
Semenjak jalan-jalan bersama beberapa waktu yang lalu, komunikasi antara Lasira dan juga Vinsa semakin intens. Meski tak setiap hari bertemu, namun mereka sering menyempatkan makan siang bersama ketika sama-sama tidak ada kelas. Tak terasa sebulan telah berlalu, kedekatannya dengan vinsa semakin terlihat.
Banyak temannya bertanya-tanya, kenapa mereka sering bersama-sama. Dan pertanyaan sejenis selalu mereka lontarkan
" lo jalan ama vinsa? lo jadian? kalian pacaran?"
Karena terlalu sering ditanya seperti itu, Lasira pun berfikir, sebenarnya hubungan mereka itu apa? mau bertanya, malu. Tidak bertanya,kepo. Dia mengingat-ingat segala perhatian vinsa terhadapnya. Namun perhatian tanpa penjelasan yang jelas, membuatnya menjadi tidak bisa mengambil kesimpulan. Wanita butuh kepastian lewat kata-kata, kadang tak melulu melalui segala perhatian,wanita bisa menangkapnya. Terutama jika wanita itu adalah Lasira. Tipikal wanita kurang peka untuk urusan cinta. Maklum, lama jomblo. hahaha.
Hall selatan di fakultasnya tampak ramai, ternyata ada bazaar antar fakultas. Sedikitnya ada 20 stand dari berbagai fakultas berdiri berjejer disana. Tak ayal,tempat itu pun ramai.
Lasira dan teman-temannya masih nongkrong di koridor kelas.
" turun yuk..gw pengen liat-liat bazar.." ajak kiara. Semua mengangguk setuju, namun tiba-tiba Mayon menahan tangannya.
Lasira menoleh,kemudian memandang mayon dengan kernyitan di dahi
" kalian duluan ..gw sama lasira ntar nyusul yaa.." teriaknya ke arah teman-teman yang sudah berjalan di depan, dan mereka mengacungkan jempolnya kemudian melangkah meninggalkan mereka berdua.
" kenapa sih?" tanyanya setelah melihat teman-temannya berjalan menjauh
" gw butuh bantuan lo.."
" apaan?"
" ntar kita keliling bazar ya.."
" yaelahh..ya kan ini juga mau keliling sama anak-anak kan.." dengusnya sebal
" enggak..kita berdua ajaa.."
" haisshh..kenapa bisa begitu?"
" jadi gini..mantan gw ada di salah satu stand itu..trus.." ucapannya terhenti, tampak ragu.
" trus? lo mau kita jalan berdua lewatin stand dia biar dia ngeliat,dia panas, dia emosi, dia ngajak lo balikan??"
" bingo!!!! sumpah..lo cerdas banget.."
" ciihh..basi banget sih cara lo.."
" eh bentar...gw ralat!! yang kalimat terakhr itu salah! gw gak pengen balikan, gw cuman pengen ngebales aja..dia kira, gw belom bisa move on.."
" halah..kenyataannya lo emang blom bisa move on kan?"
" ya gak segampang itu kali Las...3 tahun kita pacaran..dan dia ninggalin gw cuman kakak tingkatnya.." jelasnya sendu.
" haduh..duh..kasian bener..yaudah..gw bantuin deh.."
" serius?? eh bentar..tapi lo udah jadian blom sih sama vinsa?"
" gak ada yang jadian disini..udah ayo.."
" yakin nih? kalo emang lo udah jadian,kan gw minta ijin dia dulu..kalo gw pinjem elu..soalnya udah terlanjur muka elu ya g keliatan ama mantan gw pas di kosan dia itu kan..jadi gw gak bisa ganti..ntar ketauan boongnya lagi.." jelasnya panjang lebar.
" udah ah..bawel amat sih lu..yuk jalan.."
Mereka berdua berjalan beriringan menuju hall selatan tempat bazaar dilaksanakan.
Sesampainya disana, mereka berdiri di pintu masuk mengawasi berbagai macam stand
" stand mantan lo sebelah mana?"
" hmmm..kayaknya tengah deh..deretan fakultas sastra itu tuh.."
" oke..eh bentar..abis ini gw dapet imbalan apa?"
" apa aja mau lo..gw turutin.."
" yakin..?? jadi semangat gw kalo kayak gini.." ucapnya sambil tertawa bahagia sambil menarik tangan Mayon dan menautkan kedua tangan mereka.
" Lah ngapain gandengan?"
" yaelah..ya biar meyakinkan donk..kita harus gandengan..biar mesraaa.."
__ADS_1
" ah ya bener..bener.. kalo urusan kayak gini lo cerdas deh..banyakan nonton sinetron ya? eh bentar..baju kita matching lagi lho.." ucap mayon sembari menunjuk kemeja warna marun polos miliknya dan ternyata Lasira pun memakai kemeja berwarna senada, meskipun kemejanya tidak polos.
