Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 55


__ADS_3

Hampir setahun setelah kepergian Vinsa, Lasira telah berhasil menyusun skripsinya. Tinggal menunggu wisuda yang akan di selenggarakan bulan depan. Gadis itu sudah bertekad untuk tidak terlalu lama berlarut-larut dalam kesedihan. Sehingga dia menyibukkan diri untuk menyelesaikan kuliahnya. Dan usahanya tidak sia-sia, tugasnya sebagai seorang mahasiswa telah usai.


Dan hari minggu ini, Lasira dan teman-temannya berkumpul di Wisma Lembayung. Mereka berencana untuk jalan-jalan melepas penat. Dari mereka berlima, yang akan wisuda bulan depan hanya Kiara ,Lasira dan Endru. Sedangkan Kimi dan Mayon akan segera menyusul . Tapi entah kapan.


" festivalnya mulai jam berapa sih?" Lasira bertanya sembari membenarkan tali sepatunya yang terlepas.


" jam 10 sih..ni si Mayon jadi ikut ga? kok belom sampe?" kiara bertanya sembari melihat arloji di pergelangan tangannya.


" lagi otw tadi katanya.." Lasira menjawab dan benar saja tak lama mobil mayon sudah terlihat berhenti di depan kosnya.


Mereka berenam sedang bersiap untuk melihat festival menari. Jadi disepanjang jalan utama kota , akan ada berbagai jenis tarian yang akan di sepanjang jalan. Entah tari kontemporer,tari daerah atau pun modern dance.


Mayon turun dari mobil dan berjalan memasuki teras Wisma Lembayung.


" berangkat sekarang?" tanyanya sembari mengusap rambut ke belakang. Lelaki itu tampak keren dan santai , mengenakan celana pendek dan kaos polos warna navy serta memakai sepatu kets berwarna putih. Terlepas dari sifat tengilnya yang menyebalkan, Mayon kategori cowok keren dan ganteng. Hanya Lasira saja yang menganggap dia sama sekali tidak ganteng.


Gadis itu tampak cuek dengan kedatangan Mayon,dia sibuk menyisir rambutnya yang kini pendek sebahu dan berwarna cokelat. Semenjak potong rambut pendek, dia sama sekali tidak berniat untuk memanjangkannya kembali.


" iishhhh...rese banget sih lu.." Lasira mulai mendengkus sebal ketika selesai menyisir, Mayon mengacak-acak rambutnya kembali. Begitu berulang-ulang.


" hadeh..mulai deh ini..tom jerry nya..bakal tambah lama ini.." Endru bersidekap menatap tingkah kedua sahabatnya yang selalu "ribut" setiap bertemu.


" kalian jangan terlalu sering ribut..ntar jatuh cinta lho.." goda Kiara membuat kedua sahabatnya melotot dan berteriak kompak


" Gak mungkin!!!"


" nah loh..kompak jawabnya.."


" bajunya juga udah matching tuh kalian..janjian ya?"


Mereka berdua menunduk melihat baju yang dikenakan kemudian mengangkat wajah dan bersama-sama mengumpat


" sial!!! "


"hahahahaha..."


Lasira mengenakan kaos polos berwarna navy di padu padankan dengan jeans 7/8 dan sepatu kets putih. Benar-benar seperti sepasang kekasih yang memakai baju couple.


" ahh..udah ah..berangkat yuk..ntar keburu penuh jalannya.." Lasira berusaha menjaga sikap agar tidak terlihat salah tingkah. Dahulu jika mereka memakai baju berwarna senada, tidak ada perasaan aneh dan malu, namun entah kenapa sekarang rasanya menjadi canggung.


" eh..kalo bawa mobil ntar kita parkirnya ribet loh.." Ucap kimi mengingatkan


" iya juga ya ..yaudah kita naik motor aja deh.." Endru menambahi.


" yaudah gw bonceng endru.." kiara berkata cepat sembari menarik endru untuk segera berdiri dari kursi


" gw sama rhino.." kimi menyahut sembari menunjuk rhino yang sedari tadi asyik menghisap rokok di ujung teras.

__ADS_1


Lasira dan Mayon saling pandang, kemudian mengedikkan bahu sembari berkata


" terpaksaaaaa..."


Teman-temannya hanya cekikikan melihat tingkah keduanya.


***


Mayon mengendarai motor trail milik Lasira dengan kecepatan sedang. Lasira membuka kaca helm dan melihat pemandangan sekelilingnya yang tampak mulai macet. Kedua tangannya di letakkan di atas pundak Mayon membuat si pemilik pundak berkata sebal


" pose lo kayak bapak-bapak lagi naik ojek deh.."


