
Semester baru telah dimulai, perkuliahan berjalan dengan lancar. Seperti biasa, endru masih mengurusi segala hal tentang mata kuliah yang harus Lasira ambil. Dia juga mengatakan jika semester ini , sudah bisa mengambil skripsi namun sahabatnya hanya menjawab
" entar lah ndru...masih mikir mau ambil apa.."
" ambil skripsi lah.."
" juduullnyaa...juuuuduullnya..."
" ya apa aja asal bukan judul sinetron trus lo jadiin judul skripsi..." kelakarnya. Lasira hanya mendengus pelan.
Ketika sedang asyik mengobrol, ponselnya berdering
-assalamualaikum..kenapa mas?-
- waalaikumsalam..kamu masih ada kelas?-
- tinggal satu , kenapa?-
- aku mau bilang,aku pulang kerumah mama dulu hari ini ya..-
- kenapa? tumben..biasanya weekend kan..-
-gak papa, cuman pengen pulang sebentar..-
- kalo mas pulang sekarang,nanti aku makan malam sama siapa?-
-sama endru dulu ya..aku bentar aja..besok udah balik lagi..ya..-
-ihhh..sebel..tapi besok pagi jam 8 udah balik, aku mau sarapan bareng-
-iyaa..iya..janji..yaudah,aku jalan dulu..assalamualaikum-
- waalaikumsalam-
Dilemparkannya benda pipih itu kedalam tasnya, wajahnya ditekuk. sebal.
Endru yang sedari tadi memperhatikannya, kemudian berusaha memberi saran
" lo gak boleh gitu..7 hari dalam seminggu,dan lebih dari 10 jam perharinya, dia habisiin waktu sama lo..masa iya,cuman pengen pulang aja kamu cemberut kayak gitu.."
" ah bodo ah..pulang kan ada jadwalnya,weekend..kalo tiba-tiba gini kan sebel ndru..."
" hey..kamu masih pacarnya,bukan istrinya..dan lagi dia pulang kerumahnya,bukan mau nemuin kekasih gelapnya..kamu gak boleh egois"
Lasira mendengus kesal kemudian berdiri meninggalkan endru. Sang sahabat yang sudah hafal dengan karakternya hanya menghela nafas. Lasira memang begitu, jika ditegur hanya diam memasang wajah kesal, itu jika tegurannya memang benar, namun jika tegurannya keliru, dia akan mengomel 7hari 7malam tanpa henti, namun kali ini dia diam artinya dia membenarkan perkataan endru, namun tidak mau menerimanya.
Entah kenapa, semenjak mencintai seorang Vinsa anindita, membuatnya berubah menjadi sesosok wanita yang egois. Sungguh rasa cinta yang berlebihan membuatnya hilang akal.
***
Dan benar saja, keesokan harinya tepat pukul 08.00 wib ,vinsa sudah duduk diteras wisma lembayung, menanti gadis pujaan hatinya selesai bersiap-siap.
Tak berapa lama menunggu, gadis cantik itu sudah datang menghampiri dengan wajah sumringahnya.
" aku ontime kan?" tanyanya sembari mengelus pucuk kepala kekasihnya, ketika gadis itu mendudukan tubuh di sebelahnya dan bergelayut manja di lengan kekarnya.
" kamuu terbaiiikkk deh ..." ujarnya manja
" jelas donk...buat kamu apa yang enggak sih N..."
" kamu cinta mati ya mas sama aku?" godanya. Sejenak tampak mata vinsa menerawang kemudian menjawab
" enggak lah..aku cinta hidup sama kamu..kalo udah mati ya udah gak cinta.."
" ishhh..bearti kalo besok aku mati, kamu udah gak cinta donk mas?" tanyanya dengan wajah ditekuk
" ya kalo bisa sih, aku aja yang mati duluan.."
" kenapa bisa begitu?"
" aku gak bisa kalo gak ada kamu, tapi kalo kamu, aku yakin...kamu bisa tanpa ada aku..
" iihhh...kok gituuu...egois itu namanya ah! maunya ninggalin daripada ditinggalin.."
" hmmm..kalo memang harus memilih ya aku memilih ninggalin aja deh daripada ditinggalin.."
" ishh..ishh..ishh..udah ah, makan yuk..laper.."
Mereka berdua pun beranjak dari tempat duduk mereka untuk sarapan bersama.
***
Siang itu, mereka berdua sedang menghabiskan waktu bersama di rumah vinsa sembari menonton film.
__ADS_1
Vinsa merebahkan kepalanya di atas pangkuan gadis cantik itu.
" hmmm..nyamaann banget tiduran disini..." ucapnya sembari memejamkan matanya. Lasira pun tersenyum mendengar kalimat yang di ucapkan kekasihnya.
