
Pukul 09.00 WIB pagi, Lasira masih asyik memejamkan mata di balik selimut tebal milik Vinsa. Selepas shalat subuh tadi, dia kembali tertidur karena merasa kantuknya belum hilang.Mana bisa tidur nyenyak bersama kekasih dalam satu kamar tanpa berdekatan. Dia masih normal namun imannya ternyata cukup tebal, terbukti mereka tidak menghabiskan malam bersama dengan aktifitas di atas ranjang.
Tepat pukul 10.00 wib dia membuka mata dan langsung melihat pemandangan indah di depannya. Bagaimana tidak indah jika dia melihat tubuh athletis yang nyaris sempurna itu hanya berbalutkan handuk berwarna putih di pinggangnya. Rupanya vinsa baru selesai mandi.
Lasira langsung menutup mata menggunakan selimut dan membuat vinsa menoleh
" udah bangun? tuh..udah aku beliin sarapan sekalian baju ganti..." ucapnya sembari menunjuk bungkusan di atas sofa sebelum dia kembali masuk ke kamar mandi untuk berganti baju.
Lasira membuka selimut kemudian duduk di sisi ranjang dengan rambut acak-acakan. Lalu diraihnya bungkusan di atas sofa. Begitu mengangkat bungkusan tersebut keluarlah isinya. Sepasang underwear berwarna kuning cerah dan dress lengan pendek dengan panjang selutut bercorak abstrak berwarna pastel.
" Aku tak tahu ukuran kamu, jadi coba dulu muat atau tidak.." ucap vinsa membuyarkan keterkejutan Lasira
" mas..kamu beli sendiri celana dalam sama BH ini? serius?? kamu gak malu? dan lagi..toko baju mana yang buka sepagi ini?"
" tadi beli sarapan, trus ada toko yang baru saja buka,jam 9 tadi..yaudah aku beli aja..ngapain malu.." jawabnya sembari duduk di sofa.
" tapii ini ukurannya pas deh..aku pake size ini sih.. kok bisa pas ya.. " ucapnya kagum
" ya meski tangan aku belum pernah pegang,tapi punggung aku bisa ngerasain sih.." ucapnya sembari menangkupkan kedua tangan besarnya,memperegakan seperti sedang meremas sesuatu.
Lasira mencebik sambil melempar bantal ke wajahnya
" ih..kamu makin kesini makin sering mesum deh mas!!"
" hahaha..udah sana..mandi..eh jangan deh.."
perintahnya kemudian menahan kembali.
"kenapa? "
" kamu cantik banget kalo bangun tidur.."
" ihhh..gombaall..." ucapnya sembari melangkahkan kaki memasuki kamar mandi. Tak lama dia sudah keluar kamar mandi dengan berpakain lengkap. Dan semuanya muat di tubuhnya. Pas!
Vinsa sudah tak ada dikamar, Lasira pun keluar menyusul kekasihnya yang sudah duduk di meja makan.
" hmmm..cantiknya pacar aku.." pujinya ketika melihat Lasira keluar dari kamar.
" bajunya pas..kamu cantik kalo pake dress kayak gitu.." lanjutnya
" tumben..pagi pagi kamu cerewet banget mas daritadi.." ujarnya sembari berdiri disebelah Vinsa.
" abisnya pacarku cantik banget..kan jarang liat kamu pagi pagi pake dress lagi.."
" aku ogah pake dress mas...kaki aku susah dikondisikan..ntar aku gak bisa gerak bebas.."
" hahaha..bener..bener..yaudah..pake celana aja..kalo pake dress kaki kamu ntar keliatan..bikin ngiler.."
" yeee...emangnya kaki aku paha ayam..bikin ngiler.."
Vinsa terkekeh kemudian membelai rambut panjang Lasira.
" aku juga sukaaa banget sama rambut kamu N...jangan dipotong ya.."
" kamu sebegitu sukanya ama rambut panjang, sampe liat iklan aja ngeliatnya sampe ngiler gitu deh mas..."
" kok tau?"
" ya tau laahh...liat cewek seksi kamu cuek tapi giliran liat cewek rambut panjang kamu noleh sampe leher mau patah waktu itu..."
" hahaha..lebay kamu ah! tapi emang bener, aku suka cewek rambut panjang..kalo dulu setiap ada cewek rambut panjang aku selalu liatin tapi sekarang enggak lagi..."
" kenapa?"
