Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 21


__ADS_3

Setelah perjuangan panjang, belajar,belajar dan belajar diselingi berdoa tentunya. Mereka semua lulus dengan nilai memuaskan. Sebagian memuaskan sebagian nilainya miris. Tapi yang penting lulus.


Mereka melakukan perayaan kelulusan dengan mencorat coret seragam sekolahnya. Sebagai kenang-kenangan, karna masa SMA hanya sekali seumur hidup. seperti lirik lagu masa masa paling indah..masa masa di SMA.


haiishhh..salah ya?


***


Setelah lulus SMA , banyak waktu luang untuk mereka ketemuan dan nongkrong-nongkrong sebelum akhirnya berpisah melanjutkan studi ke universitas pilihan masing-masing. Meski begitu persahabatan mereka tidak terputus.


Radinka sudah di terima di akpol,setelah melalui perjuangan berat. Akhirnya selangkah lagi cita-citanya akan tercapai.


Jangga juga sudah di terima di salah satu sekolah Ilmu pelayaran di kota sebelah.


Orin melanjutkan studi di sekolah pariwisata di kota kembang. Shabiya mengambil jurusan perikanan di kota S. Ketika ditanya kenapa dia mengambil jurusan itu,jawabannya cukup menggelikan


" siapa tau kalo lulus bisa jadi menteri perikanan"


ah ya..whatever Lah.


Zemma dan Elok melanjutkan studi di universitas sama dan jurusan sama, yaitu DKV. Desain Komunikasi Visual.


Lasira?


sesuai rencana dia mengambil jurusan psikologi di universitas swasta di kota M.


***


Siang ini ,Radinka menjemput Lasira dirumah.Mau kemana?


mau ketemuan sama Jangga pastinya.


" tante..aku ajak Lasira kerumah dulu ya.."


" ada acara apa koh?" tanya mami


"Lasira ditanyain mamah, suruh bantuin bikin kue katanya.."


" kue apa sih? emang Lasira bisa bantuin?"


" kue unthuk cacing, gak tau tuh mamah..bentuknya kayak gimana..tadi bilangnya cuman gitu .."


unthuk cacing itu sejenis kue berbahan tepung beras dan dibentuk seperti cacing bertumpuk.


" oh yaudah..Lasira udah tau kan? "


" udah tan.."


" yaudah tunggu dulu,paling lagi siap-siap"


" tapi nanti kalo kemaleman gpp ya tan? tapi tetep pulang sebelum jam 9 kok.."


" emang bkin kuenya banyak?"


" banyak..dirumah mau ada acara lamaran kakak ku tan..jadi preparenya banyak..kurang tenaga.."


" oh gitu..yaudah.."


Sejurus kemudian Lasira muncul,karna melihat si mami diam saja, dia pikir tidak ada drama di adegan penjemputan kali ini jadi dia pun langsung salim dan pergi keluar.


Namun ketika hendak naik ke motor, Lasira teringat jika handphone nya tertinggal dikamar jadi dia masuk kembali kedalam.


"apalagi yang ketinggalan?hp? nih..tadi ada di meja makan" kata mami sambil menyerahkan hp nya


" ah iya..makasih mi.." ucapnya senang.


" eia..emang kamu bisa? bantuin mamah si kokoh buat bikin kue..apa tuh namanya tadi.."


*duh..si kokoh tadi ngomong kue apa ya?****** gw. batinnya


"* bisa lah mi..emang mami gak bisa?"


" orang namanya aja mami baru tau..apa tadi namanya?"


" ah..eh...hmmm..unthuk cacing " jawabnya sekenanya dan berharap benar.


" ah ya bener!! itu..tadi si kokoh bilang gitu! kalo gitu entar mami bawain ya.."


****** gak lo, mau bawa unthuk cacingnya siapa entar lo.


ahh..tapi setidaknya ucappannya dengan radinka sama. amazing!! chemistry nya dengan radinka dalam hal kebohongan selalu sama. toss!!


***

__ADS_1


Dan disini lah mereka sekarang, benar-benar dirumah Radinka. Jadi kebohongannya tadi tidak seluruhnya.Cuma bedanya, si mamah tidak ada dirumah karena sedang mengunjungi nenek diluar kota.


Mereka duduk berdua di ruang tamu, Radinka berada di ruang sebelah,menonton Televisi.Rumahnya kosong karena seluruh penghuninya sedang berkegiatan diluar rumah.


" kamu masuk kuliah kapan yank" Jangga membuka obrolan.


" bulan depan, sama kayak yang lain.."


" pindahan kesana kapan? "


"mungkin seminggu sebelumnya "


" kamu ngekost ya?"


"iyalah..apalagi.."


" hmm..kos an kan bebas...kamu hati-hati ya..jaga diri.."


" pastilah..kamu gimana?"


