
Kegiatan mahasiswi yang indekost dan jomblo setelah tugas kampus selesai, tak lain tak bukan adalah berkumpul di dalam satu kamar, nonton tivi dan ngemil plus rumpik.
Nah seperti itulah kegiatan Lasira,Kimi dan Kiara malam ini. Mereka berada di kamar kiara, karena letaknya yang strategis,pojok dan terdapat balkonnya. Sehingga jikalau mereka berisik maksimal tidak akan begitu mengganggu penghuni lainnya.
Ah ya...Kimi sekarang sedang berstatus jomblo, setelah putus dari kekasihnya yang kesekian. Entah berapa, dia pun lupa.
"eh..tadi katanya lo di ajak makan sama si Vinsa ya?" Kimi membuka pembicaraan.
" trus gimana ..gimana..." kiara menyahut
" gimana apanya..."
" yaelah..pake nanya...lo sebenernya naksir gak sih?" kimi bertanya lagi
" hmm..gimana ya..gak tau deh..cuman klo sama dia rasanya deg-degan aja gitu..cuman orangnya tuh..susah ditebak gitu deh.." jelasnya sambil mengernyitkan dahi mencoba mengingat-ingat kebersamaannya tadi.
" jadi kadang jutek..kadang dingin...diem aja..trs tiba-tiba manis..care..duh gimana ya..ah gituu dehh...eh tapi sejauh ini,yang bikin gw tertarik sih meskipun penampilan urakan kayak gitu, tapi ternyata dia rajin shalat..mau gimana juga, gw gak mau mengulang kisah cinta yang menyedihkan kayak kemarin..." ucapnya lirih,teringat cinta pertamanya yang berakhir menyakitkan.
" udah gak usah di inget lagi, cinta pertama kan memang takdirnya untuk di kenang.." ucap kiara sembari mengelus pundak sahabatnya.
" kata siapa?" kimi mencibir
" kata-kata di novel percintaan laahh..."
Mereka bertiga pun tertawa.
" ah iyaa..tadi gw dipinjemin jaket dia..bearti harus gw balikin ya? " pertanyaan retoris.
" gak usahlah..lo peluk-peluk aja, kelonin tuh pas tidur,biar lo puas nyiumin bau mantan loo disituu..." ejek kimi disambut tawa dan anggukan kiara.
ahhh...sial.
***
Pagi hari, seperti biasa. Terdengar teriakan mbak-mbak kos lantai bawah memanggil namanya. Dia meregangkan tubuhnya sejenak, menguap,ucek-ucek kepala kemudian berteriak di balik jendela kamar
" iyaaa mbaakkk...bilangiinn..gw lagi ganti bajuuu..."
Endru sudah menjemput dan seperti biasa, Lasira baru bangun. Tak butuh waktu lama untuknya bersiap-siap. Kali ini dia kembali memakai celana jeans andalannya. Dia sedikit malas memakai dress lagi, setelah kejadian sobeknya baju kemarin. Dipakainya kemeja kotak berwarna merah, jam tangan sportnya yang sama sekali tidak girly, rambut ponytail, dia bercermin sejenak, membenarkan arah poninya,terakhr mengoleskan lipbalm warna bibir miliknya. Ah ya..dia tidak pernah memakai bedak. duh.
Dibukanya pintu kamar,secepat kilat dia memakai sneakers putih miliknya kemudian berlari menuruni tangga.
Sesampainya di teras, endru masih duduk melihat arloji di tangannya sembari berkata
" 8 menit 45 detik...hmmm..makin kesini, persiapan lo mandi dan ganti baju makin cepet ya..lo sebenernya mandi apa gak sih?"
" hiisshh..mandii laahh..cuman sekali guyur sekali sabun..ngirit lah..hehehe..udah yuk..cabut.."
__ADS_1
" sekali guyur sekali sabun? bearti habis pake sabun lo gak guyur donk?"
sungguh,obrolan mereka receh sekali.
Sesampainya di koridor kampus, yang kanan kirinya terdapat kelas tempat para mahasiswa menimba ilmu, teman-temannya sudah duduk lesehan di lantai menunggu dosen datang. Seperti biasa, kumpulan Lasira semuanya ber jakun alias laki-laki. Ketika Lasira datang, tiba-tiba mayon berdiri dari duduknya dan meraih kedua tangannya kemudian mengajak Lasira berputar-putar sambil berteriak
" waahh..makin hari chemistry kita makin terbentuuk..." Lasira hanya mengikuti gerakan mayon dengan wajah tak paham
" apasih yonn..lepasin ahh..pusing tauk muter muterr.."
Bukannya menghentikan putarannya,mayon makin mempercepat gerakannya dan ketika Lasira sudah semakin limbung dia melepaskan pegangan tangannya sehingga lasira terhuyung kebelakang dan bersiap jatuh terduduk namun sebelum pantatnya mencium lantai,tiba-tiba sepasang lengan kekar menangkapnya. Dan tak lama terdengar sorak sorai seluruh orang yang berada di koridor.
" wuiihhh...cieee..cieee...peluukkk terooosss..." ini nih suaranya jelas banget, suara rese' dari mulut mayon. Di ikuti teriakan lain yang ber ciee..ciee..