Merasa mendengar suara namun tidak jelas, Lasira memajukan kepalanya, meletakkan dagunya di atas pundak Mayon


" Lo ngomong apa? gak jelas.."


Deg!! jantung mayon tiba-tiba berdetak sedikit lebih cepat ketika Lasira menempelkan dagu di pundaknya


" gw gak ngomong. gw kentut!!"


Sejurus kemudian terdengar teriakan mayon karena Lasira mencubit perutnya.


Setelah mendapatkan tempat parkir, mereka berenam melangkahkan kaki sembari melihat satu persatu tarian di yang ditampilkan disepanjang jalan raya tersebut. Jalan raya yang biasanya di padati kendaraan umum, kini dipadati oleh ratusan manusia.


Kimi dan Endru berjalan paling depan, mencoba mencari tempat yang kosong untuk mereka berdiri dengan nyaman tanpa berdesak-desakan.


Namun namanya juga Lasira, ketika semua fokus berjalan mengikuti arah tubuh endru dan kimi, dia malah asyik tengok kanan kiri dan ketika melihat ke depan, dia berdiri mematung. Teman-temannya sudah tak terlihat.


" kalo jalananan lagi penuh kayak gini, jangan ngalamun ****..! "


Lasira tersenyum senang,akhirnya mereka berdua sudah sampai ditempat teman-temannya berada. Lokasi yang dipilih Kimi memang strategis,tidak terlalu banyak orang dan bisa melihat pertunjukan dengan jelas.


Mereka berenam menikmati penampilan tarian kontemporer dari salah satu universitas seni yang terdapat di kota tersebut. Ketika semuanya sedang fokus, Lasira merasa melihat seseorang yang tidak asing di penglihatannya. Sosok lelaki bertubuh tinggi dengan rambut gondrong berdiri di seberang jalan. Tubuhnya tiba-tiba terasa kaku, mulutnya terbuka dan matanya berkaca-kaca. Sosok di depannya sangat mirip dengan Vinsa . Meskipun jarak mereka berdiri cukup jauh, namun jangkauan matanya mampu menangkap sosok yang selama ini masih ia rindukan. Dan ketika sosok lelaki gondrong yang dilihatnya bergerak pergi, sontak saja gadis itu bergerak sambil berteriak


" Vinsaaaa.."


Namun karena suasana yang teramat ramai, teman-temannya tidak ada yang mendengar teriakannya. Namun Mayon yang sedari tadi berada di belakangnya, melihat gadis itu berlari sambil meneriakkan nama Vinsa. Dia pun berlari menyusul Lasira yang tampak kalap berlari dan tak peduli beberapa kali dia bertabrakan dengan orang yang berada di depannya.


Sementara Lasira berkari sekuat tenaga mengejar sosok lelaki yang berpostur mirip Vinsa namun gagal,karena lelaki itu hilang ditelan kerumunan ratusan manusia.


Sejurus kemudian dia merasa ada yang menarik tangannya sehingga langkahnya terhenti, dia menoleh kebelakang dengan berurai air mata


" lo kenapa?" Mayon bertanya sambil terengah-engah


" itu...itu..ta..tadi..tadi gw liat vinsa...tapi..tapi..sekarang udah gak ada.." Lasira menjawab dengan terbata-bata dengan air mata yang masih mengalir. Mayon menghela nafas dan meraih kepala Lasira dan meletakkan di dadanya


" Vinsa udah gak ada Las..lo lupa?" tanyanya lembut sembari mengelus pucuk kepala gadis itu. Lasira masih menangis sesenggukan di dada Mayon.

__ADS_1


" lo gak malu nangis disini? rame banget lho.." Mayon berusaha bercanda membuat Lasira mengangkat kepala dan menjauhkannya dari dada Mayon. Pipinya merona, menyadari dia baru saja di peluk Mayon di tengah lautan manusia.


" udah, hapus air mata lo..kita balik ke tempat anak-anak.." ucap Mayon sembari membetulkan rambut Lasira yang tampak berantakan. Lasira hanya mengangguk sembari mengusap air matanya. Dia pun tak menolak ketika Mayon memegang tangannya erat dan mengajaknya melangkahkan kaki menuju tempat teman-temannya berada.


Ahh....ternyata luka karena kehilangan terasa lama sekali hinggap di relung hatinya. Dia merasa bahwa dirinya sudah bisa melupakan Vinsa, namun terrnyata dia salah. Hanya melihat sosok yang mirip dengan mendiang kekasihnya, cukup membuatnya kalang kabut. Namun entah kenapa, uluran dan genggaman tangan Mayon kali ini, cukup mampu meredam kegundahan di dalam hatinya.


