Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 44


__ADS_3

Semenjak kecelakaan ringan yang menimpanya, Lasira memang meminta motor sportnya diganti dengan motor baru.


Dan dugaan teman-temannya lasira akan menggantinya dengan motor metic, mengingat kekasihnya sudah memiliki motor sport. Jadi hobinya menaiki motor besar bisa tetap tersalurkan meski tak memiliki kendaraan itu lagi.


Dan hari ini, teman-temannya sedang berkumpul dirumah Vinsa. Sementara Lasira masih dalam perjalanan dari rumah orang tuanya menuju ke kota tempatnya menuntut ilmu.


" heh..taruhan yuk..ntar motor barunya dia warnanya apa?" Kiara membuka percakapan.


" gw bilang sih tetep kuning.." sahut endru.


" iya sih..dia yellow holic banget.." kiara menyetujui ucapan endru


" udah,gak penting warnanya...yang pasti dia mau motor metic, kopling atau bebek biasa??" tanya mayon. Semua menjawab dengan argumen masing-masing.


" matic pastiii..dia kemarin bikang,motornya lebih enteng daripada yang lama.." tebak kimi.


" ahh..tapi kayaknya dia susah deh kalo pake metic.." sahut endru


Vinsa hanya tersenyum geli.


Tak berapa lama terdengar deru suara motor berhenti di halaman depan membuat segerombolan mahasiswa yang sedang asyik rumpik menoleh ke arah suara.


Sejurus kemudian tampaklah macam-macam ekspresi dari wajah mereka. Ada yang tertawa, mulut menganga, tepok jidat sambil geleng-geleng kepala.


Tampak Lasira masih duduk di atas motor barunya, melepas helm full face nya, menaruh di atas paha berbalutkan celana jeans hitam kemudian mengibaskan rambut panjangnya yang terurai kemudian berpose genit


" gimaanaa motor baruu gw...kereeenn kaann..." ucapnya sembari memamerkan motor trail berwarna hitam miliknya.


" udah kayak satria baja hitam RX blom?" tanyanya sembari menyilangkan kedua tangannya tinggi-tinggi. Semua teman-temannya hanya mengelus dada melihat tingkahnya.


Namun berbeda dengan sang kekasih,


Vinsa tampak menyambutnya dengan senyum cerah kemudian meraih kepala kekasihnya dan mengacak-acak rambutnya sembari berbisik


" whatever makes you happy N..."


Sikap mesranya membuat semua teman-teman bersorak sorai disertai umpatan-umpatan para jomblo yang merasa cemburu.


***


Hari ini ujian semester diadakan, dan Lasira memiliki jadwal ujian 3 matkul sekaligus.


Dimulai dari pukul 08.00 WIB psikologi perkembangan, pukul 10.00 WIB psikologi kepribadian dan terakhir pukul 13.00 WIB psikologi faal.


Pagi ini, 30 menit lebih awal endru sudah menjemputnya. Pagi hari wajah Lasira tampak tak segar.


" tidur jam berapa lo semalem?" tanya endru

__ADS_1


" jam 2 tidur..jam stgh 5 bangun..abis itu melek sampe sekarang..."


" dan hari ini lo ujian...perasaan gw jadi gak enak nih.."


"kenapa?" tanyanya sambil menguap


" jam terakhir lo jam-jam rawan..jangan-jangan lo ntar ketiduran lagi..!! faal kan matkul tambahan, dan lo ambil sendirian gak ada temen,artinya gak ada gw!! catet itu!"


" ya lah..ya lah..amaann...yuk jalan ah..."


Setelah berjuang melawan rasa kantuk di kombinasi dengan perjuangan mempertahankan daya ingat atas segala materi yang sudah ia pelajari dengan sistem sks alias sistem kebut semalam akhirnya dua ujian telah terselesaikan. Masih ada waktu 2 jam menuju ujian terakhirnya.


" duuhh..ngantuk gw makin gak bisa di ajak santai nih.." ucapnya sambil sesekali menguap


" jangan balik kos lho..kita semua masih ujian 10 menit lagi.." endru mengingatkan


" lo kerumah vinsa aja, tidur bentar..nanti suruh bangunin dia setengah jam sebelom masuk.." usul mayon.


" wuih..tumben usul lo cerdas..yaudah,gw cabut dulu deh..."


" tapi tidur sendiri ya las...jangan tidur barengan.. " goda mayon yang mendapat tendangan maut di pinggang.


Sesampainya dirumah vinsa, sepi. Sebenarnya mereka tadi ujian matkul yang sama namun beda ruangan. Lasira sudah memberitahu jika dia akan numpang tidur dan vinsa memintanya untuk pulang kerumah lebih dulu karena dia masih ada beberapa urusan di kampus. Setelah memarkirkan motor trail nya, dia mencari kunci rumah yang biasa diletakkan dibawah pot. Setelah ketemu,dia langsung membuka pintu dan masuk menuju kamar. Tak lupa pintu depan dia tutup kembali tanpa menguncinya.


