
Setelah kaki di bebat perban, rasa nyeri pada engkel kaki sedikit berkurang, sedikit saja. Lasira masih berada dirumah Vinsa, menunggu Kimi datang. Namun sebelum Kimi datang, Endru sudah lebih dulu menjenguknya. Dia hanya geleng-geleng kepala sembari mengomel ala emak-emak.
" udah dibilangin berapa kali, kalo pas tikungan gak usah sok-sokan kayak pedrosa..nah gini nih..ada oli jatuh kan...masih bagus cuman keseleo..gak pake patah.."
" ya itu karna gw yang gesit aja,makanya gw bisa meminimalisir luka..."
" heh..say alhamdulillah..."
" ah ya..alhamdulillah masih diberi umur ya Allah..."
" lo kan sekarang udah punya pacar, gantilah motor lo..jangan motor gede kayak gitu.."
" ndru..gw tu jatoh dan sekarang ada disini, biar gw gak kena omelan nyokap gw...eh malah lo daritadi ngomel kek emak emak!! "
" habisnya lo ngeselin..kalo dikasih tau ngeyel.. yaudahlah, sekarang ke tukang urut aja yuk.."
" sakit gak? lo tau tempatnya?"
" gak..masih sakitan ditinggal nikah sama mantan..." dengusnya sebal
"barusan gw nanya ama orang sini, katanya deket sini sih ada..."
Vinsa yang sedari tadi mendengarkan percakapan dua sahabat beda gender ini, hanya tersenyum simpul.
" yaudah, aku siapin mobil dulu.." ucapnya sembari beranjak keluar kamar.
**
Kini mereka bertiga sudah berada di depan rumah tua dengan halaman luas dan di depan rumah terdapat pohon kelengkeng yang tumbuh tinggi. Dan di dinding rumah itu, bertuliskan Pijat Urut/ Keseleo Mbah Mijan
"hmmm..kok horor gini sih tempatnya..lo yakin ndru?" lasira memajukan tubuhnya demi bisa menatap endru yang duduk di jok depan.
" udah..lo berisik amat..yaudah, gw turun dulu..lo gendong Lasira ya vin..." perintah endru kepada vinsa.
Sejurus kemudian Vinsa sudah menggendong Lasira menuju rumah tua tersebut, dan apes sekali lagi, ketika masuk kedalam rumah, Vinsa lupa memiringkan badannya sehingga kaki Lasira yang panjang menabrak tembok.
"akkhhhh....sakiiitttt begoooo..." umpatnya, dibalas senyum meringis sang kekasih.
__ADS_1
Di dalam ruangan tersebut sudah ada nenek tua berkebaya lusuh, tersenyum menyambutnya. Nampak sederet gigi ompong menghiasai bibir keriputnya.
Si nenek memberi instruksi untuk meletakkan Lasira di atas kasur tipis yang berada di lantai.
" wah ..sudah bengkak ini..nanti penyembuhannya lama.." ucap si nenek sembari membalurkan ramuan di kaki yang mulai membengkak, rupanya si nenek sudah melepaskan perban yang melilit pergelangan kakinya. Ketika tangan keriput itu mulai memijit,terdengar teriakan nyaring dari mulut Lasira. Vinsa tampak duduk dibelakang kekasihnya sembari memegangi kedua tangan agar gadis itu tidak bergerak-gerak heboh. Endru yang melihat hanya tertawa sembari menutup telinga, sungguh berisik. Sejurus kemudian dia mengambil bantal dan melemparkannya ke muka Lasira yang masih berteriak sehingga menyamarkan teriakannya.
Kini mereka bertiga sudah berada di depan wisma lembayung. Kimi sudah berada di kos sehingga vinsa langsung mengantarkannya pulang. Tampak wajahnya masih sembab bekas menangis yang cukup lama, mulutnya masih cemberut membuat endru dan vinsa tertawa.
" sakit tauk!! mana sekarang kaki aku bengkak, warna kuning pula! tu nenek kasih ramuan apasih?? awas ya kalo besok gak sembuh..." omelnya sedari tadi.
Tampak Kimi berlari keluar dari kos dan menuju mobil vinsa yang terparkir di depan
" gimana? lo jatuh gimana sih? amatiran banget naik motor lo.."
Begini nih,komentar orang yang hobinya ngebut tapi belum pernah jatuh.
