
Malam minggu ini, Lasira akan melakukan kegiatan ala orang berpacaran pada umumnya. Hangout di sabtu malam bersama kekasih hati,sungguh suatu hal yang belum pernah dia lakukan.
Ah ya...biasanya malam mingguan mereka ngapain sih?
hmmm..nonton? dinner? ngemall?
ah entahlaahh...
Yang pasti malam ini dia sedang sibuk memilih baju yang akan ia kenakan sebentar lagi. Vinsa tidak mengatakan akan mengajaknya kemana, jadi dia sedang berpikir keras, memakai baju yang sekiranya tidak akan membuatnya salah kostum.
Setelah lama memilih-milih pakaian, akhirnya jatuh kepada pilihan sweater rajut hitam dengan panjang lengan seujung jarinya, sebagian besar baju lengan panjangnya memang sepanjang itu,sudah menjadi seleranya yang kemudian menjadi ciri khasnya dalam berpakaian. Dan karena sang kekasih tidak memprotesnya dalam hal berpakaian, dia pun tak lantas mengubah stylenya menjadi lebih girly.
Selesai memakai celana jeans dengan bagian lutut sedikit sobek dan sobeknya pun karena dia memang sengaja menyobeknya.
Dia memakai lipgloss berwarna bibir, menyisir rambutnya dan memakai ankle boots hitam. Tepat ketika dia selesai menautkan tali sepatunya, terdengar teriakan dari bawah
" N...." suara ngebass terdengar setengah berteriak. Tak lama terdengar suara
" cari Lasira mas?" suara mbak tika terdengar.
Ahh..dia jomblo sih, jadi ketika semua penghuni kos keluar di malam minggu, dirinya masih setia menjadi penunggu kos.
" Lasiiiraaaaa......" terdengar teriakannya
" iya mbaakk..bentaarrr...."
Ah ya..ketika pertama kali Vinsa memanggilnya dengan panggilan N, lasira bertanya
"kenapa manggil aku N mas?"
" kenapa? gak suka?" pertanyaan dibalas dengan pertanyaan, membuatnya mendengus kesal. Vinsa hanya tersenyum seraya mengusap ujung kepalanya
" ya biar tak ada yang nyamain.."
haiisshh..alasan klise. Tapi Lasira tak protes, terserahlah..selama panggilan sayangnya bukan berupa bambang,mukidi,paijo dan lainnya dia tak ambil pusing.
Dan kini dia sudah berada di teras, tampak vinsa sedang duduk di kursi kayu yang berada di teras kos. Dia memakai jaket jeans dan kaos yang tentu saja berwarna hitam. Melihat kekasihnya sudah didepan mata,dia tersenyum.
" kok gak pake jaket? aku bawa motor lho.."
" emang kita mau kemana? jauh?"
"hmm..lumayan sih..nanti kalo dingin gimana?"
" aku peluk kamu aja, kan anget tuh.."
" wah..aku seneng donk.." jawabnya membuat dua sejoli itu tertawa bersama-sama.
__ADS_1
Vinsa menaiki motornya,mengenakan helm full face. Lasira memakai helm bogo yang baru kemarin dibelikan Vinsa. Alasannya jika sama-sama memakai helm full face nanti Lasira tidak bisa mengajaknya ngobrol selama di atas motor. Dan sesuai kebiasaan, ketika Lasira hendak menaiki boncengan motornya, Vinsa selalu memiringkan motornya agar sang kekasih tak kesulitan.
Lasira hanya tersenyum setiap kali mendapatkan perlakuan manis meskipun itu hanya hal kecil seperti ini.
