
Hari ini kuliah psikologi kepribadian. Artinya dia akan sekelas dengan vinsa. Lelaki yang akhir-akhir ini sedikit mencuri perhatiannya. Berawal dari bau parfumnya yang mirip sang mantan, tampilannya yang sedikit urakan, sikapnya yang selalu cool dan selalu menyendiri, ditambah dia melihat Vinsa berada di masjid di jam shalat, cukup membuat Lasira sedikit tertarik. sedikit.
Lasira memakai rok plisket cokelat yang kemarin baru dibelinya, dengan atasan kemeja polos broken white, memakai sepatu sneakers coklat. Rambutnya dia gerai.
Sebenarnya mendengarkan obrolan kakak tingkatnya kemarin,membuat dia ingin sedikit membuktikan,apa benar jika lelaki itu memang tertarik dengan cewek berambut panjang .
Endru sudah menjemput, mereka pun berangkat ke kampus. Lasira mengedarkan pandangannya di dalam kelas,tak terlihat batang hidung seorang vinsa. Ada sedikit kekecewaan dalam hatinya.
Dia pun mencari tempat duduk dan menjatuhkan badannya. Endru berada di sisi kanannya, sisi kirinya masih kosong. Dia menunduk membuka catatan. Ketika sedang fokus membaca catatan, dia kembali menghirup bau yang tak asing ,kemudian dia mengangkat wajahnya. Tampak vinsa duduk di sebelahnya. Dia bingung mau menyapa atau tidak, ditengah kebingungannya ,sang dosen sudah membuka perkuliahan.Menjelaskan materi dengan ala kadarnya lalu memberi perintah
" jadi silakan kalian berkelompok, tapi dua orang saja , silakan berkelompok dengan teman di kanan atau kiri mu..nanti kalian harus menjelaskan ,perbedaan dari kepribadian ekstrovert dan introvert itu seperti apa, berikut teori -teori yang bersangkutan, silakan kalian buat lalu minggu depan tolong di presentasikan..waktu untuk mempresentasikan 10 menit, oke..sekian kuliah dari saya,silakan kalian diskusikan di sisa waktu perkuliahan ini...selamat siang"
Mendengar perkataan sang dosen,Lasira langsung menoleh ke arah endru, karna sudah pasti dia akan satu kelompok dengan endru,seperti yang sudah-sudah.
"sorii..kali ini gw sama mayon ya..lo sama sebelah lo tuh.." ucap endru,sengaja!
Lasira melotot sambil mengumpat tanpa suara,kemudian menoleh ke arah vinsa
" kamu udah dapat kelompok mas?"
"udah..."
" lah..udah? sama siapa?"
" sama kamu.."
" ah yaa..." Lasira menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"kalo gitu,aku minta nomer kamu mas.."
" buat apa?"
__ADS_1
" ya kan mau ngerjain tugas.."
" kerjain sekarang aja..aku udah gak ada kuliah, kamu?"
" Lasira juga gak ada kuliah mas, udah kerjain sekarang aja..mumpung masih anget materinya " serobot mayon disambut anggukan kepala endru. Vinsa tersenyum, lalu berkata
" yaudah..ayo..kita ke perpus..kalian ikut?"
tanyanya sambil menunjuk endru dan mayon yang langsung dijawab mereka dengan semangat
" kita masih kuliah mas, besok aja! kalian berdua aja! kita gak ganggu kok,! " cerocos mayon. Lasira hanya bisa senyum senyum garing
" yaudah..yuk..kita duluan ya" ucap vinsa sembari melambaikan tangan. Lasira berjalan beriringan di sebelahnya.
Disepanjang jalan menuju perpustakaan, Lasira merasa menjadi pusat perhatian.Padahal mereka hanya berjalan beriringan tidak bergandengan tangan. Ketika melewati gerombolan kakak tingkatnya,termasuk ada mbak tika disana, Lasira merasa ada tatapan mengintimidasi dari mereka.
duh..mati gw!! pasti dikira gw lagi pdkt nih.batinnya.
