
Setelah resmi berpacaran dengan seorang Vinsa anindita, tak banyak perubahan terjadi. Terutama untuk urusan pertemanan dengan lawan jenis. Karena Vinsa benar-benar menepati ucapannya, untuk tidak bersikap cemburu. Jika banyak wanita menganggap, cemburu artinya cinta, berbeda dengan gadis satu ini. Entah apa yang ada dipikirannya, dia benar-benar tidak menyukai jika pasangannya cemburu. Baginya, cemburu artinya tidak sayang karena tidak mempercayai. Nah loh..pola pikir yang aneh.
Setiap pagi dia masih dijemput Endru untuk berangkat kuliah, karena memang kelasnya dengan kekasih berbeda. Hanya ketika jam kelas mereka sama, Vinsa menjemputnya.
Respon beberapa orang yang tak mengenalnya namun ngefans dengan Vinsa yang tampak berbeda, dan kebanyakan menatap sebal kepadanya. Tapi seperti biasa, bukan Lasira namanya jika memikirkannya.
Seperti halnya mbak kosnya, ketika pertama kali menanyakan perihal hubungannya ketika dia sedang bersiap-siap menaiki motor sportnya. Kebetulan parkiran motor terletak di depan kamar mbak tika.
" lo jadian dek sama vinsa?" tanyanya jutek
" kalo iya kenapa mbak? mana jempol 10 yang lo janjiin.." godanya sambil menahan tawa. Yang di goda sebal maksimal, melengos lalu pergi. Baru beberapa langkah ,mbak tika menghentikan langkah kakinya kemudian berbalik menatap Lasira
" paling juga bentar lagi putus..." ucapnya dengan dua jari membentuk gunting sambil tersenyum tengil.
" hahaha..wait and see aja..kalo gw putus, lo gw traktir makan sampe kenyang mbaakk.." teriaknya karena mba tika buru-buru masuk kamar dan menutup pintu dengan kasar.
Braakkk!!!
" buseett..yang naksir bukan dia, tapi kenapa dia yang sewot...apa ini namanya setia kawan ama temen?" gumamnya sembari menggelengkan kepala kemudian menaiki motornya. Melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang menuju sebuah kafe tak jauh dari kampusnya.
Ya..dia mendapat telepon dari sahabatnya,Mayon. Katanya mau curhat dan memilih cafe bergaya industrialis sebagai tempat curhatnya. Sebelumnya,dia sudah meminta ijin kepada Vinsa bahwasanya dia akan pergi dengan mayon, dan seperti biasa sang kekasih selalu mengijinkannya.
Sesampainya di sebuah kafe bernama The Tower , hmm..kenapa namanya enggak the tower puff girls skalian..
Dia menyandarkan motornya, membenahi jaket hoodie hitamnya, menatap kaca spion dan menata poni andalannya. Rambut selalu dengan bentuk Ponytail. Dia masukkan kedua tangan kedalam saku jaket hoodienya lalu melangkahkan kaki memasuki kafe tersebut.
Setelah tiba di dalam, dia mengedarkan pandangan mencari sesosok manusia bernama Mayon. Dan tepat ketika matanya berhenti di ujung ruangan, tampak lelaki itu duduk menunduk mengenakan jaket hoodie warna hitam sama persis seperti miliknya.
Hufhhh..saking seringnya mereka memakai baju kembar, entah model entah hanya warna, mereka sampai tidak excited lagi.
Selera baju mereka sama, membeli di sebuah distro yang sama, meski mereka tidak pernah membeli bersama-sama. Jangan salahkan mayon dengan selera berpakaiannya, namun salahkan Lasira yang memiliki selera terlalu lelaki.
Lasira menjatuhkan tubuhnya dikursi depan Mayon duduk. Mayon mendongakkan kepalanya menatap dengan sendu kedatangan sahabatnya.
" kenapa lagi lo? butek amat mukanya.." ucapnya sembari mencomot kentang goreng di meja. Mayon rupanya sudah memesankan beberapa cemilan dan minuman untuknya dan semua sesuai seleranya. Jadi dia tidak banyak protes melainkan langsung fokus memakan hidangan yang tersaji.
Hening tercipta, hanya terdengar helaan nafas lelaki di depannya. Dia masih cuek tidak perduli dengan ekspresi sedih sahabatnya, karena dia tahu, jika memang sudah siap bercerita,tanpa ditanya pun Mayon bakal menceritakan dengan detail plus peragaan kalo perlu.
" Mantan gw minggu depan mau married.."
Nah kan..benar! langsung cerita.
Lasira langsung terbatuk mendengar perkataan Mayon, bukannya kaget tapi memang dia tersedak kentang goreng. Dia langsung mengambil minum dan meneguknya.
" nikah? sama siapa? kakak tingkat lo itu?"
" iya..siapa lagi..dan...."
