Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 23


__ADS_3

Mereka berempat jarang sekali mengambil mata kuliah di jam yang sama. Karena memang sebenarnya mereka beda kelas. Kimi dan Kiara di kelas A sedangkan Lasira bersama Endru di kelas B. Namun ada kalanya mata kuliah mereka mengambil dosen yang sama dan di jam yang sama.


Seperti pagi ini, karena mereka kuliah bersama,tidak ada adegan bangun siang. Mereka sudah siap bertiga berangkat ke kampus. Endru tidak menjemput karena biasanya mereka bertiga akan berboncengan naik motor bertiga.


Secara serentak ketiga gadis itu keluar dari kamar masing-masing. Kamar mereka berderetan,kamar Kiara berada di ujung.


."udah siap?" tanya Kimi sambil mengunci pintu kamar, pagi ini dia mengenakan jeans hitam,sepatu kets dan kemeja polos warna hitam serta tas ransel, rambut pendeknya tampak acak-acakan, belum disisir.


Lasira mengangguk sambil memakai sepatu kets warna putihnya, pagi ini dia mengenakan jeans belel,kemeja lengan pendek warna biru,rambut di kucir kuda. Selesai dengan kegiatannya,mereka berdua menoleh ke ujung ruangan. Tampak kiara yang sudah rapi tampak berdiri di depan rak sepatu. Kalau sudah seperti itu,biasanya dia akan melakukan kegiatan unfaedahnya.


"lo udah belom sih ki? bengong aja" tegur Lasira


" udah..cuman gw lagi mikir..."


Lasira menaikkan alisnya,menunggu lanjutan ucapan kiara.


" gw pake sepatu warna apa ya? putih apa merah? baju gw merah biru..kalo sepatu gw merah,matching sih..tapi ntar kayak spiderman gak sih? ato putih aja? tapi gak matching ya.."


nah kan bener. Dia memang gadis serba matching,apapun itu warnanya harus senada. Bisa di cek lah itu daleman dia warnanya sama apa gak sama warna baju luarnya.


" putih aja..putih kan netral.." Lasira memberi saran


" udah, pake sendal jepit aja..ribet amat sih lo!" komentar kimi galak.


" hmmm..yaudah,pake flatshoes item aja ah..."


hhmmm..whatever .


Mereka bertiga menuruni tangga, tak lupa alarm hidup mereka dengan galaknya mengingatkan


" cek lagi..gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Kimi. Dia sudah hafal kedua temannya pengidap lupa akut. Kedua gadis itu refleks membuka tas mereka,sejurus kemudian Lasira menutup mulut lalu berlari kembali keatas. Kimi mendengus kesal, lalu menatap kiara sambil melotot


"lo gak sekalian? cek yang bener"

__ADS_1


Kiara menggeleng mantap sambil mengacungkan jempolnya pertanda aman!! tidak ada yang tertinggal. Tak butuh waktu lama ,Lasira sudah kembali turun sambil memegang buku paket di tangannya. Sok jadi mahasiswa rajin,bawa buku paket segala.


" udah yuk..jalan..udah jam berapa ini.."


tanya lasira sambil terengah-engah, Kiara menarik tangan kirinya dan terpekik


"ahhh...jam tangan gueeeee.." teriaknya sambil berlari kembali ke atas. Kimi langsung menendang motor di depannya.


Untung saja kiara berlari secepat kilat sehingga tak sampai 5 menit dia sudah kembali turun dan berdiri di depan kimi sambil tersenyum manis


"sorii..namanya lupa kan gak inget kim.."


" udah gak usah ngomong,tiap hari kayak gini!! mana kunci motor lo..katanya semalem berangkat ngampus pake motor lo??" tanyanya galak maksimal.


Kiara dengan sigap membuka tasnya,mengacak-acak isi dalam tasnya sambil sesekali menyibakkan rambut panjangnya, kimi memelototi aktifitasnya


" jangan bilang, tu kunci masih di dalem kamar..!!!"


Kiara meringis,di sambut ucapan Lasira


" kita bertiga lho..masa iya naik motor lo? emang lo bisa?" kiara meragukan.


Ya,menjadi mahasiswa menjadikan motor sport kesayangannya boleh dibawa dari rumah. Motor sportnya memang bukan keluaran terbaru, tapi masih good condition karena memang jarang dipakai.


" bisaa..kalo gak bisa ntar paling juga jatoh..kalo pelan kan jatohnya gak sakit "


ah teori darimana itu,namanya jatuh dari motor tetep aja sakit markonaahh.