Melihat kasur didepan mata, tak perlu waktu lama baginya untuk merebahkan tubuhnya dan tak sampai lima menit dirinya sudah terbawa ke alam mimpi.


" N...bangun..katanya ujian? " ucapnya sembari mengelus pipi mulus kekasihnya .


hening tanpa ada pergerakan.


" jadi ujian gak? katanya ujian faal.."


Lasira tampak membuka mata sejenak sebelum kemudian menutupnya kembali.


" hey..udah jam 1 ..udah shalat belom?"


" lagi libur mas..udah ah, berisik aja daritadi ah.."


" katanya ujian? jadi gak?" tanyanya untuk kesekian kali ketika melihat gadis itu memunggunginya dan kembali memeluk guling.


" gak jadi..bodo amatt!! semester depan ngulang lagi aja! aku ngantuk!!" ketusnya


Vinsa hanya tersenyum kemudian meraih hp Lasira yang sedari tadi ada telepon masuk dari endru ,namun karena mode diam membuat hp nya tak bersuara.


Diangkatnya panggilan itu dan dia meletakkan hp tepat di telinga lasira. Tak butuh waktu lama, terdengar teriakan melengking di ujung telepon


Lasiiiiiraaaaaaaaaaa.....kelaass loo udaahh masoookk...mauuu matiiii loooo gaakk ujiaaaannnn!!!!

__ADS_1


Seketika gadis itu langsung melompat dari ranjang, meraih tas ranselnya dan berlari keluar kamar


" mass..aku kampus duluu..." teriaknya sembari memakai sepatu dan langsung melompat ke atas motor traill nya ,rambut panjangnya hanya di ikat sekenanya.


Dan tanpa cuci muka dia pun berangkat ke kampus. Vinsa hanya mampu tertawa geli setiap kali melihat tingkah polah kekasihnya yang kelewat cuek untuk ukuran seorang gadis.


Sesampainya di kampus, tepat ketika dia berada di lantai dua tempat ujian berlangsung, mahasiswa di dalam kelas tersebut berhambur keluar.


matiihh gw!!! ujian udah kelar.


Dia mengusap wajahnya,kemudian mengikat rambutnya menjadi sedikit rapi dan ketika dia melihat dosen pengampunya tersebut keluar dari ruangan, dia langsung berlari mengejar


" paakk...paakk...maaf..saya ketiduran pak..boleh saya mengikuti ujian susulann?" ucapnya sembari berusaha mensejajarkan langkah sang dosen yang berjalan dengan cepat menuruni tangga.


" nama saya Lasira pak...saya gak pernah bolos, baru sekali ini ketiduran pak..maaf ya pak..boleh ikut ujian susulan?" pintanya sembari menangkupkan kedua tangan di depan dadanya.


" gak ada ujian susulan.."


matih!!!!


" kamu silahkan menonton film yang menceritakan tentang sang tokoh yang mengidap skizofrenia jadi dia merupakan bla..bla..blaa..bla..itu film karya dari bla..bla..bla...silahkan kamu tonton,kamu rangkum dan jadikan makalah, besok taruh di meja saya.." ucap sang dosen sembari mempercepat langkahnya tanpa sedikit pun menoleh menatap wajah mahasiswinya yang belum cuci muka sehabis bangun tidur.


Yaelaahh paakk..ngomongin komik sih gw paham pak..kalo film gw angkat tangan!! mana tadi gak gw catet..tu dosen ngomong apa ya..huhuhu.


Lasira menunduk meratapi nasib, ketika melihat kakinya, dia menepuk jidat


" pantes dari tadi gak enak nih kaki, ternyata sepatu kanan sama kiri ketuker !!!"


***


Dengan wajah cemberut dia kembali kerumah sang kekasih.


" kenapa? telat? "


" iya.. " jawabnya lemas


"trus gak boleh ikut ujian?"


" aku sampe sana, kelas udah bubar..."


" yaudah..ulang lagi semester depan.."


" cuman gw dapet tugas..suruh ngrangkum film..cuman gw lupa filmnya apa judulnya..pokoknya tentang skizofrenia.."


" oh...itu..aku ada filmya, yaudah..kalo masih ngantuk bobok lagi gih..aku kerjain tugas kamu..."


" Jinca??? arasso???...aaaaa...sarangheyoo oppa...." teriaknya sambil memeluk tubuh kekar kekasihnya. Vinsa tertawa geli sembari mengusap usap punggung gadis itu.

__ADS_1


Seperti itulah cara mencintai seorang vinsa anindita, selalu memanjakan,melimpahkan perhatian, mengalah dan menomor satukan kekasihnya sehingga terkadang segala perlakuannya semakin membuat sang gadis menjadi tidak tahu diri dan semakin semena-mena. Namun dirinya tidak keberatan, mungkin dia termasuk lelaki bucin terhadap kekasih.


__ADS_2