Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 49


__ADS_3

Pemakaman telah usai. Lasira dan kedua orang tuanya berpamitan kepada seluruh keluarga Vinsa. Mama Vinsa memeluk Lasira dengan erat, seolah mencari ketenangan dari tubuh gadis yang dicintai anak lelakinya. Mereka berpesan,untuk selalu menjaga tali silaturahmi meski vinsa telah tiada. Tak lupa mendoakan


" semoga kamu segera mendapatkan ganti yang terbaik ya nak.." ucapnya dengan derai air mata sembari mengelus kepala Lasira. Gadis itu hanya menunduk menahan air mata.


gantinya?? harusnya seluruh dunia tau, dia tak kan terganti.


Mami Papi membawa Lasira pulang ke rumah, Kiara dan Kimi ikut serta. Mereka akan mendampingi sahabatnya itu sampai kondisi psikisnya stabil.


Sepanjang perjalanan, Lasira hanya menangis dan terus menangis. Sesampainya dirumah pun dia merebahkan diri di atas ranjang kamarnya masih dengan tangisannya. Entah stok air matanya seberapa banyak, sedari tadi menangis tak juga mengering.


" Las..nangisnya udahan donk..muka lo udah jelek tuh..bengkak semua mata lo.." kimi membuka percakapan.


" hapus air mata lo..vinsa juga gak bakal seneng ngeliat lo kayak gini.." kiara berucap lembut sembari memegang tangannya.


" lo mandi aja ya? biar segeran.."


Kimi menarik tangan Lasira ke arah kamar mandi. Sumpah demi apapun, kimi dan kiara merasa amat sedih melihat kondisi sahabatnya. Hanya melamun berlanjut menangis, begitu terus. Bahkan untuk mandi pun, lasira hanya terdiam sehingga kedua temannya memandikan sambil menahan tangis. Antara sedih dan juga lelah, mandiin dan gantiin orang yang cuman diam tak bergerak. Sedih tau!!


Selesai mandi dan berpakaian, Lasira kembali duduk di ranjang sembari melamun. Layar televisi yang menyajikan acara musik tidak mampu mengalihkan perhatiannya.


Kimi dan kiara menutup pintu dari luar dan berbicara dengan berbisik di depan pintu


" kalo kayak gini terus, lama-lama tu anak bisa depresi deh .." kimi berucap sembari mengusap wajahnya dengan kasar


" iya..kita harus selalu nemenin dan suport dia..jangan di biarinn sendiri.."


" tapi kan kita juga gak bisa disini terus ki.."


" kita harus rollingan..."


" rollingan? gantian?"


" iya..ntar gw hubungin si endru biar dia gantiin kita ama anak anak yang lain..gimana?"


Belum sempat kimi menjawab, dari dalam kamar terdengar suara lagu mengalun dengan menyanyat hati


Dibawah batu nisan kini


tlah kusandarkan


kasih sayang kamu


begitu dalam


Kimi dan Kiara langsung bertatapan kaget, sejurus kemudian mereka masuk kedalam kamar dan berusaha mencari remote tv.


Sungguh ku tak sanggup


ini terjadi


karna ku sangat cinta


Gedubrak!!! gedubrak!! suara kimi dan lasira entah menabrak apa saja yang menghalangi mereka mencari benda berwarna hitam panjang tersebut.


Inilah saat terakhirku

__ADS_1


melihat kamu


jatuh air mataku


menangis pilu


Mereka menoleh ke arah Lasira yang makin berurai air mata


hanya mampu ucapkan


selamat jalan kasih...


Klik!!! tombol off berhasil di tekan oleh kiara. Dia menyerah mencari remote dan akhirnya menekan tombol off langsung dari layar televisi. Mereka berdua bernafas lega sembari mengumpat dalam hati


sial!! kenapa gak daritadi sih!!


Kimi mendekati Lasira ,memegang tangannya dan berkata


" lo gak boleh kayak gini terus Las..gw sedih liat lo kayak gini.."


" lo harus kuat..vinsa juga gak bakal seneng ngeliat lo kayak gini.."


