar kegiatan tak sopannya ketauan, dia meringis


" aku kira rumah kamu bakal berwarna item mas..secara kamu kan sukanya item..hehe.."


Vinsa tersenyum tipis sembari berjalan ke ujung ruangan, terdapat partisi kayu yang cukup tinggi, berbentuk kotak-kotak sehingga digunakan untuk menyimpan koleksi buku-buku milik Vinsa. Melihat rak berisikan buku banyak, Lasirs beranjak mendekati


" waahh..banyak sekalii bukunya mas..kamu suka baca?" pertanyaan dibalas anggukan, karena vinsa sedang fokus mencari bukunya.


Lasira melihat buku satu persatu. Terdapat beberapa buku karya kahlil gibran, jalaludin rumi, terdapat pula buku-buku tentang ilmu perbandingan agama, filsafat, dan buku psikologi dan banyak buku dengan bahasa inggris.


" duhhh..tiba-tiba aku pusing mas.. "


" eh kenapa?"


" liat buku-buku ini beraattt...gak ada gitu komik conan, doraemon, death, miiko atau apalah pokoknya komik gitu.." ucapnya sembari pura-pura memegang kepalanya


" kamu suka komik?"


" kalo aku suka buku-buku kayak gini, pastinya rambutku udah rontok semua mas..lelaaahh mikiirr.." katanya sambil tertawa.


" cobalah baca..dinikmati..nanti pasti akan ketemu nikmatnya di sebelah mana.."


" enggak deh mas..ntar yang ada baca buku itu bukannya tambah pinter tapi tambah **** lagi..karna gak paham-paham "


" hmmm...ya sudah..nih udah ketemu..ada yang mau dicari lagi?"


" udah enggak kok.."


" yaudah..aku antar kamu pulang.."


Mereka berdua pun keluar dari rumah,ketika vinsa sedang mengunci pintu rumahnya


" rumah kamu bersih ya..untuk ukuran cowok yang tinggal sendiri..apa pacar kamu yang bantuin bersihin mas?"


" aku tak punya pacar.."


" weiihh..serius mas? di kampus banyak lho yang naksir kamu mas..aku sering denger tuh cewek-cewek pada rumpiin kamu.."


Vinsa hanya tersenyum tipis.


" mobil kamu klasik banget ya..aku belom pernah deh naik mobil kayak gini..."


Sumpah..ceriwis banget sih gw, apa-apa di komentarin.batinnya.


Tapi entah kenapa mulutnya tak bisa berhenti bicara. Karena vinsa yang terlalu pendiam, lasira mencoba menciptakan suasana asyik dengan mengobrol namun karena tak ada bahan obrolan, dia menjadi mengomentari hal-hal yang tak terlalu penting.


"mau aku anterin naik mobil?" tawar vinsa


" ah..enggak..enggak...kapan-kapan aja jalan-jalan sendiri pake itu .."

__ADS_1


maksud hati menolak biar tak merepotkan, namun malah berkesan seperti dia yang ngajak jalan-jalan di lain waktu. Dia pun memukul mulutnya sendiri yang sedari tadi nyerocos tanpa rem.


****


Weekend ini, Kiara dan Kimi pulang kerumah masing-masing. Jarak antara kosan dan rumah mereka hanya satu jam,jadi setiap minggu mereka selalu menyempatkan untuk pulang. Berbeda dengan Lasira, yang pulang sebulan sekali itu pun jika hari sabtu tak ada kuliah. Karena jarak yang ditempuh menuju kerumahnya kurang lebih 3 jam.


ahhh..bosannya dikosan sendiri.


Endru pulang, Mayon yang tinggal di kota ini,jika weekend pasti pacaran.Penghuni kos lainnya pun sebagian besar pulang. Atau menghabiskan waktu bersama kekasihnya.


Nasib jomblo ya gini nih..


Ketika sedang fokus berguling-guling di atas ranjang, bermalas-malasan penuh semangat, terdengar suara triiingg..


sms masuk. Di raihnya benda kecil pipih itu di sebelahnya.