" ahhh..iyaa beneerr..kita seperti sepasang kekasih alay yang pake baju couple.." ucapnya gembira. Ah..alay kok gembira.
Mereka bersitatap,bergandengan tangan lalu melangkahkan kaki menuju bazaar. Disepanjang jalan mereka bersikap seolah-olah mereka sepasang kekasih. Ketika mendekati stand yang di maksud, Mayon melihat sang mantan sedang duduk manis disana. Dia pun berbisik
" mantan gw di arah jam 3.."
Lasira pun merapatkan tubuhnya ke arah mayon,melingkarkan tangan di pinggang. Sebenarnya dia geli bersikap seperti ini namun demi totalitas akting,terpaksa dia lakukan.
" sayang..kamu mau beli apa?"
Tanya mayon sembari mengelus pucuk kepala Lasira, rambut lasira di kuncir kuda tampak terkibas ke kanan dan ke kiri karena dia menoleh ke kanan kiri dengan alay.
" ahhh..aku mauu cilooook.." serunya sambil menunjuk stand yang tak jauh dari stand mantan
" ah sial..kenapa cilok sih? kerenan dikit napa?" bisik mayon kesal.
" abis yang keliatan dimata gw itu..lagian gw laper kali.." lasira mengatakan dengan berbisik pula.
" yaudah, aku beliin cilok sekalian penjualnya deh ya..."
" ah jangaann..tu penjualnya ganteng loh..tapi aku maunya kamuuu..." ucap lasira sambil mengelus pipi mayon pura-pura gemas
" ihhh gemesnya pacar baruu akuu.." mayon berkata dengan keras, lalu menoleh ke arah sang mantan yang tampak mendengus kesal . Mayon puas. Mereka pun berjalan meninggalkan stand sang mantan.
" hahaha..sumpaahh gw jijik banget.." kata lasira sembari melepaskan tangan mayon
" eh jangan lepas dulu, dia pasti masih ngeliatin..udah gini aja sampe pojok..tuh anak-anak disana "
Lasira pun menoleh ke belakang, dan benar!! mantan mayon masih memandang mereka dengan tatapan sebal.
Mereka berjalan masih dengan berpegangan tangan dan ketika mereka sudah sampai di depan teman-teman yang sedang duduk lesehan di ujung jalan, mereka semua memandang mereka dengan tatapan aneh
" kalian kenapa? gandeng-gandengan kayak truk aja.." tanya endru
" tumben akur.." sahut kimi
Mereka berdua hanya tertawa dan melakukan toss!! misi berhasil!!
***
Setelah menghabiskan waktu bersama teman-temannya, makan sepuasnya dan tentu saja semua gratis karena mayon bersedia menanggung segala macam makanan yang dibeli Lasira. Meski dengan sedikit omelan
" sumpah ya..ni badan kecil,makannya beneran kayak kudanil..abis dah abiis duit transferan bokap gw..." ucapnya sambil menempelkan dompet tipisnya di dahi.
" halaah..lo sendiri kan yang janjiin mau nurutin mau gw? yaudahlah.." ucapnya sembari memukul perut mayon dan sang pemilik perut mengaduh sambil membungkukkan badannya.
" iya..iya..gw ikhlas kok..makasih ya sahabatku Lasira..." ucapnya sembari mencubit pipi gemas. Yang dicubit hanya melotot.
Sesampainya di kosan, dia merebahkan tubuhnya di ranjang. Ahh..lelah dan kenyang sekali rasanya .
drrrtt...drrrtt...
ponselnya bergetar, dia meraih benda pipih itu kemudian duduk di pinggiran ranjang setelah membaca siapa yang menelponnya.
" hallo mas..kenapa?"
" kamu dimana?"
" dikosan,gimana?"
" aku kesana " klik.tut..tut..tut.
Lasira menjauhkan hp nya dari telinga kemudian mengernyitkan dahi
" weh..kenapa nih..jutek banget suaranya.."
Lasira pun segera mencuci muka dan mengganti bajunya dengan celana pendek selutut beserta kaos gombrangnya, style wajib ketika dia dikosan. Tak lama terdengar suara teman kosnya berteriak
" Lasiiiraaaa...dicariiii...."
" okeeee..." sahutnya lalu berlari keluar kamar.
__ADS_1
Sesampainya di teras depan, dia melihat Vinsa sudah berdiri tegak, memasukkan kedua tangannya di kantong celana kanan kirinya. Wuih..tampangnya gahar maksimal.
" kenapa mas? mukanya kok jutek banget.."
Vinsa tak menjawab, hanya menatapnya tajam.
duh..horor banget sih..ada apa sebenernya.batinnya
" ah ya..duduk di dalem aja mas..sini.." ajaknya seraya masuk ke ruang tamu yang terdapat di sebelah teras.
di dalam ruangan kecil tersebut, terdapat meja dan sofa berbentuk sudut berwarna merah maroon. Lasira menjatuhkan tubuhnya di sisi kanan kemudian Vinsa pun turut menjatuhkan badannya, dengan jarak yang sedikit jauh dari Lasira. Suasana hening beberapa saat ,karena tidak tahan lasira membuka suara
" gimana? ada apa? daritadi diem aja deh.." sungutnya mulai sebal
" kamu tadi sama mayon ngapain?"
