
Hari ini,di lantai 3 ruang 3.2 Lasira berada.Mata kuliah psikologi kepribadian akan dimulai 15 menit lagi. Namun karena dia dijadwalkan melakukan presentasi bersama kelompoknya,yang tak lain adalah vinsa,maka dia berangkat lebih awal untuk mempersiapkannya.
Hari ini ia memakai tunik kemeja bercorak bunga abstrak berwarna hitam dengan panjang selutut,memakai sepatu warior hitamnya, rambut dikuncir kuda dengan poni menyamping. Tampak dis menarik nafas lalu menghembuskannya kembali. Tampak endru dan mayon duduk setia di sampingnya.
"kenapa sih lo? kayak baru pertama kali presentasi aja " tegur mayon
" pasti dia gugup bukan karna presentasinya yon..tapi siapa partner presentasinya..ya gak bro.." goda endru.
" hissshh..ngawur! gw deg-degan aja,takut keliatan ****..."
" ngapain takut? kan emang dari dulu juga udah keliatan **** ..." mayon meledek.
Lasira langsung berdiri dari kursinya dan mencubit perut mayon,membuat laki-laki ini berdiri menahan nyeri sembari memegang tangan lasira berusaha menghentikan aksi cubitan lasira yang sungguh menyakitkan. Jelas sakit,karena nyubitnya penuh perasaan.
Ketika aksi cubit mencubit itu tak kunjung usai, endru menarik lengan lasira mencoba memberi kode jika vinsa sudah datang.
Lasira menghentikan kegiatan menyiksa mayon,kemudian menolehkan kepalanya. Sejurus kemudian vinsa mengeluarkan suara
" aku lihat, kalian akrab sekali ya.." ucapnya sembari mengacungkan dua jarinya membentuk tanda kutip. Lasira tertegun mendengar komentar Vinsa , belum sempat dia menjawab tiba-tiba mayon berdiri di sebelahnya,kemudian merangkul pundaknya
" iya donk..kita itu best friend forever..bagaikan tom and jerry...ya gak.." ucapnya sembari menyentil dagu Lasira. Lasira menyikut perutnya dan terdengar suara mayon mengaduh.
" udah biarin aja mas..dia emang gitu..suka gak jelas..maklum..habis di putusin cewek..ah iya, presentasinya udah siap? " tanyanya ramah. Vinsa hanya mengangguk kemudian mendaratkan tubuhnya di kursi seberang kursi Lasira.
Lasira bingung mendapati sikapnya yang kadang ramah,kadang dingin, kadang jutek,kadang galak..banyak kadang-kadangnya, bikin pusing!!
Ketika dia akan duduk kembali, mayon menahan lengannya
" lo duduk sana lah..kan bentar lagi presentasi.."
" tapii..."
" gak usah takut, emang mukanya begitu kan.. hihihi..." mayon terkikik.
"stay cool aja..kalo dia galak,lo bisa lebih galak kan.." endru memberi semangat. Setelah memantapkan hati, Lasira pun beranjak dari kursinya kemudian berjalan ke arah vinsa dan mendudukkan tubuhnya di sebelah vinsa.
" nanti aku baca dan jelasin,kamu yang sesi tanya jawab gitu mas?"
" kamu punya pacar?"
eh bentar..bentar..gak salah denger kan? tadi dia nanya apa?
" eh gimana mas?"
" iya, kamu presentasi,aku yang sesi tanya jawab.."
" aahhh...iya..." lasira menjawab ragu,kemudian memukul-mukul telinganya. Ada yang salah dengan pendengarannya apa ya? melihat tingkah gadis disebelahnya, vinsa menoleh
" kenapa?"
__ADS_1
" aku kayaknya tadi salah denger..mungkin di telinga aku ada kecoa nya " jawabnya asal.
Vinsa terkekeh kemudian mengulangi pertanyaannya
" kamu udah punya pacar?"
" eh..tadi beneran nanya itu ya? "
"perlu aku ulangi?"
" emang kenapa? kok nanya gitu?"
" pertanyaan itu dibalas dengan jawaban, bukan dengan pertanyaan"
" hmm..ya menurut mu gimana? aku udah punya pacar belum?"
" aku tak tahu, makanya aku nanya "
Muter aja ini daritadi kalau gak dijawab.
" enggak..belom ada pacar!" jawabnya ketus.
" trus? itu?" tanyanya sembari menunjuk Mayon dengan dagunya.
" Mayon? hahahaha...enggak lah..mungkin kalo di dunia ini cuman ada mayon sama ayam, aku baru milih dia..." jawabnya sambil tertawa geli. Obrolan mereka terhenti ketika Pak parno, dosen psikologi kepribadian memasuki ruangan.
" selamat pagii...hari ini kita jadwalnya presentasi ya...setiap kelompok maju ke depan, silahkan bagi tugas..siapa yang mempresentasikan, siapa yang menjawab waktu sesi tanya jawab..namun boleh juga semuanya dilakukan bersama-sama " ucapnya sembari membuka buku absen.