Tak ada pilihan lain, mereka bertiga berboncengan bertiga di jok sempit motor sport Lasira. Dan sedikit agak kesusahan karna menjaga keseimbangan berat motor dan berat kedua temannya,akhirnya mereka berhasil sampai di parkiran kampus. Tentu saja ketiga gadis cantik berboncengan bertiga naik motor sport menjadi tontonan para mahasiswa lainnya. Namun mereka bertiga cuek saja.


***


Kini mereka berempat sudah di dalam kelas, Endru ikut bergabung. Mereka mengikuti mata kuliah Psikologi kepribadian. Duduk berjejeran di tengah-tengah kelas. Dosen belum masuk kelas sehingga para mahasiswa masih berisik ngobrol kesana kemari. Lasira hanya melamun,entah apa yang di lamunkannya.

__ADS_1


Tak berapa lama, datang seorang mahasiswa berbadan tinggi, berkulit sawo matang, hidung mancung, alis tebal dan rahang yang tegas. Ada yang unik dari penampilan mahasiswa satu ini, dia memiliki rambut gondrong yang agak gimbal. Memakai celana jeans sobek-sobek, kemeja kotak-kotak warna abu. Lasira mengalihkan pandangannya dari papan tulis menuju sesosok laki-laki yang mulai membuka pintu kelas


iihh..urakan banget sih style nya..pasti bau deh.batin Lasira.


"assalamualaikum.." ucap mahasiswa itu ,menyedot perhatian seluruh penghuni kelas.


"waalaikumsalam " sebagian mahasiswa yang mendengar menjawab salamnya,termasuk Lasira.


Dia sedikit terkesiap kaget, melihat penampilan lelaki yang urakan itu tetapi malah mengucapkan salam ditengah kelas yang sangat ramai,biasanya juga tidak ada yang mendengarkannya.Namun karena penampilannya yang sudah mencuri perhatian,membuat seluruh kelas mengalihkan padangan ke arahnya lalu menjawab salamnya. Sang lelaki penarik perhatian itu berjalan dan duduk tepat di depan kursi Lasira. Ketika dia mendudukkan badannya di kursi, semerbak harum wangi mencuat dari tubuhnya.


Lasira refleks menarik nafas menghirup kuat-kuat wangi parfum dari tubuh lelaki didepannya.


akhhh...bau parfumnya persis Jangga!! gumam Lasira. Hatinya langsung berdesir,merasakan sedikit rindu di relung hatinya. sedikit kok. sumpah!!


Dia kembali memperhatikan lelaki di depannya, rambutnya tebal dan hitam, di ikat rapi, ketika lelaki itu menoleh kesamping karena di ajak berbincang dengan salah satu temannya,Lasira dapat melihat hidung laki-laki itu mancung sekali ,dan jambang tipis yang tumbuh di sekitar rahangnya.


Lasira mendengar dua orang di depannya ngobrol


"mas kamu semester berapa sih? kok aku baru liat?" " tanya citra, teman Lasira yang duduk di sebelah lelaki itu. Sebut saja namanya mas gondrong. Kan kita belum tau namanya kan ya..*haha.


"* sama kayak kamu, tapi kita beda angkatan..aku cuti dua tahun kemarin " jawab


" cuti melahirkan mas?" tanyanya ngaco disambut senyuman si mas gondrong. Percakapan mereka terhenti ketika sang dosen masuk kedalam kelas.


Endru menyikut lengan Lasira sambil berbisik


"kenapa? lo tertarik sama tu cowok?" bisiknya


" ihh..rumpik lo.." dengusnya sebal


" emangnya lo pikir gw gak ngeliatin? dari tu cowok masuk,sampai barusan nih ya,lo masih ngeliatin gak pake mingkem lagi, lu tertarik sama yang model kayak begitu?" tanyanya lagi.


"enggak lah..tampilannya kek begitu..pasti suka mabuk mabukkan jarang shalat..ahh..ogaahh.." jawabnya

__ADS_1


"eh..sembarangan..jangan nilai orang dari penampilannya donk..ni kita lagi kuliah psikologi kepribadian loh..jadi kita harus liat kepribadiannya dulu baru ambil kesimpulan " protes endru panjang lebar. Bukannya menjawab, Lasira hanya melirik sekilas lalu kembali fokus memperhatikan dosen yang berbicara di depan. Fokus sih tapi gak masuk otak, setidaknya itu yang terjadi pada Lasira. entah kenapa.


__ADS_2