Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 50


__ADS_3

Lasira menatap tablet putih itu, kemudian membuka notes dan mulai mengetikkan segala hal yang dia rasakan.


27 Januari


Masih terdiam disini…


Tak sedetik pun mata ini terkatup rapat..


Masih seperti mimpi, melihatmu tergeletak dengan selang – selang di sekujur tubuhmu


Tak kuasa menahan air mata


Sakit hati ini melihat kau tersiksa sendiri…


Tuhan..bisakah kau bagi sakitnya padaku?


Aku seperti orang bodoh yang tak bisa berbuat apa – apa


Apa yang harus kulakukan untuk meringankan bebanmu sayang?


Katakanlah….


28 Januari


Separuh jiwaku mati rasa..


Melayang – layang dan belum kembali..


Kupanjatkan doa padaMU ya ALLAH..


Berikanlah mukjizatmu untuknya…


Nafasku serasa terhenti melihat kau berjuang sendiri disana


Sakit sekali rasanya…


Sayang..apa kau tak merindukanku?


Bangun sayang…


Aku selalu menunggumu disini


Datanglah padaku…


29 Januari


Sayang…


Aku sudah bertekad akan menunggumu disini dengan senyum


Aku yakin kau akan kembali padaku…


Ku panjatkan doa selalu, agar allah memberikan kesempatan padamu..


Aku yakin kau akan kembali padaku..


Kemarilah, aku selalu tersenyum menunggumu


Aku pastikan tak akan ada air mata lagi..


Berjuanglah untuk tetap hidup say…


Bukan untukku, tapi untukmu..


Bagaimanapun kamu nantinya, aku akan selalu ada untukmu…


30 Januari


Setelah aku termenung…


Berfikir…berfikir…berfikir..


Ku kesampingkan egoku..

__ADS_1


Ku enyahkan segala ketakutanku..


Kutengadahkan kedua tanganku dihadapanmu ya Allah..


Jika memang dia lebih bahagia disana


Aku ikhlas dia kembali padaMu..


Malam itu, kau mendengar doa ku..


Kau kabulkan doaku ya Allah…


Kau panggil dia…


Dan sesuai janji, tanpa air mata aku mengiringi kepergianmu sayang..


Walau sakit sekali dada ini…


Hancur sudah hati ini..


Tak kuat kumenahan beban ini..


Tapi..ketika melihat senyum yang kau sunggingkan di dalam tidur panjangmu


Kekuatan yang entah datang dari mana datang menyergapku..


Dan kau tau say?


Aku dapat membalas senyummu..


Sayang…jika kau lebih bahagia disana, meski disini aku tersiksa


Tapi aku akan berusaha untuk bahagia..


Bukan untukku, tapi untukmu…


31 Januari


Aku masih tak percaya kau telah pergi…


Erat sekali…


Hangatnya masih terasa hingga menusuk rongga dadaku..


Tapi ternyata..itu adalah pelukan terakhir sebelum kau pergi…


Jika saja aku tau, tak akan pernah kulepaskan pelukan itu..


Katamu, kau cinta aku selamanya..


Katamu, kau akan selalu di sampingku..


Katamu, kau akan selalu memelukku..


Tapi…kau malah pergi..


Meninggalkanku sendiri..


Aku seperti kehilangan keseimbangan untuk dapat berdiri tegak..


Kau yang selalu menopangku..


Kau yang selalu membimbingku..


Kau yang selalu merangkulku dalam keadaan apapun…


Dan kini…


Kau meninggalkanku, sendiri…..


Kau tega!!!!!


Banyak tulisan yang dia ketik malam itu, dia memandangi kedua sahabatnya yang sudah tertidur pulas kemudian tersenyum. Memang benar kata mereka, aku harus mengungkapkan segala hal yang aku rasakan. Dengan menulis, setidaknya sedikit bebannya terangkat. Dia merasakan kelegaan menelusup rongga dadanya. Meski tak banyak namun dia dia merasakan sedikit berkurang.

__ADS_1


***


Esok harinya, Lasira bangun dengan senyuman. Kedua sahabatnya tersenyum melihatnya.


" Nah gituu donkk..itu baru namanya sahabat gw...." ucap kiara sembari memeluk Lasira.


" gimana? udah nulis ya? jadi enteng kan?" lanjutnya, Lasira mengangguk sembari tersenyum.