***


Kini mereka berenam sedang beristirahat di bawah pohon yang rindang. Menjauhi hingar bingar festival menari di pusat kota tersebut. Lasira masih terdiam sedari tadi. Kiara yang berada di sebelahnya, hanya mengelus punggung gadis itu dengan penuh kasih sayang. Mereka semua sudah mendengarkan cerita mayon tentang Lasira yang tiba-tiba kalap berlari kesana kemari hanya karena melihat sesosok lelaki mirip Vinsa. Mereka hanya mampu terdiam karena bingung harus berkomentar apa.


" kita ke makam Vinsa aja gimana?" ucap Mayon memecah keheningan di antara mereka. Lasira mengangkat wajahnya dan menatap Mayon sendu


" udah mau setaun..lo bahkan belum pernah kesana kan semenjak dia gak ada? udah,kita temenin kita kesana..kali aja kangen lo bisa berkurang.." ucap Mayon


" eh bener tuh..tumben lo cerdas.." ejek kimi


" sekalian ntar mampir rumah orang tuanya Vinsa, gimana?" endru menambahkan


" iya..lo harus coba deh Las..biar lo bisa bener bener move on..jangan takut nemuin Vinsa di peristirahatan terakhirnya..lo harus hadepin ini semua..gimana? kita semua nemenin lo kok.." Kiara meyakinkan Lasira kembali.


Sejurus kemudian, gadis itu menghela nafas kemudian mengangguk. Baiklah...saatnya benar-benar move on.


***


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, mereka sampai di sebuah pemakaman yang tampak teduh. Menenangkan. Setidaknya jika dilihat di kala matahari bersinar, entah jika bulan yang bersinar, pastinya akan tampak menyeramkan, bukan menenangkan.


Lasira turun dari motor, berdiri terpaku. Antara takut dan ragu, dia belum melangkahkan kakinya. Tiba-tiba Mayon menepuk pundaknya.


" come on!!! fighting!!! "


Ucapnya sembari tersenyum manis. Ahh..entah kenapa akhir-akhir ini, lelaki ini tampak manis dan bersikap normal didepannya. Tidak menyebalkan seperti biasanya. Lasira mengulas senyum ketika Mayon meletakkan kedua tangannya diatas pundak kemudian mendorongnya pelan sehingga mau tidak mau dia pun melangkahkan kakinya.


Tak berapa lama dia sampai di atas makam bertuliskan nama Vinsa Anindita meninggal di usia muda. Memang benar, umur itu rahasia Tuhan. Tidak memandang tua dan muda, sehat dan sakit.


Lasira berjongkok di depan makam Vinsa,di pegangnya batu nisan tersebut kemudian mengelusnya sembari tersenyum tipis.


"Di bawah batu nisan kinii...tlah kusandarkaaann kasiihh sayangg kamuuu..."


Plakk!!! blughh!! plaakk!!!


Siapa tuh? sudah pasti Mayon yang bernyanyi kemudian mendapatkan banyak pukulan sekaligus pelototan dari teman-temannya. Yang di pukuli hanya meringis menahan sakit kemudian tak berapa lama terdengar suara tawa dari Lasira


" mas...mayon tu lho..becanda terus..dia masih rese'... kamu istirahat yang tenang ya, kamu sendirian kan disitu...aku disini sama temen-temen banyak,jadi aku gak kesepian..aku gak bakal nangis lagi..." ucapnya sembari tersenyum namun air mata terus mengalir tanpa henti.


Sejurus kemudian, Mayon mensejajarkan tubuhnya di sebelah Lasira kemudian merangkul pundaknya


" mas..lo yang tenang disana ya..cewek lo nangis mulu nih..cuman gw pastiin, hari ini air mata terakhir dia buat lo..gw minta ijin juga, biar gw yang jagain dia buat lo..boleh ya?"

__ADS_1


ucapan Mayon terdengar pelan namun tegas,membuat semua orang yang mendengar membelalakkan mata karena terkejut.


Lasira hanya terperangah kemudian menangkupkan kedua tangannya menutupi wajah kemudian menangis sesenggukan. Kimi dan Kiara langsung memeluk sahabatnya. Sedangkan Mayon hanya menunduk, antara malu dan kaget dengan ucapannya sendiri. Jujur,semua perkataannya tidak ia rencanakan, secara refleks dia mengatakan itu setelah melihat Lasira tersenyum sambil meneteskan air mata. Rasanya ia ingin sekali merengkuh gadis itu kedalam pelukannya, menghapus air matanya, namun label "sahabat" membuatnya tidak bisa melakukan itu.


__ADS_2