Lasira Love Story

Lasira Love Story
Bab 35


__ADS_3

Mereka berdua makan siang di warung makan yang agak jauh dari kampus mereka. Sepertinya tipikal si vinsa ini,tidak suka dengan keramaian. Bertolak belakang dengan Lasira yang hobi berada di tempat ramai.


Selama makan siang bersama yang tiba-tiba ini, mereka hanya makan. Tidak begitu banyak obrolan yang terjadi, vinsa sangatlah pendiam. Bicara seperlunya saja sedangkan lasira lebih banyak bicara, diamnya hanya seperlunya saja.


Namun entah kenapa, ketika berhadapan dengan seorang Vinsa,membuat Lasira tiba-tiba gagu. Dia berusaha mencari topik obrolan meski itu terlihat memaksa.


" mas..kamu sebenarnya semester berapa sekarang?"


" sama kayak kamu..semester 4.."


" tapi kok kamu tua mas? ahhh..maksud aku,hmm..anu..itu..maksud aku aku gak pernah liat kamu dulu waktu ospek.." ucapnya sambil meringis, nah kan..salah satu contoh menciptakan obrolan dengan terpaksa ya gini ini.


" hmm..aku cuti 2 tahun, kalo ak ambil mata kuliah di semestermu,hanya mau mengulang nilai yang dulu belum bagus..aku masuk kembali ke semestar 4 tapi sebenarnya sebagian mata kuliah di semester 4 udah aku ambil dulu "


" oh..emang kamu cuti kenapa ?"


" aku dulu kerja .."


"ouw...bearti sekarang usia kamu berapa mas? aku 20..kamu?"


" kita beda 3 tahun.."


" oh..ya...ya..trus kamu gak punya temen mas? kok aku liat kemana-mana sendiri?"


hmmm..pertanyaan menyinggung.


" temanku banyak..cuman memang aku tak begitu suka kumpul-kumpul seperti mu.."


" loh? memang kenapa? kan asik.."


" tak apa...hanya merasa seperti anak sma saja.."


"cckkk...ya kalo udah usia tua emang gitu sih mas.." dengusnya sebal.


anyway,ni orang kalo ngobrol bahasanya formal banget.batinnya.


Mereka kembali melanjutkan makannya, ketika sedang asyik menyantap makan siangnya, ada seorang wanita berpakaian minim, hotpan dan kaos ketat,rambut pendek lewat di depan mereka. Lasira memperhatikan Vinsa, melihat cewek seperti itu biasanya teman-temannya terutama mayon akan berteriak menggoda,kalo pun tidak,minimal melirik lah. Namun Vinsa tampak tak perduli, fokus memakan santapannya.


" ihh..pake baju minim siang-siang gini..gak takut item apa ya.." ujarnya,sengaja.

__ADS_1


" orang yang pake baju seperti itu,mengganggu pemandangan"


"kok bisa? bukannya memperindah pemandangan?"


" yaa..badan gak begitu bagus aja di umbar..bikin rugi yang ngeliat "


"ihhh..pedes jugaa mulut kamu mas.." katanya sambil tertawa. Ketika sedang mentertawakan komentar vinsa, lewatlah seorang wanita berambut hitam panjang, wajahnya sih biasa saja, style nya juga standart, namun diluar dugaan, Vinsa yang sedang memegang gelas minumnya, memandang wanita itu dengan tatapan penuh, sampai kepalanya ikut berputar mengikuti arah wanita itu berjalan. Dan tentu saja,fokusnya melihat rambut panjang itu.


" wuihhh..selera kamu yang kayak gitu mas?"


Vinsa membalikkan tubuhnya,menatap Lasira dengan dahi mengernyit kemudian menjawab


" oh..aku hanya suka melihat rambut panjang..rasanya menyenangkan.."


" ckk..aneh..kalo gitu kamu suka sejenis kuntilanak dan sundel bolong?"


" ya kalo memang rambut mereka bagus, aku suka.." jawab vinsa enteng


" tapi aku lebih suka sama rambut kamu daripada rambut sundel bolong sih.." lanjutnya.


bentar..bentar..kalo pujiannya mengandung sindiran kayak gini, harus senang apa sebal sih?


" ihhh...nyebelin ih.." lasira melipat tangan di dadanya.


" kelas kamu jam berapa?"


" jam satu.."


" yaudah, aku shalat dulu setelah ini aku antar ke kampus.."