" ya kan aku udah punya sendiri..bisa aku pegang, elus-elus trus di ciumin kayak gini..." katanya sembari menciumi rambut Lasira.
" ihh..geli ahh...udah udah..makan yuk..laper.." ucapnya seraya menjauhkan tubuhnya dari vinsa. Ajakan makannya mendapat persetujuan dengan tanda anggukan kepala.
Mereka pun memulai sarapan pagi dengan perasaan bahagia yang membuncah. Saling berbagi perhatian dan cerita cukup membuat hati bahagia. Sesederhana itu yang namanya cinta.
***
Selepas shalat ashar, Lasira sudah kembali ke kosan. Vinsa mengantarnya menggunakan mobil dengan alasan jika naik motor nanti pahanya akan terlihat. Lasira hanya tersenyum mendapat perlakuan semanis itu dari sang kekasih.
Selama menjadi kekasih seorang Vinsa anindita, Lasira merasakan cinta yang lebih dalam daripada cintanya bersama sang mantan dahulu. Bukan tanpa alasan, semua karena Vinsa yang terlalu memanjakannya. Menuruti segala keinginannya, dan selalu mengutamakan kepentingannya. Meski kadang terlalu berlebihan. Seperti contohnya, ketika lewat tengah malam dia merasa kelaparan di kamar kosnya, dia mengirim chat kepada vinsa bahwa dia lapar. Tak berapa lama vinsa mengantarkan makanan ke kosnya. Dan karena pintu sudah tertutup dan kamarnya berada di lantai dua, Lasira pun melemparkan tali ke bawah, bungkusan makanan di ikat dengan tali oleh Vinsa kemudian Lasira menariknya dari atas.
Dan Vinsa merupakan pacar siaga nyaris 24jam. Ketika dirinya menelpun minta dijemput dimanapun dia berada, entah bagaimana caranya, pasti Vinsa bisa menjemputnya. Sifat mandiri yang selama ini menjadi sifat Lasira,perlahan mulai memudar.
Kemana saja di antar jemput, kemana saja selalu di temani, hanya masuk ke kamar mandi dan tidur malam mereka berpisah.
__ADS_1
Weekend ini, Lasira berencana pulang kerumah. Butuh waktu 3 jam perjalanan dari kampusnya menuju rumah kedua orang tuanya. Vinsa menawarkan diri untuk mengantar namun karena dirinya belum mengenalkan vinsa kepada kedua orang tuanya, dia pun menolak.
Pagi ini sebelum pulang, dia mampir kerumah sang kekasih untuk berpamitan.
" lho..muka kamu kok gitu mas? belum tidur ya?" tanyanya ketika melihat wajah kekasihnya yang tampak lelah
" iya..semalem baru pulang jam 3 subuh..anak-anak latihan sampai jam 2 malem..besok mau manggung.."
" ah..gitu..yaudah, abis ini tidur ya..aku pulang dulu.." ucapnya sebelum menaiki motor.
Vinsa merapikan jaket hoodie hitam miliknya, mengecek sepatu ankle boots yang dipakai memastikan bahwa tali sepatu tidak terlepas. Memakaikan kaos tangan dan terakhir mengangkat tas ransel dan meletakkan di pundak sang kekasih.
" gak usah ngebut ya.. pasang helm nya yang bener..eh tapi bentar.."
cup..Vinsa mencium keningnya sebelum Lasira memakai helm full facenya.
Lasira hanya mengangguk kemudian menaiki motor sport berwarna kuning miliknya.
" bensinnya udah full kan?" tanya vinsa sekali lagi
" udah..dia kan sekarang jarang dipake mas..orang aku sama kamu terus.."
" jangan lama-lama ya pulangnya.."
" iyaa..lusa udah balik, yaudah aku pulang dulu..*assalamualaikum "
" waalaikumsalam*..."
***
Lasira melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, dia melupakan pesan sang kekasih. Ahh..jika sudah di jalan raya, memakai motor sport, pesan-pesan tinggallah pesan.
Lasira menurunkan laju motornya ketika melihat lampu merah menyala. Dia pun berhenti menunggu lampu hijau yang artinya boleh berjalan. Ketika lampu hijau sudah menyala, dia kembali menarik gasnya dengan kecepatan tinggi, di depannya ada sebuah tikungan dan Lasira sangat menyukai tikungan karena rasanya sungguh mendebarkan ketika ngebut menaiki motor sport dan melewati sebuah tikungan tajam. Entahlah..kesukaan gadis ini memang tidak seperti gadis pada umumnya.
