Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 52


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu semenjak kepergian sang kekasih hati. Kondisi psikis Lasira sudah bertambah stabil. Selama satu bulan penuh, teman-temannya bergantian menjaga dan menemaninya dirumah. Mereka pun bolak balik dari kampus dan menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam hanya untuk mensuport sahabatnya yang sedang terpuruk.


Dan usaha tak akan mengkhianati hasil. Gadis itu memang sudah berhenti menangis dan meratapi nasib, namun keceriaannya tak kunjung kembali. Lalu kuliahnya apa kabar?


Secara otomatis, perkuliahannya pun terhenti. Skripsi yang rencananya akan di kerjakan semester ini, sepertinya akan gagal.


Usaha teman-temannya untuk meminta dia segera kembali ke kampus,masih belum ia penuhi. Masih terlalu dini untuk kembali ke tempat dimana banyak kenangan bersama kekasihnya tercipta.


Dan demi menghindari bujukan yang lama-lama menjadi sebuah paksaan dari teman-temannya, kini Lasira memilih untuk melarikan diri. Yaa...kini dia sedang berada di sebuah kota besar yang merupakan kota kembang di negara ini.


Dia telah meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk mengunjungi rumah Oma dan Opa nya. Dan kedua orang tuanya tak kuasa menolak, apa saja yang anak gadisnya minta selama itu mampu membuatnya bahagia, pasti akan di penuhi.


Dan sudah seminggu dia tinggal bersama orang tua dari mami nya ini. Disini, ia merasakan ketenangan. Oma dan Opanya sama sekali tidak menanyakan perihal kesedihan yang tampak di wajahnya. Mereka tetap memperlakukan cucunya seperti biasanya.


Pagi ini, ketika mereka sedang sarapan bersama, oma Ely membuka percakapan


" udah seminggu kamu disini, enggak mau jalan keluar?"


" enggak..males oma.."


" apa perlu opa temenin?" tawar opa fadil.


" eh iya..kata mami kamu, kan kamu ada temen yang kuliah di kota ini kan?"


Lasira diam sejenak kemudian teringat beberapa teman sma dan smp nya yang berada di kota ini.


" hmmm..ada sih oma.." jawabnya malas seraya memasukkan nasi goreng kedam mulutnya.


" hubungin gih..ketemu temen pasti lebih menyenangkan daripada cuman diem dirumah sama orang tua kayak kita.." oma ely tersenyum sambil mengerdipkan mata.


" ya lah..coba entar aku telpon deh.." Lasira akhirnya menyerah. Baiklah, tidak ada salahnya kan menghubungi teman-temannya sekedar untuk bertanya kabar.


Dia masuk kedalam kamar dan meraih ponselnya, kemudian melihat contac nya dan mencari nama Gusad.


Yaaa..teman yang berada di kota ini adalah Gusad. Sebenarnya ada beberapa, namun yang terpikirkan pertama kali adalah lelaki ini. Dia pun mengirimkan pesan


-hai..how are u?-


pesan terkirim. Gak pake lama pesan pun berbalas.


- wuih..tumben..ada angin apa nih, pujaan hatiku tiba-tiba ngubungin..can i help u?-


- gw lagi dirumah oma, lo mau ajak gw jalan gak?-


-what??serius???-


-dua rius, so?-


-ntar sore gw jemput,kita jalan-


-oke-


Dia melemparkan benda pipih itu di sembarang tempat. Kemudian merebahkan tubuhnya. Kembali menerawang.


ahhh..rasanya dia merindukan Vinsa. Sebelum rasa ingin menangis dan meratapi nasib menyergap, dia meraih tablet putih pemberian kiara. Dan kemudian kembali menulis.


April


Aku sudah sedikit tenang


kini aku hanya belajar untuk lebih


mengikhlaskam kepergianmu


agar aku bisa tersenyum jika mengingat kau telah tiada


*Aku akan berusaha untuk menyelesaikan segala impianmu yang tertunda


aku akan jadi orang yang sama kuatnya sepertimu, bahkan lebih...


