
Seminggu berlalu setelah kejadian memalukan itu. Selain di mata kuliah psikologi kepribadian, dia memang tidak pernah satu kelas lagi dengan si mas gondrong tersebut. Dan dia juga tidak mencari tahu info tentang segala hal yang berkaitan dengan Mas gondrong.
Sampai detik ini pun, dia tidak tahu namanya siapa. Sebenarnya dia bisa menanyakan kepada citra, yang sering ngobrol dengan lelaki itu. Namun Lasira enggan, gengsi dong.
Di papan pengumuman, terdapat info jika jadwal perkuliahan psikologi kepribadian untuk seminggu ini, akan di gabung dan dipadatkan menjadi satu hari saja. Jadi mahasiswa diminta menyesuaikan bisa masuk jam berapa saja, dimulai pukul 08.00 wib sampai 13.00 wib. Nah loh..apa gak capek tuh dosen ngajar marathon seperti itu. Rumornya sih, pak dosen akan cuti selama satu minggu jadi beliau memadatkan jam perkuliahan seminggu itu dijadikan satu hari. ah entahlah..mahasiswa manut saja.
Mereka berempat sudah berada di dalam kelas, mengikuti perkuliahan di jam pertama. Banyak mahasiswa yang ikut masuk akan tetapi yang tidak kebagian kursi terpaksa menunggu diluar kelas sampai jam pertama selesai. Dan di kelas pagi ini, Lasira tidak melihat si mas gondrong. Antara kecewa dan lega bercampur menjadi satu.
"kenapa? nyariin mas gondrong? gak ada tuh.." endru menggoda.
" yeee...siapa juga yang nyariin.." dengusnya sebal.
Oke,jangan ngobrol. Pak dosen sudah memulai perkuliahan. Tak terasa satu jam berlalu, saatnya bergantian dengan mahasiswa yang lain. Ketika kelas selesai, sebagian mahasiswa yang akan keluar kesulitan karena mahasiswa yang berada diluar sudah berusaha masuk, takut tidak kebagian tempat duduk. Dengan susah payah,menerobos kerumunan,akhirnya Lasira berhasil keluar namun kakinya tersandung dan ketika akan jatuh seseorang menangkap lengannya. siapa? berharap mas gondrong yang nangkep?
Lasira mendongakkan kepala dan seketika pria plontos bertahi lalat di dagu tersenyum lebar sambil berkata
" besok mata lo pindah kebawah ,biar gak kesandung"
oh..ternyata itu oscar. Lasira mendengus dan menghentakkan tangannya, mendelik sebal tanpa mengucapkan terima kasih. Dia membetulkan kemeja bercorak bunga yang dipakainya kemudian sebelum beranjak dari sana,dia melirik ke sisi kanan tempat dia berdiri. Ada lelaki bertubuh tinggi dan berambut gondrong,sedang berdiri bersandar di pagar pembatas .Dia sedang sibuk dengan ponselnya. Lasira hanya melirik sebentar kemudian melangkahkan kaki menuju kantin bersama teman-temannya.
Sesampainya di kantin, mereka memesan makanan. Mereka duduk melingkar di taman dekat kantin. Ada Lasira,Kimi, endru, roniey, Ryan,rino,mayon dan agatha. Paket komplit lah.
" eh..bentar..bentar..kok rasanya ada yang kurang ya...tapi apaaa gituu.." Lasira berucap seraya mengernyitkan dahi berusaha mengingat-ingat apa yang menjadi ganjalannya. Kimi yang sedang sibuk mengunyah donat berucap
" Kiara dimana sih??"
" aahhhh iyaaas...ituuu yang gw cariiii!!!" teriak Lasira
" gak tau,bukannya tadi dibelakang lo?"
" ada yang liat gak?"
semua teman-temannya menggeleng. Lasira meraih ponselnya dan mengirim sms
-Lo dimana ki?-
Tak berapa lama ada balasan, triingg
-gw masih di dalam kelas-
-nah loh..ngapain? -
-gw tadi belom absen,ceritanya nunggu biar kelasnya kondusif dulu, pas udah gitu ternyata dosennya langsung mulai kuliah-
__ADS_1
-trus? kenapa lo gak keluar?-
-gw kan belom absen-
-ya ngomong donk kalo lo belom absen?-
-gak berani,ntar dikira gw bo'ong-
-begooooooooo...-
"bocah begooo!!! " Lasira mengumpat
" kiara kenapa?" Ryan bertanya
" dia masih dikelas coba, gara-gara dia belum absen,mau keluar takut katanya " jawabnya sambil tertawa terbahak-bahak, merasa geli dengan kepolosan sahabatnya.