" dan??...dan apa?"
Mayon tak melanjutkan kalimatnya.
" daaann..bila engkaauu..datang kembaliii..seperti sediaaa kalaaa dimaanaaa kauuu..." Lasira dengan cuek menyanyikan lagu SO7 membuat mayon berdecak kesal. Lasira tertawa terbahak-bahak kemudian berujar
"lo tuh gak pantes punya muka sedih!! udah gak usah galau..dia nikah? artinya dia bukan jodoh lo..udah, terima aja! simpel kan?"
" bacot mah gampang!! gak bisa semudah itu donk..udah 3 tahun lebih gw ama dia..dan ternyata dia tiba-tiba nikah karena dia udah hamil sama orang lain!!!" ucapnya dengan nada tinggi.
" what???? dia hamil? lah..lo juga iuran kagak? kok bukan lo yang disuruh tanggung jawab?"
__ADS_1
" iuran..iuran mata lo somplak!! gw sama dia gak sejauh itu!! gw ngejaga dia tau!! gini-gini gw slalu pacaran dalam batas wajar..jangan lo kira..." Mayon mendelik kesal menatap lasira yang menutup mulut sambil menahan tawa.
" iya..iya..sori..sori...jadi lo sama dia gak pernah ngelakuin itu? trus tiba-tiba di posisi hubungan lo yang gantung antara putus apa enggak,tiba-tiba dia hamil sama cowok lain?"
Mayon mengangguk mendengar penuturan sahabatnya.
" yaudah donk..alhamdulillah laahh..."
" kok alhamdulillah?"
" ya iya..artinya Allah masih ngejaga lo..dia udah siapin Ibu dari anak-anak lo wanita baik-baik yang enggak gampang ngangkang buat cowok mana aja..." sarkas banget istilahnya. Tak ayal kalimatnya membuat mayon tertawa terbahak-bahak. Lasira lega menatap sahabatnya bisa tertawa, sebenarnya dia sungguh tak tega melihat mayon yang benar benar terpuruk, maka dari itu sedari tadi dia bersikap cuek hanya untuk menghindari adegan-adegan dramatis selama sesi curhat berlangsung.
" ahhh..benar juga..gw harusnya bersyukur ya..tapi gw gak nyangka selama ini gw cuman J**ogja.." ucapnya sendu
" hah?? jogja?" tanyanya tak paham.
" iya..jodoh orang gw jaga.." ucapnya sembari memegang dadanya dan meringis pura-pura kesakitan
" ahh..sakitnyaaaa...sakit tapi tak berdarah.." jawabnya sembari ikut memegang dadanya kesakitan, lalu mereka berdua saling bertatapan kemudian tertawa terbahak-bahak .
***
Tak butuh waktu lama bagi Mayon untuk kembali ceria, karena memang karakternya yang tengil, susah baginya untuk menunjukkan ekspresi sedih terlalu lama. Terutama di depan teman-temannya. Entahlah jika sedang sendirian, hanya dia dan Tuhan yang tahu.
Selepas kuliah siang ini, Lasira berencana mengunjungi rumah Vinsa, karena menurut pengakuan sang kekasih, dia sedang meriang. Dia pun melajukan motor sportnya ke arah warung makan tak jauh dari rumah Vinsa, membungkuskan makan kemudian kembali melanjutkan perjalanan kerumah sang kekasih.
Sesampainya disana, rumah mungil itu sepi. Pintu ditutup. Dia pun mengetuk pintu, tak ada jawaban. Diraihnya gagang pintu, ah tidak dikunci. Dia pun membuka pintu lalu masuk
" mas..kamu dimana?" tanyanya sembari melangkahkan kaki mencari keberadaan sang pemilik rumah. Diletakkannya bungkusan makanan yang ia beli di atas meja. Kemudian sayup-sayup terdengar suara TV dari dalam kamar Vinsa. Lasira pun membukanya dan benar saja.
Tampak Vinsa terbaring di atas ranjang kecil berukuran 120x200 itu. Lengannya menutupi kedua matanya. Lasira mempercepat langkahnya, berfikir yang tidak-tidak, karena tadi di chat dia mengatakan sedang meriang. Meriang artinya tidak enak badan kan??
Diraihnya tangan besar itu dengan lembut
" ahhh...maaass..kagett akuu...katanya sakiitt..." ucapnya sembari berusaha melepas pelukan Vinsa,namun gagal. Kalah tenaga.
" siapa bilang aku sakit?" tanya Vinsa sembari tersenyum smirk.
" Lah tadi katanya meriang kan..." tanya Lasira sok santai padahal sebenarnya degup jantungnya bergerak cepat karena ini pertama kalinya mereka bertatapan dengan jarak sedekat ini semenjak mereka resmi sebagai sepasang kekasih.
" iya ..meriang...bukan sakit.."
" yah..apa bedanya donk.."