" kita mau kemana sih mas?" tanyanya ketika motor sport itu mulai melaju. Vinsa tak menjawab hanya mengusap lututnya kemudian menarik tangan Lasira agar memeluk pinggangnya. Ketika sang kekasih sudah memeluknya, dia langsung menancap gasnya dengan kecepatan tinggi, sambil sesekali melihat jam tangannya. Naik motor dengan ngebut bukan hal baru bagi gadis berambut panjang ini, karena jika dia sedang menaiki motor sportnya sendiri,dia pun sering ngebut meski kecepatannya masih kalah jauh dari kecepatan ngebut vinsa.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, akhirnya Vinsa menghentikan laju motor sportnya. Lasira memandang bangunan di depannya. Tampak tulisan Studio Musik Birru terpampang di dekat pintu masuk. Dia mengernyitkan dahi kenapa kekasihnya mengajaknya malam mingguan disini, bukannya nonton,dinner,jalan jalan seperti orang pacaran pada umumnya.
" Band aku latian...dan aku harus nemenin mereka, kamu tak keberatan kan?" tanyanya seolah mengerti apa yang dipikirkan gadisnya.
" ah..Lord symphoni itu?" tanyanya antusias
" iya..mau aku kenalin ke personilnya?"
" mau..mau.." ucapnya semangat.
Kemudian mereka berdua memasuki studio itu dan langsung menuju di ujung lorong, vinsa membuka pintu dan langsung terdengar suara gedubrakan untuk telinga awam seperti Lasira tentunya. Sungguh suaranya benar-benar memekakkan telinga. Terdengar suara sang vokalis menyanyi dengan nada amat sangat tinggi, membuat Lasira menahan nafas. Vinsa menariknya untuk duduk di sofa yang terdapat di ujung ruangan. Lasira melihat sekeliling, personil band itu terdiri dari 5 orang. Lelaki berbadan tegap dan berambut jigrak duduk di belakang drum. Kemudian lelaki hitam berambut lurus sebahu memegang gitar bass, dia kemudian mengalihkan pandangannya kepada seorang lelaki yang memegang gitar melodi ,gondrong juga. Lalu di ujung ada lelaki tampak memainkan keyboard, dia satu-satunya personil yang tidak berambut gondrong.
Matanya kini beralih kepada sang vokalis, berambut kriting kribo dengan badan kurus ceking dan sebelahnya seorang gadis kecil seusia anak smp bernyanyi disebelahnya.
Tak lama musik yang mereka mainkan berhenti, kemudian berlanjut ke lagu berbeda. Ketika mendengar intro dari lagu ini, Lasira tersenyum senang.
" lagu kesukaanku mas.." bisiknya di telinga Vinsa. Sang kekasih hanya tersenyum.
Dan mendengarkan lagu itu secara live membuatnya takjub dengan suara kedua vokalis yang terdengar asli merdu.
" wooww..daebak!!! kereeennn..."
Seketika semua orang menatap ke arahnya, dan kemudian dia baru tersadar akan kehebohan yang dia lakukan,dia pun tersenyum malu . Vinsa meliriknya samb tersenyum geli
" meenn..kenalin nih...cewek ku.."
Vinsa selalu konsisten menggunakan aku kamu terhadap semua orang.
"wuiihh...punya pacar juga nih orang.." teriak lelaki berambut gondrong dan item.
" kagak homo ternyata diaaa..." sahut sang vokalis,kalimatnya di sambut teriakan heboh dari teman-temannya. Vinsa tetap datar tanpa ekspresi. Kemudian menarik tangan kekasihnya dan menunjukkan satu persatu teman-temannya
" drummernya namanya anton, basist yang item dekil itu black, jangan blacky ya..soalnya dia tak bisa menggonggong..." ucapannya terhenti karena mendapat lemparan kertas dari si black. Vinsa tertawa kemudian melanjutkan perkenalannya
" yang pegang gitar satunya namanya pho.."
" pho?? trus lala sama tinky winky yang mana?" pertanyaan lasira mengundang gelak tawa seisi studio.
" keyboard nya Dani dan ni vokalis bermuka jadul ini namanya glen...kalo backing vokalnya namanya Tina..dia masih smp.." selesai sudah vinsa memperkenalkan semua personil band Lord symponi tersebut.
"udah gak usah salaman...say hello aja..ntar tangan kamu kotor.." ucap Vinsa sembari menarik tangan Lasira yang sudah siap menjulurkan tangan untuk bersalaman.