" takut kenapa? " tanya mayon
" takut dikira dia bo'ong..belom ikut kuliah pertama udah minta absen"
" ya kan dia tadi duduk d depan dosen, gak mungkin lah dosennya lupa ama muka dia" agatha menimpali
" ya gitu lah si kiara...biarin aja, tungguin disini aja sampe dia kelar " sahut endru sambil tertawa membayangkan muka kiara yang bakal satu jam lagi mendengarkan materi yang sama.
***
" wuiihh..ini niihh..calon dosen psikologi kepribadian..pasti udah hafal materi nih.." ejek mayon
" iyaaa pastiinya donk...dua jam dengerin materi sama lhooo " rino menimpali.
Semua tertawa terbahak-bahak mentertawakan kebegoan kiara. Yang di ejek tak perduli malah berteriak
" miiiii...es teh donkkk.." teriaknya ke arah mami kantin. Entah namanya siapa, tapi panggilannya Mami.
"berapa??" sahut mami kantin
" segaloonn..nihh buat guyyuurr mulut mulut rese' ini sekalian "
Kiara tidak memperdulikan ejekan teman temannya, dia langsung bergabung duduk bersama Lasira dan kimi.
" eh..eh..tadi gw duduk sebelahan sama mas gondrong loh " ucapnya membuka pembicaraan.
" trus..trus...lo ajak ngobrol?" Kimi antusias
__ADS_1
" iya donk.. waahh..dia pinter loh.."
" pinter gimana? emang lo ngobrol apaan?" kimi menyahut. Lasira tetap diam hanya mendengarkan.
" yaahh ngobrol apa aja..bahasa dia tu tinggi..sulit di cerna.."
" trus? lo paham dia ngomong apa?"
Kiara menggeleng lucu, Kimi mencebik
" trus pinternya sebelah mana?"
" ya itu tadi..bahasa obrolannya tu tinggi..tampak pinter dan gw gak paham..pokoknya pinter gitu deh " tetap ngeyel mempertahankan bahwa si mas gondrong itu pintar.
" ah yaudah..gak penting, trus trus...lo ngajak kenalan gak? nama dia siapa?" Kimi bertanya lagi. Kiara menggeleng lemah sembari menjawab
" nganu...gw lupa.." katanya sambil cengengesan dan Kimi langsung menoyor kepalanya
***
Kimi,kiara serta endru masih ada kuliah sedangkan Lasira sudah selesai. Siang yang terik ini enaknya ngadem di kos,baca komik dan tidur. Jadi dia memutuskan untuk pulang dan tidak menunggui teman-temannya.
" gw balik dulu ya, ntar kalian nebeng endru aja.." perkataanya di jawab acungan jempol oleh ketiga sahabatnya.
Lasira berjalan meninggalkan kantin dan menuju parkiran. Ketika sampai di parkiran, dia melihat motor sportnya terparkir di sebelah motor sport keluaran terbaru berwarna hitam pekat. Sebenarnya ini motor sport impiannya,tapi tidak mungkin dia meminta papi untuk membelikan, dia bisa mendapatkan motor sportnya yang sekarang ini, penuh perjuangan, setelah mendapatkannya pun dia baru bebas mengendarainya setelah dua tahun motor itu hiatus di garasi rumah.
Tanpa sadar dia memegang dan mengelus motor itu dengan mata berbinar-binar. Dadanya meletup-letup rasanya ingin sekali menaikinya, ketika dia sudah mengangkat kaki untuk menaikinya tiba-tiba terdengar suara deheman
"ehhmm..ehhmm.."
Lasira sontak menurunkan kakinya kembali lalu menoleh ke sumber suara.
Astaganaga!! Demi muka jason statam pas senyum manis sekali, Lasira maluuuu setengah mati!!! Ya Tuhaaannn...ini kali kedua dia ke gap dengan pose yang amat sangat absurd dan memalukan.
ahhhh..ternyata itu motor mas gondrong!!!
" ahh..he..hmmm..halo mas...motor lo keren.."
puji Lasira dengan muka memerah, secepat kilat dia langsung menaiki motor sportnya yang berada persis di sebelah motor yang dia sebut keren tadi. Secepat kilat dia memasukkan kunci kedalam lubangnya,memutar lalu menstater motornya
" gw duluan mas..." ucapnya sambil berlalu tanpa memandang wajah *si mas gondrong.
Dan si mas gondrong yang melihat tingkah polah Lasira hanya memandang dan bergumam gadis aneh.*
__ADS_1