" makasih ya..aku udah sedikit lega sekarang..tanpa kalian, aku pasti udah ikut konseling sekarang..." ucapnya sambil tertawa. Bibirnya memang tertawa namun sorot matanya masih kosong. Tapi tak apa, setidaknya ada perubahan.


" naahh..kalo kayak gini kan kita jadi tenang ninggalin lo.." ujar kimi


" kita balik dulu ya, udah 3 hari disini..tapi lo gak usah sedih..ntar kita balik, endru sama yang lain bakal kesini gantiin kita.."


" serius? ahh...." lasira menutup mulutnya


" udaahh..gak usah nangis..gak usah terharuu.." kimi berujar galak,seperti biasa.


" lo harus tau, masih banyak yang sayang sama lo..kita semua care sama lo..jadi lo jangan terpuruk terlalu lama.." kiara mengucapkan kalimat itu sembari memeluk Lasira.


" iya..gw ngerti..maafin gw ya.."


Ketiga gadis itu kembali saling berpelukan, saling menguatkan. Entah ini pelukan keberapa kali ,yang pasti sekarang mereka senang melakukannya.


***


Lasira kini merasa seperti pasien di Rumah sakit jiwa. Betapa tidak, teman-temannya datang silih berganti untuk sekedar mengajaknya mengobrol. Mungkin karena mereka semua mahasiswa psikologi, jadi lebih memahami kondisi psikis seseorang yang sedang terpuruk.


Ketika Kimi dan Kiara pulang, giliran Endru, mayon, rhino dan agatha mendatangi rumahnya. Mereka rela menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk menemaninya.


" kalian nginep sini kan?" tanya mami indah ketika para lelaki itu sampai dirumah.


" kalo tante ijinin sih.." ucap endru sambil meringis


" pasti ijinin lah..kan kalian disini juga buat nemenin anak tante..." katanya sembari tersenyum


" yaudah..tante siapin kamar dulu ya..nanti kamar kalian di sebelah kamar lasira.." ucapnya sembari beranjak meninggalkan mereka.


Dan kini Lasira berserta teman-teman cowoknya sedang duduk bersantai di halaman belakang. Kondisi lasira tidak seburuk ketika kimi dan kiara disini, namun juga tak terlalu baik seperti dirinya ketika sedang normal dan sehat.


" Las..kalo lo sedih, lo berdoa deh sama Allah..lo shalat.." ucap endru


" gw shalat dan doain juga kok.." ucap Lasira pelan


" tapi pas shalat lo mandi gak?" Mayon bertanya namun mendapat pelototan dari endru


" ya maksud gw..kan kalo mandi, seger gitu..doanya jadi semangat..pas shalat bersih..tuh liat muka lo..kucel banget tau.." ucap mayon sembari mencubit pipi Lasira namun yang di cubit diam tak bergeming.


Mayon menghela nafas.


" nihh..rambut ini nih...rambut kesukaannya vinsa..masa iya, vinsa baru pergi sebentar rambutnya udah kucel...muka ini nih, yang bikin vinsa cinta,masak sekarang gak ada bedanya ama lap kompor..." gurau mayon sembari menarik rambut Lasira yang tampak berantakan.


Dan ucapannya berhasil membuat Lasira merespon ,dia menatap rambutnya dan mengusap wajahnya


" gw jelek ya?" tanyanya


" jelek lah..bau lagi..." kata mayon sembari menutup hidung,pura-pura mencium bau tak sedap. Lasira mengangkat tangan, mencium ketiaknya kanan dan kiri kemudian beranjak dari kursi dan masuk kedalam.


Endru dan Mayon bersitatap kemudian mereka melakukan toss


"yes..bacot gw berhasil dah.." katanya dengan gembira .


" lumayanlah..omongan lo ada manfaatnya " sahut rhino


" ya intinya kan kita harus bikin dia ketawa..jadi kalian semua juga harus usaha..okee.." ucapannya mendapat persetujuan dari semua teman-temannya.


" jangan sampai lah dia jadi pasien di RSJ..ihh..amit amit..." ucapnya sembari mengetuk-etukkan jari di atas meja


" enggak lah..dia gak selemah itu..ini hanya masalah waktu.." endru yang lebih memahami Lasira pun mengeluarkan pendapatnya


" iyalah..yang penting kita harus selalu dampingin dia aja.." rhino menyahut.


" okee..siap!!" mereka menjawab dengan kompak.

__ADS_1


Sungguh bahagianya, memiliki teman yang selalu ada ketika kondisi terpuruk. Kamu punya gak temen-temen kayak gitu?


__ADS_2