Namun tiba-tiba terlihat cairan berwarna hitam di sepanjang tikungan itu. Lasira melihat dan berusaha menarik remnya namun karena kecepatan sudah terlalu tinggi, usahanya gagal. Dia pun terjatuh dengan masih memegang stang motirnya. Cairan berwarna hitam yang bernama oli itu membuatnya jatuh terpeleset dengan kaki tertimpa motor besarnya.
Sejurus kemudian banyak orang berlarian menolongnya dan memapahnya ke pinggir jalan,mendudukkannya. Lasira meringis kesakitan kemudian membuka helm nya. Tak lama terdengar dengungan orang-orang berkomentar ketika melihat wajah cantiknya .
" ya ampuunn..ternyata cewek toh..."
ucap bapak-bapak yang menolongnya
" cewek kok ngebut sihh mbaakk.." ujar yang lain
" iya betul..ini mbaknya sudah korban ke 4 pagi ini..daritadi juga banyak yang jatuh kok..."
" buseeettt...." Lasira menepuk jidat kemudian melihat ada seorang bapak-bapak berlari mencari pasir kemudian menyiramkannya di atas oli yang tercecer tersebut. Yahh..minimal dia korban terakhirlah hari ini.
" kamu gak papa mbak? kita kerumah sakit ya?" ajak bapak tersebut.
" enggak usah pak..sepertinya hanya terkilir.."
Dan memang,tubuhnya tidak ada goresan luka karena pakaian yang ia kenakan benar-benar terbungkus rapat. Ditambah tas ransel di punggungnya,melindunginya dari hantaman aspal hitam tersebut .
" kalo gitu coba telpun keluarganya mbak..biar dijemput.." saran bapak itu kembali,lasira mengangguk.
Kemudian dia meraih hp nya dan menelpom vinsa. Karena memang lokasi jatuhnya hanya berkisar 30 menit perjalanan dari rumah Vinsa. Ketika dia berhasil menelpun sang kekasih, terdengar suaranya yang parau khas orang baru bangun tidur. Ah..rupanya dia membangunkan vinsa dari tidurnya.
Setelah menutup teleponnya, dia meminum teh hangat yang diberikan seorang ibu kepadanya. Jujur perutnya terasa mual dan sedikit nyeri, sepertinya tadi terantuk stang motor. Setelah 15 menit berlalu, tampak sebuah motor sport berwarna hitam berhenti di depannya.
Busyeett..ngebutnya kecepatan berapa nih orang tadi?? jarak 30 menit hanya ditempuh selama 15 menit. daebak!!
Terlihat wajah panik menghiasi raut muka vinsa.
" kamu gak papa N?"
" gak, cuman keseleo.."
" kita kerumah sakit?"
" enggak usah..nanti di urut aja..kita pulang aja ke kosan.."
" ah ya..bentar.." ucapnya seraya berdiri mengambil hp nya dan tampak menghubungi seseorang.
" motor kamu biar dibawa temen aku, biar dicek dlu ada yang rusak atau tidak..kita pulang dulu..bisa berdiri?" tanyanya
Lasira bisa berdiri namun tak bisa berjalan
" duh..kenapa tadi aku naik motor ya?" ucapnya seraya menepuk jidat
__ADS_1
" tadi aku cuman mikir gimana caranya cepet sampai.."
" mas..naik motor aja dulu..nanti mbaknya naik dari belakang, kaki mbaknya ditaruh di paha masnya..gimana? " saran si bapak penolong. Vinsa tampak berfikir kemudian mengiyakan saran si bapak.
Dan kini Lasira sudah duduk di jok belakang , kaki kirinya selonjor di paha vinsa kemudian si bapak tadi mengikatnya menggunakan kain slayer miliknya. Tak lupa mereka berdua mengucapkan banyak terima kasih kepada sang bapak penolong. Setelah temannya datang membawa motor lasira, mereka berdua pun pulang kembali kerumah vinsa.
