
Hari ini 3 gadis penghuni wisma Lembayung, nama kos Lasira, sudah bersiap berangkat ke kampus. Hari ini mereka memiliki jam kuliah sama meski berada di kelas berbeda. Namun mereka masih belum berangkat gara-gara Lasira masih berdiri di depan kaca.
"beneran gak aneh gw pake kayak gini?" tanyanya untuk kesekian kali. Sambil melihat baju yang ia kenakan. Kemeja tunik panjang berwarna pink pastel,panjangnya dibawah lutut,lengan panjang dia lipat sampai siku. Dengan sabar Kiara menjawab
" gak aneh ..cakep..kan tu baju gw yang milih"
" nah kan..lo bilang bagus cuman karna lo yang milih ni baju, bukan karna pantes buat gw!! " jawabnya sebal disambut tawa sahabatnya.
" enggak..tapi beneran bagus..ntar lo pakai totebag lagi, trs rambutnya gak usah di kuncir..nah..manis kan.."
" tapi jadi kayak pake rok pendek kan ya kalo kayak gini..?" tanyanya sekali lagi .
Belum sempat Kiara menjawab,kimi sudah berdiri di depan pintu sambil menggebrak pintu dan melempar sepatu ankle boots Lasira.
" udah..kalo lo gak mau keliatan girly, pake sepatu itu aja.." ucapnya galak
" kelamaan lo daritadi..mw ngampus apa mau cari pacar sih?lo lagi gebet siapa? dari kemarin ribut pake baju mulu.." lanjutnya
Lasira mengambil sepatu boots putih yang tingginya semata kaki miliknya. Mengabaikan omelan kimi lalu tersenyum lebar
" nah kalo pake ini gw tetep pede! yuk cabuutt..." ujarnya seraya memakai sepatunya.
Mereka bertiga turun kebawah dan ternyata Endru sudah menjemputnya. Berhubung kali ini dia tidak memakai celana panjang, otomatis dia membonceng Endru dengan memiringkan tubuhnya.
" wuih..gw berasa boncengin cewek beneran sekarang.." komentar endru mendapat balasan capitan panas di pinggangnya. Endru hanya meringis sambil menahan tawa.
" eh tapi beneran..kali ini cakep kok..lebih cakep dari kemarin..semoga hari ini bisa ketemu mas gondrong ya, biar gak sia-sia dandannya "
plaaakk.. kali ini pundaknya yang mendapat giliran terkena pukulan.
Sesampainya di parkiran kampus,mereka masih duduk-duduk di motor masing-masing, karena memang kelas belum di mulai.
" kalian kuliah di lantai berapa?" tanya Lasira ke arah teman-temannya
__ADS_1
" kita lantai dua " jawab kiara sambil menunjuk ke dadanya dan kimi.
" kita lantai berapa sih ndru?" tanya Lasira
" lantai tiga..ruang 3.2, masih ada waktu 15 menit lagi baru kelasnya masuk..kenapa?" endru menjawab dengan detail seolah mengerti apa yang Lasira pikirkan.
" gw ke toilet dulu ya..mau pipis, ntar tungguin depan kelas jangan ditinggal loh.." ucap Lasira ke arah endru sambil berlari meninggalkan parkiran.
***
Selesai menunaikan hajatnya, dia merapikan rambut di depan kaca toilet. Menyisir rambut panjangnya, memakai lipbalm untuk melembapkan bibirnya. Setelah di rasa cukup, dia melangkahkan kaki keluar dari toilet.
Toilet di lantai 3 terhitung sepi, karena kelas yang berdekatan dengan toilet kebetulan kosong. Tidak ada kelas disana.
Lasira berjalan perlahan sambil memegang totebag yang tersampir di pundak kanannya. Angin sejuk bertiup sepoi-sepoi membelai rambut panjangnya. Tak jauh di tempatnya berdiri, dia melihat sesosok pria yang akhir-akhir ini sering membuatnya salah tingkah. Pria itu sedang duduk sambil membaca buku. sendirian.
ahh..ada mas gondrong.samperin gak ya..batinnya.
Dia pun menoleh kanan kiri,sepi.
Dengan langkah ragu,dia berjalan mendekati.Dilihatnya pria didepannya yang memakai sepatu ankle boots berwarna hitam, celana jeans hitam dan kemeja hitam.
buseett .item semua..mau ngelayat apa gimana sih. batinnya.
Tatapannya berlanjut ke buku yang sedang dibaca, buku tebal dengan judul berbahasa inggris.
beneran baca buku bahasa inggris coy..ngerti beneran kagak tuh.
Yang dipandangi sedari tadi,merasa sadar jika ada seseorang di depannya. Dia mengangkat wajahnya lalu menatap Lasira dengan alis terangkat. Yang ditatap langsung salah tingkah
" halo mas..ini gw mau balikin kuncir rambut mu.." ucapnya seraya mengulurkan kuncir rambut ke arah *mas gondrong.
"* oh..buat kamu aja..aku masih ada banyak " tolaknya.
__ADS_1
eh dia aku kamu,duh..jadi bingung..ngikut aku kamu juga apa ya.gumamnya tak jelas.
"kenapa?" tanya mas gondrong
Lasira terkesiap kaget ,refleks mengulurkan tangannya seolah mengajak bersalaman. Meski bingung,dia pun mengulurkan tangan dan mereka berdua bersalaman.
Nah loh..kenapa malah salaman??
"aku Lasira..nama kamu siapa mas?"
sumpaahh demi apapun,gak ada niatan buat ngajak kenalan, ini murni refleks saking groginya,malah ngajak salaman!!!
" vinsa..aku vinsa anindita " jawabnya.
tik..tok..tik..tok
Sepersekian detik Lasira terdiam,kemudian dia menarik tangannya dan menutup mulutnya menahan tawa.
"kenapa? namaku tak sesuai dengan fisikku? udah biasa..ketawa aja tak apa.." ucap mas gondrong sambil kembali duduk. Wajahnya datar tidak menunjukkan rasa sebal ataupun ikut tersenyum. Membuat Lasira menghentikan tawa tertahannya.
" ahhh..enggak kok mas...cuman nama kamu terlalu cute...ah ya..aku panggil siapa?"
" terserah kamu..asal jangan panggil nama belakang saja.."
Lasira kembali menutup mulutnya lalu mengibas-ibaskan tangan sembari berjalan menjauhi mas gondrong. Entah kenapa dia sulit sekali menahan tawa jadi dia memilih pergi meninggalkan pria yang baru saja dia ajak kenalan. Sungguh tidak sopan.
Sesampainya di depan kelas,dia masih tertawa terbahak-bahak sambil kakinya menendang-nendang tembok, tingkahnya membuat teman-temannya heran.
" ni bocah abis dari toilet kesurupan apa ya.." tegur mayon
" heh..sadar kostum, lo pake rok..kenapa nendang-nenadang tembok gitu sihh.." endru mengingatkan sembari menarik Lasira yang masih tertawa terbahak-bahak sampai mukanya memerah.
Disela-sela tawanya dia berkata
__ADS_1
" sumpah namanya cute banget..gak sesuai ama mukanya..gaharnya kek hulk kenapa namanya cute kek hello kitty "
Teman-temannya mengernyitkan dahi,tidak paham dengan ucaannya. Lalu sepakat meninggalkan Lasira diluar kelas. Biar saja dia ketawa sendirian,biar disangka orang gila.