" kemarin kamu pulang ngapain mas? kok tiba-tiba.."
" oh..kemarin aku ngomong sama papa mama aku, bulan depan aku ajak kerumah kamu.."
" hah? ngapain?"
" nemuin papi mami kamu lah.."
" what? ngapain?"
" ya ketemu aja..ntar lamar sekalian deh.."
" eh..eh..eh..bentar bentar..kok mas gak cerita dulu sama aku? "
" emang kenapa? kamu gak mau?"
" ya mau laahh..tapi kan belum wisuda.."
" ya kan ngelamar dulu N..nikahnya tetep sesuai rencana..gimana?"
"hmmm...okelah..not bad " ucapnya sembari tersenyum bahagia.
***
Lasira memang sudah mengenalkan Vinsa terhadap kedua orang tuanya, namun dia sendiri belum diperkenalkan kepada kedua orang tua Vinsa. Karena papi berpesan, dia tidak boleh mendatangi rumah orang tua vinsa terlebih dahulu, sebelum orang tuanya datang kerumah. Duh..ribet. Namun dia tetap menuruti perintah sang papi.
Vinsa diketahui merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Dia memiliki seorang kakak laki-laki yang telah berkeluarga . Jika dengan kakaknya, Lasira pernah bertemu dan bertukar nomer telepon namun tidak dengan kedua orang tua vinsa.
Rencananya bulan depan, februari, kedua orangtua vinsa akan mendatangi rumahnya. Perkenalan dahulu sebelum melamar secara resmi.
Menjalani hubungan yang sudah pasti bermasa depan, membuatnya semakin mencintai dan memantapkan hati untuk sepenuhnya memberikan hatinya kepada lelaki yang sudah dua tahun ini menemani hari-harinya.
***
Sore itu ketika mereka berdua sedang makan di salah satu rumah makan dekat kampusnya
" mas..besok aku mau ke perpus di kampus U kota sebelah ya.."
" sama siapa?"
" sama anak-anak..nyari referensi buat ngajuin proposal dulu.."
Tumben. Biasanya itu adalah kalimat Lasira setiap kali vinsa pergi , dan vinsa sama sekali tidak pernah mengatur tentang berapa lama lasira pergi.
" enggak lah mas..diperpus lama-lama entar keluar-keluar aku bisa jadi profesor kan aneh..." kelakarnya. Vinsa hanya tersenyum geli mendengar alasan kekasihnya.
***
Keesokan harinya, lasira dan teman-temannya berangkat menuju kota sebelah, setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam, akhirnya lasira dan teman-temannya sampai di salah satu perpustakaan psikologi terlengkap di universitas tersebut.
Tak terasa nyaris seharian mereka menghabiskan waktu. Perpustakaannya tampak nyaman sehingga mereka bisa sampai lupa waktu. Matahari sudah hampair tenggelam, lasira pun mengirim pesan singkat ke ponsel vinsa.
-mas..ketemu besok aja ya,aku baru mau otw pulang nih...palingan sampai kosan udah malam-
dan tak lama,ada pesan balasan
- oke..take care sayang..-
Endru yang berada di sebelahnya, melirik sebentar kemudian membaca pesan balasan dari vinsa
"hmm..coba tuh posisi dibalik, pasti lo ngomel-ngomel gak mau tau..vinsa harus pulang saat ini juga.."
" ishh..kepo ih..baca-baca pesan orang.."
" yee..keliatan kali Las.."
" ya biarin donk..orang dia aja gw gituin cuek aja..gak keberatan..kenapa lo yang sewot?"
" ya gw gak sewot..cuman gw mau ngingetin aja ama lo..jangan sampe lo sakit ati, apa-apa vinsa, dikit-dikit vinsa, ntar lo ditinggalin, gw juga kan yang repot.."
" eehhh..lo doanya jelek banget sih..enggak mungkin lah dia ninggalin gw ndru..." balasnya sengit.
Dan sebelum obrolan santai mereka berlanjut menjdi obrolan dengan nada tinggi, kiara sudah menengahi
" udah..udah..yuk cabut yuk.."
Lasira mendengus kesal lalu beranjak menuju motor traill nya.
" gw mau naik motor sendiri " ucapnya kepada endru.
__ADS_1
Memang sebelum berangkat tadi, motor traill nya di bawa Mayon, dirinya dan endru menaiki motor matic milik endru.
" lah..kok gitu? udah malem kali Las..gw bonceng gw aja.." bujuk mayon
" udah biarin aja, tu anak kalo ngambek mana mau dengerin omongan orang.." endru menahan mayon dan akhirnya membiarkan lasira menaiki motornya sendiri.