__ADS_1
Ucapan Vinsa mendapat seruan wuuuuuuu dari teman-temannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB.
Dan artinya kosnya sudah tutup. Jam malam di kosnya ketika malam minggu berakhir pukul 22.00 WIB. Jika hari biasa, tutup satu jam lebih awal. Dia pun mengirimkan sms ke ponsel mbak tika yang sudah dipastikan berada di kosan, untuk membukakan pintunya ketika dia pulang. Sebenarnya penjaga kosnya berada dikamar depan, biasanya ketika akan pulang malam, Lasira selalu minta ijin dahulu namun tadi dia lupa karena memang tidak akan mengira jika vinsa mengajaknya kesini.
" mas, pulang yuk? udah jam 10" bisiknya.
Tampak vinsa sedang melakukan briefing karena band mereka akan tampil minggu depan. Vinsa tampak mengangguk kemudian menutup briefingnya.
Tak lama mereka berdua sudah berada di atas motor yang melaju dengan kencang. Lasira memeluk erat pinggang kekasihnya, bukan karena takut dengan kecepatan motor sport tersebut,namun karena dingin menusuk tulangnya. Dan tiba-tiba vinsa menghentikan laju motornya.
" kenapa mas?" tanyanya sembari mengurai pelukan tangannya. Vinsa tampak melepas jaketnya dan memakaikannya ke tubuh kekasihnya
" kamu dingin kan? pake ini.."
" lah..kamu nanti jadi dingin mas..kan aku masih pake lengan panjang..kamu pake lengan pendek itu.." ucapnya sembari berusaha melepas jaket yang baru saja dipakaikan ketubuhnya.
" udah tak usah cerewet " ucapnya sembari memukul lembut helm lasira. Lasira pun menurut, kemudian dia kembali memeluk erat bahkan lebih erat dari yang tadi, kemudian vinsa membuka kaca helmnya dan menoleh kebelakang
" kamu mau bikin aku hangat apa mau bikin aku mati gak bisa nafas??"
Lasira tertawa kemudian sedikit melonggarkan pelukannya.
Tak lama mereka sudah sampai di depan Wisma Lembayung. Pintu gerbang sudah di tutup dan di gembok ,dia meraih ponselnya kemudian menelpon mbak tika. Tak lama mbak kosnya tampak keluar dari salah satu pintu, kemudian berjalan mengendap-endap dan sampai digerbang dia berkata dengan lirih
" gerbangnya udah di gembok mas eko..tadi dia mukanya lagi bete jadi aku gak berani ngijinin kamu dek..."
" lah..trus dia kemana sekarang?"
" udah msuk kamarnya tadi..udah kamu lompat aja.." saran mbak tika mendapat anggukan tanda setuju dari Lasira. Kemudian dia melepas jaket lalu menyerahkan ke arah vinsa.
" udah mas..kamu pulang gih.."
" lah? kok dikunci? kamu lewat mana?"
Lasira tersenyum kemudian berkata
" lihat ya...jangan berkedip loh.."
Sejurus kemudian Vinsa mendapati kekasihnya menaiki pagar bertinggi kurang lebih 2 meter itu. Dia hanya menatap dengan mulut ternganga dan sesekali menggelengkan kepalanya. Ketika Lasira sudah berada di puncak pagar, dia membuka kakinya untuk melompati pagar. Vinsa tampak bergidik
duh..itu kalo nyantol trus sobek gimana? masa depan aku tuhh..gumamnya ngeri.
Tak lama terdengar suara Bruukk yang sungguh pelan,artinya Lasira sudah berhasil turun kebawah dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, apalagi sobek. hahaha.
Tampak dia tersenyum dari balik pagar dan melembaikan tangannya. Vinsa membalas lambaian tangannya, setelah melihat sanf kekasih memasuki rumah kosnya dan menutup pintu, barulah lelaki gondrong ini menghidupkan mesin motor dan meninggalkan bangunan berlantai dua tersebut
__ADS_1