Masih tak ada respon. Mereka berdua menghela nafas. Tiba-tiba terdengar dering telepon dari handphone Lasira. Kimi meraih benda tersebut lalu membaca panggilan masuk dari Kokoh.


" kokoh? siapa sih?" tanya kimi dan kiara menjawab


" sohibnya jaman sma..radinka kalo gak salah namanya.."


" gw angkat gak nih?"


" angkat aja..siapa tau bisa bantuin.."


-halo..-


-halo? eh..ini bener nomer Lasira kan?-


-ah iya..ini gw kimi,temennya lasira-


-lah? lasiranya kemana? dia baik-baik aja kan?-


-hmm..not good sih..-


Kemudian Kimi menceritakan secara singkat kondisi Lasira kepada radinka


- yaudah, biar gw ngomong sama dia..-


- tapi dia dari kemarin gak mau ngomong-


-gpp, tempelin aja hp ke telinga,dia gak ngomong tapi setidaknya dia bisa dengerin omongan gw-


-oke-


Kimi masuk ke dalam kamar dan menempelkan hp ke telinga Lasira.


" Radinka mau ngomong sama lo.." ucap kimi

__ADS_1


Setelah hp menempel di telinga,terdengar suara radinka di ujung telepon.


-penk..lo nangis aja kalo mau nangis..tapi jangan lama-lama..lo pasti bisa lewatin ini semua-


Hening tak ada respon.


-ini hanya masalah waktu, sama kayak waktu itu..yaaa..gw tau sih,ini lebih berat daripada waktu pisah sama Jangga..-


Mulai terdengar isak tangis.


- tapi lo pasti bisa!! gw yakin!! liat sekeliling lo..liat bokap nyokap lo, temen-temen lo..semua kwatirin lo..-


Tangisnya semakin kencang


-tapi gw gak bisa koh..ini berat..gw gak sanggup-


-bisa penk!! pasti bisa asal lo usaha!! udah nangisnya jangan lama-lama ya..hidup lo masih panjang harus nisa fight!!-


Lasira menjatuhkan tubuhnya untuk tiduran di ranjang, hingga hp nya pun terjatuh. Dengan sigap Kimi mengambil dan menempelkannya ditelinga.


- udah? makasih ya..-


- gw nitip lasira ya kim..gw gak bisa kesana..yaudah, gw tutup dulu ya..-


-oke..-


***


Malam hari, kiara dan kimi sudah bersiap untuk tidur. Ini sudah hari ketiga mereka disini, namun belum ada perubahan berarti dari kondisi Lasira.


" Las..lo gak boleh ya kayak gini lama-lama..kasian mami papi lo tuh..sedih terus.."


" iya..lo harusnya bertarget..nangisnya jangan lebih dari tiga hari..ntar expired loh" kelakar kimi


" udah gini aja..sesuatu yang dirasa itu jangan di pendam, gak bagus..lebih baik di sampaikan..lo harus cerita sama kita.."


" ihh..cerita gimana sih,orang dia buka mulut aja ogah.." sungut kimi


" ya itu..gw tau..makanya..nih..gw kasih tablet gw buat lo las..lo tulis aja perasaan lo disini..lo boleh tulis puisi atau pun diary..biar perasaan lo lebih ringan..." ucapnya sembari menyerahkan tablet berwarna putih.


Kimi yang melihat itu langsung melotot


" wuiihh...lo pilih kasih!! gw juga dikasih donk.."


" hisshh..ini khusus buat orang yang lagi sedih , bukan buat orang yang sukanya bikin sedih!!"


" yeee...emang gw bikin sedih siapaa??"


" ah elaahh..deretan mantan lo laahh.."


" ahh..sial lo..mantan segala macem lo bawa-bawa "


Pertengkaran kedua sahabatnya membuat Lasira tersenyum simpul, kemudian dia mengarahkan tangannya untuk mengambil tablet yang di tawarkan Kiara.


Melihat Lasira merespon, kedua gadis itu menghentikan aktifitas pertengkaran mereka. Lalu menatap lasira dan ketiga gadis itu berpelukan.

__ADS_1


ahhh..semoga kesedihan ini tidak berlangsung lama.


I hope so.


__ADS_2