
Menjadi seorang mahasiswa kupu-kupu alias kuliah pulang-kuliah pulang plus jomblo, membuat Lasira memiliki banyak waktu untuk Rebahan santai. Bahasa jelasnya malas-malasan. Selain kuliah, dia hanya dikosan, baca komik,belajar kadang, ngerjain tugas juga kadang. Itu membuatnya akrab dengan sebagian penghuni kosnya, baik kamar atas ataupun kamar bawah.
Siang ini, dia sendirian di kos. Kimi dan Kiara sudah berangkat kuliah semenjak pagi. Sedangkan ia masuk di jam 11.00 WIB. Dengan sedikit semangat yang tersisa, dia bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Lasira adalah tipe cewek simpel yang jarang berdandan manis. Stylenya hanya berputar sekitar jeans, kets ,kemeja dan kaos. Jadi dia tidak memerlukan banyak waktu untuk berdandan.
Seperti siang ini, karena kuliah siang, dia semakin malas untuk memikiran memakai pakaian apa yang akan dia kenakan. Hingga akhirnya dia memakai jeans, kaos polos broken white,outer panjang berbahan rajut halus berwarna kuning lemon yang panjangnya sampai menutupi jari jemarinya, rambut panjangnya dia ikat dan di cepol ke atas. Poni miringnya ia miringkan,karena kalo diluruskan menjadi poni lurus. haha. Lalu di ambilnya jam tangan besar warna putih miliknya, dan dia keluar kamar lalu memakai sepatu sneakers tercintanya. Selesai dengan persiapan simpelnya, dia melangkahkan kaki menuruni tangga. Ketika sampai di parkiran bawah, seseorang menyapanya
"mau kuliah dek?" sapa mbak tika, mbak kosnya yang kebetulan kakak tingkat di fakultasnya.
" eh iya mbak...lo gak kuliah" dia bertanya balik
" baru balik...betewe lo mau kuliah apa? kok pake kaos?"
Lasira terhenyak kemudian teringat,akan adanya peraturan baru di fakultasnya,jika semua mahasiswa di wajibkan memakai kemeja jika mengikuti perkuliahan.
" ah iyaaa..lupa!!" teriaknya sambil menepuk jidat.
" ah gpp deh..ntar bilang aja lupa.." ucapnya sambil menaiki motor sportnya, ketika akan memutar kunci, si mbak tika melanjutkan perkataannya
" lo klo ngampus pake kemeja yang manis gitu lho..siapa tau nanti dapet pacar..udah dua taun disini, gw gak pernah liat ada yang ngapelin lo dek.." Ujarnya,kepo.
" haiishh..apasih mbak..siang-siang ngaco.."
" ya gak gitu..soalnya kemarin ada temen sekelas gw, kayaknya naksir sama lo..tapii..."
Lasira menaikkan alisnya menunggu kelanjutannya
" tapii..dia gak berani!! "
" gak berani?? kenapa?? " Lasira heran
__ADS_1
" ya mana ada yang berani deketin lo dek.. kemana mana naik motor cowok, naik motor sport gede, muka jutek,galak lagi..hmmm..lo keren sih..manis juga..tapiii.."
Belum selesai dia melanjutkan kalimatnya, Lasira sudah tertawa terbahak-bahak
" ah udah ah...lo tuh ya..siang-siang panas gini, udah jadi komentator aja deh mbak...lagian gw juga masih seneng jomblo kok " ucapnya sembari menghidupkan mesin motornya
" udah ya..gw kuliah dulu.."
Ketika dia menarik gas motornya, masih terdengar teriakan Tika
" truk aja gandengan Las, masa iya lo dari dulu gak ada gandengannya "
ahh..emang tu mbak kos tipikal netizen julid.
***
Dan di ruangan kelas bercat putih yang terletak lantai dua ini, Lasira duduk bersebelahan dengan endru dan mayon serta ryan. Mereka mengikuti kelas psikologi perkembangan yang di ampu oleh Ibu partini. Dosen cantik dan stylish yang amat sangat ramah jikaaaaaaaa bertegur sapa dan berbincang dengan mahasiswa yang ganteng dan rapi. Jika dengan mahasiswi yang style biasa,pendiam lebih condong ke arah culun,keramahan tetap terjaga. Namun jika bertemu dengan mahasiswi cakep,keren plus ****!! yaudah lah ya..tidak ada harapan mendengar suara merdunya. Yang ada hanya suara ketus jutek dan datar.
Sapaan merdu dan lucu yang menjadi khasnya membuka perkuliahan siang ini, disambut teriakan para mahasiswanya. Lucu sih dosen ini...
" Tapi meskipun begitu..saya tetap akan meminta kalian untuk mengumpulkan tugas yang kemarin saya minta , tapi nanti saja kalo sudah saya tutup, saya ogah kalo sekarang..nanti kalian berebutan pengen maju ke depan..yaa kaann..."
ucapannya kembali mengundang gelak tawa anak didiknya kecuali gadis berambut cepol tadi.
" matii gw!!!! tugasnya ketinggalan di kos" pekiknya tertahan sembari mengaduk aduk isi tasnya.
" ****** lo.." bisik mayon, jahat euy.
" udah,ambil aja dulu" saran endru di sambut anggukan kepala Lasira. Sejurus kemudian dia berdiri dari bangkunya dan berjalan menuju meja dosennya.