-ayo jalan-jalan..mandi dulu, aku jemput pukul 10.00 -


Lasira menatap jam dinding dan menunjukkan pukul 09.00 wib.


" ahhhh...siaalll..kenapa sih dia selalu main perintaaahhh dan kenapa gw selaluu mauuuu." teriaknya sambil berlari menuju kamar mandi. Dan seperti biasa, hanya butuh waktu 5 menit mandinya selesai.


Masih memakai baju handuknya, dia membalas pesan Vinsa


- siap 86! -


Mandi memang hanya 5 menit ,namun hanya untuk berganti baju, dia membutuhkan waktu lebih dari 15 menit. Semua baju ia keluarkan, sehingga semua berantakan di atas ranjang kamarnya. Akhirnya setelah perjuangan panjang dia memilih memakai overall jeans oversize panjang selutut,berwarna biru muda, dalamannya memakai kaos berwarna broken white. Selesai dengan bajunya, dia menguncir rambut, lepas lagi, kuncir lagi, lepas lagi. Sampai terdengar suara dering telpon


-aku dibawah-


Astaga!! pukul 10.00 wib pas!!


Lasira tidak sempat menguncir rambutnya lagi, dia langsung keluar kamar, memakai sepatu ankle boots putihnya ,menyambar tas kecil berwarna hitam lalu berlari turun ke bawah.


" ah sori mas..lama ya?" ucapnya sambil ngos-ngosan


" abis lari? santai aja lah..kita bukan mau berangkat kuliah kan?"


Lasira hanya tersenyum kemudian menatap laki-laki bertubuh tinggi besar itu. Memakai kaos lagi-lagi hitam, memakai kupluk berbahan rajut tebal berwarna hitam dan menyembunyikan rambut gondrongnya di dalam kupluk tersebut, dan memakai celana pendek cargo berkantong kanan kiri. Matanya berhenti menatap bulu kaki yang tumbuh cukup lebat. Kemudian dia menelan ludah


ahh..buluu lagii..ahh bulunya mengalihkan duniakuuu..batinnya


Lasira menggeleng-gelengkan kepala, mencoba menghilangkan pikiran anehnya, dia celingak-celinguk menatap sekeliling teras kosan


" loh? mana motor kamu mas?"


" aahhh..seriuusaan??" pekiknya gembira.


Vinsa menatap lasira lekat kemudian berucap lirih


" kamu manis.."


ahhh...bentar-bentar..tadi ngomong apa ya?


***


Lasira masuk kedalam mobil kecil tersebut kemudian menoleh ke jok belakang. Terdapat kamera DSLR merk Can** ikut duduk manis disana.


" bawa kamera mas? kita mau kemana sih?"


" jalan..yang pasti bukan ke mall"


" ahh..baiklah..aku juga gak begitu suka ngemall kok..kesana cuman kalo ada perlu aja.."


Vinsa tersenyum tipis. Kemudian mulai melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.


" kamu suka musik?"


" enggak mas.."


" kenapa?"


"dosa lah.."


"lah kok?"


" kan menyekutukan allah itu kan dosa mas..ihhh..gitu aja gak tau ih.."


Sejurus kemudian Vinsa tergelak,tangannya terulur mengacak-acak rambut Lasira. Membuatnya merona malu-malu tapi mau.


" maksudku musiikk..bukan musyrikk.."


" oh..yang jelas donk kalo ngomong..suka lah mass.."


" jenis musik apa yang kamu suka?"


" apa aja..gak ada kriteria khusus,smua musik bisa aku nikmatin..tapi lebih keras lebih bagus.."

__ADS_1


"kenapa?"


" ya kan bikin semangat" ucapnya sembari mengangkat satu tangannya ke atas.


" okelah..kalo musik kayak gini suka?" ucap vinsa sembari menghidupkan tape di dalam mobil. Tak lama terdengar hentakan musik keras membuat lasira menutup kuping sejenak. Mendengarkan dengan seksama


" ahh..ini speed metal ya?" ucapnya ragu.