***
Seharian kemarin dia tidak bertemu dengan Vinsa. Dan rencana pagi ini, dia akan datang kerumahnya. Namun tiba-tiba kiara masuk kedalam kamarnya.
" eh las..gw barusan dapat kabar nih, kalo kita ngajuin proposal besok, katanya bakal di acc tanpa perlu dicek lagi sama bu partini.."
" what? seriusan? kenapa bisa gitu?"
" katanya sih biar makin banyak mahasiswa yang ngajuin skripsi..jadi ini semacam diskon lah buat kita...gimana? lumayan kan?"
" trus? kita meski ngapain?"
" ya kita bikinlah..sehari kelar kalo cuman proposal ..yuk bikin..."
Lasira menimbang-nimbang kemudian memutuskan untuk menulis proposal tersebut. Dia mengurungkan niat bertemu vinsa pagi ini. Nanti sore saja pikirnya.
Akhirnya ketika sore menjelang, selesai sudah pekerjaannya. Dia bergegas mandi dan bersiap menuju rumah vinsa. Rasa rindu yang membuncah dalam dadanya membuatnya bergerak cepat agar segera sampai dirumah mungil tersebut.
Hmmm..baru dua hari tak bertemu sudah membuatnya kelimpungan.
Ketika memasuki rumah vinsa, jam menunjukkan pukul 16.30 wib tampak vinsa baru saja bangun tidur sedang melamun di atas ranjang sembari memegang handphone .
"hey...kok bengong? udah shalat ashar belum?"
Vinsa hanya diam kemudian menatap lasira sejenak, lalu menggelengkan kepala . Lasira merasakan tatapan aneh dari sorot matanya.
ahh..pasti dia marah nih.
" yaudah..shalat gih..keburu habis waktu asharnya.." perintahnya yang langsung di lakukan oleh vinsa.
Adzan magrib berkumandang setelah vinsa selesai membersihkan tubuhnya. Dia mengenakan celana jeans dan kaos yang di belikan Lasira tempo hari.
" loh..kok udah rapi mau kemana?"
" shalah magrib lah..yuk.." ajaknya.
Mereka pun shalat magrib berjamaah. Selesai shalat mereka duduk berdua di sofa.
" aku tadi dapat kabar dari kakak aku.."
"kabar apa?"
" papa sakit, masuk rumah sakit..jadi aku disuruh pulang.." ucapnya.
Seketika Lasira kaget, antara kasihan namun juga kesal. Dua hari tak bertemu, dan sekarang bertemu belum lama dia sudah mau pergi lagi. Lasira bersiap ingin marah dan melarang, pulang besok pagi saja tidak malam ini. Namun tiba-tiba dia teringat perkataan Endru, kemudian dia menghela nafas dan mengambil keputusan
okelah,kali ini aku akan jadi cewek pengertian.
" yaudah..pulang aja mas..tapi jangan ngebut ya.."
" apa aku temenin makan dulu?" tawar vinsa
" enggak usah..pulang sekarang aja..ntar kemaleman.."
" kamu tak marah? "
" enggak lah.."
" tumben...makasih ya N.." ucapnya.
Lasira hanya tersenyum, kemudian mengambilkan jaket agar segera dikenakan oleh kekasihnya. Ketika sudah siap untuk berangkat,tiba-tiba vinsa menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya. Dia meraih tubuh langsing gadisnya dan menarik kedalam pelukannya. Lamaa sekali dia memeluk,tak seperti biasa. Lasira merasakan pelukan kali ini terasa berbeda namun dia tak mengerti perbedaannya dimana. Sejurus kemudian Vinsa mencium lembut bibirnya, dan lagi-lagi lasira merasakan getaran hebat dalam rongga dadanya. Ahh..ciuman manis ini kenapa terasa berbeda sekali. Apa karena rasa rindu yang mendera? ah tidak juga..
Setelah melepas ciuman dan pelukan eratnya, tampak wajah sendu Vinsa menatapnya kemudian
" jaga diri ya.. i love u as old as heaven.."
Deg!! tiba-tiba terasa nyeri menyelusup dalam relung hatinya.
" kenapa sih mas? tumben sweet banget.."
" tak apa..aku pulang dulu ya.."
" hati hati..jangan ngebut ya.."
Vinsa tak menjawab
" aku anter kamu pulang ke kosan dulu..baru setelah itu aku berangkat.."
__ADS_1
Lasira mengangguk. Perasaan tak enak sejak tadi menderanya, namun dia sedang berusaha menjadi seseorang yang pengertian, jadi dia tidak berusaha melarang vinsa untuk pulang.
ah..sudahlah..toh besok sudah ketemu lagi .