__ADS_1
" maaf bu..boleh ijin ke toilet?" ucap Lasira takut-takut sambil memegang perut dan meringis, pura-pura sakit perut. Bukannya menjawab,beliau melihat Lasira dari bawah sampai ke atas, sorot matanya sedikit menjelaskan jika memang dia masuk kategori mahasiswi yang tidak akan mendapat senyum ramah darinya. Namun tak berapa lama terlihat beliau menganggukan kepala tanda mengijinkan.
" tapi kayaknya agak lama,gak papa ya bu"
Bu partini hanya memutar bola matanya malas lalu mengibas-ibaskan tangannya menyuruh Lasira pergi. Tanpa banyak kata Lasira berlari keluar kelas ,sayup-sayup terdengar suara bu partini
" yang tidak mengumpulkan tugas hari ini, bisa di pastikan nanti saya kasih nilai X yaa...gak ada nilai Y apalagi Z"
Mendengar itu,Lasira semakin mempercepat larinya. Beruntung kelasnya berada di lantai dua, jadi dia hanya perlu menuruni satu tangga saja. Ketika sedang fokus menuruni anak tangga sembari berlari, entah karena terlalu tergesa-gesa atau memang sedang apes, Lasira tersandung kakinya sendiri, hingga membuat tubuhnya oleng dan bersiap terjun kebawah. Duh...gak lucu dong kalau harus jatuh di tangga yang dibawahnya adalah hall kampus. Yang notabene di jam sibuk seperti ini,akan dipenuhi mahasiswa. Sakitnya sih tidak seberapa tapi malu kan ya...
Beberapa senti sebelum wajahnya membentur anak tangga,tiba-tiba ada lengan kekar melingkarkan lengannya memutari perut ratanya. Sedangkan wajahnya berada di punggung lelaki yang menangkap tubuhnya itu. Sejurus kemudian Lasira mencium bau parfum yang tak asing di indera penciumannya. duh...bau mantan!!! itu artinya....artinya..yang menangkap tubuhnya agar tidak terjatuh tadi adalah...
" mau meluk sampai kapan?" terdengar suara berat membuyarkan kekagetannya . Posisi Lasira yang lebih tinggi dari lelaki yang menolongnya,menjadikan cara jatuhnya sedikit intim. Perutnya berada dalam pelukan sedangkan wajahnya berada di punggung,bukan lagi dipundak. Karena kaget,dia mengangkat badannya sembari mendorong tubuh yang baru saja menyelamatkannya dari adegan sakit dan memalukan. Yang di dorong tidak bergerak,karena badannya memang lebih besar dari lasira.
" ah..maaf..maaf mas..eh maksudku makasih mas..makasih " ucapnya terbata-bata, karena malu bertemu mas gondrong lagi dalam pose yang kembali memalukan plus tatapan para mahasiswa di hall yang melihat adegan "pelukan" tadi. Sejenak,ia teringat akan misinya untuk mengambil tugas di kos, dia langsung kembali berlari menuju parkiran motor. Tanpa menunggu jawaban dari sang penolong.
Diparkiran motor, banyak mahasiswa sedang nongkrong. nongkrong kok di parkiran, itu mahasiswa apa tukang parkir.
Begitu melihat motor sport kuningnya terparkir dengan manisnya, dia langsung meloncat naik ke atas motor,tidak memperdulikan siulan menggoda dari mahasiswa-mahasiswa yang sepertinya berasal dari fakultas tehnik, yang gedungnya berhadapan dengan gedung fakultas psikologi. Dia memasukkan lubang kunci, sedikit susah namun dia memaksakan menekan kunci kedalam lobangnya, namun ketika akan memutarnya tiba-tiba ada suara alarm berbunyi dengan nyaring . Untuk beberapa saat dia tidak paham,sampai akhirnya dia menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari sumber suara yang ternyata berasal dari motor yang dia naiki. Lasira kaget, dia merasa tidak memasang alarm di motornya. Dia pun turun dari motornya, melihat plat nomer dan kemudian menepuk jidatnya sendiri. Ahhh..ternyata bukan motornya. Dia menoleh kanan kiri, ternyata motornya berada tak jauh dari motor ini. Kedua motor ini sama persis, yang membedakan hanya dua. Satu plat nomor , yang kedua, motor yang salah tadi amat sangat bersih sedangkan milik Lasira amat sangat dekil. ihh..jorok.
Gerombolan mahasiswa yang sedari tadi memperhatikan tingkah polah Lasira hanya tertawa dan semakin gencar menggodanya. Yang di goda cuek tak perduli. Langsung berlari menaiki motornya sendiri dan melajukannya ke arah kos.
***
15 menit kemudian dengan terengah-engah, Lasira sudah masuk kedalam kelas disambut pertanyaan menjengkelkan dari sang dosen
" lama banget? susah keluarnya" pertanyaan yang dilontarkan bu dosen dengan centilnya mendapat sorak sorai dari teman teman sekelasnya. Lasira hanya meringis memegang perutnya sambil berjalan menuju bangkunya. Setelah menjatuhkan tubuhnya, dia mengibas-ibaskan buku milik endru karena wajahnya dipenuhi keringat.
" mana tugas lo?" tanya endru karena tidak melihat lasira membawa tugasnya.Lasira hanya menunjuk ke arah perutnya artinya makalah tugasnya di simpan di perut karena tadi dia keluar kelas tidak membawa tas.
__ADS_1
" yaellahh..kasian bu partini..di bonusin keringet " ejek endru di sambut pelototan Lasira.
Kuliah siang yang berat, karena di ikuti oleh keapesan yang datang beruntun. Ahhh..sudah apes,jomblo pula! totalitas banget!!