" udah gak usah banyak nanya, gw capek!! mau ke kamar!!" jawabnya ketus.
Vinsa dengan sigap langsung turun dari mobil dan menggendong Lasira keluar.
Sesampainya di kamarnya di lantai dua, Vinsa merebahkan tubuh lasira di atas ranjang.
" ngesot.." jawabnya asal
" aku belikan kruk dulu ya.."
" ini kan minggu mas..tutup pastinya.."
" ah iya...yaudah,besok aku beliin..kamu sama kimi dlu, aku pulang dulu ya.." pamit vinsa sembari mengelus pucuk kepalanya dan mencium kening sekilas. Lalu mengalihkan pandangan ke arah Kimi
" kim...nitip Lasira ya.."
" santailah...tiap dia sakit juga gw yang ngurusin.." ucapnya dibalas senyuman tipis Vinsa. Lalu kedua lelaki itu pamit pulang karena memang kos tempatnya tinggal melarang lelaki masuk kedalam kamar kecuali untuk hal-hal urgent seperti ini.
***
Malam hari, Lasira merasa kebelet pipis. Dia melihat jam di dinding menunjukkan waktu tengah malam. Kakinya masih terasa nyeri, bahkan untuk berdiri pun dia tak mampu.
__ADS_1
Dia hanya mengenakan tangtop putih dan hotpan hitam serta rambut acak-acakan.
Dia melihat Kimi tertidur nyenyak dibawah ranjangnya. Dia merasa tak tega jika harus membangunkan kimi yang sedang tertidur nyenyak. Namun untuk menahan panggilan alam ini,dia pun merasa tak mampu.
duh..gimana ya..apa gw ngesot aja kali ya.gumamnya.
Kamarnya berada di ujung utara sementara kamar mandi di arah sebaliknya. Jikalau beneran mau ngesot dengan celana hotpannya, sungguh akan menyiksa paha.
Namun dia tetap berusaha. Dengan hati-hati dia turun dari ranjang,menahan rasa nyeri yang menyergap. Ngesot sedikit demi sedikit.
ahaa..akhirnya dia berhasil menggapai handel pintu , cekrek...
Semburat lampu dari luar ruangan tampak memberikan siluet rambut panjangnya yang acak-acakan dengan tubuh ngesot. Ketika dia akan melanjutkan aksi ngesotnya, tiba-tiba terdengar pekikan tertahan menyusul umpatan sekaligus lemparan entah itu apa mengenai kepalanya
" anjiiirrr...brengsekkk!!! gw kageett begooo.." umpat Kimi, sungguh sarkas sekali.
" auuwww...lo apaaan sih..sakit nih pala gw.."
" lo mau kemana? ngesoot malem malem rambut panjang kayak gitu...lo mau jadi hantuuu???" omelnya kaget
" gw mau pipis kim..gw gak tega bangunin lo..tidurnya sampe ngowoh gituu..."
Kimi mendengus sebal kemudian beranjak dari kasur dan berdiri memapah lasira. Niat hati tak mau ganggu tapi akhirnya tak hanya ganggu tapi juga bonus ngagetin.
" kalo di papah lo bisa jalan gak?"
Lasira menggeleng lemah. Tanpa banyak kata kimi merundukkan badan di depan lasira
" naik punggung gw..kalo suruh gendong lo kayak vinsa tadi, gw gak kuat.."
" yakin nih kim? gak berat?kuat?"
" badan gw kecil, tapi isinya otot..bukannya tulang kayak elo"
Kimi pun menggendong Lasira dipunggungnya, kemudian memapahnya masuk kedalam kamar mandi, membuka closed dan menurunkan celana hotpannya, dan menyuruhnya duduk.
" kalo cuman lepas celana gw bisa kali kim.."
__ADS_1
" udah buruan, gw ngantuk..jangan minta di cebokin..gw ambil kayu kalo lo beneran minta cebok " ucapnya sembari keluar kamar mandi dan menutup pintu.
Lasira hanya tersenyum simpul melihat perhatian salah satu sahabat baiknya ini. Dari luar Kimi memang tampak kasar dan galak, namun sebenarnya hatinya penuh kelembutan. Namun itu hanya kadang-kadang muncul, kebanyakan memang tidak kasar, tapi kasar banget. hahahahahah