Lasira terdiam sejenak mencoba mencerna maksud pertanyaan yang baru saja terlontar.
" aku? sama mayon? oh..tadi ke bazar..trus makan..trus nongkrong ama temen temen trus...."
" apa perlu datang ke bazar sambil pegangan tangan,rangkul-rangkulan kayak gitu? "
" hah? gimana?" kaget plus bingung.
" apa seintim itu pertemanan kamu sama temen-temen cowok kamu?"
Lasira masih terdiam,tak paham. Sungguh dalam hal seperti ini dia telminya minta ampun. Sejurus kemudian dia melontarkan pertanyaan
" emang kenapa? ada masalah sama kamu mas? aku mau ngapain sama temen aku,itu hak aku donk..kamu gak ada hak ngatur apalagi marah..kita gak ada hubungan apa-apa loh.."
Tiba-tiba Vinsa menggebrak meja hingga Lasira terlonjak kaget. Buseett..ini kalo marah bikin orang gemetar aja.
" jadi selama ini kamu tak menganggap aku?"
" anggep apa mas? teman kan? lha kamu emang minta apa sih? di anggep apa?"
" apa perlu aku bilang kalo aku sayang sama kamu??"
" laahh..ya perlu donk!!! kalo memang hubungannya mau ada status ya harus ada omongan donk ya..aneh kamu itu.."
" apa sikap aku selama ini tak cukup? perhatian, kedekatan dan semuanya?"
" ishhh...sumpah! ini beneran aneh!! aku gak ngerti jalan pikiran kamu mas..dimana mana tuh ya, cewek cowok pdkt,kalo udah cowok nembak, cewek nerima abis itu jadian.. ya gitu kaann.." ucapnya dengan nada tinggi membuat Vinsa berdecih kemudian membalas
" cih...seperti anak sma, pake acara nembak.."
" loohh.. aku emang masih lulusan sma kali mas..kamu aja yang ketuaan..kalo kamu gak nembak aku, aku ya gak mau ambil kesimpulan sendirii lahh..emang aku kegeeran apa..ihh...nyebelin " lasira mengomel sambil meletakkan kedua tangannya di dada. Sebal maksimal.
Vinsa terdiam,tampak memikirkan sesuatu
" ya udah..aku sayang sama kamu..kamu mau jadi pacarku?" ucapnya sambil menggebrak meja,lagi. Kemudian menutup muka, malu.
Lucu.sumpah!!
Lasira yang sedang emosi, melunak.Menahan tawa demi melihat pemandangan yang ada di depannya, sungguh menggelikan. Ternyata badan boleh besar, tapi nyali buat nembak cewek keciil.
" hahahaha..sumpah..ini lucu banget! mana ada nembak cewek sambil bentak bentak gebrak meja..ini mau nembak apa mau ngajak berantem sih?" tawanya berderai membuat Vinsa sebal.
" udah ah..tinggal jawab, ya atau ya..!!"
" ihh..maksaaa..masa pilihannya ya sama ya.." kali ini lasira tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya. Vinsa hanya melihat sambil mengernyitkan dahi.
" hahaha..udah ah udah..oke oke..aku jawab ya.." ucapnya seraya menghentikan tawanya,menarik nafas dalam. Kemudian angkat bicara
" oke..karena kamu menarik buat aku, aku pikir okelah..aku udah jomblo lama..hahahah...ahh..maaf maaf...serius nih ya... tapi kalo jadi pacar aku, ada syaratnya mas.." ucapnya serius tapi masih diselingi tawa menyebalkan.
" kamu tak mau di kekang? tak dibatasi dalam pertemanan dengan lawan jenis karena semua teman kamu, cowok. begitu??" potong vinsa sebelum lasira melanjutkan ucapannya
" daebak!!! omaigoott..bingo!!! tepat sekalii...kok tau sih mas?" lasira bertepuk tangan sambil menyunggingkan senyum manisnya. Vinsa membalas senyuman itu tanpa berniat menjawab pertanyaan gadis yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya.
" so? sekarang kita pacaran nih mas?" tanya lasira sekali lagi, meyakinkan kembali.
Vinsa mengarahkan kepalan tangannya ke arah lasira kemudian meminta lasira melakukan hal yang sama. Dan sejurus kemudian dua kepalan tangan beda ukuran itu saling sentuh, seperti toss namun dengan tangan terkepal. Dan mereka berdua pun bersitatap dan tersenyum.
__ADS_1
ahhh..ini tanda jadiannya kenapa gak ada romantis-romantisnya sama sekali sih.