" aku kan tinggal di asrama.."


" kamu hati hati ya.."


Hening sejenak. Jangga menarik nafas lalu menghembuskannya lagi


" sayang...misalkan aku bilang, suatu saat nanti aku ikut agama kamu, kamu mau?"


Lasira terperangah,kaget atas pertanyaan yang di ajukan Jangga. Langsung terlintas wajah kedua orang tua Jangga yang ramah dan taat beragama. Ya meski tidak begitu dekat,namun Lasira pernah beberapa kali bertemu. Dan kedua orang tuanya sungguh sangat baik. Jangga memperkenalkan Lasira sebagai kekasihnya,jika datang kerumah. Namun ketika Jangga datang kerumah Lasira, dia diperkenalkan sebagai teman saja. hiks sedih.


"apa? kamu mau jadi mualaf?"


" maybe..." tukas Jangga ragu


" kenapa?"


" aku gak bisa lepasin kamu, dari kemarin makin aku pikir,aku makin gila rasanya..kenapa sih kita mesti buat kesepakatan putus setelah lulus sma?"


" ya harus gitu yank..biar kita gak terluka terlalu dalam..kita harus meng cut hubungan ini di saat kita masih bisa mengendikan logika kita "


" tapi aku gak bisa..aku gak bisa.." ucapnya frustasi sambil menjambak rambutnya sendiri.


" aku juga gak bisa..kamu pikir aku mudah membuat keputusan ini?enggak.." Lasira mulai meneteskan air mata.


" yaudah.. aku ikut kamu aja..aku mualaf"


" tapi aku cinta banget smaa kamu yank.." tukasnya sambil menempelkan dahinya di dahi Lasira.


" aku juga cinta sama kamu..cintaa banget..tapi tetep..gak bisa ngalahin cinta aku sama Tuhanku.."


Jangga mengusap air mata yang jatuh berderai di pipi sang kekasih,mendekatkan bibirnya ke bibir gadisnya,menciumnya dengan lembut. Ciuman pertama dan terakhir bagi keduanya. Ciuman yang rasanya sulit di gambarkan, ada rasa manis,sakit,bahagia dan juga rasa asin, kalau itu sih bisa dipastikan karena bercampur dengan tetesan air mata Lasira.


Jangga melepaskan ciumannya kemudia meraih Lasira di pelukannya, Memeluknya erat seakan tidak ingin berpisah sekarang.


Perpisahan yang terpaksa dilakukan ketika rasa cinta berada di puncaknya.


Tiba-tiba mengalun sebuah lagu


aku untuk kamu, kamu untuk aku


namun semua apa mungkin,iman kita yang berbeda


Tuhan kita satu


kita yang tak sama


haruskan aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi


eh bentar...bentar..


Kenapa tiba-tiba ada lagu marcell judul peri cintaku mengalun di ruangan ini? dengan timing yang tepat pula.


Lasira langsung menolehkan kepalanya ke arah pintu, terlihat tangan Radinka memegang ponsel dengan musik yang masih mengalun lembut. Hanya tangan saja yang terlihat,sedangkan badannya berada di ruangan sebelah.


Lasira melepas pelukannya,menghapus air mata lalu berjalan kearah tangan yang menempel d tembok,kemudian mencubitnya.


"aawuuuww....sakiitt begooo penkkk.."


teriak radinka menarik tangan dan mengusapnya


" siapa suruh lo ngintip??"


" gw gak ngintip,gw cuman nemu ni lagu, gw setelin siapa tau menjadikan drama siang ini menjadi lebih melankolis gituuuu..." ucapnya sambil meringis dan kemudian mendapat tendangan di pinggangnya.

__ADS_1


***


seharian mereka berdua menghabiskan waktu berdua eh bertiga, Ada radinka tapi anggap saja tidak ada. Nonton film, game di hape,ngobrol,makan.


Sampai tak terasa, sudah magrib. Jangga mengingatkan Lasira untuk shalat


" shalat dulu yank..trus pulang ya.."


Lasira mengangguk.


Selesai shalat mereka kembali berhadap-hadapan. Berpegangan tangan


" kamu jaga diri ya..kita udah gak barengan lagi..besok kalo punya pacar, jangan mau di ***** *****.." pesannya konyol


" hahaha..enggaklah..gak nafsu.." jawab Lasira sembari tertawa tapi air mata terus mengalir.


" kamu kuliah yang bener..cari kos jangan yang bebas ya..jangan dugem dugem..shalat yang rajin " pesannya dengan wajah sendu


" kamu juga..jangan mabuk mabukan kalo udah punya duit sendiri..kalo udah bisa nyetir kapal,jangan lupa sama aku.."


" enggak lah..gak akan pernah lupa..kamu tetep ada disini " ucap Jangga sambil menunjuk dadanya.