Ketika mereka berdua maju ke depan,pak parno menatap mereka kemudian beralih ke buku absensi.
" lho..ini cowok? yang mana yang vinsa yang mana yang lasira?"
" saya vinsa pak.." ucapnya seraya mengacungkan tangan.
Pak Parno memandang vinsa yang memakai kemeja lengan panjang berwarna lagi-lagi hitam, jeans hitam, ankle boots hitam,rambut gondrongnya diikat rapi. Kemudian beralih memandang Lasira yang memakai outfit serba hitam juga. Beliau kemudian berdehem lalu berkata
" ini..kira-kira kalian mau melayat apa mau presentasi ya? item item semua..."
Ucapannya mendapat sorak sorai semua penghuni kelas.
"Kan biar kompak pak..." kelakar lasira mencoba mengikuti alur guyonan sang dosen.
" Kalian pacaran?" pertanyaan iseng sang dosen membuat wajahnya merah padam.
" lagi pdkt pak.." jawab vinsa santai.
Dan lagi-lagi jawaban vinsa yang entah iseng entah serius membuat kelas bergemuruh, teriakan cieee cieeee tepukan-tepukan tangan membuat kelas semakin riuh. Suara mayon terdengar paling lantang di telinga lasira. Membuat dia melotot ke arah mayon sambil mengepalkan tangannya.
Suasana hening seketika, ketika pak parno mengangkat kedua tangannya menyuruh mahasiswanya untuk diam.
__ADS_1
" sudah..sudaah..kasian..ini yang cewek mukanya udah merah kayak kepiting rebus..kayaknya dia mau tapi malu..."
waaaaaaa...kelas kembali ribut .Beneran deh, ini dosen demen banget becandaan receh.
Lasira hanya mampu menunduk, biasanya dia hobi ngusilin teman tetapi ketika dia di usilin dosennya sendiri,di depan kelas pula! dia tak ada nyali. Lain halnya dengan vinsa,entah kenapa dia tetap berekspresi datar dan memandangi Lasira yang makin menenggelamkan wajahnya.
" ya sudah..silakan kalian mulai presentasinya..waktunya 10 menit ya..jangan terlalu lama..kalo terlalu lama,nanti gebetan keburu ditikung teman.."
aahhh..sudaahhh..dosennya ngaco ah!!
Dengan penuh perjuangan,dikarenakan godaan sang dosen yang membuatnya kurang berkonsentrasi, akhirnya presentasi mereka berdua berjalan dengan lancar. Kuliah pun berakhir dengan kelegaan yang tiada terkira.
Ketika akan beranjak dari kursinya, vinsa menegur
" kamu ada kuliah?"
" abis ini kosong..tapi sejam lagi ada kelas.."
" yaudah..temenin aku makan "
ajaknya ah ralat perintah. Orang ini hobi sekali memerintah tapi entah kenapa Lasira tidak bisa menolak, entah karena memang ada rasa entah karena merasa segan. Yang bisa dia lakukan hanya menganggukkan kepala.
Sesampainya di parkiran.
" kamu bawa motor?"
" enggak mas..kalo pake baju kayak gini,aku dijemput endru biasanya.."
" yaudah..ayo.."
Sesampainya di depan motor sport hitam impian Lasira, dia bersikap sok santai padahal hatinya meronta-ronta ingin rasanya langsung meloncat dan mengendarainya. Ahh..seandainya bisa.
" ah iya..duduknya miring ya..jangan ngadep ke aku.."
"hah? maksudnya? aku duduk madep belakang gitu mas? punggung sama punggung gitu?"
Vinsa menahan senyumnya.
" miring aja duduknya..udah,gitu aja!"
" kenapa emang?"
Vinsa tak menjawab,dia menaiki motornya dan memberi isyarat untuk naik.
Lasira memang memiliki motor sport, namun dia belum pernah sekalipun duduk miring sebagai penumpang motor sport. Sungguh..ini bikin pinggang encok ya Tuhaaannn...
Apalagi boncengnya tanpa berpegangan,plus yang boncengin berambut gondrong membuat rambutnya berkibar-kibar kek bendera dan menampar-nampar wajah cantiknya. Ingin rasanya mengumpat namun dia tahan. Berkali-kali Lasira memegang rambut gondrong vinsa yang tebal,agar tidak berkibar-kibar ke arahnya.tangan kanan memegang rambut tangan kiri memegang paha agar bajunya tidak terangkat terkena angin,sungguh tersiksa sekali naik motor model seperti ini. Namun tiba-tiba vinsa menghentikan motornya.
" kenapa brenti mas?"
__ADS_1
Yang ditanya tidak menjawab, hanya meraih rambutnya,kemudian menggulung rambutnya hingga tidak berkibar-kibar lagi.
oohh..ternyata peka juga.batinnya