Sungguh perjalanan yang sangat menyiksa, kakinya mati rasa karena berada di posisi yang sama dalam waktu cukup lama. Ketika sampai di rumah vinsa, dia melepas kain slayer yang mengikat pergelangan kaki lasira dari pahanya. Dia turun dengan hati-hati dan berhasil, namun setelah dia berhasil turun, dan ketika akan menggendong lasira, sialnya jempol kaki lasira masuk kedalam ujung jaketnya sehingga tertarik dan gadis itu berteriak kesakitan
" auuuwww.,sakiiiitttt..." ucapnya sambil meringis
" ah maaf..maaf.." ujarnya sembari mengangkat tubuh gadisnya. Tak lupa dia sudah membuka pintu rumahnya.
Ketika memasuki rumah, kaki panjang lasira menatap pintu karena Vinsa memasuki pintu tanpa memiringkan badannya
" aahhhhh....maaassss!!!! sakiiittttt..." teriaknya sambil menjambak rambut gondrong kekasihnya.
" ahh..hahaha..maaf maaf sayang.."
Akhirnya setelah beberapa kali kakinya tersenggol daun pintu lah, tembok lah, kursi lah, dia pun berhasil terbaring di ranjang milik Vinsa.
" tunggu sebentar..aku beli obat dan perban dulu ya.."
ujarnya sembari melesat keluar rumah.
Tak berapa lama dia kembali membawa salep pereda nyeri dan perban elastis yang akan digunakan untuk membebat luka keseleonya.
Namun ketika akan mengobati dia memandang skinny jeans yang dipakai Lasira.
" N...ini mau aku bebat luka kamu..tapi celana kamu gimana? di tarik ke atas juga susah kan..."
Lasira yang meringis kesakitan tak menjawab
" bodo amat ah..sakit nih.." kini air mata sudah sedikit keluar dari ujung matanya. Vinsa membalikkan badan mengambil selimut kemudian menutupi bagian perut sampai batas lututnya.
" udah kamu buka celana kamu, aku tutupin ini...nanti aku tarik pelan-pelan unung celana kamu.."
" ahh..ogaahh..sakitt maass..ini celananya mepet banget.."
" dicoba dulu..tuh udah mulai bengkak..nanti makin susah dilepas celananya.." bujuknya.
Akhirnya Lasira mengalah dan melepas celananya, setelah celana sudah terlepas sampai lutut, Vinsa menarik ujung celananya dengan hati-hati.Ketika celana jeans itu melewati kakinya yang terluka dia berteriak dan menangis kencang.
" huusshh..nangisnya jangan kenceng-kenceng..ntar dikira lagi di apain lagi.."
Lasira menutup wajahnya dengan bantal, ketika Vinsa sudah selesai mengoleskan salep pereda nyeri kemudian membebat kakinya, rasa sakitnya sedikit berkurang.
Namun dia masih menangis terisak-isak. Sedari tadi dia menahan tangis karena rasa sakitnya,karena dia berada di depan orang banyak. Namun ketika hanya berdua dengan vinsa, dia menangis terisak-isak seperti anak kecil. Apalagi ketika vinsa memeluknya sembari mengelus-elus kepalanya tangisnya makin menjadi.
" sakit ya? nangisnya udahan dulu..kamu belum pakai celana lho..." godanya. Lasira menghentikan tangisnya kemudian mendorong tubuh vinsa menjauh.
Vinsa tersenyum geli sembari beranjak dari ranjang dan mengambil satu celana pendek miliknya
" nih.. dipakai dulu.."
Setelah selesai memakai celana, Hp nya berdering. Lasira mengambilnya dan melihat jika sang mama yang menelpon.
duh gawat nih..jangan sampai mama tahu.bisa dijual tuh motor.batinnya
-assalamualaikum ma...-
- waalaikumsalam...kamu berangkat jam berapa sayang?"
- duh..maaf ma..minggu ini aku gak jadi pulang-
-kenapa?-
- ada tugas kelompok,materinya belum dapet..senin harus dikumpulin..aku pulang minggu depan ya..-
- oh gitu..yaudah gak papa, kalo gitu uang jajan mama transferin dulu ya sayang..-
- iya..makasih mama sayang...-
Lasira menghela nafas. Lega.
"dikosan ada siapa? kimi kiara pulang kan?"
" iya sih.."
" siapa yang urus kamu naik turun tangga begitu kalo mereka gak ada?"
__ADS_1
" bentar..aku telpun kimi aja mas..biar dia balik kesini.."
Kimi selalu mengurusnya ketika dia sedang sakit, meski galaknya seperti mak lampir namun dia akan bersikap lembut jika mengurusi orang sakit.