Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 19


__ADS_3

Akhirnya mereka bertiga kini sudah berada di salah satu mall di kota itu. Memang mereka janjian ketemu di Bioskop. Jangga tersenyum menyambut kedatangan kekasihnya.


" thanks bro..." ucapnya sambil menepuk pundak Radinka


" enteng lah kayak gini..." sahut radinka


" trus lo mau ikutan nonton gak?" tanya Lasira


" makasih deh,gak usah repot repot,jadi obat nyamuk malam minggu,OGAH!!" jawabnya ketus


" ya biasa aja kalii..nasib jomblo emang mengenaskan hahahah " ejeknya


" ah rese' lo..yaudah ..nanti gw jemput lagi ya jam setengah sembilan..di parkiran deh..biar gw ga usah masuk.."


" oke deh siapp.."


" nonton ya nonton aja ,jangan di apa-apain sahabat gw ya ..gw nih tadi yang bawa dia keluar " ucapnya sambil mengerlingkan mata


" iyaaa..emang mau di apain di tempat serame ini??" kata Jangga sambil tersenyum


" nah loh..bearti kalo di tempat sepi?"


" ya liat sikon lah..hahaha "


Mereka tertawa terbahak bahak sambil melakukan toss membuat orang yang dijadikan bahan obrolan mendengus sebal.


***


Sepeninggal kepergian Radinka, mereka antri membeli tiket setelah memilih menonton film romantis. Tentu saja itu pilihan Lasira.


Sampai di dalam, banyak pasangan muda yang menonton film itu.


Mereka duduk di kursi tengah,menikmati pop corn sambil menonton layar besar di depan mereka.

__ADS_1


Ketika adegan romantis tersaji di layar besar tersebut, Lasira merasa Jangga memegang tangannya dan dia membiarkan itu.Hatinya berdesir dagdigdug tak karuan, padahal cuman dipegang tangannya,gimana dipegang yang lainnya. Ketika dia menoleh ke arah Jangga dia membelalakkan matanya melihat pemandangan di kursi sebelah Jangga.


Sepasang muda mudi itu saling berpagutan mesra tak peduli jika ada yang melihat.


Berusaha mengalihkan pemandangan ciuman secara live di depan mata,dia kembali mengarahkan pandangannya ke layar di depannya dan kembali terhenyak kaget karena adegan live tadi,berpindah ke adegan film yang dia lihat. wohalaahh...ternyata sepasang kekasih tadi totalitas sekali, nonton film dan langsung mempraktekkannya.


Karna bingung harus memandang ke arah mana, Lasira menarik tangan dari genggaman jangga lalu menutup wajahnya menggunakan kedua tangan. Jangga yang kebingungan kemudian menoleh ke sebelah kanannya yang ternyata adegan ciumannya belum berakhir dan kembali menoleh ke arah layar dan adegan ciumannya telat berakhir. Dia tersenyum lalu mendekatkan kepalanya ke arah telinga Lasira lalu berbisik


" kamu jangan kepengen ya..aku gak mau nyium kamu disini kok..."


Lasira yang kaget langsung memukul dan mencubit lengan Jangga yang meringis kesakitan sambil tertawa tawa tertahan.


***


Selesai menonton film, mereka makan.


Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB.


Ahh..kalo buat pacaran,memang waktu berjalan sangat cepat. Mereka sampai di mall tadi jam 17.00 WIB, ketika jam sudah menunjukkan waktu shalat maghrib, Jangga menanyainya


" aku lagi dapet kok..jadi libur gak shalat.."


" oh..gitu.."


Nonton,ngobrol dan makan menyita waktu selama 3 jam, itu pun rasanya masih kurang.


" udah jam 8 yank..si radinka bentar lagi nyampe parkiran..kamu pulang sama dia ya?"


Terlihat kesedihan di wajah Jangga ketika mengatakan itu, tumben. Biasanya dia selalu menampilkan ekspresi datar. Mungkin kali ini dia merasa, menghabiskan waktu bersama kekasihnya merupakan hal yang sulit.


" iya..kenapa? kamu sedih ya?"


" gak usah ditanya lah..tapi gak papa, ini sudah cukup kok..masih mending daripada tidak sama sekali kan?"

__ADS_1


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, sms masuk.


"ah kokoh udah dibawah,yuk turun yank.." ajak Lasira dan setengah berlari mereka sudah sampai di parkiran. Masih dengan bergandengan tangan, mereka menatap Radinka yang sudah bertengger di atas motor sport milik Lasira. Lalu mereka berdua saling berpandangan tanpa melepaskan tautan tangan mereka tapi juga tanpa bicara. Radinka yang melihat adegan romantis di depannya mendengus sebal, jiwa jomblo nya meronta ronta meminta mulutnya untuk mengomel, dan akhirnya mulutnya terbuka


" wooii..udah deh udah..gini aja, lo ikut mobil Jangga, gw ngikutin dari belakang, ntar lo brenti di perempatan sebelum rumah lo,ntar gw anterin lo dari situ sampe kerumah.." perintah Radinka yang ternyata lebih merasa tidak tega melihat dua sejoli itu.


Mereka berdua tersenyum lega lalu bergegas masuk ke mobil.


Selama di mobil, tangan mereka tetap bergandengan, meski Jangga menjadi sedikit kesulitan ketika mengganti gigi porsnelingnya. Mereka hanya diam,terhanyut mendengarkan lagu yang berputar


Lambat sang waktu berganti


Endapkan Laraku disini


coba tuk lupakan bayangan dirimu


yang selalu saja memaksa tuk merindumu


Sekian lama aku mencoba


menepikan diriku, diredupnya hatiku


Letih menahan perih yang kurasakan


walau kutahu kumasih merindumu


Ahh...Lagu Naff terdengar menciptakan suasana sedih. Jangga mengangat tangannya kemudian mencium punggung tangan lasira tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Tak butuh waktu lama,mereka sudah sampai di dekat rumah Lasira. Radinka sudah menepikan motor,menunggu sahabatnya turun dari mobil.


" udah sampai yank..makasih ya.." ucap Lasira memecah keheningan. Jangga tersenyum kemudian memajukan badannya,mencium kening Lasira cukup lama sebelum akhirnya melepaskan ciumannya sambil berkata


" hati-hati..i love you"

__ADS_1


" love you too"


Lasira turun dan naik ke motor dan tanpa menoleh, motor sport itu langsung melaju meninggalkan mobil Jangga.


__ADS_2