Untuk beberapa saat lasira seperti orang bodoh, hanya diam dengan posisi masih di peluk dari belakang. Sejurus kemudian fokusnya kembali,dia menoleh kebelakang dan melihat wajah Vinsa dari dekat.Sontak dia kaget kemudian segera bangkit dari kubur eh bangkit dari duduknya. Menutupi wajahnya yang memerah karena malu. Lasira amat sangat malu namun reaksi Vinsa datar,seperti biasa. Dia hanya tersenyum tipis,kemudian melangkahkan kaki melewatinya yang tengah berdiri kikuk, memasuki ruang kelas yang berada di seberang tempat lasira berdiri. Oh..rupanya kelas Vinsa sudah mulai.
Lasira berjalan menuju teman-temannya yang sedang duduk lesehan, sebagian masih tertawa mengolok-oloknya. Lasira menyembunyikan wajahnya di punggung mayon sembari memukuli pundak dan mencubit perut. Mayon hanya mampu berteriak kesakitan menerima balasan siksaan dari Lasira. Setelah puas dia mengangkat wajahnya dan mulai melancarkan omelannya.
" lo apaan sih yon? seneng banget bikin gw malu.."
" wkwkwkk sori..sori..gw gak ada niat, tadi gw cuman seneng karena hari ini baju kita matching..." ucapnya seraya menunjuk kemeja kotak merah yang ia kenakan sama persis dengan yang lasira kenakan, dengan merk sama hanya beda ukuran. Memang kemeja yang lasira kenakan model unisex namun kebanyakan memang cowok yang memakai.
" teruuss pas gw puter puterin lo, gw liat tuh si vinsa dateng..ya gw kan cuman pengen bantuin percintaan lo doang..gw jatuhin lo ke pelukan diaa..biar abis ini kalian beneran bisa pelukan berduaaa.." ucapnya sembari menangkupkan kedua tangannya,memeluk diri sendiri dan berekspresi sok mesum yang sungguh menyebalkan. Lasira memukul jidatnya sebal
" cinta..cintaa mata lo minus!!! yang ada gw maluuuu begoooo.."
Dua jam berlalu, akhirnya kelasnya usia.Kelas Psikologi perkembangan yang baru saja ia ikuti, ditutup sang dosen dengan setumpuk tugas yang sungguh sangat keren. Lasira merasa sangat malaaasss sekali. Dengan wajah bete dia pun melangkahkan kaki keluar kelas. Endru,mayon dan yang lainnya sudah berlari keluar kelas, katanya balapan lari ke kantin. Lasira enggan,padahal biasanya dia juga selalu ikut kegiatan unfaedah itu .
Ketika dia melangkahkan kaki keluar kelas, di kelas sebelah Vinsa juga baru saja keluar.
Mereka saling menatap.
Lasira menyapa dan mendekat.
"mas..jaketmu besok ya..aku cuci dulu.."
" laundry dulu maksudnya?"
" ah ya..tau aja mas kalo aku gak pernah nyuci.."
"keliatan lah.."
" hiisshhh...."
" mana teman-teman kamu? kok sendirian? biasanya satu rt.." kelakarnya
" udah lari ke kantin..laper katanya.."
__ADS_1
" kamu tak lapar?"
" lapar laah..cuman lagi males..tugasnya banyaakk..males nyari bukunya di perpus.."
" buku apa?"
" psikologi perkembangan milik elizabeth b.hurlock .."
" oh..aku ada, mau pinjam?"
" boleh?" tanyanya dengan mata berbinar-binar. Lumayankan tak perlu mencari ke perpus.
" boleh.. tapi temenin aku makan ya..kamu ada kuliah?"
" ahh..syaratnya menyenangkan sekali mas..kalo makan aku mauuuu....lagian kuliahku udah kelar kok..yuk.." seru lasira sumringah.
Mereka berjalan beriringan menuju parkiran, dan Lasira selalu merasa ketika berjalan bersama Vinsa selalu banyak mata memandang. Entah apa yang ada dipikiran mereka. Bodo amat lah.
" kamu bawa motor?"
" enggak..tadi kuliah pagi,jadi pasti dijemput endru.."
" kenapa memangnya?"
" kalo gak dijemput,aku belum bangun..hehehe.." jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" yaudah..bonceng aku..tapi duduknya miring ya.."
" lah..kenapa miring mas? kan aku pake celana..enggak rok lagi.."
" gak papa..miring aja.."
" tapi aku yang papa mas..pegel tau mas bonceng motor model kayak gini dan miring tuh..gak pegangan pula.."
" oh..jadi maksudnya,kamu pengen pegangan?" yaudah pegangan aja..boleh kok"
" aahhhh..gaakk gituuu...ahhh..kenapa jadi kesannya kayak aku yang ngarep banget sih ini.." sungutnya sebal. Vinsa tertawa
" kamu boleh bonceng hadap depan,kalo aku pake tas ransel.."
" why??" lasira makin bingung
" biar aku tidak menikmati tubuh kamu..."
bluuushhhh...
kalimat Vinsa berhasil membuat wajah Lasira merona.
__ADS_1
Ya Tuhan..dia bukan tipe laki-laki yang memanfatkan kesempatan dalam kesempitan.