" nih mas..aku dapat 2 buku referensi..kamu dapat berapa?"
" tiga buku...gini aja,kamu kerjain yang ekstrovert, aku yang introvert..nanti kalo udah dapet,aku yang ketik aja.." perintahnya,lasira hanya mengangguk.
Tak lama mereka fokus mengerjakan. ah salah.bukan mereka tapi vinsa yang fokus. Lasira membaca sebentar,kemudian pandangannya teralihkan. Dia memandang wajah vinsa. Alisnya tebal, hidungnya mancung,bibirnya tidak tebal tidak juga tipis. Kemudian matanya turun melihat tangan vinsa yang dipenuhi bulu-bulu halus.
buseett..bulu tangannya banyak amat.gimana bulu yang lain.gumamnya.
Dadanya bidang,lengannya kekar,telapak tangannya yang terbuka di atas meja tampak terlihat besar. Tanpa sadar Lasira mendekatkan telapak tangannya ke dekat tangan vinsa,bermaksud mengukur besarnya. Tak berhenti disitu, seperti terhipnotis dis menggerakkan tangannya untuk mengelus tangan vinsa yang dipenuhi bulu halus.
Elusan pertama, Vinsa hanya melirik.
elusan kedua,vinsa mengangkat wajah
__ADS_1
elusan ketiga,vinsa mnegernyitkan dahi dan sejurus kemudian Lasira tersadar dari perbuatannya!!
Dia refleks menarik tangannya kemudian menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
Malu!!! sumpah!! jika memang menutup kedua tangan mampu menghilangkan rasa malunya,pasti dia akan bertahan menutup wajahnya. Tapi kan tidak mungkin, sosok di depannya meminta pertanggung jawaban, alasan apa yang membuat dia mengelus-elus tangannya
" maaf mas..sumpaahh..gak sengajaa..yakiinn...aku gak bermaksuuddd...."
Vinsa menatapnya sambil tersenyum.
" aku cuman heran..tangan kok banyak banget bulunya gitu.. .aku baru liat sekali ini dari dekat..jadi aku cuman heran aja..tangan aja bulunya banyak, gimana yang lain ya mas? kan bkin jadi penasaran aku tu..." ucapannya makin kesini makin membuatnya malu
Vinsa tertawa terbahak-bahak ,sejurus kemudian menutup mulutnya,menyadari jika dia sedang berada di perpustakaan.
" trus? kamu mau liat bulu yang lain??" godanya
" aaakhhhhh....bukaann begituuu .." ucap Lasira gugup sembari mengambil buku kemudian mengipasi tubuhnya, tiba-tiba terasa panas. Dia mengambil kuncir rambut bermaksud untuk menguncir rambut panjangnya, untuk mengurangi rasa gerah yang datang tiba-tiba.
"eh ..gak usah di kuncir..bagusan di gerai rambutmu.." ucapan vinsa membuat Lasira terkesiap, *bearti obrolan cewek-cewek kemarin valid.batinnya.
" ahhhh*..sudah sudah mas..gak usah di bahas lagi ya..ngerjainnya aku lanjut di kos aja ya mas..yuk pulang yuk.." Lasira bergerak heboh menutupi rasa malunya,sambil membereskan buku-buku. Dia pun tak jadi menguncir rambutnya. Lalu menoleh ke arah Vinsa yang masih duduk sambil menatapnya intens,penuh senyum pula.
" a..aku..aku .duluan ya mas..kamu masih mau disini kan? aku duluan bye..." ucapnya seraya beranjak dari duduknya.
" tunggu...no kamu berapa?"
" ah iyaa.. 085******* nanti misscall aja mas,aku save no kamu..aku duluan ya..bhaay." setengah berlari dia keluar dari perpus sambil berkali kali memukul dahinya dan berbisik
"begoo..begoo..begoooo "
Ya Tuhan...aku maluuuuu...
__ADS_1