Tapi langkahku masih sedikit ragu..


aku akui, aku pengecut..


aku hanya bisa lari menghindari


aku masih belum mampu untuk kembali ke kota itu...


kota tempat kita menghabiskan waktu bersama


kota yang sarat akan kenangan tentangmu*


Bergetar hatiku membayangkan jika aku harus menjalani hidup tanpamu


Kau lelakiku...


lelaki terhebat yang selalu ada untukku


Tak kan pernah terlintas sedikitpun di benakku untuk menggantikan posisimu dihatiku


Aku merindukanmu...


sangat..


sungguh..


Gadis itu menghela nafas, kemudian meletakkan benda elektronik itu di dalam laci. Kemudian dia kembali membaringkan tubuhnya, tidur.

__ADS_1


Sore hari tiba, dan ternyata Gusad sudah berada dirumah Omanya setelah tadi dia mengirimkan alamat via pesan singkat.


Lasira keluar kamar dan menuju teras luar, dilihatnya Gusad sedang duduk di kursi yang terletak di sana.


" hai..apa kabar?" sapa Lasira , dan gusad hanya memandanginya dengan takjub.


" ya ampuunn..lama gak ketemu..kamu kucel kayak gitu ,kenapa dimataku tetap tampak bagaikan bidadari belum mandi...," kelakarnya.


Lasira langsung merapikan rambut panjangnya yang acak-acakan, muka bangun tidur, celana kolor dan kaos gombrang.


" ahh..lo masih aja pinter gombal..gw kan belom mandi sad.." ucapnya seraya menjatuhkan tubuhnya di kursi sebelah gusad.


" ya mandi sana..katanya mau ngajak jalan.."


" mau kemana?"


" lah..lo pengennya kemana? gw anter deh.."


" hmmm...disini ada cafe yang live perform nya speed metal gak?"


" buseettt...sejak kapan lo selera sama speed metal?"


ahhh..iya ya..sejak mencintai seorang vinsa, daku menyukai aliran musik ini. Dan sekarang aku merasakan rindu kepada


vinsa, jadi nonton musik seperti ini mungkim sedikit mengurangi.batinnya.


" sejak kemaren.." jawabnya asal


" hmmm..ada nih, barusan gw googling..malam ini ada live perform band speed metal...mau kesana?"


Lasira mengangguk dan berpamitan untuk bersiap-siap. Ketika dirinya sedang bersiap, Oma ely keluar membaca secangkir teh hangat


" titip lasira ya nak..kondisinya sedang tidak baik.."


" kenapa memangnya oma?"


" februari kemarin harusnya dia lamaran.." oma ely menghela nafasnya sebelum melanjutkan kalimatnya


" tapi..akhir januari calonnya kecelakaan, meninggal.."


Gusad tampak terkejut dan sedetik kemudian dia sudah cukup memahami,sorot mata sedih yang ia lihat dari gadis itu.


" oma nitip cucu oma ya..dia biasanya kalo sedih gak lama, tapi baru kali ini ,oma ngeliat dia sedihnya cukup lama.."


" iya oma..nanti biar aku temenin sampai dia gak sedih lagi.."


" ah ya..jangan nanya kalo dia gak cerita ya, oma takutnya dia jadi sedih.."


Oma menghentikan ucapannya ketika melihat cucu tersayangnya sudah berdiri di depan pintu, mengenakan sweater hitam bergambar skull ,panjang lengannya sampai ujung jemari lentiknya, celana jeans yang juga hitam dengan sobekan kecil di lutut, serta ankle boots berwarna putih yang membuat tampilannya tidak terlalu gotic.


Rambut panjangnya dia biarkan tergerai, dia sedang sibuk mengatur panjang tali waistbagnya sebelum kemudian menaruh di pundaknya.


" kenapa sih? kok ngeliatinnya gitu? ada yang aneh sama bajunya?" tanyanya seraya melihat kembali dandanannya.


" enggak donk sayang..cucu oma meski tampilannya tomboy tetep paling cakep.." puji neneknua sembari memeluk cucu semata wayangnya.