"aku ikut..aku juga mau shalat "


Vinsa beranjak dari kursi kemudian berjalan ke arah kasir,membayar kemudian mereka berdua melangkahkan kaki ke masjid untuk menunaikan kewajibannya.


Sesampainya di parkiran kampus, Lasira turun dari boncengan,namun entah kenapa bajunya tersangkut bagian samping motor vinsa sehingga membuat baju itu terangkat hingga pahanya yang putih mulus pun terlihat. Dengan panik Lasira berusaha naik lagi ke motor,agar pahanya tak terlihat. Sementara vinsa dengan cekatan menarik baju Lasira yang nyangkut namun kesialan kembali menyapanya, karena sedikit panik, vinsa menarik baju itu hingga terdengar bunyi weekkkkk.. ahh..sobek!!


Tunik yang dia kenakan, bagian ujungnya sobek!!! sebenarnya hanya sobek sedikit namun tetap saja pahanya terlihat.


" ahhh...sobeekk" ucapnya lirih

__ADS_1


" sori..gak sengaja.." ucapnya seraya mengambil jaket dari dalam tasnya.


" kamu turun lah.." perintahnya


Lasira turun kemudian vinsa menarik tubuhnya agar mendekat ke arahnya,karena dia masih duduk d atas motor. Sejurus kemudian vinsa mengalungkan jaketnya ke pinggang lasira sehingga menyamarkan pahanya yang terlihat.


" pakai ini dulu, atau kalo tak nyaman,aku antar kamu pulang.."


" ah udah gini aja mas..5 menit lagi masuk..gini ini nih yang bikin aku gak suka pake dress,pake rok atau apalah itu yang feminin, bikin ribet.." cerocosnya sambil memonyong-monyongkan bibirnya


" haha..tapi kamu cantik kalo pake baju kayak gini.." pujinya tulus.


aiihh..dia sering di puji cantik tapi biasa saja, namun ketika vinsa yang mengatakan entah kenapa terasa luar biasa.


" ahhh..kamu kalo ngomong suka bener mas.." kelakarnya


" yaudah..aku masuk dulu ya mas..makasih buat traktirannya.." ucapnya sambil tersenyum manis. iya manis..soalnya dapat traktiran. Vinsa menjulurkan tangannya, menepuk kepala Lasira sekali,kemudian tersenyum lalu memutar motornya meninggalkan parkiran.


Dia tak sadar bahwa perlakuannya barusan membuat gadis cantik berbaju sobek ini terdiam terpaku. Rasanya seperti ada bunga-bunga yang jatuh berhamburan di sekitarnya. Dia memegang kepalanya kemudian tersenyum


aihhh..terakhir di elus kepala sama cowok dua tahun yang lalu. ah..keinget si mantan lagi!!


Lasira mengusap wajahnya, berusaha menghilangkan ingatan tentang sang mantan. Kemudian membalikkan badan dan melangkahkan kaki keluar dari parkiran. Baru dua langkah berjalan dia melihat mbak tika and the gank sedang duduk-duduk di bawah pohon dan kompak sekali, mata mereka memandanginya.


ohh my god!!! mereka disitu daritadi apa enggak ya? duh..sapa apa pura-pura gak liat ya.duh..duh..batin lasira panik.


Namun tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Ya Tuhaannn...


"endruuuu....baru kali ini gw seneng banget liat looo..buruan..buruan lo tarik tangan gw ke arah sonoo..buruuaann " ucapnya sambil menunjuk ke arah berlawanan para gerombolan cewek tadi. Endru itu sahabat paling peka sepanjang zaman, dia sudah memahami situasi dan melakukan perintah sesuai instruksi sahabatnya.


" lo utang cerita banyak sama gw las.."


" beres..ntat pasti bakal gw ceritain dari a sampe z kalo perlu gw tambah-tambahin biar seruuuu.."


" heleeh..lu kate lagi ngegosip apa.."


" hahahah..yaudah,yang penting sekarang kita masuk kelas dulu.."


" tu jaket siapa?"

__ADS_1


" naahh..ini juga bagian dari cerita gw nanti..jadi pending dulu kekepoan lo..oke braayy.."


Mereka berdua melangkahkan kaki ke arah kelas tempat mereka menimba ilmu. Setidaknya, kuliah siang kali ini tidak membuatnya ngantuk seperti yang sudah-sudah.


__ADS_2