" meriang...merindukan kasih sayang..aku kangen sama kamu..." bisik Vinsa lembut di telinga Lasira,membuat bulu kuduk gadis itu meremang. Belum sempat dia menjawab, bibirnya sudah terkunci dengan bibir Vinsa.
Pagutan lembut ia rasakan, namun diapun merasakan jika Vinsa masih amatiran. hahaha. Ciumannya terasa kaku, ahhh..Lasira menjadi teringat dengan ciuman pertamanya dengan sang mantan.
Haiishh..
Mereka berpagutan cukup lama, setelah merasa kehabisan oksigen Vinsa melepas ciumannya kemudian bibirnya bergerak ke arah telinga Lasira,menciumnya lembut kemudian turun ke arah leher putih nan jenjang milik gadisnya dan ******* lembut hingga meninggalkan jejak. Ahhh...
Tiba-tiba vinsa menghentikan kegiatannya. Kemudian menjauhkan badannya dari kekasih yang tertidur di bawah tubuh kekarnya.
Kemudian dia menatap Lasira lekat lalu mencium kening.
" ah...aku harus berhenti sampai disini. Jangan sampai kebablasan.." ucapnya sembari beranjak dari ranjang dan duduk di sisinya. Sementara Lasira masih terbengong-bengong dengan tubuh terbaring di atas ranjang.
" mau tiduran aja? udah buruan duduk sini..nanti setan di diri aku kembali lagi.." ucap Vinsa sembari menepuk kasur di sebelahnya.
__ADS_1
Lasira yang sudah kembali kesadarannya langsung terlonjak kaget kemudian duduk disamping kekasihnya kemudian pura-pura merapikan rambut panjangnya untuk menyembunyikan rasa gugup.
" maaf ya..aku kebablasan..aku kangen banget sama kamu.." ucapnya sembari mengusap kepala lasira kemudian melihat lehernya
" ahh..merahh..maaf.." ucapnya
Lasira beranjak dari ranjang menuju cermin di ujung kamar dan melihat bekas perbuatan Vinsa barusan
" haduuhh..kamu gimanaa sih maass..maluu kaann..dikira kita abis ngapa-ngapain lagi.." dengusnya kesal.
" maaf..nanti ditutupin aja..udah yuk..jangan dikaamar..nih setannya daritadi masih bisik-bisikin aku terus nih.." kelakarnya.
Tanpa banyak kata Lasira langsung berlari keluar kamar dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu.
Jujur dia kaget dengan perlakuan vinsa barusan, ini merupakan ciuman pertama mereka. Dan dilakukan di atas ranjang.
Demi apapun itu..ini bukan ciuman romantis namun ciuman mesum karena dilakukan di atas ranjang.
" Ya Tuhaann...mamaa..maafin akuu..." ucapnya lirih sambil mengusap wajahnya
Vinsa yang memperhatikan sedari tadi mendekatinya dan memegang tangannya
" maaf..aku gak sengaja..tak akan aku ulangi lagi..ini pertama dan terakhr..aku cinta sama kamu..dan aku tak mau merusak kamu.."
Lasira tersenyum, menghargai ucapan jukur kekasihnya.
" gak papa mas, tapi kamu keren lah mas.."
"keren? kok bisa?"
" ya karena kamu bisa nahan..dan kamu berhenti sendiri tanpa perlu aku hentikan.."
" ya karena cinta aku lebih besar daripada nafsu aku, sekarang ini..karena kita belum halal..beda sih kalo udah halal.." ucapnya sembari tersenyum jahil.
" hahaha..yaudah ,makan yuk..udah aku beliin makan tadi.."
Disela-sela makan, Lasira menanyakan sesuatu yang sedari tadi mengusik pikirannya
" eh mas..aku penasaran..mau nanya beneran nih..jawab ya.."
Vinsa hanya mengangguk dan meneruskan mengunyah makannya.
" kamu belum pernah ciuman sebelum ini ya?"
Pertanyaannya sukses membuat Vinsa tersedak, dengan cekatan dia mengambilkan air putih di sampingnya dan langsung diteguk habis. Vinsa tampak menghela nafas, sedikit malu sepertinya.
" perlu aku jawab? emang keliatan banget ya?"
Lasira tak mampu menyembunyikan tawanya
" ya kan kerasa...jadi ini first kiss kamu ya? seriusan kamu gak pernah punya pacar?"
" perlu aku jawab? ah ya..dan tentunya ini bukan first kiss kamu kan?"
Pertanyaan Vinsa membuatnya tercekat.
" Tapi yang pasti, kamu akan jadi ciuman terakhir aku deh mas..." jawabnya
" hmmm..i hope so..."
__ADS_1
Mereka berdua pun menghabiskan waktu samb ngobrol di teras rumah, janganlah berduaan di dalam kamar,karena yang ketiga adalah setan.
And this is true.