" jangan pulang lebih dari jam 12 malem ya..dingin nanti.." pesan sang oma sebelum kemudian melambaikan tangan menyuruh mereka berdua segera pergi.


***


Mereka berdua kini sudah berada di dalam mobil, Gusad melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Matanya melirik menatap gadis yang menjadi cinta pertamanya itu sekarang sedang duduk disampingnya dengan status jomblo!!!


ahh..kok malah itu yang terpikirkan.


" lo kenapa? mukanya sedih gitu..gw panggil si alby ya? dia kan juga kuliah disini.."


" oh ya? oke deh..panggil aja..suruh langsung kesana.."


Gusad pun selesai melakukan panggilan telepon,meletakkan ponsel di sisi pintu mobil. Kemudian kembali menanyakan pertanyaannya tadi


" lo belom jawab, lo kenapa ada disini? lo gak kuliah? lo lagi ada masalah?"


Lasira menghela nafas sejenak kemudian menjawab dengan malas.


" pacar gw dua bulan lalu gak ada..meninggal.."


" astaga...duh...sori..gw gak tau..lo ya g sabar ya.."


" hmmm.., gw udah gak papa kok..cuman ya gini lah..masih susah move on.."


" gak usah move on buru-buru...nikmatin aja, ntar kalo emang udah waktunya menghilang,pasti perasaan itu hilang..lo nikmatin aja setiap rasa sakit yang lo rasa..jangan lo hindari..."


Lasira terdiam mendengarkan perkataan Gusad.


" itu emang lama sih..gak bisa instan, tapi begitu udah hilang lo udah enteng..udah bisa move on.."


" lo sok tau ah.."


" yee..gw ngomong gini karna gw ngerasain kali..gini ini cara gw ngilangin perasaan gw ke elo.."


" jiaahhh..curhat diaa..." respon lasira dengan senyum kecil.


"hahaha .sial lo..tapi beneran..butuh waktu lama buat gw bisa move on dari lo..dan nyatanya sekarang gw udah bisa.."


" serius? baguslah kalo gitu..." tanyanya sambil bertepuk tangan pelan


" jadi kalo udah move on, sekarang lo udah punya cewek donk?"

__ADS_1


" ya jelasss donkk..."


" oh ya? kenalin donk..." jawabnya antusias


" jelass belum maksud gw...kan gw bilang udah move on, tapi gw tetep jomblo..."


Mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak.


Ahh..memang lebih baik bertemu teman meski hanya satu orang, itu tetap akan mempengaruhi mood.


Jalanan cukup padat, meski waktu masih menunjukkan pukul 19.00 WIB


" kalo malam minggu, pasti macet deh.." ucap Gusad sembari memukul benda bulat dalam cengkramannya.


" emang ini malam minggu? ahh..gw ampe gak inget hari.." keluhnya pelan.


" udaahh..gak penting inget hari, yang penting hari ini gw bisa malem mingguan pertama kali sama elo nih ...aseeekkk..." ucap Gusad bahagia.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari 30 menit, mereka sampai ke tempat yang dituju.


Mereka berdua pun turun dari mobil dan mengedarkan pandangan ke area parkir.


" alby mana sad?"


" gak tau nih, tadi dia bilang nunggu di parkiran sih.."


" ahh..itu bukan? yang pake kaos merah?"


Tunjuk Lasira ke arah ujung parkiran, seorang lelaki berambut cepak sedang duduk di atas motor.


" ah ya..bener itu..yuk samperin.."


Mereka pun melangkahkan kaki mendekati alby yang sudah menunggu.


" woiiii...." gusad menyapa dengan teriakan membuat yang disapa melonjak kaget


" aahhh..sial!! kaget gw..." ucapnya seraya mengelus dada karena kaget.


" woi..apa kabar lo?" Lasira tersenyum manis dan kalem.


" Ya Tuhaaannn....lama gak ketemuuu..lo sekarang jadi kalem gini sih Las..." teriaknya heboh sembari menggenggam tangan Lasira erat.


" haishh.. udah lepasin, sakit ****!!"