" semoga kamu bisa segera menemukan penggantiku ya ..yang seiman..ingat, jangan cari yang beda lagi.."


" kamu juga..jangan naksiir yang beda agama lagi ya.."


mereka pun tertawa berdua, tertawa yang di iringi isak tangis. Lalu berpelukan berdua,lamaaaaa. Sampai akhirnya radinka muncul


" udah belom perpisahannya? udah jam 7 malem nih.."


Mereka melepas pelukan, namun masih berpegangan tangan


" gw tunggu diluar ya..ngga lo disini aja dlu, gw anter Lasira balik dulu"


Jangga mengangguk, lalu memandang Lasira dan berbisik


"hati-hati..i will always love you.."


Lasira melepas tangan Jangga lalu berlari keluar tanpa menjawab dan tanpa menengok kebelakang lagi. Dia langsung menaiki motor Radinka,


" udah?" tanya Radinka di sambut anggukan kepala Lasira. Motor berjalan, Lasira meletakkan kepala di pundak Radinka dan menangis sesenggukan di sepanjang perjalanan pulang.


" udah nangisnya..ntar mata lo bentol bentol lho..orang kalo nangis matanya selalu bengkak..ntar kalo ditanyain mami bingung mau jawab gimana kan?"


Lasira mengangkat wajah dan mengusap air mata.


"Mampir di minimarket dulu..gw mau cuci muka koh "


Mereka berhenti disalah satu minimarket lalu ke toilet dan mencuci mukanya,terlihat radinka memegang air mineral dan memberikannya ke arah Lasira,yang langsung di sambut dan di habiskan setengahnya.


Mereka berdua duduk di kursi diteras minimarket tersebut.


" gimana? kalian beneran udah putus?" Tanya radinka disambut anggukan dari sahabatnya.


" yaudah..itu udah keputusan lo penk..yang artinya udah lo pikir mateng-mateng, lo boleh aja nangis sekarang tapi gak usah lama-lama, lo harus bisa lupain..nanti makin lama pasti makin ilang...di kampus baru lo nanti pasti banyak cowok cakep..." Radinka berusaha menghibur, Lasira terseyum tipis


" cuman masalahnya..cowok ganteng tu mau apa gak sama lo..itu masalahnya" lanjutnya sambil terkekeh.


" ah sial lo..." akhirnya keluar juga suaranya.


" bulan depan, kita semua udah pisah-pisah..lo kuliah,gw masuk asrama..gw juga udah gak bisa nemenin lo kemana-mana..gw udah gak bisa jadi laki-laki panggilan lo lagi..yang seenak jidat lo panggil kalo mau pacaran,gw rela setahun inibgw jomblo demi lo penk..biar lo bisa pacaran..gw kan kasian,seumur idup lo gak pernah pacaran.." omongannya bkin emosi deh lama-lama.


Lasira menghela nafas,memandang Radinka dengan mata sendu.


"lo jaga diri ya..gak usah cari sohib cowok lagi, soalnya cuman gw yang tulus sama lo..dari awal sampe akhir gak bakal naksir lo..gak kayak yang lainnya, ngakunya sahabat endingnya nyatakan cinta "


Memang betul sih, selama ini setiap cowok yang mengaku sahabat,berakhir dengan menyatakan cinta dan itu cukup membuat Lasira kecewa, dan hanya Radinka satu-satunya yang tulus menyayanginya sebagai sahabat.


" lo jangan ngomong gitu donk koh..gw kan jadi pengen nangis lagi...emang di asrama ga boleh bawa HP? " katanya sembari mengusap air mata yang kembali turun


" gak boleh..tapi nanti klo udah boleh gw pasti hubungin lo..lo kuliah yang bener ya, hati-hati disana..cari temen baru lagi,hidup baru lagi, gw doain lo segera lupain Jangga..biar Jangga juga bisa lupain lo.."


Kata radinka sembari mengelus kepala sahabatnya.


" oh iya..Lusa gw udah berangkat ke asrama..ini terakhir gw anterin lo pulang.."


Lasira menangis sesenggukan


" lo jahat banget sih koh..kenapa mesti berangkat Lusa? gw baru aja pisahan sama pacar gw sekarang sama sahabat gw..gw bisa apa??"


" udah donk..kok nangis lagi...kan masih ada ciwi-ciwi...walo ntar kalian pisah tapi kan masih bisa telpun-telpunan.."


Lasira mengela nafas ,mengusap air mata lalu berdiri meraih tangan radinka

__ADS_1


" makasih ya koh..udah selalu ada buat gw..lo sahabat pertama dan terakhir gw..besok kita ketemu lagi klo lo udah pake seragam ya.."


Mereka berdua tersenyum sendu. Sungguh perpisahan yang menguras air mata.


__ADS_2