" iya..gimana? suka gak? kalo gak suka aku matiin.."


" ahh..jangan-jangan..lumayan sih..ini band apa sih?"


" kamu taunya band apa?"


" gak tau sih..baru denger..kalo band metal metal gitu setau aku ya cuman mettalica, black sabath,iron maiden...hmmm..udah.."


" wow..pengetahuan kamu lumayan juga.."


" eh tapi ini band lokalan ya? tapi keren deh..aku suka yang barusan nih..yang ada vokalis ceweknya..apa nih judulnya?"


" aura mentari..vokalisnya yang cewek masih smp itu..dia backing vokal..klo vokalisnya juga mahasiswa di kampus kita..cuman beda fakultas "


" wow..iyakah? tau banyak ya kamu mas..temen?"


" aku manajer band ini.."


" nama bandnya apa mas?"


"*Lord Symphoni"


" wow*...kereenn..kapan-kapan kalo pas manggung , bolehlah ajak aku mas..." pintanya di jawab acungan jempol.


Hanya memerlukan perjalanan kurang lebih satu jam,mereka sampai di tempat yang dingin. Kebun teh.


" waahhh..segaarrr..." teriaknya sambil membuka jendela membuat rambut indahnya berkibar. Vinsa pun menghentikan mobilnya mencari tempat parkir.


Mereka pun turun dari mobil, tak lupa vinsa menenteng kameranya.


" aku foto gih..nanti di ujung sana ada candi..yang bagian depan sini kebun teh " jelasnya


"kok tau mas? sering kesini ya?"


" rumah orang tua aku deket sini.." jelasnya.


Lasira pun membulatkan bibirnya membentuk huruf O. Mereka pun berjalan-jalan dan Vinsa banyak sekali mengambil foto bertema alam. Ternyata salah satu hobinya adalah fotografi . Dia sering mengambil foto dengan objek standart namun cara pengambilannya di atas standarr sehingga menghasilkan foto yang memukau


" maass..fotoin aku pas kibasin rambut yaa..biar kayak iklan shampoo" teriak Lasira ditengah-tengah pohon teh. Vinsa tersenyum geli kemudian memberi kode jika dia harus bersiap.


jepreett..jepreettt..jepreett.. Vinsa melihat hasilnya kemudian tersenyum


hmmm..kamu cewek pertama yang aku potret pakai kamera ini.batinnya.


Kemudian dia berjalan ke arah Lasira, mengajak foto bareng.


" siapa yang mau fotoin kita mas? orang sepi gak ada orang gini..." katanya sembari memandang sekeliling.


" pakai timer aja.." ucapnya vinsa sembari meletakkan kamera di atas pohon teh yang dirasa cukup kuat.


" hana dul ses.." vinsa memberi aba-aba


" loh..kamu kok tau bahasa korea mas?"


jepret. Lasira pas menghadap vinsa.


" yaahh..ulang donk..aku belum bener tadii.."


ujarnya sembari merapikan rambutnya. Vinsa pun kembali mensetting timer di kameranya. Ketika sudah bersiap


" hana dul ses.."


" beneran deh..kamu hobi nonton drakor ya mas?" tanyanya sembari menoleh ke arah vinsa lagi.


Vinsa tak menjawab,dia merangkul pundak lasira, memegang dagunya agar menghadap ke arah kamera. Dia tak mau gagal lagi, bolak balik benerin timer kamera itu menyebalkan.


Jeprett...oke hasil foto bagus.


" aku dulu kerja di korea 2 tahun.."


" jinca?? arasso? aigoo..kumawoyooo...kamsahamnidaa ..."


Lasira langsung mengucapkan berbagai kata yang sering muncul dalam drama korea kesukaannya dan belum selesai dia nyerocos langsung dibalas


" saranghaeyo.."


ahhh...


" disini adanya sarang lebah mas.."

__ADS_1


krik..krikk..garing


__ADS_2