" naahh...baru juga di bilang kalem, galaknya keluar.." ujarnya sembari melepas genggaman tangannya.


Mereka bertiga pun melangkahkan kaki masuk kedalam cafe tersebut. Suasana di dalam cafe belum begitu padat, lampu-lampu bersinar temaram, dan di depan ruangan yang cukup besar tersebut terdapat panggung yang sudah berisi perlengkapan band.


Meja dan kursi tertata dengan rapi di area depan panggung. Terdapat tempat duduk di lantai dua. Berbeda dengan ruang dilantai satu yang lebih ramai, dilantai dua terasa lebih private.


" mau duduk dimana?"


" di atas aja gimana? biar gak terlalu rame.."


"oke deh.."


" ini beneran lo yang ngajak nonton perform speed metal Las?" Alby bertanya dengan penasaran. Lasira hanya tersenyum sembari melangkahkan kaki menelusuri tangga yang terbuat dari besi.


Setelah sampai dilantai atas, dia memilih meja dengan sofa empuk di depannya. Posisi meja mereka tepat berada di depan panggung. Karena melihat dari atas, perform band nanti akan terlihat dengan jelas.


Setelah mereka duduk, seorang pelayan mendekati memberikan buku menu


" mau minum apa?"


" gw cola aja..kalian no alkohol ya..gw ogah nyium bau nya.." Lasira memberi ultimatum


" enggak lah..gw juga gak doyan.." sahut Gusad


" ih sok imut lo..kayak gak pernah mabuk aja.." tukas Alby.


Dua orang temannya sedang asyik mengobrol, perform band nya pun sebentar lagi akan dimulai.


Suasana semakin ramai namun entah mengapa dirinya merasa semakin sepi.


Dia hanya menundukkan kepala, memainkan jari jemarinya. Rasa rindu dalam dadanya semakin membuncah, namun dia sekuat tenaga berusaha menahan agar air matanya tak keluar.


Namun tiba-tiba dia mendengar intro musik yang dimainkan,sangat tak asing ditelinganya. Dia pun mendongakkan kepalanya, beranjak dari tempat duduk dan menajamkan penglihatannya. Menatap satu persatu personil band yang sedang tampil. Dan semua sosok itu tak asing. Ternyata live perform band speed metal itu adalah Lord symphoni. Band yang selama ini di manageri oleh Vinsa .


Sejurus kemudian dia menjatuhkan tubuhnya di sofa empuk tersebut. Menengadahkan kepalanya, pura-pura menikmati alunan musik keras tersebut, padahal sebenarnya hanya berusaha membendung airmatanya agar tidak menyeruak keluar.


Setelah satu lagu selesai,terdengar suara sang vokalis menyapa para penonton.


"selamat malaamm semuaaa...terima kasih buat kedatangannya.. sebelum kita masuk ke lagu kedua, gw cuman mau cerita sedikit nih..."


Hening sejenak, sebelum sang vokalis melanjutkan kata-katanya


" hari ini sebenarnya adalah hari yang ditunggu oleh manager kita, buat perform disini...dia sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk bisa sampai disini...namun..ketika kita sudah berhasil perform ,dia tidak bisa ikut..."


Terdengar desahan nafas dari sang vokalis


" dia memilih pulang, menghadap yang maha kuasa..jadi, saya meminta doa untuk almarhum manager kita bang Vinsa..semoga tenang dan bahagia di sana, amin.."


Terdengar alunan musik menghentak , kembali menghiasi ruangan tersebut.


Ahhh..mendengar ini, Lasira tak kuasa menahan tangisnya. Dia benar-benar menangis terisak-isak.


ahhh..sejauh mana aku harus menghindari agar tidak terbayang sosokmu. Disini pun ada kamu. batinnya menjerit pilu.

__ADS_1


Gusad yang melihat kondisi Lasira, mendekatinya dan menepuk-nepuk pundak gadis itu.Berusaha menenangkan. Sedangkan alby yang tak tahu menahu, hanya menatap bingung.


whats wrong with Lasira??


__ADS_2